Kakakku sayang

Kakakku sayang
Episode 13


__ADS_3

Aku melangkah menuju parkiran mobil.


Mobil Will sudah tidak ada.


Jangan-jangan dia sudah pulang.


Gimana nih ,,aku belum paham jalan menuju rumah.


Hp saja aku gak bawa,bisa saja aku naik taksi ,aku memang bawa uang.Mama selalu memberiku uang buat pegangan.


Tapi ini bukan masalah uang.


Tapi alamat jelas rumah dimana.


Oh Tuhan harus gimana aku.


Aku benar-benar bingung dan tak tau harus gimana.


Kulihat Lidya berjalan kearah sebuah mobil yang terparkir,dia teman sekelasku.


Apa jika kupanggil dia akan baik hati mengantarkanku pulang.


Halaman parkir sudah mulai sepi,aku gak tau harus gimana lagi.


Aku berlari mendekati Lidya,


"Lidya...tunggu.."


Lidya berhenti dan menoleh kearahku.


Dia memandangku dari ujung kaki sampai kekepala.Aneh banget si kaya gak pernah liat aku aja.


"ada apa ..."


tanyanya acuh dia kembali berjalan,kuikuti dia

__ADS_1


"Lidya,, bolehkah aku minta tolong.." pintaku,dia tidak menyahut.Apa daya dia harapan terakhirku,atau aku akan bermalam disekolah.


"Lidya,, beri aku tumpangan..kumohon.Bisa kan..?"


tanyaku berharap.


Lidya berhenti dan menatapku


"kenapa aku harus memberimu tumpangan,apa untungnya buatku.Lagi pula belum tentu kita searah.."


Ya Tuhan ,,anak ini angkuh sekali.


Ingin rasanya aku pergi saja meninggalkannya dan membatalkan niatku,tapi aku tak berdaya saat ini.


Aku diam saja,dia pergi meninggalkanku.


Tiba-tiba sebuah mobil masuk,,tunggu dulu.Sepertinya aku kenal,,, itu mobil Will.


Aku senang tapi aku juga marah rasanya. Will menghentikan mobilnya didepanku,aku masih diam saja.


Lidya menatap kearahku,dia bersandar dipintu mobilnya.


Ngapain dia liatin aku,cewek pelit,sombong.Males aku diliatin gitu.


Kubuka pintu mobil dan duduk disamping Will.


"pasang sabuk pengamannya .."


kata Will,aku masih diam tak peduli


Kutunjukkan muka kesalku,biar dia tau kalo aku benci dengan perbuatannya sudah meninggalkanku.


Will mendekat ,seakan mau menciumku.


Aku pejamkan mataku,aku gemetar.

__ADS_1


Tangannya seakan mencari sesuatu disebelahku.Wajahnya kurasa begitu dekat dengan wajahku.Bisa kucium jelas wangi minyak rambutnya,yang seakan menghipnotisku dengan aromanya,aku semakin takut.Jantungku berdebar kencang sekali.


Cekrekkk...


tidak terjadi apa-apa.


Kubuka mataku,wajahku merah padam.


Kulihat dia sudah kembali diposisinya memegang setir mobil.Oh Tuhan..


Ternyata dia hanya memasang sabuk pengamanku saja,untunglah.


Widya pikiranmu terlalu banget sih,malu-maluin banget kamu.


"mikir apa kamu....kamu kira aku akan menciummu..?" tanya Will


"nggak...nggak,aku gak mikir kaya gitu."


Will tersenyum,senyumnya terasa mengejekku.Sebel banget aku..


Will menjalankan mobilnya,melewati Lidya yang belum juga beranjak menatap tajam kearah kami.


 


"sayang. . kalian sudah pulang.."


Mama menyambut kami,aku tersenyum senang melihat mama.


"maaf ya,tadi Will Mama suruh ambil surat penting dikantor teman mama.Nungguin kamu pulang pasti jadi terlambat.Teman mama keburu berangkat tugas keLuar kota."


Jadi Will tadi disuruh mama,, dia tidak berniat meninggalkanku.


Oh Tuhan,,, lagi-lagi kusalah.


Memang susah dia ditebak.

__ADS_1


Dasar Will.....


__ADS_2