
Hari sudah malam,
begitu bus sampai dipemberhentian terakhir.
Aku harus turun,tante disebelahku pun turun diterminal ini.
Kupandang kiri kanan suasana malam terminal bus,
masih ramai dengan aktifitas banyak orang.
Ada pedagang yang hilir mudik menawarkan dagangannya,
ada juga calo-calo dan tukang ojek yang sedang menunggu penumpang.
Kebanyakan laki-laki yang berada disini.
Aku bingung ,
gak tau tujuan dan arah.
Tapi jika kuberlama-lama disini,
bahaya juga.
Banyak mata jahat ditempat ini.
"dik,mana kluargamu.Sudah datangkah?"lamunanku buyar oleh suara tante yang sudah berdiri di sebelahku
" e...ehm ,,anu ,,belum tante.Tapi bentar lagi pasti datang." jawabku gelagapan.
"oow.. ya sudah.Kalo begitu tante duluan ya.." pamitnya
"iya tante.. hati-hati" kataku
Kulepas kepergian tante itu dengan pandangan.
Hufft ,, aku tarik nafas panjang.
Aku duduk dibangku tunggu sebuah loket tiket.
Sang penunggu loket melihatku.
Aku tersenyum kearahnya.
"Sudah malam mau kemana dik.?"
Kulihat jam didinding ruang itu 10.20 wib.
Ini sudah hampir tengah malam.
Aku harus cari tempat untuk tidur.
"maaf saya numpang duduk sebentar,lagi nunggu saudara."
aku terlalu banyak berbohong hari ini.
Maafin aku Tuhan.
__ADS_1
"ooh...ya gapapa dik." dia kembali sibuk dengan aktifitasnya.
Aku berjalan keluar dari terminal,melewati sekumpulan orang yang sedang berdiri dipinggir jalan.Sekumpulan anak laki-laki dan beberapa pria dewasa.
Entah apa sedang mereka lakukan disitu.
Aku berjalan cepat,takutlah.
Tak kuhiraukan cuitan nakal dan kata-kata tak sopan yang mereka keluarkan untuk menggodaku.
Aku sangat takut.
Dan terus melangkah menjauh dari tempat itu.
Tibalah aku di depan Toko Swalayan 24 jam.
Aku akan beli minuman disitu.
Tenggorokanku sangat haus.
Aku melangkah masuk dan mengambil beberapa keperluanku.
Aku memilih beberapa produk yang kusukai.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahuku dari belakang,
aku terkejut dan menoleh
"hai..sepertinya aku mengenalmu.Kita pernah ketemu dibandara.."
Cowok bertato itu,,,,berdiri didepanku sekatang dan dia tersenyum sangat manis.
Gimana aku gak langsung kenal.
"e..iya..kita pernah ketemu.."
aku jadi salah tingkah.
Aku begini kacau dan berantakan.
Aku malu.
Dia selalu rapi dan bersih disetiap perjumpaan.
Dia memandangku menyelidik
"kamu mau kemana..?"
dia menunjuk tas dipunggungku.
Aku pegang tali tas yang melingkar dibahuku.
"aku ...aku mau....e...ketempat..ketempat saudara.."
jawabku bohong.
__ADS_1
"ooo.. ," dia melihat sekeliling.
Hanya ada kami berdua disitu selain dua orang pelayan di meja kasir.
"kamu sendiriankah..?"
Aku garuk kepalaku,aku harus jujur atau bohong ya.
Tapi aku belum kenal cowok ini,gimana kalo nanti dia berniat jahat padaku.
Tapi ini sudah malam.
Mungkin aku bisa minta bantuan padanya.
Untuk mencarikanku tempat tinggal.
Melihatku diam saja dia meraih belanjaanku.
Aku terkejut dan menatapnya
"jangan bilang kalo kamu kabur dari rumah..!" tiba-tiba dia menebak dengan benar.
Aku terperangah,dia kenapa bisa tepat gitu menebakku.
"ayo ikut aku, " dia raih tanganku dan digandengnya aku keluar dari tempat itu.
Aku nurut aja ,kok bisa.Padahal aku takut padanya.
Apa mungkin karena kuberharap dia akan menolongku,atau karena hal lain.
Dia lepaskan tanganku dan berdiri didepanku.
"katakan... beneran kamu kabur dari rumah..?" dia ulang lagi pertanyaan itu.
Aku menunduk,dia pegang kepalanya
"gadis bodoh ! apa kamu gak berfikir diluar begitu banyak bahaya.!"
wooii..kenapa dia memarahiku.
"Keliaran dijalan malam-malam begini.Kamu kira itu bagus.!"
Aku terdiam,aku takut.
Kenapa dia marah-marah gitu.
Kenapa dia jadi begitu khawatir padaku.
Kenal aja nggak.
Tiba-tiba aku jadi kepikiran Will.
Apa mungkin anak itu bisa khawatir aku pergi begini.
Atau malah dia sedang bahagia merayakan kepergianku.
Biarlah.
__ADS_1