
POV Pram (Jodoh Seira)
Namaku Pramudya Aksara, aku pemilik beberapa pulau di negeri tercinta ini, aku mewarisi kekayaan dari nenek moyangku, kata orangtuaku nenek moyangku adalah raja dari tanah Pasundan, tapi bukan itu yang membuatku bangga, yang membuatku bangga adalah status sebagai Kharisma Jagat Agung Tanah Pasundan.
Aku memimpin ratusan pasukan berselendang merah, mereka ikut bahkan tanpa kutaklukan, ada yang lari dari tuannya atau memang tidak memiliki tuan, pasukan ghaibku adalah orang-orang terpilih, karena aku Kharisma Jagat Agung.
Kakekku yang juga seorang Kharisma Jagat dan sekaligus pelatihku selalu mengatakan bahwa kau tidak akan mampu mencintai siapapun kecuali jodohku, karena memang untuk itu aku dilahirkan, mendampingi Ayi Mahogra, tapi sampai usiaku 30 tahunpun kami tidak mampu bertemu dengannya, siapa dia, dimana dia dan sedang apa dia saat ini.
Benar yang dikatakan kakekku dulu, bahwa aku tidak mampu mencintai siapapun, dimataku tidak ada satupun yang mampu menyamai kecantikan dan keanggunan dari sebuah nama, Ayi Mahogra. Walau aku belum melihat wajahnya dan tahu keberadaannya, aku bahkan tidak mampu berpaling dari nama itu.
Sampai pada suatu saat dimana karuhun utamaku mencium bau pandan yang sangat tajam, ketika dia akhirnya memaksa untuk menyelidiki dan menghilang selama beberapa hari, aku akhirnya paham bahwa dia telah menemukan cintaku, cinta yang selama ini menghilang, aku tidak pernah ragu akan kehadiran ratuku, tapi jujur 30 tahunku terasa panjang sekali tanpa dirimu.
“Aku tidak ingin apapun, aku hanya ingin ratuku.” Aku berbicara pada lelaki yang bernama Malik Rainan, di markas ini.
“Dia tidak akan datang padamu, dia mencintaiku, dia tergila-gila padaku, kau paksa dia datang maka habislah kau, seumur hidupmu kau tidak akan dapatkan hatinya.” Lelaki ini sangat ingin kuhabisi, hanya satu tunjukan tangan, maka luluh lantahlah markas ini!
“Kau tidak percaya? Silahkan kau menyelidikinya sendiri, jika kau merasa bisa masuk ke dalam hubungan kami, maka silahkan.”
Aku tidak akan percaya manusia bodoh ini, manusia yang bahkan bukan seorang Kharisma Jagat, bagaimana dia mampu menaklukan Ayi Mahogranya Kharisma Jagat?
“Kami telah menyegel Ayi, menyegel keseluruhan kemampuannya, makanya kenapa kau ataupun makhluk lain tidak dapat menemukannya, karuhunmu bisa menemukan dia karena segelnya bocor, makanya wangi khas tubuhnya bisa tercium oleh karuhunmu, tapi dalam waktu dekat, segel akan kami perbaiki.”
“Kalian menyegel Ayi Mahogra!” Aku sungguh semakin ingin menghabisi lelaki ini.
“Bukan kami tapi ibunya, kau bisa apa jika keluarganya menginginkan itu dan tentu saja untuk keluarganya akulah orang yang paling tepat, bukan kamu.”
__ADS_1
“Baiklah, mungkin kau benar saat ini aku kalah waktu olehmu dan Ratuku mencintaimu bukan aku, tapi cepat atau lambat dia akan datang padaku karena dia akan tahu kodratnya adalah bersamaku bukan bersama lelaki biasa sepertimu, kau tahu itukan?”
“Aku tahu bahwa kau adalah jodoh adatnya Ayi Mahogra, tapi dia mencintaiku dan itu kenyataanya tidak ada yang bisa membantah itu.”
“Itu benar sekali, aku adalah saksinya dan kau bisa menyelidiki itu.” Lelaki lain yang bernama Hanif membantunya berbicara, walau aku ingin sekali menghabisi mereka, tapi kalau bisa jujur, sorot mata mereka bukan mata orang-orang jahat, bahkan markas ini dilingkari oleh energi baik. Tapi, tetap saja mereka adalah perebut jodohku.
“Baiklah aku akan menyelidikinya sendiri, tapi aku akan ingin mengikat kalian dengan perjanjian, aku akan membebaskan kalian tapi dengan perjanjian.” Aku bukannya menyerah, tapi aku tidak ingin memaksa Ratuku untuk bersama denganku, dia harus datang sendiri padaku.
“Aku akan melakukan apapun itu untuk Ayi Mahogra.” Pria yang bernama Malik ini fikir bahwa hanya dia yang mampu mencintai Ayi Mahogra dengan tulus!
“Baiklah begini perjanjiannya …. “ Aku membuka kitab perjanjian yang akan dicap oleh darah kami, seluruh karuhn menjadi saksi dan siapa yang melanggar maka halal untuk di habisi tanpa pengadilan ghaib.
…
Ini hari pertama aku berjumpa dengan wajah dari wanita yang kutunggu selama puluhan tahun ini, dari aku lahir hingga usiaku matang, hari ini aku melihat wajahnya.
“Betul, ini dengan Ibu Indah ya?” Dia menyalami asistenku dan mengangguk padaku, aku sengaja tidak mengulurkan tangan karena akan fatal efeknya jika kami bersalaman, bahkan dari jauh segel itu telah terlihat memerah tanda menangkap ancaman. Tetapi selain itu, benar yang dikatakan kakekku dulu bahwa hanya dia wanita yang paling cantik di dunia ini.
