KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-

KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-
61. LULUH KEMBALI


__ADS_3

Like dong ges! Jangan lupa tinggalkan komen juga yah!


******


"Apa maksudnya dua ratus juta?" ulang tuan Robert menanyakan hal yang di keluhkan putranya. Dia merasa tidak pernah menyuruh siapapun untuk mendekati gadis itu walau dia sudah mengetahui segala hal mengenai gadis itu. Dimana tinggal, dimana bekerja, siapa namanya bahkan berasal dari mana. Tuan Robert meminta seseorang untuk mencari tau mengenai Nathan dan diketahui ada seorang gadis bernama Ynara. Dia bahkan sudah melihat beberapa foto keduanya.


Tapi dia tidak pernah mendekatinya karena yang dia tau gadis itu sudah tidak


bersama anaknya lagi, lalu apa maksudnya tawaran dua ratus juta?


"Mama?" bentak tuan Robert hingga nyonya Marta terkejut dan melompat mundur.


Tuan Robert yakin ini semua ulah istrinya. Dia sudah menceritakan semuanya pada istrinya dan menunjukkan beberapa poto kebersamaan keduanya. Tapi tak pernah menyangka istrinya akan


menemui gadis itu.


Tatapan tajam tuan Robert membuat nyali nyonya Marta menciut. Dengan terbata, nyonya Marta mengakui.


"Ma.. ma-ma ha-hanya ajak minum kopi tadi sore, ada Sarah juga," akunya


sambil mengalihkan pandangannya.


"Sarah?" tuan Robert memastikan pendengarannya seraya menatap ke arah Putrinya yang menunduk di samping sang nenek. Dan di balas dengan anggukan oleh istrinya. Tuan Robert menghela napas kasar, kenapa anak gadisnya malah ikut-ikutan?


"Terus uang dua ratus juta darimana?" tanyanya ingin tau, karena dia yakin istrinya tidak pegang uang sebanyak itu.


Lalu seolah-olah ada lampu menyala di kepalanya. Tuan Robert terbelalak kala mengingat sesuatu.


"Cek yang mama minta semalam, mama pake itu? Bukankah kata mama mau


bayar tanah?" Tuan Robert murka karena sudah di bohongi istrinya. Sebenarnya semalam saat istrinya meminta cek untuk membeli tanah, dia sedikit curiga karena istrinya gugup ketika di tanya lokasi tanah itu. Tapi, karena selama ini istrinya sudah beberapa kali melakukan transaksi itu dan tidak pernah berbohong, maka dengan mudahnya tuan Robert menanda tangani cek itu.


"Ma---ma hanya ng- ngetes aja tadinya tap-- tap -- pi dia salah paham dan malah langsung menelpon Jonathan memberitahukan soal cek itu." Masih terbata-bata dengan kata-kata pembelaan diri.


"Langsung menelpon Jojo di depan Mama?"


Nyonya Marta mengangguk dan tuan Robert sedikit memuji keberanian gadis itu.

__ADS_1


"Bukan hanya dia, papa juga salah paham bila di sodorkan cek sebanyak itu. Terus dimana ceknya? Sini, kembalikan ke papa. Papa nggak mau mama salah langkah lagi. Papa kan udah bilang, dia udah nggak sama Jojo lagi. Kenapa malah mau di kasih uang." Tuan Robert menengadahkan tangan ke arah istrinya untuk mengambil cek itu kembali.


Nyonya Marta terdiam, tidak berani mengatakan bahwa Ynara mengambil cek itu.


"Ma, Papa bilang kemarikan cek nya. Biar Papa yang pegang." Sekali lagi tuan Robert menadahkan tangannya ke arah istrinya.


"Ceknya diambil, Pah!" ucap istrinya pelan.


Tuan Robert memijat keningnya sambil berkacak pinggang. Gadis yang luar biasa, setelah mengambil cek, dia melapor pada Jonathan. Bukankah biasanya gadis-gadis yang di lempari cek akan menolaknya sebanyak apapun isinya? Mereka pasti menjaga harga diri mereka, benar kan?


"Mama hanya ingin ngetes saja, karena mama yakin dia pasti menolak, tapi perkiraan mama salah, dia malah menerawang cek itu seperti ingin memastikan asli atau tidak. Dia sampai angkat-angkat begini," ujar nyonya Marta mempraktekkan bagaimana tadi Nara bertelepon sambil menerawang cek di udara.


Lalu dia bercerita, apa yang di ucapkan oleh Nara setelah mengambil cek itu.


