
Karena tahu posisinya tidak baik, dia lalu melepaskan Sukma Baik Malik, lalu melepaskan lilitan cambukku dengan tenaga dalamnya, aku dengam cekatan menangkan Sukma itu dan langsung memeluknya, Mudha Praya kesal, dia lalu berusaha mengejarku, aku berlari.
Posisi kami sekarang terbalik, dia mengejarku, aku berlari sambil memecut cambukku kearahnya beberapa kali kena, beberapa kali meleset, aku terus berlari, lalu dari kejauhan aku melihat jejak tanah Perku uran ari-ari Malik yang merupakan pintu pulang bagi jiwaku, aku terus berlari untuk mencapainya.
Mudha Praya tidak menyerah, dia kembali melemparkan belati lebih banyak, aku menghindar, tapu betis kiriku kena, aku terjatuh lalu tersungkur, Mudha Praya menginjak betisku, aku kesakitan, Sukma Malik masih di dadaku, aku tertelungkup dan tidak mampu berdiri lagi.
"Bukankah sudah kubilang, tidak akan mudah anak kecil!" Mudha Praya lalu mencoba untuk menusukku dengan goloknya, dia bersiap untuk menusuk punggungku, tapi sebelum dia berhasil, aku berbalik lalu menusuk tusuk konde yang tajam ke dadanya.
Dia berteriak lalu langsung berlari saat menyadari bahwa aku menusuk dia dengan tusuk konde sakral.
Tusuk konde pemberian cucunya, Tusuk konde dari seorang anak yang memiliki jiwa murni, tapi memiliki kemampuan setara denganku, senjata pemberiannya membuat Mudha Praya ketakutan karena senjata itu begitu tajam dan tersimpan sakit hati yang dalam baginya, sehingga kerusakan yang diciptakan bagi jiwa Mudha Praya begitu dalam, makanya dia langsung berlari agar cepat kembali ke tubuhnya, kalau tidak jiwanya semakin lama akan melemah dan tidak bisa kembali ke tubuhnya tepat waktu, berbeda dengan Kujang, dia hanya melukai Dada Mudha Praya sesaat, setelah itu Mudha Praya pulih dalam hitungan detik, senjata Tini memang tau kepada siapa harus digunakan.
Tini, kau menyelamatkanku bahkan saat kau tak di dekatku.
Aku langsung berlari dengam terseok karena betisku yang terluka, sakit sekali, tapi aku harus cepat kembali, tanah perkuburannya akan segera habis.
Lalu aku masuk ke pintu kembali, dibimbing tanah perkuburan ari-ari Malik.
Saat sudah memasuki tubuhku kembali dan Sukma baik Malik telah dikembalikan, sedang sukma jahatnya tetap di tempatnya, yaitu di tubuh Malik, karena memang seperti itu seharusnya manusia, ada sisi jahat dan buruk, manusia tidak mungkin hanya memiliki sukma jahat saja, karena manusia bukan iblis, begitu pun sukma baik, manusia bukan malaikat yang hanya terdiri dari susunan sukma kebaikan, maka jika seorang Kharisma Jagat mengusahakan anaknya menjadi baik dengan Ritual Gugah Alam, dia tidak bia membuat sukma jahat anaknya, tapi dia menekan sukma itu agar tidak menjadi dominan, dan menjadikan sukma baik sebagaim pemimpin, seperti itulah kinerja dari Ritual Gugah Alam.
Sedang yang dilakukan oleh Mudha Praya adalah, mengambil sukma baiknya untuk dimusnahkan, hal ini dilakukan oleh Kharisma Jagat dengan kemampuan tertinggi, karena memang ilmunya mumpuni, untung aku dan Pak Hanif segera menyadarinya, sehingga rencana Mudha Praya langsung bisa digagalkan, dia pasti ingin membuat Malik berpaling dan memihak padanya, aku tentu tidak akan mampu melawan Malikku, karena menyakitinya sama dengan menyakiti diriku sendiri, aku mencintainya, itu saja titik.
Semua sudah kembali normal, Malik kembali ke kamar di pondok ini, aku yang memintanya istrahat dulu, karena dia dibius dengan efek bius jangka panjang, tentu dia masih merasa berat pada bagian kepala dan tubuhnya.
