
POV Pram (Jodoh Seira)
Hari ini aku melihatmu lagi, di markas itu sedang menantang para tetua. Sepertinya para tetua hendak menghabisi lelaki itu karena berani menghapus garis keturunan karuhun Aqan Asta, ku semakin kagum dengan keberaniannya, 3 tetua garis Aqan Asta yang yang bahkan kemampuannya sangat hebat, ditantang tanpa takut oleh ratuku.
Aku kecewa karena ketika kau di kerjai oleh Aqan Asta aku tidak ada di dekatmu, itu semua karena aku mencoba memenuhi janji dengan tidak mendekatimu dahulu sampai Malik menyerahkanmu sendiri. Tapi jika saat ini kau celaka, aku bersumpah akan menghabisi para tetua sampai keakarnya, aku tidak perduli dengan adat istiadat jika ratuku, manusia yang katanya jodohku, yang kutunggu selama puluhan tahun disakiti, maka untukku selesai semua.
Kau memang yang terbaik, tapi tidak akan mudah mengalahkan mereka. Dari jauh aku melihat ratuku mulai maju dan menghadang mereka, aku bersiap, kalau-kalau mereka berhasil menyentuhmu.
Aku bersiap, tak kusangka ternyata memang dia ratuku, dia mampu memukul mundur 3 tetua sekaligus, kemampuan berdebat dan provokatifnya memang khas Ayi Mahogra Kharisma Jagat, aku jadi ingat dahulu kala cerita-cerita para Ayi Mahogra yang memimpin banyak pasukan dalam berperang, sering perang dimenangkan bukan karena pasukan yang banyak tapi karena strategi yang tepat.
Dari jauh aku melihatmu akhirnya masuk kembali ke markas lelaki itu. Oh, ratuku sampai kapan aku harus bersabar melihatmu terlalu mencintai lelaki itu, aku akan menghapus setiap kenangan palsu cerita cinta yang dia ceritakan padamu.
…
Salah satu alasanku kenapa tidak muncul diwaktu-waktu terburuk ratuku adalah karena aku harus melaksanakan tugasku sebagai Kharisma Jagat Agung.
Bukankah aku belum pernah menceritakan apa pekerjaanku? Aku adalah seorang pengusaha yang memonopoli bisnis kelapa sawit, minyak dan batu bara. Usahaku tersebar disetiap penjuru negeri, awalnya aku hanya pewaris dari beberapa pulau di negeri ini, karena aku seorang kharisma jagat agung, maka apapun yang kupegang pasti jadi uang, maksudnya bukan secara harafiah, aku dan ayi mahogra di berkahi intuisi yang tajam akah setiap hal baik dan buruk, kami bukan manusia tanpa dosa, tapi kebanyakan langkah kami selalu terjaga dari kejahatan dan keburukan. Makanya berbisnis hanya ladang amal saja untukku, membuka lapangan kerja, membantu para petani lokal yang memiliki tanah tapi tidak memiliki uang untuk memanfaatkan sumber daya alam. Sisanya adalah menjalankan tugasku sebagai kharisma jagat agung.
Seperti Ayi Mahogra Kharisma Jagat, yang memiliki tugas dan maksud dalam setiap kelahirannya, aku pun sama, aku memiliki tugas menjaga negeri ini dari serangan ghaib yang berakibat buruk pada negeri ataupun suatu daerah, baik serangan dari luar maupun dalam. Tugasku tidak mudah karena sering kali orang-orang yang jahat datang dari petinggi-petinggi di negeri ini. Jadi usahaku hanyalah sebuah kamuflases sedang tugas utamaku adalah memperbaiki negeri ini dari tindakan ghaib yang salah dan membuat makhluk lemah tertindas.
Saat ini aku sedang menangani kasus dimana sebuah daerah terjadi kematian mendadak masal, nama daerahnya adalah batubojo, ada di pulau yang dikelilingi air. Aku sudah menetap disini selama beberapa bulan tapi belum menemukan satupun dalang dari semua ini.
“Jadi ada korban lagi Jagog?” Jagog adalah karuhun utamaku yang paling setia, paling kuat dan paling pintar. Satu karuhun seperti dia mampu menandingi 100 karuhun dari para tetua.
