
Mawar sudah menyiapkan segalanya. Gaun pengantin bahkan sudah di pesan nya minggu lalu. Meski pernikahannya terbilang terburu-buru, tapi semua persiapan sangat sempurna. Mawar berharap pernikahan keduanya ini tidak akan sama seperti yang pertama. Albion bisa membuatnya bahagia bahkan akan merasa di cintai.
Rena mencium kening Mawar lalu memeluk tubuh nya dengan erat. Tangisnya pecah karena bahagia, besok adalah hari bahagianya.
"Ibu berdoa semoga semuanya akan berjalan dengan baik."
"Terimakasih Bu."
Ibnu pun ikut meneteskan airmatanya. Dia tak pernah membayangkan jika putrinya akan menikah dua kali seperti ini. Tapi mau bagaimana pun nasib nya, ia berharap jika Mawar akan menemukan kebahagiaan dalam hidupnya.
Rumahnya kini telah di dekorasi dengan sangat indah. Mawar sengaja melangsungkan pernikahan keduanya hanya di rumah saja, ia tak ingin acara pesta yang terlalu meriah. Hanya beberapa kolega bisnis dan juga kerabatnya saja yang dia undang.
Lagipula Albion pun menyetujui keinginannya.
"Bu, apa semua akan baik-baik saja?" Tanya Mawar cemas. "bagaimana jika mas Rega mengacau?"
Ibnu langsung menepuk bahu Mawar. Pria itu duduk di samping putri nya lalu mencoba menepis segala kerisauan yang di rasakan oleh Mawar.
"Rega tak akan berani melakukan itu. Albion dan ayah akan mengusirnya jika dia berani datang ke pesta pernikahan mu nanti."
Rega memang sudah di bebaskan, pria itu di tebus oleh Hani. Yang seharusnya mendapatkan kurungan penjara selama 2 tahun. Hani melakukan itu karena merasa kasihan pada Kulsum, meski hatinya masih membenci keduanya tapi sebagai seorang manusia ia masih memiliki nurani.
Melihat Kulsum yang kacau karena kepergian Helena, membuat wanita itu seperti orang gila. Sering menangis tanpa sebab lalu tertawa keras.
__ADS_1
Helena memang sempat di hentikan untuk tidak melompat ke sungai tapi semuanya hanya berlangsung beberapa jam saja. Wanita itu rupanya benar-benar sudah kehabisan semangat untuk hidup. Dengan nekat dia kembali berjalan ke ujung jembatan lalu melompat dengan cepat.
Beritanya pun langsung tersebar bahkan masuk televisi. Jasad nya sampai saat ini belum di temukan, itulah yang membuat Kulsum menjadi seperti ini.
"Lagipula mas Rega tak akan berani kemari. Ia tak mungkin meninggalkan ibunya yang gila seorang diri bukan?"
Rena dan Ibnu langsung melihat kearah pintu begitu juga dengan Mawar. Hani berdiri di sana dengan buket bunga mawar putih di tangannya.
"Hani..." Mawar berdiri lalu mendekat.
"ini untuk mu. aku akan mencegahnya jika mas Rega mencoba untuk mengacau." Ujarnya.
"terimakasih. lalu bagaimana dengan gugatan ceraimu?"
Mawar dan Hani sama-sama menjadi korban keegoisan Rega. Kedua wanita yang kini telah dekat karena merasakan luka yang sama nampak terlihat lebih baik dari sebelumnya. Mawar maupun Hani nampak lebih baik.
...*****************...
"maafkan ibu elen. Ibu selalu membentak mu, membandingkan mu dengan Rega. tapi ibu sayang padamu." Kulsum hanya memeluk foto Helena sembari menangis. Itu sudah terjadi sejak tadi pagi.
Rega hanya duduk diam di tepi ranjang dengan pandangan sendu. Hatinya terluka melihat sang ibu yang seperti itu. Seharian ini Kulsum menangis bahkan tak makan sama sekali.
"ibu, makan dulu ya?"
__ADS_1
Kulsum langsung melihat Rega dengan tajam.
"kamu masih memikirkan perut saja sedangkan mbak mu tak tahu dimana." Bentaknya.
Rega menghela nafas panjang. Sepertinya jalan satu-satunya untuk membuat ibunya lebih baik adalah meminta Marja untuk kembali kerumah ini. Ayahnya sudah sangat lama tak berhubungan dengan mereka, Rega pun tak tahu seperti apa sekarang. Tapi, ia akan tetap menemuinya dan menceritakan segalanya.
"ibu tunggulah sebentar aku akan keluar." Ujarnya lalu segera keluar dari kamar.
Dengan cepat dia mengunci pintu dari luar mencegah agar Kulsum tak kabur. Rega sebenarnya tak tega melakukan itu tapi hanya itulah cara agar Kulsum tetap berada di dalam rumah.
Langkahnya terhenti saat melihat kertas di atas meja. Nafasnya terasa berat mengingat itu adalah pemanggilan sidang pertama perceraiannya dengan Hani. Dalam hidupnya ini adalah hal kedua yang dia alami. Dulu Mawar menggugatnya dan sekarang Hani.
"Aku memang pantas mendapatkan ini semua." Lirihnya.
Rupanya Rega sudah menyadari bahwa dirinya memang bersalah. Bahkan ia pun berjanji tak akan mengusik ketenangan Mawar ataupun Hani. Kedua wanita yang pernah mengisi hatinya itu kini telah dia bebaskan.
...****************...
Maaf ya...aku udah lama ga up. soalnya lagi dalam masa penyembuhan. Seminggu dua kali harus cuci darah.
Mungkin kalian kecewa karena cerita ini menggantung begitu saja. Tapi aku usahain akan up jika keadaan sedang sehat.
Terimakasih banyak buat yang setia menunggu...
__ADS_1