“Bagaimana kau bisa mengalahkannya tadi?” Raja Bapati bertanya.
“Entahlah, aku merasa tidak membawa tusuk konde itu tadi, tapi saat kakiku tertusuk belati Mudha Praya dan dia menginjak kakiku, tiba-tiba tusuk konde ini muncul dan reflek aku berbalik lalu menusuk dadanya, dia sedang mencoba menghujam punggungku dengan golok.” Aku menjelaskan, Raja dan Pram mendengar, kami di ruang tengah pondok.
“Dia memang benar-benar orang gila, bahkan dia berani melakukan itu pada Ayi Mahogra.”
“Kau lupa dulu sekali Ayi Mahogra bahkan dijebak untuk mencintai iblis yang lemah, ingat dengan Ayi Kayas Gandaria? Tidak heran dia berani melakukan ini, tapi ada dua hal yang dia dapat dari pertarungan satu lawan satu kami kemarin, pertama dia sudah memastikan bahwa pernikahan kita palsu karena aku rela lepas raga untuk mengambil sukma baik Malik, lalu kedua dia juga memastikan bahwa aku masih bersama Malik, tidak ada cara lain untuk melakukan undangan peperangan Raja, Pram.”
“Kita sudah siap Ayi, kita sudah siap. Maka mari kita layangkan surat undangan peperangan pada lelaki biadab itu.” Raja Bapati geram.
“Menunggu keadaan Malik pulih dulu Raja, dalam beberapa hari aku akan mengirim surat undangan perang, lalu kita lihat bagaiman respon Kharisma Jagat seluruh dunia, kita akan melihat orang-orang yang baik hatinya atau yan sama buruknya dengan Mudha Praya.”
“Baik kalau gitu, aku pulang dulu ya Queen, aku harus mempersiapkan semuanya, aku harus membaut perusahaan stabil dulu dan membaut wasiat.”
“Apa maksudmu dengan wasiat?” Aku bertanya.
“Setiap orang yang kaya raya, tidak diperbolehkan menghadapi bahaya tanpa surat wasiat, karena kekayaannya bisa menjadi masalah kedepannya jika terjadi sesuatu pada pemilik kekayaan tersebut.”
“Jangan bicara macam-macam kau Pram!” Aku marah benar-benar marah.
“Queen, kau fikir setiap aku berpergian lama ke suatu negeri meninggalkan negeri kita, aku akan selalu memperbahrui surat wasiatku, untuk kami para orang kaya, membuat wasiat adalah hal yang biasa, karena kematian mengintai kami setiap saat, dan ada harta yang harus kami pertanggung jawabkan walau kami sudah berkalang tanah.”
“Terserah kau saja, pokoknya jangan bicara yang tidak-tidak atau aku akan marah dan mengeluarkanmu dari daftar peperangan.” Aku mengancam.
“Baik Queen, baikkk.” Dia lalu berpamitan dan pulang, aku benci jika semua orang mengatakan perpisahan padahal mungkin saja aku yang pergi duluan, maka lebih baik sekarang adalah berpegangan tangan.
“Raja aku akan menemui Malik dulu, dia pasti saat ini sedang marah dan kecewa.” Aku permisi, Raja Bapati pun pulang ke istananya.
“Malik.” Aku mengetuk pintu kamarnya, tidak ada jawaban, aku langsung masuk saja, pintu tidak dikunci, saat aku masuk Malik sedang duduk di sisi tempat tidur, memandang jendela, begitulah kebiasaannya jika sedang memikirkan sesuatu, ternyata itu dari sisi buruknya, kebiasaan yang buruk.
Aku menghampirinya dan memeluk dia dari belakang, hangat sekali tubuh kurusnya ini.
“Apa sakit rasanya?” Dia bertanya.
“Tidak.”
“Tapi pipimu baret dalam, kakimu ditusuk, dan kau hampir mati karena aku.” Dia terlihat sangat menyesal.
__ADS_1
“Bukan hanya itu, kau bahkan hampir memperkosaku.” Aku menambakan.
Dia diam dan menunduk.
