Karena Nafsu

Karena Nafsu
Chapter 36


__ADS_3

Seminggu berlalu, hari pernikahan Rega dan Hani pun tiba. Mereka merayakannya di gedung. Sungguh pesta yang sangat meriah sekali. Banyak tamu undangan yang hadir, orang-orang penting terlihat berdatangan.


Kulsum dengan bangganya duduk di dekat Maria. Wanita itu merasa luar biasa bahagia karena Rega mendapatkan calon istri seperti Hani. Kaya raya juga sangat royal tak perhitungan.


Helena memilih duduk di luar gedung. Pernikahan kedua Rega membuatnya sedikit iri. Dirinya bahkan belum satu kali pun merasakan kebahagiaan seperti ini. Matanya berembun mengingat nasibnya yang tak sebaik Rega.


"Kamu menangis?" Seorang pria menyodorkan saputangan kearahnya.


Helena dengan cepat memalingkan wajahnya lalu menghapus airmatanya tanpa mengambil sapu tangan pria itu.


"Argo, Pak Albion dan kekasihnya akan segera tiba. Kenapa kamu masih di sini, sambut mereka." Teriak salah seorang pria berjas hitam dari arah parkir.


"iya Pak." Pria bernama Argo itu pun kembali memasukan sapu tangannya. "aku pergi dulu."


Helena memperhatikannya. Punggung tegap dengan tubuh sedikit lebih tinggi darinya itu telah menghilang di balik kerumunan para tamu undangan.


Mawar mengeryit saat tak sengaja melihat keberadaan Helena. Dia menahan Albion yang hendak memasuki gedung. Dengan cepat menarik pria itu ke pinggir agar tak menghalangi tamu undangan yang lain untuk masuk.


"ada apa?" Tanya Albion.


"pernikahan siapa ini sebenarnya?"


Albion menjadi gugup. Dia memang sengaja tak memberitahu Mawar kalau mereka akan datang ke pesta pernikahan Rega dan Hani. Pria itu menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"eeummm..begini...aku..."


"Mawar?" Seruan Helena menghentikan Albion bicara.


Helena berjalan mendekati Mawar dengan cepat. Wanita itu menelisik penampilan Mawar, keningnya mengerut melihat gaun Mawar yang senada dengan jas yang di pakai oleh pria di sampingnya. Dengan cepat Helena menarik tangan Mawar.


"Siapa yang mengundang mu kemari?" Tanyanya dengan nada pelan. Dia tak ingin oranglain mendengarnya.


"Aku? memangnya apa urusannya dengan mu Mbak?" Tanya Mawar.


Helena melihat sekitar lalu berbisik pelan. Dia tahu jika Rega dan Hani sama sekali tak mengundang Mawar di hari bahagia mereka ini. Tapi, kenapa sekarang Mawar ada di sini. Pikirannya menjadi buruk, dia yakin pasti Mawar merencanakan sesuatu.


Albion diam memperhatikan mawar yang sedang berbicara dengan Helena. Pria itu tak ingin ikut campur.


"Kamu tak di undang. Mbak yakin, kamu pasti kemari untuk mengacaukan pernikahan Rega dan Hani kan?" Tudingnya tanpa rasa malu.


Mawar tercengang mendengarnya. Dia langsung melihat kearah Albion lalu kembali menatap Helena dengan tajam.


"aku tak sepicik itu Mbak. asal Mbak tahu, aku kemari di ajak seseorang dan sama sekali tak tahu kalau ini pesta pernikahan adik tercinta mu." Ujarnya penuh penekanan.


Helena terdiam. Matanya langsung melihat Albion lalu berdesis pelan.


"Jadi...dia, pria itu kekasihmu?" Tanya Helena.


Mawar menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan kasar. Dia kesal sekali mendapatkan tuduhan seperti itu. Bagaimana bisa Helena berpikir jika dia akan merusak pesta pernikahan Rega. Dengan kesal Mawar meninggalkan Helena.


"Mawar aku belum..."


"Cukup. aku tak ingin mendengar apapun lagi." Sela Mawar lalu segera mengapit tangan Albion.


Dengan bingung Albion pun mengikuti langkah Mawar yang menyeretnya masuk kedalam gedung.


Helena terdiam melihatnya. Dia yakin, pasti akan terjadi kekacauan di dalam sana kalau Rega sampai melihat Mawar. Hendak masuk tapi seseorang mencegah langkahnya.


"Tunggu, kamu mengenal kekasih Pak Albion?"


"kekasih?" Helena menatap pria berbaju seragam security itu dengan aneh.


Pria yang tadi menawarkan sapu tangan kepadanya. Pria itu mengangguk pelan.