“Saya sudah membaca proposal kerjasamanya, tapi maaf bu Indah ada beberapa hal yang harus saya konfirmasi sehingga kita harus bertemu seperti ini.” Dia berbicara dengan anggun, aku membuka mata batinku untuk melihat seberapa parah tubuhnya disegel, tenyata memang seluruh aliran darahnya, nadinya dan jantung itu, semua di ikat dengan tali ghaib dari seorang penyegel yang cukup handal, setiap ikatan talinya disimpul oleh seorang karuhun ratusan tahun, untuk membuka satu simpulnya saja perlu waktu yang sangat lama dan harus seijin tubuh yang disegel, kasihan ratuku jika kupaksa buka segelnya sekarang, bisa 20 tahun baru seluruh simpul segel di tubuhnya terbuka.
“Jadi seperti itu Bu, kami telah mereview dan belum ada proyek yang tepat untuk kerjasama yang ditawarkan perusahaan Bapak dan Ibu.” Ratuku menolak usulan kerjasama. tentu saja, dia pasti menangkap bahwa ini kerjasama yang main-main, intuisinya masih sangat tajam walau seluruh bagian tubuhnya terikat segel.
“Baik bu Seira, sekiranya ada kesempatan kita bisa berkerjasama, maka silahkan hubungi saya, ini nomor telepon saya.” Asistenku memberinya kartu nama.
Setelahnya kami pamit dan langsung menuju mobil.
__ADS_1
“Maaf Pak Pram saya tidak dapat membujuk Ibu Seira untuk kerjasama ini.” Asistenku berkata ketika kami sudah didalam mobil, dia duduk bersama supirku di depan.
“Its ok, toh bukan kerjasama itu tujuanku.” Aku memang kesana hanya untuk memastikan bahwa orang yang karuhunku katakan benar seorang Ayi Mahogra tanah pasundan. Tidak diragukan lagi seluruh tubuhnya adalah rangkaian kata indah dari seorang pujangga, penantianku selama 30 tahun terasa akan menemukan akhirnya, sungguh aku begitu ingin memeluk ratuku dan berkata bahwa seluruh hidupku kuhabiskan hanya untuk menunggunya, tapi sepertinya aku harus menunggu pertemuan romantis kami karena lelaki brengsek itu.
…
Ada beberapa laporan dari karuhunku kalau Seira telah membuka segelnya dan benar dugaanku bahwa Malik tidak akan sanggup memenuhi janjinya.
Aku langsung berlari ke sana, ke rumah sakit dimana Ratuku akan di operasi, miris saat melihatnya kalut menelpon sana-sini berusaha mendapatkan donor untuk lelaki itu, lalu dia pun berakhir di meja operasi.
Tidak tahukan dia bahwa bahaya untuknya di bius dan dibiarkan dalam keadaan tidak sadarkan diri, akan ada banyak makhluk yang akan menumpang ditubuhnya.
“Kalian semua bersiap, kita akan menjaganya dari luar sini, tepat diluar pintu ruang operasi, seluruh penjaga sudah kutidurkan dan aku akan buat si penglihat masa depan itu tertidur juga.” Ada seorang penjaga diluar pintu operasi ratuku, dia seorang perempuan dan bisa melihat masa depan, aku telah menutup mata batinnya dan menidurkannya untuk sementara agar tidak ada yang tahu aku turut melindungi jalannya operasi tersebut, aku hanya ingin satu hal, ratuku baik-baik saja.
Aku bersiap, ada ratusan makhluk menjijikan di luar sini dan ada puluhan yang sudah masuk, aku memasang perisai ghaib untuk melindungi mereka di dalam, ada beberapa orang yang tumbang karena kerasukan, mereka bukan tandinganku, jika saja bukan disini, sudah kukeluarkan senjataku, tapi terlalu bahaya akan ada guncangan hebat jika aku mengeluarkannya dan akan membahayakan operasi, makanya aku melawan mereka dengan menggunakan karembo berem.
Setelah operasi selesai kulihat kau baik-baik saja, ada banyak keluargamu datang, aku bertahan disini setelah bertarung hebat tadi, aku kelelahan karena benar kata Malik, kau yang bertubuh lemah karena segel sangat rentan ditumpangi, ada sedikit rasa terima kasih pada Malik karena menjagamu dengan baik selama ini dengan tubuh tersegel, jika memang ini adalah permintaan keluargamu untuk menyegel dan kau ikhlas untuk disegel maka aku tidak bisa berbuat apapun. Mungkin saat ini kau bahkan tidak bisa melihat siapa jodohmu yang sebenarnnya, tapi aku tidak akan melepaskanmu sedikitpun.
“Ratuku.” Aku membelai kepalanya, dia sedang tertidur dan tidak ada siapapun disini, dia terlihat kelelahan diruang perawatannya. Lelah bukan mencintai yang bukan pada tempatnya sayangku.
Ratuku, aku berjanji bahagiamu adalah tujuan hidupku.
__________________
Catatan Penulis :
__ADS_1
Cinta tidak pada tempatnya untuk seorang manusia, bisa saja adalah cinta yang Tuhan takdirkan, karena jodoh bukan hanya tentang rasa, tapi tanggung jawab dan perlindungan, maka pada siap Tuhan memberikan cinta itu adalah karena DIA percaya bahwa sang imam mampu menjaga titipannya.