“Bagaiman Malikku yang mencintaiku dengan seluruh hidupnya, menahan hasrat sampai sejauh ini, tiba-tiba ingin memperkosaku, aku menyadari itu dengan cepat, karena Malikku adalah lelaki hebat yang dengan tulus mencintaiku, dia tidak mungkin melakukan hal yang hina, karena semua kebaikanmu dulu, aku tahu saat kau berubah sayang.” Aku memeluknya semakin erat, dia memegang tanganku dan menarik tanganku kearah dadanya, lalu mencium punggung tanganku.
“Aku tidak akan menyerah Ser, aku akan berjuang denganmu sampai akhir, karena hal ini membuatku semakin yakin, kita harus menghabisi Mudha Praya, karena memang kalau dia dibiarkan, aka nada banyak pasangan yang menderita karenanya, cukup kita yang terakhir Ser.”
“Ini baru Malikku, Malik cintaku.” Aku mencium kepalanya.
…
Kondisi Malik stabil setelah 3 hari, kami tidak memberinya teh untuk memulihkan tubuhnya dengan instant karena ingin dia juga beristirahat, karena ritual kemarin pasti membuat tubuhnya tidak stabil.
Setelah 3 hari Malik menjadi kuat kembali, aku dan yang lain tetap berlatih bersama tiruan Malik dan Pram, aku sudah bisa mengahalau musuh bertahan di 4 jam, agar Raja Bapati yang bisa sampai di punggung musuh tanpa terlambar, kami menggunakan semuanya, termasuk tipu daya.
Tapi hari ini aku berlatih dengan intensitas yang tinggi karena Malik sudah kembali berlatih, aku tidak berhati-hati jadinya tanganku patah, Raja Bapati sedang tidak di kerajaan, jadi aku tidak minum teh ajaib itu dulu, jadi aku menggunakan papan sebagai penyangga tanganku yang patah.
Aku dan Malik setelah bertarung memutuskan pegi ke pantai, senja hari ini sangat indah, jadi kami memutuskan melihat Sunset.
“Ser, bolehkan aku meminta sesuatu?” Malik bertanya, entah kenapa aku merasa dia sangat serius.
“Apapun, asal jangan yang melanggar agama dan hukum pemerintah.” Aku menjawab.
“Aku ingin kita menikah.”
“Aku .... ” Aku jujur bingung dan merasa kaget, maksudnya di tengah polemik ini, kenapa Malik harus mengatakannya sekarang.
“Aku tahu ini sulit dan akan bahaya sekali, aku tidak menginginkan pernikahan yang mewah, kita menikah di catatan sipil, undang orang tua saja dan saksi, setelah itu kembali bertarung disini.” Dia mengajukan lamaran yang tidak romantis, aku tau apa yang Malik inginkan.
“Malik, begini .... “
“Apapun hasil peperangan kita nanti, hidup atau mati, tapi aku ingin kita sebagai pasangan suami istri, dalam keadaan hidup atau mati, aku ingin cinta kita menjadi kisah abadi, sehingga bisa menjadi cambuk bagi generasi selanjutnya, jika kita harus berhenti dan menelan kekalahan atau bahkan gugur dalam peperangan, maka kisah kita bisa menjadi pedoman bagi mereka yang masih mau berjuang, karena kita percaya akan ikatan jodoh yang Tuhan takdirkan.”
“Kapan kita akan menikah? Aku bukannya terburu-buru, aku takut kalau kau ... berubah fikiran.” Malik tertawa.
“Dalam minggu ini, mari kita menikah, apapun yang terjadi, aku akan melakukannya.”
“Baiklah apapun yang terjadi kita akan menikah dalam minggu ini!”
...
POV MALIK
“Seira, serius cuma kemeja putih dan celana bahan hitam gini?” Mama Seira menangis melihat pakaian kami, ya memang bukan pernikahan impian.
Satu minggu setelah pembicaraan pernikahan ini, kami kembali ke Ibukota, merencanakan semuanya dengan cepat, menjemput seluruh keluarga intiku dan keluarga inti Seira, disinilah kami sekarang, catatan sipil.