“Dia dekat pantai Tuan, 11 rumah para wanita yang sedang hamil mati mendadak, dimana janin masih hidup tapi tidak bisa diselamatkan karena ibu meraka mati mendadak, tidak ada tanda-tanda, tidak ada keluhan sebelumnya, bahkan kesebelas ibu itu dalam keadaan fit.”
“Apa kesamaan mereka?” Aku bertanya.
“Mereka lahir di tanggal yang berbeda, tahun berbeda dan dengan umur kehamilan yang berbeda, aku tidak bisa menemukan kesamaan dari kesebelas ibu hamil yang mati mendadak itu.”
“Bagaimana dengan suami mereka?” Aku kembali bertanya.
“Suami mereka tidak memiliki persamaan sama sekali tuan.”
Aneh, tidak mungkin tidak ada persamaan karena di kampung sebelumnya, persamaannya adalah hari lahir semua orang yang mati mendadak sama, walau aku belum menemukan satu pun dalangnya.
__ADS_1
“Ayo kita temui salah satu suami dari korban ibu yang mati mendadak itu.”
Kami pun berjalan ke daerah yang telah di sebutkan oleh Jagog.
“Pak Sunandar?” Aku telah bertamu di salah satu rumah korban.
“Betul Pak Asep.” Lelaki itu menahan sakit yang dalam karena kehilangan istri yang sedang hamil, sedang dia dan istrinya telah menunggu belasan tahun untuk kehamilan tersebut.
“Pak Sunandar, pada saat istri bapak meninggal apakah ada tanda-tanda sebelumnya, apakah istri anda pernah bilang bahwa dia diikuti atau merasakan hal-hal aneh di luar nalar?” Aku menggali lebih dalam.
“Tidak Pak Asep, dia tidak pernah sekalipun mengeluh, tubuhnya fit dan kami pun selalu memeriksa kehamilan tepat waktu dan selalu mengikuti anjuran Bidan untuk meminum vitamin dan sesekali berjalan karena usia kehamilan istri saya sudah mendekati waktu lahir.”
“Lalu apa jenis kelamin anak bapak? Apakah sudah bisa diketahui pada saat kalian memeriksa kehamilan?”
Aku bisa menyelidiki dengan bebas karena aku memalsukan dokumen, saat ini aku bernama Asep dan seorang Intel palsu, memang untuk menjalankan tugasku aku terkadang menyamar menjadi Intel, menjadi Pegawai pemerintah dan kadang menjadi Abdi Negara dengan tingkat jabatan yang cukup tinggi, itu semua bisa aku lakukan karena uang.
“Sudah Pak Asep, anakku laki-laki.”
“Baik pak Sunandar, saya akan segera menemukan apa yang terjadi sebenarnya karena memang kejadian mati mendadak ini tidak hanya terjadi di kampung ini, kampung ini adalah kampung kedua. Jadi, pasti ada pemicunya.”
“Mungkin ini bisa membantu Pak, jadi di kampung ini kami baru kedatangan seorang guru besar yang katanya bisa menyembuhkan orang-orang sakit. Setelah dia dating banyak kejadian ganjil di daerah ini.”
“Ya, tiba-tiba air di sumur-sumur pertanian kami kering, lalu anak-anak yang tinggal di dekat guru besar selalu menangis setiap magrib tiba.”
“Guru Besar? Gus Daria maksud anda?” Aku memang sempat mencurigai kedatangannya yang tiba-tiba di kampung ini, Guru Besar yang katanya bisa menyembuhkan orang sakit, sangat terkenal di kota lalu untuk apa dia dating kesini dan lalu timbulah kejadian tersebut, dia tidak luput dari penyelidikanku dan pasukanku.
Mungkin ini waktu yang tepat untuk datang ke kediaman Gus Daria, masih siang karena malam hari pasukanku cenderung jauh lebih kuat dan agak sulit di taklukan, aku takut jika datang ke tempat manusia yang menyembah ilmu hitam, maka porak porandalah tempat itu, makanya aku selalu memilih siang hari untuk penyelidikan.
“Selamat siang Gus Daria.” Aku menyapanya, banyak sekali pasiennya hari ini, aku langsug masuk karena mengenakan lencana.
