KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-

KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-
63. HAL BURUK PADA JONATHAN


__ADS_3

"Seharusnya malam ini aku sudah resmi single lagi. Tapi karena ulah mamaku, mau tidak mau statusku di pending," ujar Nathan memberitahu. Keduanya sedang berada di ruang makan rumah Nara dengan semangkok mie rebus di depan Nathan.


"Emangnya udah masukin berkas ke pengadilan? Secepat itu? Uang benar-benar berkuasa yah!" Tanpa mendengar kalimat lengkap Nathan, Nara menyimpulkan sendiri.


"Hanya perlu menanda tangani surat perceraian saja habis itu lapor ke gereja bila perlu," jawab Nathan lalu menyuapkan satu sendok penuh mie ke dalam mulutnya.


Nara menunggu Nathan mengunyah mie di mulutnya. Kemudian dia bertanya, " Nggak ke pengadilan?"


Nathan menggeleng, "Aku tidak pernah mendaftarkan pernikahan di dukcapil. Jadi otomatis tidak terdaftar di negara. Tidak ada dokumen lain selain surat perkawinan dari gereja."


Nara mengangguk saja mendengar penjelasan Nathan.


Apakah dia sedih atau senang sekarang?


Dua-duanya.Sedih karena ada dirinya di dalam perceraian itu. Senang karena akhirnya dia bukan simpanan atau selingkuhan lagi.


*****


Nathan benar-benar membangkang. Walau tidak ada pemecatan dari papanya. Dia bertekad untuk keluar dari perusahaan. Bahkan beberapa hari ini tepatnya setelah pertengkaran malam itu, Nathan tidak masuk kerja. Semua di handle oleh Arthur. Dan pria itu sudah mulai mengeluh karena tidak sanggup menangani sendirian.


"I'm quit. Sudah saatnya kaku menggantikan aku Thur. Aku percaya kamu bisa!" ucap Nathan melalui panggilan telepon dan akhirnya menceritakan apa yang terjadi secara singkat.


Proyek papanya yang di limpahkan padanya sudah rampung. Sekarang, Nathan berniat serius ingin mengembangkan bisnisnya dengan rekannya itu.


Laporan ketidakhadiran Nathan di perusahaan sudah sampai pada tuan Robert.


Kelakuan Nathan ini semakin membuat orang tuanya berang.


"Apa yang kau pikirkan lagi, biarkan saja,"  Darius berkata sambil menggeser pionnya. "Kau pasti akan kaget setelah  mendengar


ceritaku nanti," lanjutnya.


"Tentang apa?" tanya Robert.


" Anak-anak," jawab Darius singkat sambil berpikir, pion mana yang akan dia tumbangkan selanjutnya.


"Mereka benar, tidak ada kebahagiaan, kita saja yang terlalu memaksa," lanjut Darius dan ucapan itu menghentikan tangan tuan Robert yang sudah bersiap memindahkan pionnya.


"Adikku  pernah melihat Jojo dan gadis itu di Paris, tapi dia pendam dulu mau melihat bagaimana Delia bahagia atau tidak, pas dia pulang ke Indo dia malah melihat Delia lagi di club sama laki-laki lain. Akhirnya malam itu terungkaplah rahasia Delia yang sebenarnya sudah aku ketahui,"  Darius memulai

__ADS_1


cerita sambil fokus pada papan catur di depannya.


"Baru-baru ini, Akhirnya Delia dan Nathan datang padaku dan bicara jujur, mereka ceritakan semua, bahkan mereka saling mengenal pasangan masing-masing walau gadis itu awalnya tidak tahu hubungan Jojo dan Delia. Dan Delia juga tidak tahu hubungan Jojo dengan gadis itu. Jojo tidak tau siapa kekasih Delia. Hanya saja kekasih Delia itu mengetahui jelas status putriku tapi malah dengan sadarnya berhubungan dengan istri orang. Adab anak muda sekarang memang sudah beda dari jaman kita."


