KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-

KALI KEDUA -CINTA DALAM KASTA-
63. RUANG ICU


__ADS_3

"Tolong Jojo, Kak! Tolong jemput Ynara. Jojo di ICU karena kecelakaan barusan!" ucapnya langsung kala mendengar sapaan di seberang.


"Apa maksudmu, Sar?"


"Nathan kritis di ICU, panggil Ynara tolong,"


ucapnya sambil menangis.


Arthur di seberang sana langsung tersadar dan memutus panggilan, segera menelpon  Nara.


"Ke Rumah Sakit Medistra sekarang, Nathan kritis," ucapnya langsung dan Nara langsung syok begitu mendengar kabar ini.


Baru sekitar satu jam lalu mereka bertemu, bagaimana bisa sekarang sudah di ICU?


Dia yang baru saja keluar dari kamar mandi dan bersiap akan mengunci semua pintu dan jendela tiba-tiba mendapat kabar buruk ini.


"Hallo... Hallo... Ynara... Hallo!" teriak Arthur karena tidak mendengar sahutan apapun dari Ynara setelah kabar buruk ini terucap.


"Jangan sampai kamu pingsan dan bikin repot juga!" geramnya pelan karena tak kunjung mendapat jawaban dari seberang walau panggilan masih tersambung.


"Ynara, are you oke? Bisa datang ke RS atau saya jemput saja?" Sekali lagi dan lebih mengeraskan suaranya.


"Ak--ak-a-aku dat- datang sen-di-ri." Dengan terbata Nara menjawab dan langsung berlari ke lantai dua untuk mengambil kunci mobil. Nara berlari hingga lupa memutus panggilan dengan Arthur. Di seberang sana Arthur mendengar suara grasak-grusuk karena berlari dan juga ingus yang di tarik- tarik ke dalam hidung.


"Oh Tuhan, kenapa dompet ketinggalan lagi?" tanya Ynara pada diri sendiri karena hanya keluar dengan ponsel di tangan dan kunci mobil. Sekali lagi dia berlari melewati beberapa anak tangga.


"I hope everything is well. God! Why him?" teriaknya seperti kesal.


Arthur juga berjengit kaget saat ada suara teriakan itu menggema di telinganya yang di sumbat oleh headset.


Dia sengaja tidak memutus panggilan dengan Ynara karena ingin memastikan Ynara baik-baik saja selama perjalanan ke rumah sakit.


Akan sangat merepotkan jika keduanya mengalami hal buruk.


Sebenarnya Arthur masih bertanya-tanya, kenapa bisa Jojo kecelakaan. Arthur tahu bahwa Jojo adalah pengemudi kalem dan penuh kehati-hatian. Prinsipnya masih sama persis seperti ungkapan saat SD.


'Pelan-pelan asal selamat!'


"Apa yang terjadi padamu, Jo? Aku harap ini tidak ada hubungannya lagi dengan Ynara," gumamnya pelan.


Teringat dia beberapa hari ini setelah Nathan tidak menginjakkan kakinya di perusahaan. Tuan Robert bergerak juga dalam diam bahkan Arthur tau bahwa kemarin Ynara baru saja di 'undang' oleh pasangan orang Joho.

__ADS_1


Entah apa yang ketiganya bicarakan tapi itu terlihat cukup serius. Tuan Robert sampai tidak sadar ingin mengayunkan telapak tangannya ke arah Ynara yang duduk tenang. Setelah tangan itu di hentikan oleh istrinya, terlihat Tuan Robert menarik napas berulang kali. Lalu mengacungkan jari telunjuknya pada Ynara yang tetap terlihat tenang.


Usai memuntahkan semua makian dan umpatannya, Tuan Robert berdiri dan langsung pergi di ikuti oleh istrinya.


"Nathan, kau menaruhnya dalam bahaya lagi!" ucap Arthur lagi. Kali ini, mereka juga pasti akan menyalahkan Nara.


"Kenapa sepi? Apa di putusnya?" tanyanya seraya meraih ponsel di depannya.


Ternyata panggilan sudah di putus oleh Ynara beberapa menit lalu.


Gadis itu berlari menuju pintu rumah dan hendak menguncinya kala dia melihat ada jejak kecoklatan yang masih basah di teras rumah dekat pintu.