“Mah, yang penting aku dan Malik menikah sah secara agama dan pemerintah cukup sudah.” Seira memeluk Mama.
Semua orang sudah ada disini, semua melihat kami dengan tatapan nanar, entahlah mungkin merasa iba karena kami menikah begitu sederhana, bos dari perusahaan besar dan orang kepercayaannya menikah asal-asalan, aku tertawa dalam hati, seperti pernikahan yang harus ditutupi, memang benar, ini pernikahan yang tidak boleh diketahui oleh musuh kami, setelah nama kami dipanggil, aku akan melakukan Ijab Qabul dengan Ridho sebagai Walinya karena Ayah Seira sudah meninggal.
“Saya terima nikah dan Kawinnya Sei...” Kulihat Penghulu tiba-tiba menggenggam tanganku dengan kencang dan dia menyeringai, dia berusaha meninjuku, penghulu kesurupan! Aku menggenggam tangan Ridho lebih kencang, aku tidak ingin dia melepaskan tangannya karena kaget, aku akan menyelesaikan Ijab Qabul ini, Penghulu yang kesurupan akhirnya digantikan oleh wakilnya, semua orang berusaha membawanya keluar tapi dia terus memukul wajahku, aku menahannya.
“Saya terima nikah dan kawinnya Seira Adam Hanida binti Ubaidil dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!”
Aku berhasil menyelesaikan Ijab Qabul dengan cepat, semua saksi berkata Sah, sementara petugas KUA lainnya berusaha melepaskan cengkraman Pak Penghulu yang kesurupan dari tubuhku, dia masih meninjuku berkali-kali, darah segar menghiasi wajahku, tidak ada yang bisa menariknya, Seira menahan diri karena kuberi dia kode agar bersabar sampai Ijab Qabul selesai.
Setelah Ijab Qabul selesai, kulihat Seira langsung berlari kearah kami dan menendang Pak Penghulu yang kesurupan itu, lima orang tidak mampu menarik Pak Penghulu kesurupan dari tubuhku, satu tendangan Seira membuatnya tersungkur.
Lalu Seira mengeluarkan Karembo Hejo dan langsung menyabet kepala Pak Penghulu, keluar lah setan jahat itu, aku langsung memegang badan Pak Penghulu yang lunglai, sementara Seira mengeluarkan kujangnya, dia melompat menangkap setan yang berusaha menghancurkan pernikahan, semua keluarga melihat kami bertarung, Seira naik ke pundak setan itu, kalau dilihat mata awam, Seira seperti melayang, padahal dia sedang duduk diatas pundak setan itu, tak butuh waktu lama, Kujang Seira menancap tepat diubun-ubunnya, bersamaan dengan matinya setan itu, erangan kuat menyelimuti ruangan pernikahan kami, semua menunduk kesakitan karena suaranya begitu menyayat dan memekakan telinga, setan yang bersarang di sini ternyata, bukan suruhan Mudha Praya, karena ilmunya rendah.
__ADS_1
“Setan itu selalu disini, banyak sekali pernikahan yang dia gagalkan, karena banyak orang menyangka bahwa dengan kesurupannya Pak Penghulu itu pertanda buruk, dan mereka akhirnya memilih membatalkan pernikahan daripada melanjutkannya.” Salah satu petugas KUA berkata dan yang lain memapah Pak Penghulu yang kesurupan tadi ke luar, tipu daya setan memang yang terburuk, hingga ibadah pernikahan mereka nodai dengan keyakinan yang salah.
Sementara seluruh keluarga kami menuntut penjelasan, ya, mereka pasti kaget, karena kami begitu kompak membasmi setan.
“Aku akan jelaskan, kita ke hotel dulu ya, kalian pasti lelah dan lapar kan.” aku menenangkan keluarga kami, lalu kami semua pergi ke Hotel yang memang sudah disewa, aku akan menjelaskan semuanya, memang sudah waktunya memberi penjelasan kepada keluarga kami, aku akan berada disisi Istriku, Seira, apapun yang terjadi.
