Kakakku sayang

Kakakku sayang
episode 59


__ADS_3

Aku gak bisa berfikir,pikiranku dipenuhi hal-hal buruk tentang Lay.


Kuiyakan saja ajakan orang ini.


Sepanjang perjalanan aku hanya diam dan memikirkan Lay.


Tiba-tiba aku teringat mama,segera kuhubungi mama.


Aktif ,tapi tidak diangkat.Kemana mama....


Kuulang sekali lagi...tetap gak ada jawaban.


"ayo dong ma...angkat..." kataku putus asa.


Pria itu melirikku dari kaca depan.


Aku duduk dijok belakang dengan gelisah.


Kuamati sepanjang jalan.Aku sama sekali asing dengan kota ini.


Semoga pria ini tidak berniat jahat padaku.


Dan benar-benar akan membawaku ketempat Lay.


Ow itu bangunan rumah sakit,,berdiri gagah diseberang jalan.


Akhirnya sampai juga ,batinku.


Tapi.... tidak!!


Mobil ini terus berjalan dan melewatinya.


Perasaanku kok jadi gak enak ya..


"pak ,sebenarnya kita mau kemana.." tanyaku


Pria itu kembali melirikku lewat kaca depan.


"nanti juga non tau,," jawabnya


Aku benar-benar kesal dengan jawabannya.


"pak jangan main-main ya..." kataku keras


"saya tidak berani non.." katanya


Aku mendengus kesal


"kalo gitu bilang,kita mau kemana..?" tanyaku lagi


Pria itu tidak menghiraukanku dan terus mengemudikan mobil dengan cepat.


**********


Sebuah bangunan yang besar dengan halaman yang luas.


Rumah yang megah berwarna putih.


Pria itu membuka pintu mobil


"silakan non..." dipersilahkanya aku keluar.


Aku segera keluar dan memandang sekelilingku.


Luas banget, yang punya pasti orang kaya raya,batinku.

__ADS_1


"mari ikut saya.." Pria itu segera berjalan.


Kuikuti langkahnya.


Aneh dia tidak menuju pintu depan rumah ini,tapi sepertinya membawaku masuk melalui pintu lain.


Tapi tetap kuikuti saja langkahnya.


Kami memasuki sebuah pintu disamping rumah.


Dalam rumah terdengar riuh ternyata.


Padahal dari luar terlihat sepi.


"sayang ,kamu sudah sampai.."


Sebuah suara yang kukenal,mama.


Aku berpaling dan kulihat mama dengan gaun hitamnya dan berdandan sangat cantik.


Sepertinya mama akan kepesta.


"mama...." bisikku kaget.Kok bisa mama ada disini,dan lagi berpakaian begitu.


Mama memelukku dan mengajakku segera.


"ayo ,,ikut mama.Ganti bajumu,waktunya sebentar lagi..." kata mama.


Mama terlihat gugup dan tergesa.


Aku gak tau dengan apa yang terjadi.


"ma... ada apa sih ma..?" tanyaku bingung


"sudahlah,ganti dulu bajumu.Nanti mama akan jelaskan semua.." kata mama.


Gaun ,sepatu ,perhiasan yang akan kukenakan.


"ma.. ada apa ini sebenarnya..?" tanyaku untuk yang kesekian kali.


Mama diam,berfikir dan kembali mendandaniku.


Lalu ditariknya aku mengikutinya.


Aku nurut saja,kuikuti mama dengan tergesa


"pelan dong ma..." hampir aja aku tersandung.


Mama membuka sebuah pintu.


Dan aku tak percaya dengan yang kulihat.


Lay berdiri gagah di sana bersama kedua orangtuanya,Lay mengenakan stelan dan terlihat sangat mempesona.


"Lay...." kataku lirih.


Tak percaya,orang yang sudah bikin aku khawatir ternyata dia baik-baik saja dan berdiri didepanku dengan gagah.


"Sayang..kemarilah.." kata tante Vani.


Dijemputnya aku dan digandengnya ke arah Lay.


Lay diam saja dan terlihat canggung.


"apa-apaan ini Lay..?" bisikku saat sudah didekat Lay.

__ADS_1


Lay mendekatkan kepalanya kearah ku


"aku bisa jelaskan..nanti kujelaskan.." katanya.


Kutatap Lay dengan pandangan tak suka.


Lay paham dan tau,pasti aku sedang marah.


Dia tersenyum manis sekali padaku,seperti manyuruhku untuk mengikutinya tersenyum.


Dan acarapun segera dimulai.


Aku kaget dan hampir tak percaya.


Jadi ini acara pertunanganku dan Lay.


Kutatap Lay dengan kesal.


Kenapa Lay bersekongkol dengan orangtua kami untuk menjebakku.


"kamu harus jelaskan ini.." kataku kesal.


Lay hanya mengangguk pasrah.


Aku tidak bisa lagi lari menghindar.


Akhirnya resmi pertunangan kami diumumkan.


********


Aku masuk kedalam kamar yang kupakai ganti baju tadi.


Lay mengikutiku dengan tergesa.


"aku sendiri tidak tau rencana ini,,percayalah.."jelas Lay.


Aku tetap diam,kulepas perhiasan yang menempel ditubuhku.


" wid,, percayalah padaku.."kata Lay


Kutatap Lay dengan dongkol.


"terus kalo kamu memang gak tau rencana ini,kenapa hp kamu mati dan kenapa kamu tidak pulang kerumah..?" tanyaku bertubi


Lay berlutut didepan kursiku.


Dipegangnya kedua tanganku.


"dengar,,hp ku disita mama.Tadi aku dikampus ditelpon katanya mama gak enak badan.Jadi aku pulang kerumah.Mama melarangku mengabarimu.Karena takut nanti kamu jadi khawatir." jelas Lay.


Kutatap wajah teduh didepanku.


Lay yang lembut,baik dan penyayang.


Tapi kenapa aku gak bisa suka sama kamu.


Dimata Lay selalu ada kejujuran dan ketulusan.


Entah kenapa aku gak bisa membencinya.


Kupandang cincin dijari manisku dan jari Lay.


Ini bukan salah Lay.


Hey,, kenapa aku jadi dilema gini ya.

__ADS_1


Aneh.


__ADS_2