
Hampir dua bulan ibu Widya terbaring koma dirumah sakit.Keuangan semakin menipis,Widya hanya seorang pelajar.
Tabungan dari orangtuanya sudah menipis untuk biaya sekolah dan makan.
Sementara biaya rumah sakit memang ditanggung BPJS tapi untuk kesana kemari tetap butuh biaya banyak.
Sore itu sepulang sekolah seperti biasa dia hendak ke Rumah sakit menengok keadaan ibunya.
Sampai didepan gerbang sekolah ada seorang wanita setengah baya,mungkin usianya lebih tua dari ibunya.
Ketika melihat Widya dia tersenyum
"Widya ...." ucap wanita itu.
Widya mengerutkan kening,dia tak mengenal siapa wanita didepannya.Tapi melihat senyum ramah wanita itu,Widya membalas senyum.
"maaf ,,tante siapa ya.Kok tau namaku..?"
tanya Widya.
"aku sangat mengenalmu dan orangtuamu,,gimana kalo kita ngobrol sambil makan.Banyak yang ingin tante sampaikan"
Widya bingung juga ,gimana ya.
Dia belum mengenal wanita ini,apa tidak apa-apa dia ikut ajakannya.
Tapi seoertinya dia wanita baik-baik dan penyanyang.Dilihat dari penampilannya sepertinya dia orang berada.
Akhirnya Widya setuju mengikuti wanita itu.
Honda jazz merah memasuki parkiran sebuah restoran seafood.
Widya biasa makan disini jika akhir pekan bersama orangtuanya.
Tapi itu sudah tidak akan terjadi,
"ayo kita masuk..."
__ADS_1
sebuah suara membuyarkan lamunan Widya.
Dia segera membuka pintu mobil dan mengikuti wanitu itu.
Memilih tempat duduk disudut ruang yang tidak terlalu ramai.
Pelayan menghampiri mereka,dan memberikan
menu restoran.Setelah memilih hidangan dan pelayan pergi.
Wanita itu yang ternyata bernama Lilian.
Dia adalah teman baik mama Widya semasa kuliah.
Dia lama tinggal di Singapura,karena memang suaminya orang sana.Dan tante Lilian juga kebetulan punya usaha disana juga.
Tapi meski begitu,anak-anak tante Lilian di Indonesia semua.
Baru sebulan lalu dia kembali keIndonesia.
Dan memutuskan untuk menetap di Indonesia.
"kamu mirip Rheina semasa muda,," kata tante Lilian ,Widya hanya tersenyum simpul.
Tiba-tiba handphone Widya bergetar.Dia cek ternyata WA dari Denis.
"kamu dimana?"
Widya minta ijin pada tante Lilian untuk menelpon temannya itu.
Tante Lilian menjawabnya dengan anggukan dan senyuman.
Widya segera menjauh dari tante Lilian
Dia hubungi Denis..
"Hallo Wid.."
__ADS_1
"denis ,,aku ada keperluan.Ada apa?" tanya Widya
"aku lagi di depan ICU.. sama Tania dan Soni.."
"ya sudah aku segera kesitu,, tunggu bentar"
Widya segera menutup teleponnya.
Dia segera menghampiri tante Lilian,dengan hati-hati dia pamit sama tante Lilian.
Tapi tante bilang kalo dia akan mengantar Widya ke Rumah sakit.
Widya menerima dengan senang hati.
Sampai dirumah sakit tante Lilian tidak ikut turun.Dia sudah menengok ibu Widya dan sekarang harus segera kembali keJakarta.
Dia berpesan pada Widya untuk jangan segan menghubunginya jika ada kesulitan.
Dia berikan Widya uang untuk pegangan.Widya menolak dengan halus,tapi tante Lilian memaksa untuk menerima.Dan segera berlalu.
Tapi dia janji akan segera ke Yogya untuk menemui Widya lagi
Sampai didalam Widya menemukan teman-teman yang selalu setia dan selalu menemaninya.
Mereka selalu ada buat Widya menghibur dan selalu memberi semangat.
Tania sendiri mulai bisa menerima kehadiran Soni dan Denis.
Yahhh,, semua memang butuh proses.
Meski didalam hati yang terdalam kesedihan tetap dirasakan,tapi dia tidak boleh menyerah.
__ADS_1