
“Semua berawal saat Malik kelas 1 SMA, dia datang padaku dan bilang harus menjadi pemimpin Karuhunmu, dia bilang ingin diajari bagaimana caranya menarik Karuhunmu. Aku bingung bagaimana dia tahu soal itu, karena Papi begitu membenci Karuhun makanya Malik dijauhkan dari hal-hal yang berhubungan dengan Karuhun dan akhirnya aku mengetahui bahwa ia telah jatuh cinta pada Ayi Mahogranya Kharisma Jagat, mimpinya tinggi sekali, berani mencintaimu.” Aku tersenyum sinis, ternyata setinggi itu aku di mata Malik, Pak Hanif menunaikan janjinya padaku untuk bercerita semuanya.
“Malik hanya orang biasa, tapi dia bertekad akan berusaha menyamaimu dengan cara membuat kemampuannya lebih tinggi dari Kharisma Jagat pada umumnya, ini sebagian orang umum sebut ngilmu. Malik sangat tekun, sampai akhirnya dia bisa memimpin Panglima dan Raden, walau dengan cara yang sangat kasar, makanya ketika segel Ayi sudah mulai Bocor, Panglima dan Raden kembali padamu, kedua Karuhunmu adalah dua Karuhun yang sangat sulit ditaklukan, sulit mengalahkan mereka berdua makanya Malik mau tidak mau mengadakan perjanjian dengan mereka dulu sekali sebelum segelmu bocor. Kedua Karuhunmu berjanji tidak akan berusaha membuka segel Ayi, sampai Ayi sendiri yang membukanya. Tentu saja ketika Malik membuat perjanjian itu, dia memastikan segalanya berjalan sesuai yang direncanakan, dia akan memastikan menjauhkanmu dari segala hal tentang Karuhun, dia sangat protektif padamu.”
“Itu yang aku tidak tahu aku hanya merasa selama ini dia melarangku karena ingin menyekapku dan memanfaatkanku.” Aku menunduk malu karena semua prasangkaku salah.
“Aku akan menceritakan asal usul Ayi terlebih dahulu, agar kau mudah mengerti, aku akan mengklasifikasikan jenis Ayi terlebih dahulu.”
“Apa maksudmu? Apakah Ayi memiliki beberapa jenis?”
“Ya, kau ini jenis yang dilahirkan 300 tahun sekali disebut Ayi Mahogra, sementara ada Ayi yang setiap 50 tahun sekali kelahirannya, itu dimaksudkan untuk mengganti Ayi sebelumnya yang kemungkinan akan segera meninggalkan status ke-Ayi-annya karena memang sudah berusia lanjut atau bahkan telah tiada, untuk Ayi jenis ini disebut Ayi Tirung.” Pak Hanif tersenyum.
“Kenapa?” Aku bertanya.
“Sekarang sudah mengerti? Kenapa kau begitu terkenal?”
“Entahlah.” Aku manyun.
“Dulu sekali berdasarkan data yang aku dan Malik dapatkan saat menyelidiki tentangmu, kami mendapatkan fakta-fakta yang jarang di temui orang awam, yaitu asal-usul 2 jenis Ayi tanah Pasundan, aku akan mulai dari Ayi Tirung, Ayi yang dilahirkan 50 tahun sekali, Ayi yang keberadaannya untuk memenuhi masa tunggu kelahiran Ayi Mahogra berikutnya. Seorang Ayi Tirung adalah pemimpin Kharisma Jagat, seorang Ayi Tirung tidak memiliki Karuhun, itu titik terpentingnya Ser, ingat ini baik-baik, karena disinilah perbedaannya antar kau dan Ayi Tirung.”
Aku mengangguk.
“Lalu pertanyaannya untuk apa seorang baik Ayi Tirung maupun Ayi Mahogra dilahirkan, disinilah masalahnya, aku akan beralih pada 2 kata yang selalu tidak bisa kau dengar dan kau lihat karena efek segel, ingat apa kata itu?” Pak Hanif bertanya.
“Kharisma Jagat.”
“Betul, Semua orang bisa jadi Pewaris Karuhun karena diturunkan oleh Nenek Moyangnya, tapi tidak semua orang bisa menjadi Kharisma Jagat.” Pak Hanif berhenti sejenak.