"Apa ini punya Nathan? Sepertinya tidak!" Nara yakin itu bukan Jonathan punya. Akhirnya karena takut di rumah ada maling atau perampok, Nara mengangkat ponsel di tangannya hendak menghubungi Rindu.


"Loh, masih tersambung?" pekiknya pelan saat nama Arthur masih tertera di layar depan ponselnya sebagai pemanggil.


Karena ada yang urgent, dia memutus panggilan itu tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


"Rin, kamu jangan pulang ke rumah, bahaya!"


"Bahaya apa?" tanya Rindu di seberang sana.


"Pokoknya aku bilang jangan ya jangan. Ini aku mau ke RS, Nathan kecelakaan." Nara memberitahukan Rindu sesuai berita yang dia dapat dari Arthur.


"Iya, aku tahu."


Tanpa menghiraukan jejak sepatu di teras, Nara langsung berlari ke arah gerbang dan membukanya. Lalu dia berlari lagi ke rumah tepatnya ke arah garasi dan mengeluarkan mobilnya dan mengeluarkannya melewati gerbang itu. Sekali lagi Nara di buat bertanya-tanya karena sepertinya ada sesuatu yang aneh di gerbang rumahnya ini.


"Bukan waktunya khawatir pada saat ini, ada yang lebih penting di ICU," gumam Nara berusaha mengabaikan apa yang barusan dia pikir.


Dengan kecepatan sedikit tinggi akhirnya Nara tiba di RS dan langsung berlari ke arah ICU.


Disana ada orang tua Nathan, adiknya dan juga beberapa orang yang mungkin masih keluarga Nathan.


Kakinya tiba-tiba ngerem tajam kala melihat tuan Robert ada disana.


Perlahan Nara berjalan mundur karena sudah sangat tertekan dengan adanya pria tua itu disana.


Masih jelas teringat tangan keriput tuan Robert hampir mendarat di pipinya.


"Aku Masih sayang nyawa dan mentalku!" ucapnya pelan.

__ADS_1


Sarah adalah orang pertama yang menyadari adanya Nara disana.


"Ka Ynara!" teriaknya mengundang perhatian semua orang disana. Sarah berlari ke arah Ynara dan menyeret Nara ke arah jendela kaca


" Lihat! Lihat Jojo, Kak!" kata Sarah saat bisa menempelkan wajah di jendela kaca itu.


Terdengar isakan dari Sarah. Melihat pria dengan beberapa selang itu membuat Nara mematung. Langkahnya terhenti karena dinding. Air matanya mulai menetes tapi tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.


"Kakak mau masuk?"


Nara yang masih linglung hanya mengangguk, matanya merah pun dengan pipinya. khas menahan tangis.


"Titip di aku aja, " pinta  Sarah menunjuk bawaan Nara . Sarah bingung


melihat barang bawaan Nara, Kunci mobil dan ponsel. Masih bisa naik mobil dalam keadaan panik?


Nara bersiap dengan jubah sterilnya lalu masuk di antarkan oleh seorang suster.


Langkahnya sangat pelan karena kakinya terasa kebas dan gemetaran.


Melihat Nathan yang terbaring lemah dengan banyak luka memar dan perban di kepala.


Nara bergegas dan mencium kepala Nathan, memegang tangannya.


Nara mengeratkan pegangan dan berkata pelan.


" I love you! "


Nara mencium kening Nathan sekali lagi.


"Sejam lalu kita masih bersama, kenapa kita bersama lagi sekarang tapi dalam keadaan ini?"


Tidak ada firasat buruk saat Nathan akan pulang. Nara juga memastikan apakah Nathan mengantuk atau kelelahan. Semuanya baik-baik saja.


"Kamu bukan orang yang ceroboh saat berkendara, bahkan mengangkat panggilan juga jarang jika sedang menyetir. Apa yang terjadi kali ini?"


Nara menghapus air matanya kasar.


Di luar, beberapa orang menempelkan wajah mereka di dinding kaca karena penasaran siapa perempuan yang masuk itu? Itu bukan Delia istri Nathan.


Delia? Dimana Delia? Mereka baru menyadari bahwa tidak ada Delia disana sejak mereka berdiri di lorong ICU.

__ADS_1


"Siapa?" tanya seseorang pada yang lain. Dan di jawab dengan gelengan.


"Pacar Jojo!"


__ADS_2