“Siang Pak, anda adalah seorang polisi?” dia mempersilahkan duduk di ruang tengahnya dan meninggalkan pasiennya, jadi di rumahnya ini ada 4 kamar yang hanya disekat dengan gypsum dan ditutup tirai setiap kamarnya, disanalah pasien-pasien diobati.
“Ya, saya intel yang menangani kasus mati mendadak di beberapa kampung di kota Batubojo ini. Saya akan menanyakan beberapa hal pada anda.” Aku berbasa-basi.
“Kenapa saya Pak? Saya bukan keluarga korban.” Dia langsung mundur merasa keberatan.
__ADS_1
“Memang bukan tapi beberapa orang merasa bahwa saya perlu menanyai anda.” Aku bersikap tegas, dan membuang basa-basiku.
“Sebelumnya saya perkenalkan diri, nama saya Asep. Saya tidak akan bertele-tele, kenapa anda di sini? Kenapa nama anda yang masyur di kota harus pindah ke sini? Ada apa?”
“Cari tahu, maka kau akan menemukan jawaban tentang kematian mendadak di 2 kampung ini.”
“Aku tidak sedang bermain teka-teki Gus, aku sedang menyelidiki orang yang mati mendadak membawa janin di tubuhnya!”
“Kenapa seorang Kharisma Jagat Agung mau repot-repot ke sini?” Dia sepertinya sudah tahu siapa aku dan aku tidak akan menyembunyikan jati diriku lagi.
Aku bersiap berdiri dengan seluruh pasukanku, kulihat diapun bersiap dengan pasukannya, aku mengeluarkan karembo berem.
Kusabet tubuh Gus Daria, dia menghindar dengan cepat. Lalu dia pergi ke luar, aku mengejarnya, ketika sampai di luar aku kaget karena kami sudah tidak ada di dunia nyata lagi, kami berada di hutan belantara, ini pasti dunia yang dia ciptakan, ini aneh karena dunia ini hanya bisa diciptakan oleh karuhun tingkat tinggi, apakah Gus Daria juga seorang Kharisma Jagat, karena hanya seorang pemilik karuhun yang mampu memerintah karuhun untuk membuat dunia ghaib.
Dia menyerangku dengan kujang khas Tanah Pasundan, kali ini aku yang menghindar, dia sudah bisa dipastikan seorang Kharisma Jagat karena kujang yang dia pegang hanya dimiliki oleh para tetua, kujang tertinggi dipegang oleh ratuku.
Aku terus menghindar sementara dia terus menyerang, setiap pasukan kami pun bertarung, kulihat semua pasukanku hampir kalah, mau tidak mau aku harus mengeluarkan senjataku, aku tidak bisa hanya menggunakan karembo berem, sesaat aku mengeluarkan senjataku dan seluruh hutan ghaib ini bergetar karena suara yang dikeluarkan oleh senjataku.
“Aku Kharisma Jagat Agung, tundukan kepalamu atau seluruh karuhun Tanah Pasundan akan memburumu.” Aku memperingatkannya, karena ketika senjataku sudah keluar maka tidak Kharisma Jagat tidak diperbolehkan mendongak, bagi mereka aku adalah rajanya.
“Aku adalah Tetua Kharisma Jagat Tanah Pasundan garis keturunan Panglima kerajaan, aku tidak diperbolehkan tunduk selain pada Rajaku.”
“Aku adalah Rajamu!” Aku mengingatkan. Lalu dia terdiam.
“Sekarang aku tahu kenapa kau ke sini, kenapa tidak datang padaku untuk melapor?”
“Karena kau tidak datang sebagai Kharisma Jagat Agung, bagaimana kau tidak mengenali Panglimamu?” Aku terkejut karena apa yang dikatakannya benar.
“Baiklah, katakan apa yang terjadi pada dua kampung ini?”
“Mari kembali ke rumahku dulu Tuan Pram.” Dia menuntun kami semua kembali ke dunia nyata.
“Tuan Pram, begini ceritanya …. “
___________________________
__ADS_1
Catatan Penulis :
Aku ceritakan Pramudya Aksara beberapa part ya, biar kenal. Pram nih sebenarnya orang baik yang sengaja Author buat karakternya sempurna.