
Ting tong Ting tong
Suara bell pintu berkali-kali.Kulirik jam dinding.Baru pukul 03.15 wib,bukan waktunya Henry pulang.
Siapa sih...
Aku keluar dari kamar dengan males.Kurapikan rambutku,bajuku.
Ah siapa sih,paling juga tetangga.Atau pekerja kebun minta air.
Kubuka pintu ,,
"yaa ,,siapaa...."
aku langsung diam tak bergerak,dan tak bisa bicara.Will...
Dia berdiri didepan pintu,bagaimana dia bisa tau aku disini.
Segera kututup pintu lagi sebelum dia berusaha masuk.
Tapi Will dorong sekuat tenaga.
Aku terpental mundur,Will masuk dan dia tutup pintu itu.
"kamu... kenapa kamu kesini..!"
teriakku,, aku mundur
Will mendekatiku ,,aku berusaha lari.
aku harus lari dari Will.pikirku
Tapi seakan Will tau pikiranku,dia langsung peluk aku dari belakang.
Aku berusaha melepaskan diri.
tapi gak bisa,pelukan itu begitu erat.
Will terisak, diaa... menangis.
Aku diam tak bergerak lagi.
Benarkah Will menangis??
Yaa dia benar-benar terisak.
"Will....." bisikku
Aku berusaha melepaskan diri,
Tapi Will tidak mau melepaskanku.
__ADS_1
"biarkan ,,biarkan saja begini dulu untuk sesaat." Suara Will terdengar gemetar.
Aku diam tak bergerak.
Pintu digedor dari luar dengan keras.
Will melepas pelukannya.
Masuklah Steven,mama lilian,mama Maria(mama kandungku) dan beberapa polisi.
"apa-apaan ini.." kataku
Mama lilian langsung memelukku.
"sayang..kamu baik-baik saja kan?"
dia elus mukaku,dia liat aku dari atas hingga bawah.
Mama Maria mendekat,dia peluk aku juga.
Berbagai pertanyaan dari mereka tak kuhiraukan.Yang aku pikirin dari mana mereka tau aku disini.
Dan kenapa ada polisi juga
"kami tidak menemukan tersangka nyonya!" lapor salah satu anggota polisi itu pada mama lilian.
"ma..apa maksudnya ini,siapa yang mereka cari.." tanyaku tak mengerti.
aku semakin tak mengerti.
"ma..aku baik-baik saja,apa sih maksud mama,,,Will,, coba jelasin.ada apa ini."
Will diam saja,dia terlihat sedih.
"sayang ayo kita pulang,," ajak mama maria.Aku tepiskan tangannya.
"nggak,aku nggak akan kemana-mana."
kataku,
"sayang kamu jangan takut,orang itu tidak akan berani mengancammu lagi.Dia pasti akan segera tertangkap."
Aku menggeleng..
"nggak mau,aku tetap gak akan kemana-mana.Lagian dia itu siapa,siapa yang kalian maksud?"
Aku mundur, aku merasa kacau.
Henry pulang masih lama,gimana aku harus menghadapi mereka.Aku bingung,Henry tolong aku.
Aku terisak.
__ADS_1
aku duduk
"tolong tinggalkan aku,aku tidak akan kemana-mana.." kataku pasrah.
Will mendekatiku
"tidak baik kamu terus berada disini."
belum sempat aku menjawab,sebuah tangan membekapku dengan sapu tangan.
Aku terkejut,,kulirik.... Steven.Dia membiusku.
Aku langsung lemas tak berdaya.
Dan tidak ingat apa-apa lagi.
Semua gelap dan membuatku pusing.
Kubuka mata meski kepalaku terasa berat sekali.
Sayup-sayup kulihat langit-langit kamar berwarna biru dengan gambar awan yang membuat sejuk.
Kamar yang sangat luas dan bagus, ini dimana.Bukan rumah Will juga bukan rumah Henry,berarti...
Aku dibawa ke rumah mama Maria,
Aku ingat-ingat kejadian kemarin.
Jam dinding menunjukkan pukul 10.00.
Henry,,,
pikiranku tertuju pada Henry,dia pasti khawatir mencariku.
Aku harus menghubunginya.Pikirku
Aku berusaha bangkit,tapi ternyata salah satu tanganku diikat diranjang
Apa- apaan ini,seakan aku ini tahanan.
Mereka berbuat sesuka hatinya.
Ku berusaha melepaskan diri.Tanganku sakit banget
Percuma saja,aku menangis.
Aku harus gimana lagi.
__ADS_1