"Iya, wanita tadi yang berbicara dengan mu." Jelasnya.

__ADS_1


Helena membulatkan matanya. Itu artinya Mawar kemari bukan untuk mengacaukan pernikahan. Tapi, sejak kapan Mawar memiliki seorang kekasih. Bukankah Rega pernah mengatakan jika Mawar itu begitu mencintainya pasti tidak akan pernah bisa berhubungan dengan pria manapun selain dirinya.


...*************...


Rega tersenyum lebar melihat Hani yang kini sudah memakai gaun pengantinnya. Keduanya terlihat begitu serasi. Hani nampak cantik dengan gaun pengantin yang terlihat sangat mewah itu.


Ijab kabul pun telah Rega lakukan. Kini keduanya telah sah menjadi suami istri. Hani dan Rega duduk berdampingan di atas panggung. Di hadapan keduanya banyak sekali tamu undangan yang hadir.


Pernikahan yang super megah ini membuat para karyawan di kantor tempat Rega dan Hani bekerja takjub. Mereka tak habisnya memuji.


"Hebat sekali, pasti biayanya sangat mahal." Seru salah seorang wanita.


"benar, aku menjadi iri dengan Bu Hani." Timpal wanita lainnya.


Wajah Hani menjadi semakin terlihat angkuh. Dia mengangkat wajahnya tinggi-tinggi. Rasa percaya dirinya berlipat-lipat saat ini. Ia yakin banyak wanita yang iri dengannya sekarang.


Sementara itu dari kejauhan, Mawar mengepalkan tangannya. Dia melihat semuanya. Mantan suaminya yang sedang berbahagia di atas panggung sana. Secepat itu mereka berpisah dan secepat itu pula Rega menggantikan posisinya.


"Mawar..."


"Albion, kenapa kamu tak mengatakan jika ini pernikahan mas Rega?" Tanya Mawar kecewa. Matanya bahkan sama sekali tak menatap Albion saking kecewanya.


Albion menghela nafas panjang. Dia tahu, Mawar pasti akan Mawar.


"karena aku tahu kamu pasti tak akan mau datang jika tahu ini pernikahan Rega."


Mawar memejamkan matanya. Rasa sakit di hatinya membuat Mawar sungguh merasa sesak. Albion melihat tubuh Mawar yang bergetar, dengan cepat dia genggam tangan Mawar.


"maafkan aku. tapi, bukankah kamu bilang sudah tak peduli lagi dengan mereka?"


Mawar menarik tangannya tapi tak berhasil. Genggaman tangan Albion begitu kuat. Pria itu menatapnya tajam.


"Albion..."


"aku ingin pastikan, apa kamu benar-benar tak peduli lagi atau tidak. tunjukkan pada mereka kamu baik-baik saja dan tak peduli dengan apa yang terjadi. mari, kita beri selamat pada mereka."


Albion semakin kuat menggenggam tangannya. Pria itu tak ingin mendengar penolakan. Ia hanya ingin membuat Mawar kuat dan membuat wanita itu sadar jika Rega bukanlah pria yang pantas mendapatkan cinta darinya.


"Apa kamu masih mencintainya?" Pertanyaan Albion membuat Mawar langsung bungkam.


Kulsum merasa pegal karena duduk terlalu lama. Wanita tua itu beranjak dari duduknya, matanya mengedar mencari keberadaan Helena yang tak juga kunjung datang. Tapi, tanpa sengaja dia justru melihat keberadaan Mawar.


"Mawar, kenapa wanita itu ada di sini?" Gumamnya pelan tapi Rega yang berada di sampingnya mendengar dengan jelas.


"ibu mau kemana?" Rega menahan Kulsum yang akan turun dari panggung.


Hani melirik interaksi anak dan ibu itu sekilas lalu kembali fokus pada tamu undangan yang sedang memberi selamat padanya.


"Rega, kamu mengundang Mawar?" Tanya Kulsum dengan pelan.


Kening Rega mengerut.


"tidak, kenapa?"


Kulsum langsung memberikan isyarat pada Rega untuk melihat kearah jam 12 dimana Mawar berada. Pria berpakaian pengantin itu langsung terpaku di tempatnya. Matanya melotot lebar melihat keberadaan Mawar. Yang membuatnya semakin terkejut lagi adalah dengan keberadaannya Albion di dekat Mawar. Melihat tangan keduanya saling bertautan membuat Rega panas.


Tanpa sadar, Rega turun dari panggung dan berjalan meninggalkan Hani yang juga mengejarnya.


Maria dan Gusna saling memandang lalu tersenyum canggung kepada para tamu undangan.


