Karena Nafsu

Karena Nafsu
Chapter 33


__ADS_3

Albion dan Mawar pun akhirnya sedikit lebih dekat. Dengan hadirnya Albion membuat Ibnu berharap putrinya bisa melupakan Rega dengan cepat. Sekali melihat saja Ibnu yakin jika Albion adalah pria yang baik, memiliki hati tulus kepada Mawar.


Bangunan milik keluarga Albion yang telah terbengkalai selama 4 tahun itu pun akhirnya kini di renovasi. Mawar sangat senang karena bisa mewujudkan mimpinya sekarang.


"Kamu akan menyediakan menu apa saja di restoran mu nanti?" Tanya Albion.


Mawar mendesah keras. Itulah masalahnya, dia belum memikirkan itu. Jika hanya seafood pasti itu akan biasa saja. Dia harus menyajikan menu yang berbeda dari restoran pada umumnya agar banyak pelanggan yang berminat makan di sini nanti.


Bukan hanya sekedar rasa tapi sajiannya pun harus terlihat sempurna.


"melihat wajah mu yang kusut aku bisa menebaknya." Seru Albion lagi. "ikutlah denganku nanti?"


"kemana?"


Albion tersenyum lalu membisikkan sesuatu. Mata Mawar melebar mendengarnya.


"Al, aku tak bisa." Cicitnya. "lagi apa hubungannya dengan menu yang harus aku sajikan nanti?"


"dipesta akan banyak makanan yang terhidang. sebagai seorang koki pasti kamu akan menemukan ide bukan dengan mencicipi makanan di sana nanti." Albion meraih pinggang Mawar hingga tubuh keduanya merapat.


Dengan cepat Mawar mendorong tubuh pria itu. Meski sia-sia saja, karena Albion sama sekali tak bergerak sedikitpun.


"apa yang kamu lakukan? di sini banyak pekerja." Mawar berusaha melepaskan tangan Albion yang melingkar di pinggangnya.


Albion melihat para pekerja bangunan yang tengah membetulkan bangunan di depannya lalu terkekeh pelan.


"tak ada yang melihat kesini. semuanya fokus bekerja." Kekeh Albion. Tubuhnya semakin mendekat saja membuat Mawar menggigit bibirnya kuat.


Detakan jantungnya sangat kencang. Rega saja dulu tak pernah seintim ini jika di depan umum. Tapi Albion seolah dunia hanya milik berdua, pria itu tak peduli sama sekali dengan orang di sekitarnya.


"Cintaku harus terbalas kali ini. Mawar, aku masih menunggu mu." Ujarnya dengan tatapan mata serius.


Mawar menelan ludahnya. Raut serius yang di tunjukkan Albion membuatnya menjadi kaku. Dia tahu, Albion begitu mencintainya dulu. Tapi, apa benar cinta itu masih bertahan sampai sekarang. Pengalaman pahitnya berumah tangga dengan Rega membuat Mawar tak yakin dengan yang namanya cinta untuk sekarang.


Albion melepaskan rangkulannya lalu mengusap wajah Mawar dengan lembut membuat wanita itu kembali tersentak saat merasakan hangat di pipi kanannya.


"Kamu masih sama seperti dulu, cantik dan lugu." Albion tersenyum. "aku harus kembali ke kantor."


"i...iya." Jawab Mawar dengan gugup.


Perlakukan Albion sungguh membuatnya semakin tak karuan. Pria berwajah tampan itu terkekeh melihat wajah bengong Mawar.


...*************...


Hani mencebikkan bibirnya saat mobil yang dia dan Rega tumpangi masuk kesebuah perkampungan. Wanita itu berdecih saat melihat tanah di sepanjang perjalanan.

__ADS_1


"tempat apa ini? kotor sekali." Keluhnya begitu mobil berhenti di depan sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu.


Rega membuka pintu mobilnya lalu meminta Hani untuk segera keluar.


"sayang, ini rumah Bapak. kamu kan sudah berjanji akan membantuku membujuk Bapak agar beliau hadir saat kita menikah nanti."


Hani menghembuskan nafas kasar lalu keluar dari mobil dengan terpaksa. Terlihat sekali dari rautnya jika ia tak suka berada di tempat seperti ini. Di sekelilingnya hanya di penuhi pohon tinggi dan juga hamparan sawah. Jalannya pun tanah semua membuat sepatu mahalnya kotor.


"maaf ya." Cicit Rega.