“Kharisma Jagat sebutan untuk orang-orang yang Karuhunnya memilih dan datang sendiri padanya tanpa diwariskan oleh nenek moyang, jadi Karuhun tersebut mengawasi dan pada akhirnya memilih Anak Cucu Adam yang dia kehendaki untuk di jaga, bisa karena keahliannya, bisa juga karena kekuatannya, yang terpenting adalah, orang tersebut lebih segalanya dari orang-orang pada umumnya. Karena kelebihan ini dia disebut Kharisma Jagat, orang yang bersinar di jagat raya ini, makanya dia menjadi orang pilihan bagi para Karuhun.” Pak Hanif menatapku dengan serius, lalu melanjutkan ceritanya.
“Jumlah Kharisma Jagat di Tanah Pasundan ini banyak mungkin ada ratusan, setiap Kharisma Jagat memegang satu Karuhun atau bahkan lebih, karena begitu banyaknya Kharisma Jagat, maka perselisihan sulit dihindari, mereka saling bunuh membunuh untuk saling berusaha menaklukan Karuhun dari Kharisma Jagat lainnya, perselisihan ini membuat Kharisma Jagat tanah Pasundan tercerai berai.” Pak Hanif meminum kopi hitamnya.
“Jadi karena banyaknya perselisihan tersebut, lahirlah seorang Ayi untuk meredakan perselisihan dan mempersatukan Kharisma Jagat Tanah Pasundan dengan memimpin mereka, begitu pak?” Aku menebak.
“Betul, karena itulah untuk pertama kalinya lahir seorang Ayi Tirung yang tugasnya adalah memimpin para Kharisma Jagat tanah Pasundan, dia mampu menaklukan Kharisma Jagat yang bermasalah karena intuisinya yang kuat, tidak ada satupun Kharisma Jagat yang berani melawan Ayi Tirung saat itu, karena Ayi Tirung adalah Manusia yang dilahirkan dengan budi dan Ilmu yang tinggi.”
“Jadi tugas Ayi Tirung saat itu hanya menjadi pemimpin para Kharisma Jagat?”
“Tentu saja tidak, Ayi Tirung dilahirkan untuk tujuan yang lebih tinggi lagi dari itu semua, tahun ke tahun setiap Ayi pasti memiliki tujuannya sendiri, seperti Ayi Tirung yang lahir pertama, dia harus membuat seluruh Kharisma Jagat bersatu dan membantu kerajaan Pasundan yang berkuasa pada jamannya dari para penjajah, memang ketika Ayi Tirung pertama itu dilahirkan masih masa kerajaan.”
“Jadi Ayi Tirung bertugas untuk membuat para Kharisma Jagat menjadi pasukan tambahan untuk para Raja di jaman itu?”
“Bukan, tujuan utamanya bukan Kharisma Jagat, Kharisma Jagat hanya manusia biasa yang diberi keistimewaan oleh Tuhan, tapi dia masih bisa terluka bahkan gugur di medan perang”
“Jadi siapa yang menjadi target Ayi Tirung saat itu?”
“Menurutmu? siapa yang sulit dibunuh dan bahkan tidak bisa terlihat oleh mata awam?”
“Astaga? Jadi targetnya adalah para Karuhun yang dimiliki oleh Kharisma Jagat?”
“Ya, bukankah bala bantuan yang ghaib lebih bermanfaat dibanding mereka yang terlihat?”
Aku tertawa mendengar itu, rupaya benar bahwa jaman kerajaan dulu mereka memakai hal-hal Ghaib sebagai bala bantuan untuk berperang.
“Ayi Tirung tidak akan mampu mengerahkan Karuhun untuk bertempur di masa perang jika tidak mampu mengendalikan pemiliknya yaitu Kharisma Jagat, untuk itu Ayi Tirung dilahirkan, mengendalikan perselisihan diantara Kharisma Jagat dan menggunakan para Karuhunnya untuk kepentingan yang jauh lebih tinggi, tahun ke tahun Ayi Tirung hanya memiliki wewenang sejauh itu.”
“Aku mengerti sekarang, setiap Kharisma Jagat akan menjadi perantara Ayi Tirung untuk memimpin Karuhun berperang pada jaman kerajaan dulu.” Aku berasumsi.
“Dan pada jaman itu banyak kemenangan yang dipimpin oleh Ayi Tirung yang memimpin para Kharisma Jagat, tentu saja hal ini tidak mungkin kau temukan di buku sejarah, tapi bisa saja kau temukan di situs internet, coba saja kau cari seorang Raja Pasundan yang pada masa kejayaannya memiliki Macan Ghaib.”