"apa yang terjadi? kenapa Rega dan Hani berlarian kebawah panggung?" Tanya Maria.


"mana Papih tahu." Jawab Gusna.


"mas Rega, mau kemana?" Hani mengekor dengan susah payah karena gaun pengantinnya.

__ADS_1


Rega sama sekali tak menggubrisnya. Tetap berjalan mendekati Mawar dengan sangat marah. Dia melupakan bahwa saat ini adalah hari pernikahannya dengan Hani. Bahkan dia tak memperdulikan para tamu undangan yang mulai berbisik-bisik.


Bugh...


Tanpa aba-aba Rega memukul Albion tepat di wajahnya. Albion tersungkur kelantai dengan keras. Mawar dan Hani memekik bersamaan. Kedua wanita itu saling menatap sekilas.


Suasana gedung menjadi riuh. Kulsum dengan cepat mendekati Rega. Dia tak ingin Rega membuat kacau semaunya.


"apa yang terjadi?" Gusna sudah berdiri di belakang Hani. "Pak Albion?" Pekiknya terkejut melihat rekan kerjanya.


Rega yang marah sama sekali tak peduli dengan sekitarnya. Bahkan dia melupakan bahwa sekarang mertuanya ada di sana.


"Berani sekali kamu mendekati Mawar?" Rega menatap tajam Albion.


Albion menyeka sudut bibirnya yang sedikit terluka.


"Apa urusanmu. Mawar bukan siapa-siapa mu lagi." Ucapan Albion membuat Rega semakin emosi.


Rega hendak melayangkan pukulannya kembali. Tapi Hani dengan cepat mencegahnya.


"mas cukup."


"tidak Hani, pria ini sudah berani mendekati Mawar. dia..."


"mas, kamu sekarang suamiku. Mawar hanyalah mantan istri mu." Pekik Hani tanpa sadar. Wanita itu langsung menutup mulutnya rapat saat sadar dengan apa yang di katakan nya.


Gusna dan Maria yang mendengar penuturan putrinya itu langsung menarik Hani.


"apa maksudnya ini? siapa wanita itu sebenarnya?" Tanya Maria, matanya melihat Mawar sekilas.


Rega dan Hani langsung mematung di tempatnya masing-masing. Dalam hatinya, Rega mengumpat pelan. Kenapa dia bisa hilang kendali seperti ini.


Mawar yang sedari tadi diam pun langsung meninggalkan semuanya. Wanita itu tak bisa berada terlalu lama di dalam gedung ini. Albion pun dengan cepat mengikutinya.


Pernikahan Rega dan Hani pun menjadi kacau. Para tamu undangan saling berbisik. Tak mengira jika akan terjadi hal yang begitu mengejutkan.


...************...


Helena sama sekali tak berani mendekati Kulsum atau Rega yang berada di kerumunan pada orang. Wanita itu memilih untuk tetap tinggal di luar. Dia pikir Mawar yang akan mengacaukan pernikahan ini tapi justru Rega sendirilah yang melakukannya.


"Mawar tunggu..." Albion mengejar Mawar yang berjalan begitu cepat meninggalkannya.


Helena melihat Mawar dan Albion yang melewatinya. Ia hanya diam, bingung harus bagaimana. Di dalam sana sangat kacau.


Mawar menghentikan langkahnya tepat di dekat mobil Albion.


"Albion, bisa jelaskan semua ini?" Tanyanya dengan nada kesal.


Albion membuka pintu mobil lalu meminta Mawar untuk masuk.


"aku akan menjelaskannya tapi tidak disini."


Mawar pun mengikuti apa kata Albion. Meski kesal tapi dia butuh penjelasan pria ini. Kenapa Albion bisa mengajaknya ke pernikahan Rega. Semuanya menjadi kacau karena kehadirannya.


Dan di dalam, Gusna nampak sangat marah. Dia mengajak Rega dan Hani ikut bersamanya untuk menjelaskan semuanya. Dia tak tuli, mendengar dengan jelas bahwa Hani menyebutkan soal mantan istri menantunya itu.


Bagaimana bisa mereka berbohong. Menutupi kenyataan yang sebenarnya.


Kulsum menundukkan kepalanya, malu dan juga merasa sangat takut kepada Maria yang kini menatapnya tajam meminta penjelasan juga darinya.


"Jadi... katakan, siapa wanita tadi?" Tanya Gusna tajam.


Rega mengangkat wajahnya. Mulutnya terasa terkunci.


"Katakan?" Bentak Gusna membuat Rega dan Hani tersentak.

__ADS_1


Keduanya saling menatap.


...*************...


__ADS_2