Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 11


__ADS_3

Meja makan tidak ada orang,padahal disitu sudah tertata sarapan.


Dimana mama,biasanya mama sudah duduk disini.Apa mungkin mama belum bangun.Tidak mungkin.


Bi marni masuk sambil membawa dua gelas susu dinampan


"bi,, dimana mama..kenapa aku tidak melihatnya.."


"oh..nyonya mengantar Mas Aska kebandara non," jawab bi marni.


Kak Aska sudah pergi, dan aku tidak mengucapkan salam perpisahan dengannya.


"kenapa aku tidak dibangunkan sii..." kataku pelan pada diriku sendiri.


Will masuk dan duduk dia meminum susunya..


"mas Willi,, nyonya berpesan mas willi harus mengantar non Widya ke sekolah,"


kata bi marni


Aku terkejut,dan hampir tersedak


Will diam saja,dia makan tanpa peduli denganku.dan tak menghiraukan ucapan bi marni.


Will berdiri dan melangkah keluar,


secepat kilat ku ambil tasku dan kukejar dia keluar.


Dia keluarkan mobilnya dari garasi,


dan berhenti didepanku.


Hemm,,mungkin Will setuju untuk memberiku tumpangan.


Kubuka pintu belakang dan duduk dikursi belakang.


"Kamu kira aku sopir,kluar dan duduk didepan.." aku terkejut ,Will selalu berbicara padaku dengan nada tinggi.


Aku keluar dan kubuka pintu depan,aku duduk disamping Will.

__ADS_1


Celaka,,rokku terlalu pendek.Will melihat pahaku.Cepat-cepat kututup dengan tasku.


Tangan Will meraih tasku dan menyingkirkannya,


"kamu mau ngapain.." kutepis tangannya dan kuambil kembali tasku.


Will menatapku dengan tajam,kepalaku mundur kebelakang.


"kenapa lututmu ...?"


"tidak apa-apa.." jawabku takut


"apa itu karena kejadian kemarin? siapa yang melakukannya? Jack ?"


Jack memang menggaguku,tapi cedera dilututku bukan karena Jack.


Entah siapa cowok yang berlari menabrakku waktu itu.


"bukan..bukan Jack,aku tidak tau siapa dia.Tapi ini bukan salahnya,mungkin aku yang kurang hati-hati" jawabku


Will menjalankan mobilnya,


Tapi sayang galak dan kasar.Nyebelin banget.


Kalo saja kamu bisa lebih lembut,mungkin kamu akan jadi teman yang menyenangkan.


Oh no ,Widya mikir apa sih kamu.


Dia itu saudaramu,jangan mikir yang aneh-aneh.


"sudah puas menatapku .."


tiba-tiba Will berhenti dipinggir jalan.


Aku malu karena ketauan mengamatinya diam-diam.


"ke..kenapa kita berhenti disini.."


"kamu kira untuk apa..untuk mengajakmu bolos sekolah,atau pergi ketaman bermain..?"

__ADS_1


Aku menatap Will tak mengerti


"cepat turun.."


Aku semakin tak mengerti,kejam sekali Will akan menurunkanku dijalan.


Will membuka dompetnya dan memberiku sejumlah uang.


"cepat turun kalo tidak mau terlambat sampai disekolah."


dia mengarahkan uang padaku


"Will kamu keterlaluan,masa cuma gara-gara aku diam-diam menatapmu saja.Kamu marah dan mengusirku keluar.." belaku


Will menepuk jidatnya


"kamu itu,, cepat turun.Lihat diluar,itu apotik.Kamu beli salep anti lebam.luka dikakimu itu harus diobati",


Aku lihat keluar mobil,benar itu apotik


" cepat turun ,,sebelum kita terlambat."


Aku segera menerima uang Will dan berlari mencari obatku diapotik.


Mungkin aku memang terlalu jahat menebak Will.



Mobil memasuki halaman sekolah,kulihat banyak anak-anak perempuan yang memandang ke arah mobil Will,mereka terlihat kagum dan menebarkan pesona.


Huft terlihat banget kalo mereka itu mau cari perhatian dengan Will.


Dasar cewek-cewek kurang kerjaan.


Mobil berhenti dan aku turun dari mobil Will,pandangan gadis-gadis itu terlihat kaget.


Mungkin mereka bertanya-tanya kenapa bisa aku bersama dengan Will.


Biarkan sajalah.

__ADS_1


Segera kuberjalan meninggalkan mereka,dengan segala pertanyaan yang tidak ingin kujawab.


__ADS_2