__ADS_1
“Oh, ternyata Raja pun seorang Kharisma Jagat, luar biasa. ok itu adalah Ayi Tirung, lalu jenis apa aku ini?” Aku tidak sabar, kata pembukanya ternyata panjang sekali.
“Kau adalah Ayi Mahogra, Ayi yang lahir 300 tahun sekali, itu hanya kira-kira saja, bisa lebih atau kurang, tergantung zaman saat itu, Ayi yang memiliki Karuhunnya sendiri. Kau adalah Ayi Mahogranya Kharisma Jagat, kamu bisa menaklukan dan memimpin langsung seluruh Karuhun milik seluruh Kharisma Jagat Tanah Pasundan tanpa harus meminta ijin dari tuannya, kau ingat ketika kita menyelamatkan jiwa Malik di Gunung?”
“Iya ingat.” Aku menjawab sembari meminum kopi yang disediakan oleh pembantu Malik, pembantunya juga indigo, Malik menempatkan orang-orang pilihan di rumah ini.
“Waktu itu kau menaklukan Harimau Tetua hanya dalam hitungan detik.”
“Ya, Harimau-Harimau itu sangat tangguh, aku bahkan hampir diterkam.” Aku mengingat ketika Harimau pertama hampir menerkamku dan membuat Malik langsung melotot padaku padahal disana hanya jiwanya, tapi aura galaknya masih kental saja.
“Ser, tahukah kau, Malik, Aku dan ... Adinda,” Pak Hanif berhenti sejenak, mengenang Jin cantik itu, “kami mampu menaklukan 1 karuhun dengan kekuatan yang dimiliki Malik saat ini paling cepat satu minggu! dan kau hanya butuh beberapa detik Ser, itulah keistimewaan Ayi Mahogra yang dilahirkan setiap 300 tahun sekali, berdasarkan dari catatan para Tetua.”
“Ya aku memang menaklukannya dalam hitungan detik.” Aku mengerti sekarang kenapa aku disebut Ayi Mahogra, itu karena aku Ayi Mahogranya Kharisma Jagat yang memimpin Karuhun, aku bisa menguasai Karuhun milik Kharisma Jagat lain tanpa melakukan pertarungan dengan pemiliknya.
“Itu perbedaannya Ser, Ayi Mahogra memiliki Karuhunnya sendiri dan tentu saja bisa bebas memiliki Karuhun milik Kharisma Jagat lain dengan menaklukannya, Makanya statusmu dimata para Tetua sangat tinggi. Oh ya, setiap Ayi Mahogra yang lahir, ditandai dengan longkapnya 2 kelahiran Ayo Tirung, ingat siklus kelahiran Ayi Tirung?”
“50 tahun sekali, jadi maksudmu, jika Ayi Tirung tidak lahir di 2 siklus kelahirannya maka pada Siklus kelahiran ketiganya, akan lahir Aku, seorang Ayi Mahogra?”
"Betul Ser. "
"Berarti ada masa sekitar 100 tahun atau 2 siklus kelahiran Ayi Tirung yang longkap, dimana seluruh Kharisna Jagat tidak diawasi atau tidak punya pemimpin? " Aku bertanya lagi.
"Betul, ini yg berat untukmu, kau harus menemukan untuk apa kau dilahirkan, masa 100 tahun kosong tanoa Ayi itu adalah masa dimana banyak terjadi pelencengan yang harus kau luruskan kembali. "
Aku hanya bisa menunduk, sampau sekatang aku tak tahu untuk apa aku dilahirkan.
“Seperti itu Ser. aku akan kembali pada asal usulnya, bagaimana kami mengetahui kau adalah Ayi yang istimewa, kau harus siap mendengarnya, ini akan sangat menyedihkan untukmu, kau mungkin tidak akan mampu menghadapi Malik setelah ini, tapi seperti aku berjanji padamu dan menepatinya, maka maukah kau berjanji padaku?”
“Berjanji tentang apa?” Aku mengambil bantal di sofa milik Malik, kami masih di ruang tengah rumah penjinakan Karuhun ini.
“Berjanjilah setelah aku menceritakan semuanya, kau akan tetap berada disisi Malik, melakukan hal-hal yang Malik lakukan untukmu dulu dengan tidak pernah meninggalkanmu sesulit apapun keadaannya.”
