
"Apa ?? jadi kita mau jalan kaki?"Teriak Will....
Aku angkat bahu dan berjalan mendahului Will.
"kalo kamu gak mau,kamu bisa tinggal dirumah saja.Aku pergi sendiri.Jangan manja, disini gak ada mobil." kataku
"kamu menantangku?kamu kira aku tidak sanggup berjalan kaki"
Will mendahuluiku berjalan,aku cuma tersenyum.Dasar anak ini...
Kami berdua berjalan kaki mencari tempat makan.
Letaknya sih tidak terlalu jauh.
"ini dia tempatnya,, " kataku begitu sampai didepan kedai.
Will diam..memandangku tak percaya,
aku hampir melangkah masuk tapi Will menarikku menjauh dari tempat itu.
"kamu,,,,mengajakku jalan kaki sejauh itu.Hanya untuk makan ditempat seperti itu..?" kata Will dengan menujuk ke arah kedai,
aku tersenyum"sejauh??"
padahal cuma 200 mtr dia bilang jauh??
aku gak bisa nahan tertawa
"haahaaaahaa ,, ayolah Will disini masakannya enak.Aku jamin kami pasti suka." dia palingkan mukanya,aku tau dia pasti merajuk.Tapi memang rumah makan ini masakannya sangat enak,meski tempatnya sangat kecil.
"jangan marah gitu,gak ada salahnya dicoba.yuk..aku dah laper banget.."
kucoba tarik tangannya,dia tidak bergeming.
"ya sudah kalo kamu gak mau, aku sendiri aja.." aku berjalan menjauhinya
Dia mengejarku ,,
"kita tidak akan makan disitu.."katanya,
aku berhenti dan menatapnya.
"terusss...??"
"ayo ikut aku..." Will tarik tanganku dan membawaku pergi.
..................
"terima kasih,silahkan datang kembali."
Kami keluar dari sebuah minimarket.Will benar-benar punya ingatan yang tajam,sekali lewat kemarin dia langsung hapal kalo diujung jalan ini ada minimarket.
Tanganku penuh dengan barang belanjaan.Semua kebutuhan Will dan juga SAYURAN !!
yahh.. Dia memaksaku untuk memasak disaat aku sudah benar-benar merasa capek dan lapar,
__ADS_1
dasar monsterrr!! tidak berperasaan.
Dia berjalan mendahuluiku tanpa membawa apapun,tangannya dimasukkannya ke dalam saku celananya dan dia berjalan dengan elegan,dasar tuan muda yang sombong.
"Will,,bantuin aku bawa ini.."
Dia tidak menyahut
kususul jalannya, dan kuhadang didepannya.
Kutaruh dua tas besar berisi belanjaan didepannya.
"nih..bawaa.." kataku
dia melihat barang-barangnya kutaruh begitu saja ,segera diambilnya
"dasar jorok,,, ini kotor.Sembarangan saja kamu asal taruh.."
aku gak peduliin dia,
aku berjalan mendahuluinya,dengan langkah cepat.
dia menyusulku,di sodorkannya satu tas padaku.
"nih kamu bawa satu.." dia paksain banget.
Dasar cowok egois,
tiba-tiba pandanganku tertuju pada tukang kue putu ,aku suka banget kue ini.
Kue tradisional yang gak pernah kujumpai di Jakarta selama ini.
Will memandangku tak mengerti
"heii,, berhenti.Mau lari kemana kamu.."
aku gak peduli dengan panggilan nya
Dia mengikutiku,aku segera memesan kue putu kesukaanku itu.
Kue dari beras dengan campuran kelapa dan gula merah,dimatangkan dengan cara dimasukkan kedalam bambu dan dihangatkan dilubang panas.Hingga menimbulkan bunyi khas ..nguingg nguingg... mengundang perhatian pembelinya.
Will menatap aneh pada kue itu dan cara pembuatannya.
Jujur akupun suka dengan cara pembuatannya,dan selalu asyik memperhatikan saat pedagang itu membuatnya.
Will ternyata sangat penasaran,dia tambah mendekat.
Kue pesananku sudah matang,kue ini enak dimakan saat masih panas.
Segera kuterima dan mulai memakannya,kutawarkan pada Will.
Dia memandang aneh dan menggeleng.
Ahh...terserah kamu situ.
Aku mau menikmati sendiri kalo kamu gak mau,batinku.
__ADS_1
Mungkin melihatku memakan dengan begitu lahap ,Will jadi penasaran.
Dia ambil kue itu sedikit, dimakannya dia diam.
Dan lagi..dirasakannya..
"tidak terlalu buruk juga.lumayan.." katanya,
dia hampiri sibapak penjual kue.
"aku mau,,tapi aku pingin buat sendiri.ajari aku.."
aku hampir tersedak,Will ,,,,,,??
kudekati dia yang sedang diajari cara membuat kue putu oleh pedagangnya.
Dia terlihat sangat serius, aku melihatnya dalam diam.
Saat sedang serius begitu,kamu terlihat benar-benar mempesona Will.
Cukup lama aku terdiam ,mengamatinya dan timbul debaran yang tak kusadari.
Yang membuatku merasa tak menentu.
Widyaa....pleash sadar deh.
Dia itu kakakmu,,,
Aku segera tersadar dari lamunan,,
aku tidak boleh punya pikiran seperti itu.Benar-benar memalukan.
Will datang dengan setumpuk kue ditangannya..
Dia memakannya dengan lahap,entah pengaruh lapar atau memang dia menyukainya aku tidak tau.
Dia sodorkan kue itu padaku,aku menggeleng dan tersenyum.
"aku sudah kenyang.." jawabku
aku terus menatapnya ,dia benar-benar lucu seperti anak kecil.
"berhenti menatapku seperti itu.." katanya tiba-tiba.
Aku gelagapan,malu tertangkap basah menatapnya terus dari tadi
dia memandangku "ambilin air minum dong..susah nelen nih.." pintanya
Buru-buru kuambil tas belanjaan, dan kukeluarkan air mineral untuk Will.
Setelah membayar,kamipun pulang kerumah dengan berjalan kaki.
Sepanjang perjalanan Will selalu menarik perhatian jika berpapasan dengan para gadis.
Will yang acuh dan dingin,ya cuma diam tak memghiraukan sama sekali.
Begitulah Will..selalu begitu.
__ADS_1