Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 44


__ADS_3

Aku rebahkan diri ditempat tidur.Masih terngiang kata-kata Kak Irawan,ketua OSiS.


"jangan-jangan kamu mengada-ada,biar gak kena hukuman.Mending kamu jujur aja",


Apaan ,kenapa aku harus mengada-ada.


Aku gak mau mengakui hal yang jelas-jelas tidak kulakukan.


Rasanya kesel banget hatiku,gak ada yang percaya padaku.


Kulempar bantal dan kupukul-pukul kasur dengan kesal.


" aduh..." sebuah suara mengagetkanku


Segera aku beringsut dari telungkupku.


Stev.. dia pegang kepalanya yang terkena lemparan bantalku.


"Stev....."


"apanya Stev.. kamu main lempar aja.." gerutu Stev.Aku duduk dipinggir tempat tidur.


Stev pungut bantalku yang jatuh dilantai.Ditaruhnya lagi disampingku.


"kenapa ,,ada apa ,,kamu keliatan sedih gitu?"


Aku cuma menggeleng,bahaya kalo stev sampai tau masalahku disekolah.


"syukurlah kalo gak ada masalah,"


Aku mengangguk kecil


"ada perlu apa kamu kekamarku..?" tanyaku


Stev menepuk jidatnya


"o..iya ,,aku hampir lupa.Lusa mama ingin mengajak kita liburan.Aku mau ajakin kamu kluar beli beberapa keperluan", jelas Stev


Keluar ,,belanja. Suasana hatiku lagi males gini.


Gak pengen kemana-mana,tapi kalo aku nolak.


Nanti Stev pasti tambah curiga.


" ya udah,, aku ganti baju dulu.." jawabku


Stev mengangguk senang.Tapi gak beranjak dari duduknya.


Aku berkacak pinggang,,


"keluar dong,, aku kan mau ganti baju" kataku kesal.


"o..iya,, maaf maaf.. " kata Stev sambil melangkah keluar dari kamarku.


Kukunci pintu kamar,dan segera ganti baju.

__ADS_1


Gak bisa anganku sedetik saja lepas dari kejadian tadi pagi,bikin bad mood aja.


********


Sepanjang perjalanan tidak kuhiraukan Stev ngomong apa,aku cuma mengangguk dan menggeleng.


Suasana sore dikota ini sebenarnya sangat menyenangkan,banyak lalu lalang orang pulang kerja.


Beberapa kedai makanan dengan orang-orang yang sedang bersantap didalamnya.


Mobil kami berhenti,kulihat didepan lampu menyala merah.


Ada beberapa pengamen yang memanfaatkan situasi jalan.


Seorang pengamen berjalan kearah mobil kami,Stev memberinya uang dan pengamen itupun pergi.


Kami melanjutkan perjalanan,dan menuju sebuah Mall yang besar dikotaku.


Stev berjalan mendahuluiku.


"ayo lah ..kamu keliatan lemas gitu.Belum makan ya..kita cari makan dulu.."


Aku diam saja,benar juga sih.


Aku belum makan apa-apa sejak pagi.


Kuikuti Stev menuju salah satu restoran kecil disudut mall.


Setelah memesan beberapa makanan kami duduk.


"kamu tau gak,kamu itu aneh.." kata Stev


Aku menatapnya tak mengerti.


"aneh kenapa..." kataku


Stev mendengus


"bilangnya gak ada masalah,tapi dari tadi diem aja..."


Pelayan mengantarkan minuman.


Kuminum lemon tea ku,,hemm lumayan adem nih perasaan.


"gak ada apa-apa..." kataku pelan.


Stev menatapku curiga,


"hemm,,jangan-jangan kamu ada masalah dengan sekolahmu.." tebak Stev


uhuukkk....uhukkk...


aku tersedak minumanku,kata-kata Stev membuatku terkejut.


"nah...benar kan..." Stev lebih keras menebak.

__ADS_1


"gak... gak ada,, " bantahku


Tak berapa lama,makanan kamipun datang.


"makasih kak.." kataku pada pelayan yang menyajikan makanan.


Pelayan itu hanya tersenyum dan berlalu.


"cerita gih. " kata Stev


"cerita apa... " Aku mengambil sendokku.


"yaa cerita..masalahmu.." Stev pun makan.


"gak ada cerita, makan ah ..aku laperr." kataku.


Aku segera makan,tak kuhiraukan Stev yang ngedumel sendiri.


Perutku lapar,makanan nya enak.Cocok deh.


Alhamdulilah,,kenyang.


"Steven...." seorang cowok tiba-tiba sudah ada didekat Stev,Stev kaget dan melihat orang itu.


"Rey.... " teriak Stev girang dan berdiri.


Mereka berpelukan,sepertinya mereka saling kenal.


"kapan kamu pulang ?" tanya Stev


"sudah hampir dua minggu aku pulang"


Mereka duduk dan ngobrol dengan asyiknya.


Rupanya mereka itu teman satu sekolah dulu di SMA.


Bosan juga nungguin mereka ngobrol.


"eh..maaf Stev,aku jadi ngganggu kencanmu," kata Rey.


Stev tertawa, aku melihat dengan protes kearah Rey.


"Dia adikku,, Widya.." jelas Stev


Rey mengerutkan kening.


"kok aku gak pernah tau,kamu punya adik perempuan.." kata Rey


"Kenalan dulu makanya,, Widya ini Rey.Temanku,dulu kami satu sekolah" jelas Stev.


Aku cuma tersenyum simpul.


Waktu ,,cepatlah berlalu.


Harapku.

__ADS_1


Bosan.


__ADS_2