"tak apa. demi pernikahan kita. aku akan melakukan apapun."


Mereka pun segera mengetuk pintu yang terbuat dari kayu. Nampak sudah lapuk sekali. Tak lama, Marja keluar. Pria tua itu nampak terkejut.


"Rega dan...kamu... kenapa kalian kemari?" Ketusnya.


Rega tersenyum lalu menyentuh tangan Marja hendak bersalaman. Tapi dengan cepat Marja menarik tangannya. Hatinya sudah sangat kecewa dengan Rega sehingga tak sudi untuk bersentuhan dengan putranya itu. Hal itu membuat Rega menjadi diam begitu pula Hani.


"Ibumu yang meminta kemari?" Tanya Marja.


"Bu..bukan, tapi Kami yang memiliki ide ini. aku dan Hani ingin meminta restu bapak."


Marja berdecak.


"tapi..."


"Tak ada kata tapi." Marja langsung menutup pintu dengan keras dan menguncinya dari dalam.


Hani dan Rega pun hanya bisa kembali dengan perasaan kecewa.


"sudahlah mas, lagipula kamu tak butuh wali nikah. pria itu tak seperti wanita." Hani menarik Rega untuk segera masuk kembali kedalam mobil.


"kamu benar Hani."


Bagi Hani tak masalah tak mendapatkan restu dari Marja. Tak akan mempengaruhi apapun.


...***************...


"jadi...makan malam dimana?" Tanya Albion begitu Mawar setuju untuk di ajak keluar malam ini.


Pria itu begitu bersemangat saat pulang bekerja mendapatkan pesan balasan kalau Mawar bersedia untuk makan bersamanya.


"terserah kamu saja." Jawab Mawar.


Albion pun segera melajukan mobilnya. Sengaja dia menjemput Mawar karena ingin berdua seperti ini. Rena dan Ibnu pun begitu menyambut baik kedatangannya tadi.

__ADS_1


Matanya melirik Mawar sekilas lalu seulas senyum tersungging.


"kamu cantik sekali. Kamu tahu..." Albion menjeda kalimatnya lalu tersenyum jahil. "bibir mu itu membuatku ingin mengecupnya."


Plak..


Mawar memukul lengan Albion dengan keras. Wajahnya memerah mendengar perkataan Albion.


"apaan sih." Ketus Mawar.


Albion terkekeh.


"jangan marah. Sebentar lagi kita tiba. Restoran itu milik temanku, dia sudah menyiapkan ruang VVIP untuk kita berdua."


Mawar mengangguk. Tak heran jika Albion sekarang memiliki teman-teman yang lebih banyak darinya dan Rega. Karena saat ini Albion telah melebihi Rega di masa lalu. Mungkin dulu, dia hanya pria cupu yang selalu di remehkan tapi sekarang dirinya sudah mengepakkan sayapnya.


Rega saja bahkan bisa dia hancurkan dengan menjentikkan jari saja. Mawar berpikir bagaimana reaksi Rega saat dia kembali bertemu dengan Albion.


...****************...


Rega dan Hani sudah mengumumkan pernikahannya di kantor. Ada beberapa teman Rega yang merasa bingung, karena setahu mereka atasannya itu sudah memiliki istri tapi kenapa menikah dengan Hani. Tapi, bagi sebagian yang tak mengetahuinya langsung memberikan selamat.


"Aku yakin, pernikahan kita akan sangat berkesan." Hani bergelayut manja di lengan Rega.


Sudah waktunya pulang kerja, mereka pun bergegas pulang dan berniat akan mampir ke restoran untuk makan terlebih dahulu.


Rega mengelus kepala Hani.


"Benar sayang."


"uumm..oh iya. apa mantan istrimu di undang?" Tanya Hani.


Rega menghentikan langkahnya lalu melepaskan tangan Hani yang mengapit lengan kanannya. Pria itu mendesah keras membuat Hani mengerutkan keningnya.


"Hani, Surat resmi perceraian ku dan Mawar baru akan keluar minggu depan. apa tak masalah jika aku menemui Mawar sekaligus mengundangnya?" Tanya Rega.


Hani menggigit bibirnya.


"aku ikut, aku tak mau wanita itu menggoda mu."


"i...iya, terserah kamu saja."


Mereka pun tiba di restoran. Keduanya segera keluar dari mobil. Begitu juga dengan Mawar dan Albion.


...**************...

__ADS_1


__ADS_2