“Aku berjanji dan Ayi Mahogra tidak pernah melanggar janjinya.” Aku menghapus air mataku.
“Baiklah, dulu sekali ketika itu Malik berumur 9 tahun, kalian berdua kelas 4 SD disekolah dan kelas yang sama, Malik adalah pribadi yang introvert, sangat tertutup dan dia tidak suka bergaul, dia anak orang kaya yang memiliki kepercayaan terhadap orang lain sangat buruk, itu karena dia pernah diculik oleh baby sitternya yang sangat dia sayangi ketika dia berumur 6 tahun, dia menganggap semua orang yang berusaha dekat dengannya adalah orang jahat, berusaha mengambil kesempatan atau memanfaatkannya, memang orang jenius itu terkadang mengerikan, sekali kau megecewakannya maka dia akan mengingat itu seumur hidupnya, lalu dia bertemu kamu di kelas 4 SD, dia murid pindahan, ingat itu?”
“Ya Aku ingat, Malik tampan yang sangat pemalu.” Aku mengenang begitu tampannya anak bocah itu.
“Waktu itu Malik melihatmu dengan mata yang berbeda, dia melihatmu adalah Ayi yang istimewa, kamu berisik dan sangat cantik katanya, tapi dia tidak berniat mendekatimu karena dia tidak percaya pada siapapun, termasuk kamu.”
“Pantas dia sempat dingin dan tidak bergaul dengan siapapun dulu, aku fikir karena dia sombong, maklum dia kan anak orang kaya.”
“Ya dia memang Arogan, tapi hatinya baik. Dia akhirnya berubah, karena saat itu dia melihatmu berubah, berubah menjadi pribadi yang berbeda, mata lainnya menangkap seluruh keistimewaanmu, saat orang-orang bilang kau orang yang aneh karena terkadang kau berbicara sendiri, Malik melihatmu memiliki kemampuan lain didunia ini, tapi Malik tidak suka saat kau berubah menjadi orang yang berbeda, kau jadi lebih pendiam dan menatap apapun dengan tajam, kau bahkan menjadi cengeng dan penuh ketakutan, Malik membenci itu.”
“Ya saat itu mungkin adalah ketika aku pertama kali melihat Panglima dan Raden, umurku mungkin sekitar 11 tahun.”
“Kau mungkin tidak ingat ini, waktu itu, dimana keistimewaanmu semakin menjadi, Malik melihatmu mengusir mereka, mereka yang tak terlihat, Malik melihatmu begitu tangguh dan menakutkan, Malik lelaki lemah yang tidak percaya pada dunia, melihat sesosok manusia yang begitu istimewa, menolong orang-orang tanpa bayaran apapun, Malik menjadi begitu mengagumimu, sosokmu yang sangat baik dan tulus, sosoknyang sebelumnya tidak pernah dia percaya ada di dunia ini. Karena itu dia mulai mendekatimu.”
“Tidak Malik tidak pernah mendekatiku.” Aku menyangkal karena sepanjang ingatanku, aku yang mendekati Malik.
“Kamu tidak ingat, bolehkah aku melanjutkannya?”
“Ok, sorry.” Aku tersenyum karena Pak Hanif mulai capek aku potong terus.
“Lelaki bocah pendiam, mendekatimu secara diam-diam, melihat setiap keistimewaanmu, menyembuhkan banyak orang bahkan tanpa orang yang kau bantu tahu, bahwa kau mengusir setan-setan yang mengganggu mereka, Malik bahkan melihat kau menaklukan Karuhunnya Kharisma Jagat dengan cepat, kau yang baru berusia belasan tahun, bahkan membuat Kharisma Jagat dewasa kehilangan Karuhunnya dalam hitungan detik dan Karuhun itu adalah Raden!”
“Apa! Jadi Raden adalah Karuhun orang lain yang kutaklukan?”
“Betul, dia milik salah satu pemuda yang ditakdirkan menjadi Kharisma Jagat, tapi pemuda itu tidak mampu menanggungnya, sehingga dia sering sakit. Raden terlalu kuat untuk pemuda lemah itu dan karena kondisi fisiknya yang lemah dia hampir saja bunuh diri, lalu kau mengambil alih Karuhunnya untuk membantu pemuda itu, karena Seira kecil, saat ini pemuda itu hidup sangat bahagia dan menjadi normal.”
