
Keesokan harinya Will mengajakku pergi menemui Henry,,
Aku demikian tidak sabar.
Mobil Will memasuki halaman sebuah Kantor polisi,, rasanya aku sedih sekali.
Aku merasa bersalah kepada Henry,
karena aku dia jadi begini.
Kami segera turun..Will berjalan mendahuluiku,kuikuti dia dari belakang.
Will menemui seorang petugas kepolisian dan berbincang-bincang.
Aku tak terlalu menyimak apa yang mereka bicarakan.
Pandanganku melihat sekeliling tempat itu,jujur baru kali ini aku berada ditempat seperti ini.
Ada beberapa sel kosong dan beberapa yang ditempati.
Ini hanya sel sementara ,sebelum mereka dipindahkan ke penjara tetap.
Aku hampiri Will lebih dekat.
Aku mendengar polisi ini bicara jika Henry sudah tidak ada disini.
Dia sudah dijamin oleh seseorang.
Dan sudah keluar dari tempat ini.
Aku lupa,, Henry itu orang yang sudah berpengalaman dengan hukum.
Pasti diluar sana dia punya banyak teman-teman yang hebat.
Aku bahagia tahu kalo Henry sudah bebas,tapi juga merasa kecewa karena aku tidak menjumpainya.
Bahkan untuk yang terakhir kalinya.
"kamu sudah dengar, sekarang berhenti memikirkan laki-laki itu lagi ."
ujar Will.
Aku diam saja, Will mengajakku pergi dari tempat itu.Kamipun berpamitan.
Aku belum ikhlas,aku masih kepikiran Henry.
Aku ingin menemuinya untuk yang terakhir,tapi apa Will mau mengantarku.
Tidak ada salahnya mencoba,
__ADS_1
"Will...." kataku hati-hati
"hemm..." hanya itu jawaban nya.
Aku tarik nafas dalam..ayo Widya gak ada salahnya mencoba.
"bolehkan aku minta tolong,,
antar aku menemui Henry.."
Will menatapku tajam.aku takut dengan tatapan itu.Aku menunduk..
Kualihkan pandanganku,,
"aku tidak bermaksud apa-apa Will,aku hanya ingin bertemu dengannya.Untuk mengucapkan selamat tinggal dan berterimakasih padanya.Bagaimanapun dia telah banyak menolongku.."
aku berusaha menjelaskan
Will diam saja,dia fokus pada kemudinya.Acuh
Percuma kan..Will tidak akan peduli.
Biarlah yang pasti aku sudah berusaha.
"semua masalah timbul darimu sendiri,kamu harusnya belajar lebih dewasa.." katanya
ya Will benar,aku memang pembuat masalah.
Menyakiti banyak hati,orang-orang yang kusayang dan menyayangiku.
Bahkan ibu tiada pun aku tak bisa mendampingi
Tanpa sadar menetes airmataku.
"aku tahu Will,aku tau aku salah ..
tapi aku gak bermaksud begitu.." kataku pasrah.
Aku tatap Will,,dan kupegang tangannya
Will melirik tangannya yang kupegang.
Tapi dia diam saja ,tidak berusaha menepis
"Will,tolong aku sekali ini saja.Bantu aku untuk berterimakasih pada Henry.
Setelah itu aku akan pulang kerumah mama Maria,aku akan jadi anak penurut." pintaku.
Will diam saja,,
__ADS_1
"Kumohon Will,, " aku meminta dengan sungguh-sungguh.
"baiklah.... " katanya akhirnya
Aku tersenyum lega..
"terimakasih ,," ucapku.
Sampai di puncak hari sudah sore,,
Mobil Henry ada didepan rumah,tapi ada satu mobil lain disitu.
Mungkin sedang ada tamu.
"Kamu masuklah ,,aku tunggu disini.Waktumu 15 menit.Dimulai dari sekarang"
aku terbelalak kaget,, dikasih waktu.Dibatasi
Hampir saja mulutku terbuka untuk protes,Will memotong..
"satu.....dua......tigaaa..."
Aku memandangnya dengan tatapan protes,percuma.
Dia tetap menghitung
Hufft..
Aku langsung buka pintu mobil,
Dan melangkah kaluar dengan segera.
Kumasuki halaman rumah itu,
Suasana yang tidak asing dan begitu familiar.
Sampai dipintu depan tidak tertutup rapat.
Aku mendengar orang berbincang-bincang disana.
Aku ketuk pintu ..
dan mendorong sedikit hingga pintu itu terbuka.
Aku kaget setengah tak percaya dengan yang kulihat.
Apa ini benar ???
__ADS_1