"Gadis sinting, bahkan berterima kasih. Tidakkah dia tau bahwa itu seperti menilai harga dirinya?" gumam tuan Robert.


Tapi tunggu, tadi istrinya cerita bahwa gadis itu memberitahukan Jojo sudah di buang dari keluarga Sagara? Bagaimana dia tahu? Apakah Jojo yang memberitahukannya?


Apa mereka kembali? Bukankah kata orang suruhanku gadis itu sudah menolak Jojo?


Tuan Robert berperang dengan pikirannya sendiri lalu teringat ucapan Jonathan tadi


Apa sekarang mereka kembali bersama?


"Gadis yang mana?" tanya nenek pelan pada Sarah. Mengingat pernyataan Nathan mengenai perayaan waktu itu. Dia penasaran dan bisa membayangkan bagaimana raut gadis itu saat sebuah fakta terbongkar di hadapannya.


"Yang di panggung, yang ucapin selamat buat nenek dan ka Jojo sebelum dia nyanyi. Nenek ingat?" jawab  Sarah.


"Gadis malang, gadis yang kuat. Nenek lupa wajahnya tapi masih ingat ucapan ulang tahunnya dan juga dia sempat menangis karena rindu orang tua, kan? Sekarang nenek yakin, tangisnya bukan karena rindu orang tua tapi karena kebenaran Jojo yang terungkap," ucap neneknya dengan derai air mata.


Membayangkan bagaimana perasaan gadis itu pada saat itu, betapa sakitnya menyaksikan kebenaran itu. Betapa menyakitkannya melihat keluarga berbahagia atas perayaan itu. Cucunya benar, mereka semua seolah tutup mata, yang mereka pedulikan hanya kebahagiaan mereka sendiri.


****


Tok... tok...


Gedoran tak sabar membuat seseorang berteriak dari dalam rumah. Sambil menggerutu dia membuka pintu dan langsung ternganga melihat apa yang ada di depannya.

__ADS_1


"Aku minta maaf, apa yang orang tuaku lakukan sangat salah. Terima kasih karena memberitahukannya padaku. Lagi-lagi aku


nyakitin hati kamu." Terdengar isak tangis dari pria yang tertunduk itu, bahkan menatap wajah di depannya Nathan tidak berani lagi, Nathan malu, marah tapi tidak bisa melakukan apapun untuk memperbaiki keadaan ini.


"Tidak apa-apa. Dengan uang itu, aku bisa memperkaya diri tanpa capek-capek bekerja." Nara sedikit terkekeh tapi terasa hambar.


"Apa maksud kamu, Yang? Jangan bilang kamu mengambil ceknya?" Mata Jonathan melebar saat mengutarakan kesimpulan yang dia ambil dari kalimat Nara barusan.


Nara mengangguk dengan mata berkedip cepat. Ada seutas senyum di bibirnya.


"Iya. Kamu bilang kamu sudah di buang oleh keluargamu. Jika kamu bukan Sagara lagi, sudah pasti kamu tidak menjadi Direktur lagi. Jangankan jadi OB, papamu mungkin akan segera menendang kamu dari perusahaan. Cek itu bisa kmu gunakan sebagai modal buka usaha nanti."


Nathan gemes pada Nara setelah kalimat panjang yang berupa penjelasan itu keluar dari mulut Nara.


"Sayang! Seharusnya jangan di ambil! Nanti mereka mikirnya kamu mata duitan!"


Nathan mencubit kedua pipi Nara hingga membentuk bibir Nara melebar.


"Aku memang mata duitan!" ucap Nara membenarkan.


"Let me guess, Kamu habis berantem lagi sama orang tua kamu?" tanya Nara lalu dia menggulirkan bola mata setelah melihat respon Nathan.


"Bisa aku masuk dulu, Yang?"


"Anda terlarang di rumah ini, mulai malam ini!" ujar Nara seraya merentangkan tangan untuk menghalau Nathan yang sudah melangkah hingga ke ambang pintu.


"Jangan bercanda, Yang. Hidupku sedang kacau. Aku tidak terlalu suka candaan sekarang."


"I'm not kidding you. I'm serious!" ujar Nara tegas.


"Aku membuat kesalahan lagi?" Nathan menunjuk diri sendiri tepat di bagian dada.


"Yes!" jawab Nara Pasti.


Apa lagi kali ini, God? Perasaan aku tidak ada berbohong lagi.


"Salahmu karena membuatku luluh dan mau menerima kamu kembali."

__ADS_1


*****


__ADS_2