
Catherin !!
Sejak kapan anak ini datang.
Segera aku sadar posisiku dan Lay,kudorong tubuh Lay.Catherin menangis dan berlari keluar.
Aku segera mengejarnya,tapi Lay memegang tanganku.
"biarkan saja..." katanya.
Kutepis tangan Lay,tak kuhiraukan kata-katanya.
Segera aku berlari mengejar Cath.
Terlambat,Cath sudah menyalakan mobilnya.
"Catherin....tunggu...!" teriakku
Aku segera berlari keluar dan menuju mobil Cath.
Catherin tak pedulikan panggilanku,dia pasti sangat marah padaku.
Kuketok kaca mobilnya berharap Cath mau mendengarkanku.
"kumohon,,aku bisa jelaskan.." kataku
Cath tak peduli dia terus menjalankan mobilnya,,semakin cepat dan cepat.
Dan aku sudah tak bisa lagi berlari mengikuti mobilnya.
Nafasku tersengal-sengal kecapean.
Mobil Cath semakin menjauh,dan saat aku akan berjalan minggir,terlambat.
Sebuah mobil bak menabrakku hingga aku jatuh terpental.
Setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi.
Semuanya gelap.
**********
Kubuka mataku pelan-pelan,kepalaku sakit sekali.
Rasanya ruangan ini berputar.
Pandanganku juga samar-samar.
Kucoba mengamati sekelilingku.
Dimana ini ,,bau ini.. ruangan seperti ini.
Kurasa tidak asing.
"sayang... kamu sudah sadar.." sebuah suara yang lembut disampingku.
Aku berusaha bicara ,tapi tenggorokanku rasanya berat dan susah untuk bicara.
Aku hanya bisa mengedipkan mata.
"Sayang...." suara tante Vani.
Kuamati mereka ,,paman John ,tante Vani ,mama.
Tapi aku tidak melihat Lay.
"aku panggilkan dokter.." kata paman John
Mama mengangguk mengiyakan.
"syukurlah kamu sudah sadar sayang,mama sangat khawatir padamu.." bisik mama.
Diciumnya aku.
Dokter masuk dan memeriksaku.
__ADS_1
"Tak ada yang perlu dikhawatirkan.Kondisinya sudah baik.." kata dokter.
"syukurlah.." kata mereka.
*********
Selesai..
Mama baru saja mengganti bajuku dan mengelap badanku.
"Apa kamu mau makan sekarang..?" tanya mama.Aku menggeleng.
"baiklah kalo gitu mama keluar sebentar ya.."
Aku mengangguk.
Kutatap keluar jendela,,didahan itu ada sarang burung.
Kulihat burung-burung kecil sedang diberi makan oleh induknya.
Sungguh terlihat sangat syahdu pemandangan ini.
"Widya...." Aku menoleh
"Will..." bisikku,apa aku tidak salah lihat.
Will mendekatiku,ini nyata.
Ini benar- benar Will,bagaimana bisa dia ada disini.
Will menggeser sebuah kursi dan duduk disampingku.
"Aku gak percaya..ini kamu..." kataku
Will tersenyum dan meraih tanganku
"kalo gitu aku akan mencubitmu.." godanya
"jangan dong..." kataku.
"bagaimana keadaanmu?" tanya Will
"aku sudah lebih baik..." kataku sambil tersenyum.
"syukurlah,aku sangat khawatir tau.." dicubitnya hidung kecilku.
Kebiasaan Will jika bertemu denganku.
"eh... darimana kamu tau aku sakit..?" tanyaku
Will menatapku dengan penuh rasa sayang
"Lay... " katanya.
Aku terkejut,Lay?
Memang dari kemarin aku tersadar aku belum melihat Lay.
"dimana dia sekarang..?" tanyaku
Will mengangkat bahunya
"entahlah,dia hanya mengantarku dan segera pergi.Dia bilang ada urusan." jelaa Will.
Urusan?? urusan apa.
Ini pasti rencana Lay untuk menghindar dariku.
Dan kenapa juga dia harus mengabari Will.
"hai... kok malah ngelamun.." kata Will lembut.
"kamu gak takut ketemu sama mama?" tanyaku.
Will terlihat sangat serius.
__ADS_1
"tidak,, aku tidak takut apapun.Aku sangat menyayangimu." katanya
Kenapa mama perginya lama sekali,dan kenapa juga tepat saat mama pergi Will datang.
**********
Akhirnya aku sudah boleh pulang.
"kamu pulang dulu ke rumah mama ya.."
Aku menggeleng,aku harus ketemu Lay.
"gak ma..aku pulang kerumah biru saja.."
Ya Rumah biru adalah rumah sebutan untuk rumah yang kutinggali bersama Lay.
Karena hampir semua nya berwarna biru,mulai dari cat dan perabotan.
Warna kesukaanku dan Lay.
"ya sudah..." mama dan tante Vani mengantarku untuk pulang.
*********
"Lay kemana ya tante,dari kemarin aku kok gak melihatnya..?" tanyaku begitu sampai rumah.
Rumah sangat bersih ,gak mungkin Lay tidak ada dirumah selama ini.
Dia sangat suka kebersihan.
"oh.. dia sedang keluar,tadi pamit sama tante.." jelas tante Vani.
"sayang ,,gpp nih mama sama tante tinggal?"
Aku mengangguk
"gpp ma...aku sudah sehat kok.." kataku
Mama dan tante masih ada keperluan yang penting.
Lagian aku juga sudah bisa jalan meski masih sedikit lemah.
Mama dan tante Vani pamit.
Aku segera mengunci pintu,dan menuju kamarku.
Sempat kulewati kamar Lay..pintunya sedikit terbuka.
Ada sebuah koper disana,dan itu milik Will.
Aku kenal dengan koper itu.
Berati selama ini Will nginap disini.
Bagaimana bisa ,Will hampir tiap hari menjengukku tapi Lay sama sekali tidak peduli padaku.
Manusia macam apa kamu.
Rasanya kesal banget dalam hatiku.
Pengen banget marah sama anak itu.
Tapi apa hakku marah??
Aku segera masuk kekamarku.
Dan menangis ,sakit rasanya.
Hai,,kenapa aku harus sakit hati dan menangis hanya karena Lay?
Ada apa denganku.
Apa jangan-jangan aku suka sama Lay?
Gak..aku gak mungkin suka sama Lay.
__ADS_1
Gak mungkin.