Begitu sampai hotel, kami semua makan, aku memang menyewa Private Room untuk kami makan, semua terlihat lelah, ada Mama Seira, Ridho dan Istrinya, Seina dan Hanif, Papiku, Mamiku, Maliyah dan Aam, mereka semua datang dengan wajah tegang, aku memulai penjelasan sementara Seira tidak datang, aku menyuruhnya istirahat, karena jarang sekali dia istirahat ditempat nyaman setelah beberapa tahun ini kami bertarung, aku ingin dia nyaman, setidaknya satu hari saja di hari istimewa ini.
“Yang pertama saya ucapkan mohon maaf karena pernikahan kami mungkin tidak sesuai keinginan kalian, karena saat ini bagi kami yang terpenting adalah menikah dan pernikahan kami tidak gagal.” Kulihat mereka semua hanya serius mendengar ucapakanku, tidak ada nada sumbang yang menyalahkan kami.
“Kalian pasti heran kenapa kami terlihat biasa menangani hal semacam tadi, ya seperti yang kalian ketahui bahwa dunia Ghaib sebenarnya ada, karena memang Tuhan ciptakan dan seira adalah Ayi Mahogranya Kharisma Jagat, yang berdiri di dua dunia tersebut, Mama tahu dengan jelas, bahwa aku sudah berusaha mati-matian mencegah Seira masuk kembali ke dunia itu, setelah tersegel, tapi aku gagal, dia menemukan jalannya sendiri, dia menjadi ratu dari seluruh Kharisma Jagat.” Mamah menangis mendengar perkataanku.
“Mah, tenang saja, bahkan setan saat ini lebih takut ketemu Seira.” Aku tertawa dan yang lain juga tersenyum, “ Mamah lihat tadi kan, betapa mahirnya Seira mengurus mereka.” Aku kembali meyakinkan Mamah.
“Beberapa tahun lalu, Seira meninggalkanku, dia bilang akan menikah dengan Pram, lelaki yang merupakan jodoh adatnya dalam lingkaran Kharisma Jagat, tapi ternyata dia bohong, Seira ternyata mengobservasi tentang pernikahan adat ini, karena curiga Seira berusaha mencaritahu apakah ada yang salah dalam pernikahan adat ini, intuisinya berkata untuk menyelidikinya, dan Intuisi Ayi Mahogra selalu tepat, selain itu dia juga melakukannya untukku, agar kami bisa bersama dan anak-anak kami kelak bisa terlindungi dengan baik.” Aku berhenti sejenak.
“Seira mencoba menciptakan dunia baru untuk kami, dimana kami bisa saling mencintai dengan aman, dalam pencariannya dia menemukan bahwa setiap pernikahan Kharisma Jagat yang tidak menikah dengan jodoh adatnya akan berakhir tragis, semuanya! tidak ada yang selamat, keturunan mereka bahkan dilenyapkan, dari sana Seira yakin bahwa ada tangan-tangan licik yang membuat keyakinan itu menjadi nyata.”
“Maksudmu? Siapa mereka? Apakah makhluk-makhluk ghaib yang ingin menumpang pada tubuh Seira?” Hanif bertanya.
“Bukan, seluruh kejadian dari kandasnya pernikahan yang tidak sesuai jodoh adat Kharisma Jagat memiliki pola yang sama, yaitu, para pasangan ini biasanya akan diganggu oleh makhluk-makhluk yang dikirim ‘mereka’ agar membuat pasangan ini menjadi gila, lebih parahnya lagi, jika kebetulan ada yang sedang hamil, janinnya dicuri dan tidak dikembalikan lagi, lalu mereka menyebar isu bahwa, setiap pernikahan Kharisma Jagat yang terjadi bukan dengan jodoh adatnya, maka akan berakhir tragis.”
“Jadi maksudmu pernikahan ini beresiko, karena kamu bukan Kharisma Jagat.” Papi bertanya, karena memang Papi tahu bahwa aku hanya pewaris Karuhun bukan seorang Kharisma Jagat.
“Resiko itu bukanlah takdir, itu adalah kenyataan palsu yang mereka buat untuk melancarkan keinginan mereka, mereka ingin membangun kerajaannya sendiri, dengan mempertahankan perjodohan adat ini, membangun lingkaran setan, dimana mereka adalah pemimpinnya, untuk uang dan kekuasaan, mereka mengatur takdir seseorang melalui tangan dan pemahaman setan.”
