KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-

KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-
66. PAPA BARU


__ADS_3

Jonathan yang tidak pulang ke rumah tapi rumah Ynara yang di awasi. Bahaya memang si Ynara ini. Benar-benar menjadi pembawa keburukan bagi keluarga Sagara. Setidaknya itulah yang di pikirkan tuan Robert Sagara.


"Ini seperti salah saya saja Nathan tidak pulang ke rumah." Nara terkekeh hambar mendengar alasan orang tua Nathan mengawasi rumahnya.


"Apa kalian sudah baikan? Delia bilang kamu sudah mencampakkan Jojo waktu itu."


Bahasa apa itu? Mencampakkan? Apa tidak ada istilah yang lebih selow?


"Seperti itu lah," jawab Nara apa adanya. Dia juga sedikit tidak sadar kenapa bisa kembali lagi bersama Nathan. Apa karena kasihan saat Nathan di usir dari keluarga Sagara?


"Baguslah kalau kalian sudah baikan. Del bilang selama dua bulan lebih Nathan menjadi orang gila karena berpisah dari kamu."


Sebenarnya tuan ini sedang memujiku atau menyindirku? batin Nara. Bagaimana bisa seorang ayah, begitu terima ketika ada orang lain yang menjadi pemicu perpisahan anak menantunya.


"Jangan terlalu keras berpikir, Nak. Setidaknya kehadiranmu menyadarkan kami bahwa kehendak kami terhadap anak-anak kami ternyata salah." Tuan Darius berbicara sangat santai. Sesekali menyeruput teh panas yang di pesannya.


"Satu tahun belakangan ini, papa curiga sama Delia. Karena papa lihat hidupnya terlalu bebas. Dan juga ketika ada perkumpulan keluarga, sangat terlihat jelas bahwa kedua orang itu tidak seakrab yang kami bayangkan." Nara mencoba menjadi pendengar setia cerita papa barunya itu. Ingin mengetahui apakah alasan pernikahan Nathan dan Delia sama ceritanya dengan cerita Nathan.


"Kami memang egois, kami hanya ingin kebahagiaan kami sendiri tanpa memikirkan perasaan anak-anak. Kami pikir, karena mereka sudah kenal sejak kecil, maka cinta bisa tumbuh. Tapi, apa yang kami lakukan menjadi pemicu anak-anak memberontak dan menyakiti banyak hati, termasuk kamu, Nak."


Keinginan mempererat persahabatan malah berujung menjadi petaka bagi anak-anak mereka. Penyesalan lah yang datang.


"Apa anda tidak marah pada saya karena sudah menjadi ..." Nara menghentikan kalimatnya. Sungguh sangat berat saat ingin memperjelas posisinya saat ini.

__ADS_1


"Jika Delia menjadi istri yang baik dan setia. Mungkin papa akan marah, bahkan mungkin akan segera menyingkirkan kamu apapun caranya. Tapi karena papa tahu bahwa Delia juga bukan istri yang baik, makanya papa tidak marah. Buat apa marah sama kamu dan Nathan kalau anakku juga berbuat hal yang sama dengan pria lain?"


Nara mengangguk. Pemikiran papanya Delia ini lebih maju dari papanya Nathan. Seingatnya, saat bertemu beberapa hari lalu, papanya Nathan masih mengancamnya untuk meninggalkan Jonathan. Dan Nara tidak tau saja, bahwa tadi juga tuan Robert masih belum menerima kehadirannya. Hingga detik ini Tuan Robert masih memikirkan cara untuk menyingkirkan Nara. Tito yang dikirim bukan hanya sekedar mengawasi saja, tapi di beri ijin menyingkirkan jika ada kesempatan. Tapi, karena ulah dan rencananya itulah makanya Nathan sekarang ada di ruang ICU.


"Saat Delia tahu siapa gadis yang di cintai Nathan. Dia datang menemui papa. Dia ceritakan semuanya. Meminta restu ingin bercerai."