__ADS_1
Aku tersenyum, walau aku tidak mengingatnya.
"Malik terus mengikutimu, sampai di satu titik dimana dia melihatmu semakin kuat, semakin banyak Karuhun yang mengincarmu dan semakin banyak makhluk-makhluk yang ingin menumpang ditubuhmu, kau saat itu hanya gadis kecil walau Seorang Ayi Mahogra, kau tetap masih gadis cilik yang bahkan tidak memiliki pelatih, dalam melakukan apapun kau gunakan Intusimu yang tajam, dibalik semua keistimewaan kekuatanmu, fisikmu tidak mampu menyamainya, terlalu banyak makhluk yang ingin menumpang, kau bahkan hampir dikuasai oleh makhluk buas yang memaksa masuk ke tubuhmu,”
“Pantas aku dulu hampir gila, bahkan Mana membawaku ke Psikiater, ternyata memang mereka main-main dengan tubuhku.”
“Ya, karena itu tubuhmu semakin lama semakin lemah, Malik tetap memperhatikanmu dari jauh sembari menyelidiki ada apa denganmu, siapa kamu dan latar belakangmu, jangan heran, Malik adalah lelaki jenius yang saat itu walaupun umurnya baru belasan tahun tapi ketika dia fokus pada satu hal maka dia akan melakukan apapun dengan ketekunan yang luar biasa, wawasannya melebihi berkali-kali lipat umur teman sebayanya, seperti itulah karakter Adikku.”
“Pak, kau memujinya terus, aku bingung, bukankah ini terbalik, harusnya dia yang memujimu, karena kau jauh lebih baik.” Aku tulus mengatakannya.
“Kalau aku lebih baik kenapa kau tergila-gila padanya bukan padaku? anyway aku bercanda, kondisimu saat itu semakin hari semakin menakutkan, keluargamu terutama ibumu mencari bantuan kesana kemari, Dukun, Guru Spiritual bahkan psikiater dia datangi untuk menolongmu dan saat itulah guru ngaji Kakakmu, Pak Haji Iman menawarkan bantuan melalui media air, tentu ditambah perjanjian antara Ibumu dan Panglima melalui mimpi, Ibumu pasti sudah cerita kan bagaimana dia memohon pada Panglima untuk melepasmu."
"Iya Mama cerita baru-baru ini."
"Saat itulah kau di segel, keistimewaanmu terlalu dini untuk diemban, sayang saat itu kau tidak punya pelatih, setiap Ayi dilatih oleh ayahnya, namun kita tahu bahwa ibumu mengurus kalian bertiga sendirian, jika saja Ayahmu mendampingi, dia yang akan menjadi tameng dari para Karuhun dan Makhluk yang hendak menumpang di tubuhmu, Pelatihmu bukan untuk melatih keistimewaanmu, tapi untuk memfilter siapa saja boleh menumpang, menghalau mereka yang buas masuk ke tubuh kecilmu. ya, tapi kita sama-sama tahu bahwa Ayahamu tidak melakukan itu untukmu. ”
“Ya, Ibuku memang Single Parent, tapi dia tidak gagal mendidik kami bertiga.”
“Ya, kuatnya kamu tuh ya dari Ibumu, setelah penyegelan kau lupa banyak hal, kau hanya ingat samar-samar, tentu saja itu semua karena mata batinmu ditutup sempurna, kau kembali menjadi pribadi yang ceria dan sangat energik, apa kau tidak curiga kenapa Ibumu sangat percaya Malik?"
"Tidak, Mamah percaya Malik karena Malik banyak menolong finansial kami."
"Salah, Malik memgetahui seluruh kejadian hidupmu karena dia selalu disampingmu bergaul denganmu dan keluargamu, ikut mencari solusi bersama ibumu dan Ridho untuk menyembuhkan Seira kecil yang malang, Ibumu sangat amat menyayangi Malik karena Malik selalu berada disisimu dan menjagamu, kamu pasti tidak ingat itu semua, memang ingatan itu terhapus karena penyegelan, sampai disini apakah kau masih ingin tetap mengetahui segalanya?"
"Tentu saja." Aku menjawab tanpa ragu.