"Gadis itu baik, mandiri dan pekerja keras, begitu kata Delia, bahkan akhir-akhir ini Delia minta tolong supaya aku angkat jadi


anak, supaya sepadan dengan keluargamu dan kamu bisa restui and i do it,"


"Apa?" Robert kaget tentu saja, angkat jadi


anak?


"Tapi gadis itu menolak, katanya dia tidak kekurangan orang tua," jawab Darius lalu berkata "skak"


"Dia bekerja sebagai sekretaris, kan?" tanya Darius yang sudah yakin bahwa sahabatnya, Robert sudah menyelidiki gadis itu.


"Hmmm"


"Bos nya kekasih Delia," ucapnya santai tapi  tidak dengan Robert. Dia benar-benar kaget


dan tak menyangka hal itu.


gadis itu ada disana dan saat itulah dia tau bahwa Delia kekasih bosnya adalah


istri dari kekasihnya. ck ck ck. Jaman


sekarang memang edan, " lanjut Darius.


Pikiran Robert bukan itu karena dia sudah mendengar cerita Sarah mengenai kehadiran Ynara di cafe saat ulang tahun ibunya.


Kini keduanya tidak fokus pada permainan lagi, Robert fokus pada hal-hal baru yang terungkap ini. Benar kata sahabatnya,  anak muda jaman sekarang memang edan.


Robert berpikir, jika Ynara sudah tahu, bagaimana pandangannya terhadap Delia saat itu dan setelah itu?


"Restui saja, toh mereka yang jalani, emang kita yang sudah tua ini masih bisa bertahan berapa lama lagi? Sebelum kita benar-benar


pergi, kita harus melihat mereka bahagia, kan?" Pikiran Darius lebih bijak dan ini


semua karena putrinya yang tersedu-sedu  ketika menceritakan semuanya.

__ADS_1


"Terlambat " jawab Robert


"Apanya?"


"Tyo mungkin sudah--" jawabnya pelan tanpa


beban dan suara gelas pecah mengisi seluruh ruangan itu.


*****


"Pergi kerumah Nara sekarang dia dalam bahaya!" teriak Sarah di telepon sambil menangis. Panggilannya terhubung pada kakaknya, Jojo.


"Siapa?" tanya Nathan sambil fokus menyetir.


"Ynara dalam bahaya, papa ada suruh orang untuk habisin dia, ka! " geram Sarah karena


kakaknya lemot.


" Ap-- ****" makinya setelah konek dengan apa yang dibicarakan adiknya.


Nathan memutar arah dan bergegas ke rumah Nara yang baru di tinggalkannya beberapa menit lalu. Sampai di rumah Nara dia melihat semua  lampu menyala. Terang benderang. Dia membuka


pagar dan ternyata tidak terkunci, firasatnya buruk. Dia melihat ada jejak sepatu mengarah ke pintu depan.


Dia ketuk pintu tidak ada jawaban. Dia gedor juga tidak ada jawaban. Tidak ada pergerakan didalam rumah.  Tiba-tiba suara mobil melaju jauh mengejutkannya. Dia yakin gadisnya


pasti di culik, dia buru-buru ke mobil dan mengejar mobil itu. Tak peduli


apa pun, dipikirannya dia harus menghentikan mobil itu dan tiba-tiba...


Braaakkkkk


Braakkkkkk


****


Ynara baru keluar dari kamar mandi dan telinganya tersumbat oleh headset. Dia sendang mendengar lagu yang sedang booming saat ini.


Tiba-tiba dia mengarah kan pandangan.ke seluruh isi rumah. Terang benderang dan baru tersadar bahwa pintu rumah belum dikunci karena tadi dia terburu-buru ke kamar mandi.

__ADS_1


Saat berjalan ponselnya berdering. Dia menerima panggilan dari nomor asing dn tiba-tiba dia luruh ke lantai lalu terisak memanggil nama Jonathan.


__ADS_2