
Pelayan hotel segera keluar dari kamar kami.Aku membuka jaketku.
Henry berdiri mematung.Dia melihat keliling kamar.
Hanya ada satu tempat tidur,dan sebuah meja.Penginapan ini terbilang sangat biasa.Tapi apa boleh buat.
"seandainya ada bangku atau tikar,aku bisa tidur terpisah ," keluh Henry
Aku diam saja.aku segera masuk kamar mandi.
Saat aku keluar dari kamar mandi kulihat Henry sudah melepas bajunya.
Dia cuma memakai singlet,terlihat jelas semua tato ditubuhnya.
Sebenarnya dirumah aku sudah sering melihatnya bertelanjang dada.
Tapi entah kenapa,saat melihatnya begini dalam suasana seperti ini.Sangat membuatku canggung.
Aku segera mengalihkan pandanganku.
Dia masuk kamar mandi.
Kesempatan ini kugunakan untuk mengganti bajuku dengan piyama tidur dari hotel ini.
Kugantung bajuku,dan segera merebahkan diri.Kuselimuti tubuhku dari ujung kaki hingga ujung kepala.
Sebenarnya rasanya jadi sesak nafas tidur dengan selimut menutupi seluruh tubuh.
Henry keluar dari kamar mandi,kurasakan dia duduk ditepi ranjang.
Minum kopi panas yang tadi dia pesan pada pelayan hotel.
Dia naik ke tempat tidur,dan tertawa melihatku yang tidur seperti itu
"hahaha,, kamu ngapain pake selimut kek gitu."
aku diam aja,dan tidak bergerak
Dia miringkan posisinya menghadapku
Jantungku berdegup kencang
Mau apa ini ,awas aja kalo berani macam-macam.
"kamu takut padaku?"
aku masih diam.Tangannya mencoba menyentuh kepalaku.Aku diam,ini orang tangannya mulai berani pegang kepala.
"hei,, jangan pura-pura tidur.Kamu gak usah takut padaku.Justru kalo kamu pake selimut kaya gini,aku yang takut padamu." dia bicara dengan lembut.
Widya,jangan masuk perangkap.
Biarin saja ,tidak usah dihiraukan.
"kamu gak perlu takut sama aku,Ya dah sekarang tidur yang nyenyak,"
dia usap kepalaku.
__ADS_1
Dan segera mengalihkan posisi tidurnya menghadap atas.
Sepi....
Tidak ada suara lagi,dan dia diam.
Sudah tidurkah??
Aku beranikan mengintipnya dari balik selimutku,sedikit,sedikit,dan sedikit.
Terlihat,,,dia pejamkan mata.
Dia terlihat tenang saat tidur,sama saat dia bicara,tidak pernah kasar.
Kadang aku sangsi,apa iya orang yang seperti diceritakannya.
Karena selama bersamanya aku tidak pernah merasa dia kasar,dan tidak sopan.
Aku tatap wajahnya lama,
Tiba-tiba dia menoleh dan tersenyum
"ngapain liatin aku gitu amat."
Aku langsung tutup kepalaku lagi dengan selimut,malu lah ketauan mengamatinya.
"dasar pembohong,pura-pura tidur" celetukku.
"lho,aku tadi dah tidur.Kamu yang bangunin aku kok.."
Kataku,dia miringkan tubuhnya kearahku
"buka selimutmu," dia tarik selimut yang menutup kepalaku
Aku tahan dengan tangan,
"gak mau buka?" tanyanya
Aku menggeleng.Dia tertawa
"hahaha, terseraj kamu.Kalo kamu betah menyiksa diri kaya gitu ya silahkan."
Aku diamin dia,pokoknya aku gak boleh tidur.
Aku harus terus waspada padanya.
Hawa dingin dan rasa capek tidak bisa lagi membuatku bertahan.
Alhirnya aku tertidur juga.
Tanpa kusadari
Hangat dan nyaman,aku menggeliat.
Dan membuka mata.
__ADS_1
Langsung aku bangun dan kudorong tubuh Henry,dia kaget dan terbangun.
Aku tutupi tubuhku dengan selimut.
"kamu...ngapain...kita," aku tergagap
dia kucek matanya dan duduk bersandar
"apaan sih,pagi-pagi dah heboh gini.Liat aja ,bajumu aja masih rapi."
Aku melihat dia dan aku,yaa masih rapi sih.baju kami masih lengkap.
Tapi kok bisa,aku jadi tidur dalam pelukannya,dan kita satu selimut.
"tapi...gimana kita jadi bisa tidur satu selimut dan...kamu..kamu.."
dia menatapku lama,
"Kamu gak inget,semalam kamu yang minta aku peluk lho.Kamu terlihat kedinginan gitu."
aku terbelalak,gak mungkin.Dia pasti boong.
Kuambil bantal dan kupukul dia,dia diam saja.
"dasar pembohong,gak mungkin.Aku gak mungkin kaya gitu."
Dia pegang bantal yang kubuat untuk memukulnya.
"hushh ,,udah jangan dibahas.toh kamu gak aku apa-apain.Atau kamu maunya aku apa-apain."
matanya mengerling nakal.Aku tambah marah.
Kurebut bantal itu ,dia langsung berdiri dan berlari masuk kamar mandi.
"Henry, sialan.....awas kamu.." kugedor pintu kamar mandi.
"masuk aja kalo berani.." teriaknya dari dalam kamar mandi.
"jadi kemarin Widya datang kesini," gumam Will.
Seorang lelaki tua,penjaga makam yang kemarin bertemu Widya berdiri didepannya.
"saya tidak tau namanya tuan.cuma dia datang kemari bersama seorang laki-laki"
Will nampak terkejut,laki-laki??
Siapa laki-laki itu.
"ya sudah,terimakasih pak." kata Will dia bergegas masuk keKantor pemakaman.
Disana dia meminta rekaman CCTV makam.
Dia begitu penasaran,siapa laki-laki yang bersama Widya.
__ADS_1