Karuhun

Karuhun
Bagian 65 : Raja Bapati


__ADS_3

“Menikahlah denganku.” Raja itu mengatakannya sembari berdiri, aku bisa melihatnya walau sedang menunduk.


Malik terlihat marah, aku memegang tangannya, menahan amarahnya.


“Raja Bapati, aku tidak berhak menjawab pertanyaan lamaran atas wanita lain. Tanyakan sendiri padanya.”


Lalu Raja Bapati mendekati wanita yang dia maksud.


“Mau kah kau menikahiku?”


Nyai menunduk dengan dalam, tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh Raja Bapati padanya.


Ya, Raja Bapati terkenal sebagai Jin islam yang sangat taat, jadi aku tahu saat dia meminta menikah, maksudnya bukan diriku, dia takut pada Tuhan, makanya bukan aku lah yang dia maksud, karena kalau aku yang dia maksud, berarti dia melanggat ketentuan Tuhan, bahwa ada batasan yang jelas antara jin dan manusia.


“Aku saat ini melindungi Ayi, aku tidak bisa melakukan apapun tanpa ijinnya.” Nyai masih menunduk.


“Aku bukanlah pemilikmu, hatimu dan hidupmu milikmu. Maka kau berhak menentukan ini semua, kalau kau keberatan, kita bisa pergi dari istana ini dan mencari sekutu lain, karena untukku hatimu yang paling penting Nyai.” Aku berkata dengan tulus.


“Aku …. “


“Kau menginginkan pernikahan ini?” Aku bertanya.


“Aku ingin berada di sisimu.”


“Ya kan tidak perlu selalu ada, kau bisa tetap bersamaku walau tidak selalu di sisiku Nyai. Kalau kau ingin lakukan lah, kalau tidak maka jangan lakukan.”


“Aku menolak.” Nyai masih tertunduk, sungguh aku tidak bisa menangkap kedalaman hatinya, aku tidak tau dia ingin atau tidak ingin, karena ekspresinya sulit di tebak.


“Baiklah, kalau begitu mari kita pergi dari sini, mohon maaf Raja, kami tidak mampu memenuhi syarat anda, kami pamit, terima kasih atas semua perlakuan yang istimewa ini.”


“Apa lagi sekarang? Kemarin kau bilang bahwa kau tidak bisa menikah denganku dikarenakan harus menjaga Kharisma Jagat yang sudah tua dan diusir, aku mengerti, sekarang orang yang kau jaga sudah meninggal, lalu masih saja kita tidak bisa menikah?” Dia menahan kami, sepertinya memang ada kisah bagi mereka berdua. Apakah aku menjadi orang ketiga atas ksiah mereka.


“Raja Bapati, mohon jaga emosimu, ingat kau harus memiliki wibawa di depan semua rakyatmu.”


“Aku harus menunggu berapa lama lagi? Aku bahkan tidak memiliki Ratu di sisiku selama ratusan tahun karena menunggumu, sekarang kau masih membuatku menunggu. Katakana sejujurnya, apakah hatimu telah hilang untukku?” Raja berkata dengan sendu. Tanpa sengaja aku menengadahkan kepalaku, Malik menyadarinya dan menahan kepalaku agar tetap tertunduk dan terlindungi oleh Jubah berkerudung, tanpa sengaja aku melihat Raja  Bapati sekilas, tapi dia tidak melihatku.

__ADS_1


“Tampan sekali Nyai, mau aja gih. Udah Raja, Ganteng, setia lagi, nyari dimana yang kayak gitu.” Aku keceplosan, Nyai memegang tanganku dan menyuruhku untuk diam.


“Berisik kau!” Nyai berkata dengan tertahan tapi penuh penekanan.


“Aku tidak bisa menunggu lagi kalau begini.” Raja duduk kembali ke singgasananya.


“Aku sudah berjanji pada Ayi Mahogra untuk menjadi Karuhunnya, dia sudah menepati syaratku untuk membantu gadis kecil yang di rasuki iblis, aku pun harus memenuhi janjiku untuk menjadi Karuhunnya, kami akan melakukan perang besar, aku tidak ingin sibuk dengan urusanku, saat ini melindungi Ayi Mahogra adalah prioritas.” Nyai akhirnya berkata dengan menatap Raja Bapati.


“Baiklah Raja, aku akan melakukan hal yang tidak pernah aku lakukan sama sekali dalam hidupku, tapi aku rasa Tuhan akan mengerti. Mari kita lakukan perjanjian?” Aku mendekat kembali kearah singgasana Raja, cukup dekat tapi tidak bisa membuat kami saling melihat wajah.


“Baiklah, lanjutkan, aku mendengarkan.” Raja Bapati lebih tenang.


“Kalau dari yang aku tangkap kalian saling mencintai, maka tidak ada yang menjadi halangan lagi, selain takdir Tuhan, maka aku mengajukan perjanjian, lindungi aku dan pasukanku dalam peperangan, setelah peperangan, aku akan melepaskan satu Karuhun yang akan menjadi milikmu. Ini perjanjian yang akan disaksikan dua alam. Bagaimana?”


