
Pukul 02.15 wib,badanku sangat capek..Tapi aku gak bisa tidur.
Tubuhku cuma berguling kesana kemari.
Kutatap langit-langit kamar,
Kuputar kembali semua rekaman diotakku,semua kejadian hari ini.
Aku belum pernah dekat dengan cowok manapun.Bisa dibilang aku ini Kuper.
Yah,,semua karena dulu orangtuaku begitu melarangku ini itu,yang menurut mereka semua itu tidak sopan dan tidak boleh.
Tapi sejak mengenal mama Lilian dan tinggal di Jakarta.Perlahan batas-batas itu tidak ada lagi.
Aku selalu merasakan debaran aneh saat ku dekat dengan Will.
William ,, yah dia satu-satunya cowok yang berani kurang ajar padaku.
Semena-mena dan sangat menyebalkan.
Aku menguap dan akhirnya tertidurr .......
"bangunn......."
kubuka mataku perlahan.Yang kulihat pertama kali wajah Will.
Dia berbaring miring diranjangku.
Menatapku dengan santai.
Sejak kapan anak ini masuk,jangan-jangan dia mengamatiku tertidur dari tadi.
Segera kututup mukaku dengan selimut.
Malu banget aku..
"Will,,ngapain kamu .."
Will mencoba menarik selimut yang menutupi mukaku.
Aku tahan tetap kupegang erat.
"ngapain ditutupin,kamu malu..
aku sudah melihatmu mendengkur dan tidur dari tadi.." ejeknya
Gak mungkin..gak mungkin aku tidur mendengkur.Dasar pembohong.
Kubuka selimutku,dan menatapnya dengan marah.
"kamu jangan mengada-ada..dasar gak sopan.Masuk kekamar gadis sembarangan.."
__ADS_1
"hahahaaha...." dia tertawa
Aku duduk dan menutup mukanya dengan bantal,dia berontak.
"apa-apaan sih...bau iler kamu huft.."
lagi-lagi dia ngomong sembarangan
kupukul dia dengan bantal
"aku gak ngilerrr,,," kataku kesal
"siapa bilang,orang aku tadi dengar kamu mendengkur ssmbil ngiler-ngiler.."
Kusiap dengan kepalan tanganku hendak memukulnya.
Tapi secepat kilat dia bangkit dan mencoba berlari sambil tertawa senang melihatku marah.
Aku tersenyum melihat dia berlari pergi.
Si jail yang menghiburku selalu.
"cepetan dong..aku sudah gak tahan.."
Will duduk dimeja makan sambil memukul-mukul piring yang ada didepannya dengan sendok dan garpu.
Aku sedang menyiapkan sarapan untuk kami,ini juga sedang buru-buru.
Tapi kan nungguin matang dulu dong.
Semalam karena kebanyakan makan
kue putu,aku tidak jadi masak untuk makan malam.
"berisik Will,, bisa diam gak sih tangan sama mulutmu itu.." kataku
dia gak menghiraukan,tetap asyik memainkan lagu dengan piringnya.
tau deh, terserah.
Kuhidangkan masakan dimeja makan,Nasi goreng,dan telor ceplok.
Will menatap makanan itu lalu menatapku.
"dari tadi ?? cuma ini yang kamu masak??"
aku duduk dikursi makan,cuma ini??
Dasar tidak tau terimakasih ini anak.
__ADS_1
"sudahlah,makan seadanya.Salahmu minta aku masak.Aku cuma bisa masak kaya ginian.." sahutku
kuambil nasi kepiringku.
Will menggeleng dan diam.
Saat aku mau menyuapkan makanan kemulutku dia ambil piringku.
"dasar tidak sopan..."katanya
aku menatapnya marah.Will menyodorkan piring kosongnya padaku
" harusnya kamu ambilin aku dulu .."
katanya sambil makan.
"ich,,ngapain coba.Aku dah masak buat kamu.masa masih harus mengambilkan juga..."sahutku jengkel
Will,dia tidak peduli.Dia terus makan dengan lahapnya.
" enak kan masakanku.."kataku bangga,dia tetap tidak menyahut dan terus makan.
Aku mengambil nasi,dan mulai makan.
Aku hentikan kunyahanku,,ASIN.
segera kuambil minum.
Kutatap Will yang tetap asyik makan.
Dia ,, apa dia gak ngerasa.Makanan ini terlalu asin.Atau lidahnya bermasalah??
"tambah lagi dikit dong.." katanya
aku memandangnya tak percaya.
"cepat..." katanya.
Buru-buru kuambilkan lagi kepiringnya.
Lagi..dia makan dengan lahapnya.
Dia mengelap mulutnya,dan bangkit berdiri.
"Lain kali kurangi garam.." katanya sambil berlalu pergi.
Aku menatap dengan heran,
Jadi dia tau kalo ini keasinan,kok masih dimakan juga.
Aku tersenyum ,mungkin dia kelaparan.
__ADS_1