"Ok, aku lanjutkan. Ini bagian yang paling malas kuceritakan, tapi aku harus menepati janji. Karena begitu menempelnya Malik padamu, Papi jadi membencimu, maaf aku harus jujur, Papi tidak suka karena dia menganggap kau tidak sepadan dengan Malik, itu karena Papi tidak mengenalmu, sementara Malik dan aku tau, bahkan setelah sejauh ini kami berdarah-darah untuk bisa menyamai levelmu."
Aku jadi ingat saat di rumah sakit dulu, ketika itu Malik melarangku untuk dekat dengan dunia lain tapi aku keras kepala, saat itu aku katakan bahwa duniaku dan dunianya berbeda, kita tidak akan pernah bisa bersama dan dia bilang, memang kita tidak akan pernah sepadan, aku fikir dia menghina kemiskinanku, ternyata dia sedang menghina dirinya yang mati-matian mengejarku untuk merasa sepadan tapi aku malah tetap memberontak dan membuat dia kecewa, aku pantas disebut Si Bodoh Seira.
"Kau bicara apa." aku membantah pemahaman Pak Hanif, kami tersenyum, senyum pertama kalinya Pak Hanif setelah kehilangan Adinda.
"Kalau diibaratkan kau adalah Ratu, aku punggawa dan Malik adalah Panglima tentu saja Panglima pencuri pasukan Ratu." Pak Hanif tertawa, aku hanya tersenyum, karena bagiku Malik adalah Rajaku.
"Ser, ke dapur yuk tambah kopi." Aku dan pak Hanif ke dapur, dapurnya bersih sekali, Malik memang membenci sesuatu yang kotor, dapur didapur bersihnya ada meja minibar, aku duduk disitu, pak Hanif menuangkan kopi di gelasku. Tidak terasa sudah sore, dari pagi kami berbincang bahkan belum makan, asisten rumah tangga Malik sudah menyiapkan makanan, tapi aku dan Pak Hanif tidak tertarik untuk makan.
"Sebelum melanjutkan pak, ada satu hal yang membuatku bingung." Aku bertanya
"Ya, apa itu?"
"Apakah Malik seorang Kharisma Jagat? kenapa Malik kecil bisa melihat Karuhun dan Makhluk yang hendak menumpang padaku?"
"Ok, ini sebelumnya sudah kubahas sedikit saat kita akan berangkat ke Gunung menyelamatkan Jiwa Malik, kau bertanya hal yang sangat sensitif, aku hanya akan bercerita garis besarnya saja karena ini memang berkaitan, ini berhubungan dengan masalah keluarga kami.” Pak Hanif menghembuskan nafas cukup berat.
“Jadi Malik sebenarnya adalah pewaris Karuhun, dia diturunkan dari Kakek kami, tepatnya Ayahnya Papi kami, seorang Karuhun ditugaskan mendampingi Malik, tapi karena Papi mempersiapkan Malik untuk perusahannya, maka dia menjegal semua celah Malik berhubungan dengan dunia seperti itu, makanya akhirnya Papi dan aku mengadakan perjanjian, bahwa aku akan melakukan apapun untuk merebut Karuhunnya Malik hanya agar Papi mau merawat dan membiayai Ibuku yang sedang sakit keras saat itu."
"Jadi, Harimau Karuhunmu itu sebelumnya milik Malik?" Aku kaget.
"Betul, aku merebutnya dan otomatis aku menjadi Kharisma Jagat, karena Karuhun itu memilihku sendiri, ingat seperti yang aku ceritakan sebelumnya, bahwa untuk menjadi Kharisma Jagat kau harus dipilih oleh Karuhunmu, setelah aku berhasil merebut Karuhunnya Malik, satu hal yang Papi lupa, Mata Batin Malik tidak pernah tertutup, Mata ketiganya terbuka, tapi Malik dari kecil adalah pribadi yang tangguh, bijaksana dalam bersikap dan memiliki wawasan yang luas, makanya dia bisa membedakan dengan baik saat bertemu mereka yang Ghaib."
Saat Pak Hanif hendak melanjutkan ceritanya, kudengar ada seseorang yang berlari kearah kami.
"Ser, Nif, gue udah selesai operasi, bisa kita bicara dulu?"
Dokter Adi memanggil kami, seketika mukaku menegang, aku takut ini berita buruk, karena raut muka Dokter Adi begitu khawatir.
________________________________
Catatan Penulis :
__ADS_1
Aku menulis karena aku ingin bahagia, dengan menulis aku bahagia.