“Ayi!” Nyai terlihat marah.


“Tunduk kau pada perintahku sebagai Ayi Mahogramu.” Aku mengisyaratkan dia untuk diam, dia pun menunduk kembali.


“Baiklah, ini pertukaran yang adil, kita akan menyelenggarakan pernikahan setelah peperangan, aku akan pastikan seluruh pasukan dan rakyatku akan membantumu dalam peperangan, kau tau bahwa kami sebangsa Jin yang memiliki kemampuan diatas rata-rata, kami lah yang tertinggi di jenisnya. Maka bertarung adalah keseharian kami, Hutan ini di kuasai bukan karena kebaikan ataupun pemberian, kami memperjuangkannya, maka aku akan melindungimu dengan segenap usahaku.” Raja Bapati ternyata Raja tampan, kaya, setia dan sangat romantic, astaga, mulut ini seharusnya ditampar karena selalu memuji lelaki lain, tempat ini memang seperti sihir, wilayah kerajaan berbahaya untuk seorang perawan sepertiku, kalau tidak cepat-cepat pergi aku akan melukai hati malik dengan banyak memuji, sungguh wilayah kerajaan yang luar biasa.


“Ayi Mahogra, kalian akan tinggal di luar istana, karena aku tahu, untuk manusia, lingkungan kerajaan pasti terlalu silau bukan?” Raja Bapati menyindir. Sementara aku tertawa cukup keras, karena apa yang di katakana Raja benar.


“Kencang sekali kau tertawa.” Malik terlihat cemberut dia sepertinya menyadari aku mengagumi wajah para pria tampan di kerajaan ini, tapi kan aku punya mata, hatiku tetap pada tempatnya kok.


Setelah pamitan dan mengembalikan Jubah bertudung aku dan orang-orangku akhirnya di ijinkan menginap di salah satu rumah di luar areal kerajaan, rumah dengan luas yang cukup besar hingga mampu menampung seluruh pasukanku, kami akan beristirahat beberapa hari di sini, selanjutnya kami akan berlatih dan saling mempelajari ilmu yang kami miliki masing-masing.


Manfaatnya adalah agar ketika perang, kami mengenali sekutu dan bisa saling menjaga tidak menyerang sekutu sendiri karena mengenali gerakan, bau dan ilmu yang kami gunakan.


Tempat tinggal yang di sediakan raja sungguh sangat asri, aku tidak harus tidur diatas kayu dan jerami, kami disediakan kasur yang empuk, aku merasa sedang menginap di Vila berlibur bareng dengan para Karuhunku, mungkin kalau semua sudah membaik, aku akan member mereka liburan yang menyenangkan. Tapi diantara semua orang, yang paling aku rindukan adalah Ibu, Mas Ridho, Mbak Ayu dan Seina, tidak ada satu hari pun tanpa merindukan mereka.



“Apa yang sebenarnya terjadi Nyai?” Aku bertanya padanya, dia terlihat murung dari tadi, saat ini sudah malam, malam di kerajaan ini terasa bersih sekali, walau kerajaan ini kaya raya, tapi mereka mempertahnkan keasrian wilayahnya. Karena beberapa kota ghaib di negeri ini memiliki kota yang jauh lebih maju di banding dunia nyatanya, mereka menggunakan kekayaan dengan maksimal, mobil mewah, gedung pencakar langit, kaun jin genset, semua bisa kita temui kalau kau diijinkan masuk.


Tapi berbeda dengan kerajaan ini, semua di jaga kealiannya, keasriannya dan budaya-budaya yang diusung, mereka bahkan masih memakai kereta kencana, kuda dan transport yang menggunakan tenaga binatang.

__ADS_1


“Kami mengenal beratus-ratus tahun yang lalu, kakekku dan kakeknya bersahabat, sampai kakeknya mendirikan kerajaan ini, kakekku sebagai patihnya, mereka membangun kerajaan ini bersama, hingga menjadi seperti ini. Tentu menjodohkan anak keturunan mereka adalah hal yang wajar.


Sampai tiba giliran Raja Bapati untuk menikah dengan salah satu diantara kami, anak-anak ayahku. Aku 6 bersaudara, kami memilki kemampuan yang berbeda, seperti yang Ayi ketahui, spesialisasiku adalah menyembuhkan dan mengelabui, berbeda dengan saudari-saudariku, ada yang sangat kuat, ada yang sangat pintar dan ada yang sangat jago strategi.


Hari itu adalah hari pemilihan, kami bertemu dalam pesta penetapan Pangeran Mahkota.  Semua wanita mengincarnya agar bisa menjadi Ratu, termasuk semua kakak-kakaku, aku adalah bungsu.