"Dan anda merestuinya?"


"Of Course!" jawab tuan Darius dengan pasti.


"Sudah papa katakan, setahun belakangan ini, papa sudah semakin curiga dengan kelakuannya. Diam-diam papa mengawasinya dan mengetahui Langit sebagai pacarnya. Papa mendiamkannya sementara dan sedang mencari waktu yang tepat untuk bicarakan semua itu agar dia berhenti. Karena sesuai penyelidikan papa, tidak ada yang mengetahuinya.


Keluarga Robert mengira rumah tangga mereka baik-baik saja. Makanya mamanya Nathan selalu meminta anak. Anak dari mana? Bahkan di rumah pun mereka satu kamar. Jangankan satu kamar, bertemu saja jarang."


"Beberapa bulan lalu, tantenya Delia datang dari Paris. Dia cerita tak sengaja melihat seseorang yang sangat mirip Jojo sedang berlibur si Paris bersama seorang gadis. Akhirnya papa mencari tahu juga. Dan yah,, kamu adalah cintanya Jojo bukan Delia."


Nara sangat malu setelah mengetahui bahwa liburannya dengan Nathan ternyata di ketahui oleh orang lain. Sengaja berlibur jauh-jauh untuk bisa menghindar dari orang yang mengenal, malah menyerahkan diri pada seseorang yang mengenal mereka.


"Tapi, Keadaan Jojo akan semakin menyulitkan kalian beberapa waktu ke depan. Berdoa dengan giat supaya Jojo cepat sadar, ya! Papa butuh tanda tangannya segera."


"Untuk?" Nara kepo dengan tanda tangan yang sangat di butuhkan itu.


"Biar mereka sah bercerai, kasihan Langit dan kamu." Tuan Darius tersenyum hangat saat mengatakannya. Jauh di lubuk hatinya dia berharap Jojo menjadi menantunya. Tapi sisi hati lainnya berkata bahwa dia terlalu egois. Kebahagiaan Delia bukan ada pada Jojo.

__ADS_1


*****


Nara menguap beberapa kali. Kopi sudah gelas ketiga hanya dalam waktu setengah hari. Kantuknya sungguh luar biasa menyerang.


Tadi malam, akhirnya dia dan Sarah yang berjaga. Di ruang ICU sebenarnya tidak perlu di jaga ketat oleh keluarga karena pasien juga mendapat pengawasan yang baik dari perawat.


"Gimana keadaan Nathan?" tanya Langit yang keluar dari ruangannya. Sedari tadi dia melihat Nara yang terkantuk-kantuk. Akhirnya dia berinisiatif duduk di dekat Nara dan mengajaknya bicara untuk mengusir kantuknya.


"Sudah stabil tapi belum sadar," jawabnya pelan. Tidak perlu heran dan bertanya " bagaimana kamu bisa tau?"


Karena sudah jelas ada sumber informasi yang akurat.


"Hmmm, semoga cepat sadar dan sembuh. Biar proyek kita tidak terbengkalai."


Sok-sokan ngomong soal bisnis, padahal jika di tanya poin utama dari kerja sama itu apa. Dia pasti bingung.


"Kerja sama di kantor atu hal lain?" tanya Nara.


"Hehehehe, dua-duanya," jawab Langit terkekeh konyol. Sebenarnya dia juga sangat berharap status Delia segera jelas. Jika janda yah janda jelas. Jangan janda-jandaan. Dia juga ingin memamerkan Delia pada orang tuanya.


Nara hanya mencibir dengan bibir maju beberapa senti. Dalam hati berpikir. Posisi dia dan Langit sama. Tetapi keberuntungan bersama Langit. Karena dia sudah mendapat restu walau status Delia masih belum jelas.


"Semoga aku bisa lancar seperti kamu bos!"

__ADS_1


__ADS_2