“Jadi, maksudmu, mereka musuh Seira adalah .... ” Hanif menangkap pesan yang coba kusampaikan.
“Ya, mereka adalah para TETUA, mereka adalah musuh yang akan kami hancurkan.”
“Hancurkan maksudnya?” Aam terkejut karena Seira memang tidak memberitahukan soal ini.
“Kami akan berperang, pernikahan kami adalah undangan perang untuk mereka, kami sudah menghimpun pasukan dari raja-raja Jin Hutan sampai lautan untuk membantu kami, tapi tetap pertolongan Tuhan lah yang kami harapkan, dalam beberapa waktu jika aku dan Seira hilang jangan cari kami, kami akan baik-baik saja.” ini adalah berita buruk yang aku coba sampaikan, aku menghela nafas, aku tahu ini akan berat untuk mereka.
Kulihat Mamanya Seira dan Mamiku lunglai dengan penjelasanku, aku harus kuat, mereka harus tahu, bahwa kami berjuang untuk cinta kami.
“Aku akan berhenti kuliah, aku akan bergabung dengan pasukan kalian.” Aam berkata.
“Tidak perlu anak kecil, pasukanku sudah banyak.” Seira tiba-tiba masuk ke ruangan.
“Ser.” Aku kaget karena aku menyuruhnya untuk istirahat.
“Ma,” Seira memeluk Mama, “Aku hanya perlu doa, doakan anakmu Ma, karena ini bukan hanya soal kami, bukan hanya soal keras kepala kami yang ingin menikah saja, tapi soal anak keturunan kami kelak, mereka berhak menentukan jodohnya dan memilih jodoh karena takdir Tuhan, bukan karena campur tangan kotor para Tetua.” Seira mencoba menenangkan Mama.
“Mamah takut kamu .... ” Mama menangis lagi.
“Kematian itu hal yang pasti Ma, tapi berjuang adalah ikhtiarku, mereka sudah menghabisi orang tak berdosa bahkan anak kecil dan janin jadi korban mereka hanya untuk mempertahankan kerajaan mereka, aku mengerti sekarang Ma, kenapa dulu aku takut kaca dan selalu bertanya siapa aku dan apa aku, ternyata untuk inilah aku lahir, aku akan menghancurkan adat yang salah yang sudah dianut ratusan tahun, inilah tujuan hidupku Mah, aku tahu sekarang siapa aku, aku adalah AYI MAHOGRANYA KHARISMA JAGAT, aku pelindung mereka Mah, aku akan mengembalikan mereka yang sesat, yang memuja kekuasaan dan mengenyampingkan takdir Tuhan, mereka merasa diri mereka Tuhan dengan mengatur jodoh dan kematian seseorang, aku mohon Ma, Papi, Mami dan semua yang ada disini untuk mendoakan aku dan Malik.” Seira memeluk Mamiku.
Setelah penjelasan panjang lebar, kami kembali ke kamar masing-masing, aku dan Seira akan langsung berangkat ke Pantai yang ada di selatan negeri ini, kami sudah memilih tempat untuk berperang, disanalah kami akan mengadukan takdir kami kepada Tuhan, kami akan berjuang untuk hidup yang lebih adil dan sesuai tuntunan-NYA, yang terpenting adalah, aku Suami dari seoran AYI MAHOGRA, seorang wanita hebat yang rupawan, aku akan terus menggenggam tangannya untuk bersama melawan mereka yang melanggar ketentuan Tuhan.
_____________________________________
Catatan Penulis :
Bagian pernikahan pernah di publish di FB hanya sedikit modifkasi, tapi sudah tidak ada lagi di FB karena peraturan kontrak di sini tidak diperbolehkan di publish di tempat lain, kalau sebelumnya Karuhun hanya ada sampai 31 Part, di sini sampai rencannya 83 part ya.
Apakah ada yang mau season 2 nya? Tapi kemungkinan tahun depan, kalau ada yang minat itu juga.
__ADS_1
Terima Kasih.
Jangan lupa VOTE, LIKE dan COMENT ya.