Aku ketika itu masih sangat belia, masih muda, aku tahu dia tampan dan baik, serta prestasinya dalam mengembangkan kerajaan ini sungguh sangat mumpuni. Seperti yang kau katakana, bahwa dia adalah lelaki yang sempurna, tidak dapat dipungkiri aku pun menyukainya dan berharap dia mau memilihku, tapi aku kalah cantik disbanding kakak-kakakku.”


“Hah? Kau kalah cantik? Maksudnya gimana? Bahkan kau berpuluh-puluh kali lipat lebih cantik dari manusia paling cantik sedunia, dan kau bilang kau kalah cantik dari mereka?” Aku kaget dan cukup heran, kalau kakak-kakaknya lebih cantik dari dia, maka definisi Bidadari adalah sebutan yang pantas untuk keluarganya.


“Ya, kakak-kakakku jauh lebih cantik, bahkan orang tuaku mempersiapkan kakak keduaku untuk menjadi calon dari Pangeran Mahkota, karena kakak keduaku lah yang paling cantik diantara 6 bersaudara ini.”


“Wah, luar biasa, keluarga yang sangat istimewa.” Aku mengambil pisang goreng yang sudah di sediakan dan meminum kopiku, Malik sedang bertarung dengan Panglima, mereka memang begitu, senang sekali bertarung, biarlah yang penting jangan sampai ada yang tewasa saja.


“Lalu tibalah saat penunjukan, seperti harapan semua orang, Raja Bapati yang saat itu masih seorang Pangeran Mahkota memiliki kakak keduaku, aku pun merasa memang mereka akan serasi. Lalu kakak keduaku maju diiringi tepuk tangan yang meriah dari pata tamu undangan, tapi semua itu tiba-tiba berhenti saat Pangeran Bapati berkata, STOP!!!


Lalu semua orang terdiam, Raja jalan dan berlari kearah wanita lain, kakakku nomor 2 menunduk karena malu, semua orang terdiam, bagaimana bisa ini terjadi, bagaimana bisa Pangeran Bapati salah menyebut nama dan bagaimana bisa dia mempermalukan seorang gadis yang paling cantik di kerajaan ini, semua orang berharap Pangeran Bapati seharusnya bijak saat itu, dengan tidak melakukan penolakan. Kemungkinan, pernikahan mereka sebenarnya sudah diatur, makanya dia ditipu dengan diberikan nama Kakakku padahal dia menanyakan namaku, karena memang pernikahan keluarga kerajaan selalu diatur oleh keluarganya dan untuk pertama kalinya seorang Pangeran berani meluruskan kesalahan itu dan menentang pernikahan perjodohan itu, mungkin kejadian seperti ini sudah banyak dialami pangeran-pangeran sebelumnya tapi tidak ada yang berani menentang.” Nyai tertunduk lagi dan menangis.


“Apakah wanita yang dia dekati saat itu adalah dirimu?” Aku bertanya dengan hati-hati.


“I-iya.” Pecah tangisnya, aku memeluk dia, dia adalah kakak yang sangat aku sayangi, walau hubungan kami belum begitu lama, hati baiknya terasa sekali, dia memikirkan orang lain dulu baru dirinya, sama ketika syaratnay untuk menjadi Karuhunku adalah menolong seorang gadis, itu karena kebaikan hatinya, pantas Raja Bapati tidak dapat pergi ke lain hati, karena kecantikan bisa kalah oleh ketulusan yang tidak pernah lekang oleh waktu.


“Kau pantas bahagia Nyai, kalian sudah terpisah ratusan tahun, kalian sudah saling mendamba ratusan tahun, waktunya kalian bersama.” Aku mencoba membujuknya.


“Ijinkan aku menyelesaikan ceritaku, kakakku yang nomor 2, setelah setelah kejadian ini menjadi olokan seluruh rakyat, tadinya dia adalah seorang yang dielukan karena kecantikannya, berubah menjadi seorang yang dicemooh dan dihina, karena ditolak oleh Pangeran Mahkota secara terang-terangan. Lalu kakakku, perlahan-lahan berubah menjadi pribadi yang buruk, dia menjadi jin jahat dan pergi dari kerajaan ini, semuat itu karena aku, tidak seharusnya aku menggoda Pangeran Bapati ketika itu dan tidak seharusnya aku menikah dengannya, tidak saat itu ataupun saat ini.” Nyai kembali nangis.


“Kita memang bisa memiliki pasangan menikah kita, tapi hati kita lah yang memilih siapa yang pantas dicintai.” Aku memeluknya, aku bingung karena aku tidak memiliki solusi untuk rasa bersalah, Nyai Jasmine harus memafkan dirinya sendiri barulah mereka bisa bersama, aku melihat Malik dan Panglima sedang tepar bersama, seperti biasa, mereka berdua tidak bisa menang, selalu seri hasilnya.


Setidaknya kau dan Malik bersama sekarang.


_____________________________________


Catatan Penulis :


Jin banyak masalah juga ya ternyata, siap-siap mengucapkan selamat tinggal pada KARUHUN ya, bentar lagi END. Nanti kalau udah 3 part terakhir aku kasih tau.

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN COMENT.


__ADS_2