
“Mudah, dari jejak yang kita cari, gue tau dia dan Tini kearah Markas perlindungan, gue pernah ke sana sekali, tapi itu juga diam-diam, sesaat setelah gue dapat tubuh penuh beling itu, bau gue mirip bau mereka, jadi saat gue nyelinap nggak ada yang tau, gue kesana mencuri beberapa Karuhun milik Tetua, untuk ku jadikan Pasukan Seira kelak, yang rencananya akan aku berikan kalau aku tidak selamat.” Malik memang sering hilang dulu, bilangnya ada meeting gitu, atau malah mengerjaiku bilang pergi dengan seorang perempuan, taunya dia melakukan hal-hal gila untukku.
“Lu pernah menyelinap ke Markas mereka? Dasar gila lu!” Pram terlihat sedikit kagum.
“Lah, Hutan Selatan aja dia pernah nyelinap, tapi babak belur ya sayang?” Aku bertanya.
“Iya.” Malik tertawa, mengingat dulu Raja Bapati sangat ingin dia mati tapi setelahnya malah memberi Teh Amreta, teh kehidupan, dia bilang dia melihat cinta yang besar di hati Malik untuk seseorang, sama seperti dirinya yang sangat mencintai Nyai Jasmine. Malik pernah cerita padaku.
“Kenyang ya.” Kami sudah selesai makan.
“Aki sini.” Pram memanggil Aki dan bermaksud membayar, Pram sudah bawa uang banyak rupayan.
“Pegang ini, ini sekitar 10 juta, katakan seperti yang Seira katakana, jaga gunung ini, aku akan menelusuri apakah gunung ini milik pemerintah atau bisa dimiliki pribadi, kalau bisa aku akan membelinya untuk Seira, dan sudah pasti Aki sebagai kuncennya, uang ini pegang dulu, nanti aku akan transfer lebih banyak, yang penting bantu, siapa tahu gunung ini bisa kita miliki dan kita akan menjaganya dengan baik.” Pram memberikan uang itu, Aki itu terlihat kaget dan sangat berterima kasih, dia tidak menduga akan mendapat rejeki yang besar.
Setelah berpamitan, tidak lupa membayar Mienya, walau tadi sempat ditolak, tapi kami memaksa membayar, karena makan kami tidak termasuk biaya menjaga gunung itu makanya Pram tetap bayar semua biaya makan kami.
Kami melanjutkcan jalan ke rumah Ayah, Pak Hanif menelpon barusan, katanya keadaan di sana semakin kacau, pasti ulah Mudha Praya lagi, dia memang tidak bisa membuat aku tenang.
Naik Jeep kembali kea rah Desa Ayah, desa yang terakhir aku datangi ketika Ayah meninggal dunia, aku bahkan tidak sempat melihat jenazah Ayah.
Bertemu dengan Mang Engkus untuk pertama kalinya, bertemu dengan Aam untuk pertama kalinya dan memiliki begitu banyak orang yang mengenal jati diri asliku di sini.
Perjalanan menghabiskan 8 jam kami, sungguh perjalanan yang panjang, begitu kami sampai, langsung menuju rumah ayah, disana sudah berkumpul banyak orang, ada para orang yang dituakan, Pak RT, RW, Camat, Lurah dan Kades, ramai sekali, mereka memang sudah diberitahu bahwa aku akan segera sampai.
“Baik Ayi, sebelumnya terima kasih karena sudah bersedia datang ke desa kami, terima kasih karena mau membantu kami, jujur kalau ini tidak sebegitu menakutkannya, kami tidak akan mau menyusahkan Ayi, kami tahu bahwa Ayi sibuk, karena Mang Engkus bilang bahwa Ayi sedang menyiapkan acara yang besar, tapi sungguh saya memohon ini di karenakan kami menghadapi sesuatu yang jauh diatas kemampuan kami, dulu ayahnya Ayi selalu bisa menjaga kampung ini, tapi selepas meninggalnya ayahnya Ayi, semua pagar yang beliau buat sudah lepas dan tidak lagi melindungi kami.” Pak Lurah berkata.
Satu hal yang aku lupa, bahwa aku adalah anak hasil dari pernikahan cacat, yaitu pernikahan antara Kharisma Jagat Agung dengan orang biasa. Ya, ibuku adalah orang biasa, sedang Ayahku adalah Kharisma Jagat Agung, ayahku salah satu orang yang sangat ditakuti oleh Mudha Praya, karena Ayahku menentang jodoh adat dengan sangat keras, dia bilang hidupku milikku, terserah aku mau menikah dengan siapa, begitu dulu Ayahku berkata, ketika semua Tetua memintanya menikah dengan Kharisma Jagat.
Ayahku orang hebat karna mampu membuat markas pelindungan hancur waktu itu, tentu itu dikarenakan semua keluarga, saudara serta penduduk sini merupakan orang-orang yang istimewa, hampir penduduk yang lahir di sini baik lelaki maupun perempuan menjadi Kharisma Jagat, tapi hampir semuanya lebih suka menikah di luar dari garis jodoh adat mereka.
Makanya Ayahku menikah dengan ibuku, lalu lahir Mas Ridho, aku dan Seina, awalnya semua Ayahku menyangka bahwa Mas Ridho lah yang akan menjadi Kharisma Jagat Agung, karena memang level ayahku sangat tinggi di Tanah Pasundan, dia merupakan anak cucu keturunan garis Ayi Mahogra, jadi selaludari garis nene moyangnyalah Ayi Mahogra lahir, Ayahku tidak pernah menyangka bahwa aku akan menjadi Ayi Mahogra, karena ya dia sedikit tidak terlalu fokus untuk membaut anaknya menjadi Kharisma Jagat, dia juga tidak fokus pada satu istri. Ya, Ayahku menikah beberapa kali dengan meninggalkan istri sebelumnya, menelantarkan anak-anaknya, yang aku tahu, anakanya hanya berasal dari Ibuku saja, Istri lain dia tidak punya anak.
Andai Ayahku menjadi jauh lebih lurus dan mudah tergoda wanita, pasti dia sudah menjadi orang yang jauh lebih hebat, bukan orang yang dibenci anak-anaknya.
Kemampuan dan statusku adalah warisan darinya tentu saja, tapi jujur, aku tidak terlalu ingin mengakui bahwa Ayahku sehebat itu, maafkan anakmu yang belum bisa memafkanmu Ayah.
“Baik, dengan terbukanya pagar apa yang terjadi?” Aku bertanya, banyak juga penduduk ikut mendengar rapat mendadak ini.
“Pada petang hari, desa ini akan menjadi desa mati Ayi, karena akan bermunculan mayat hidup, mereka mengincar siapa saja yang menyalakan lampu, membuat kegaduhan dan bahkan berbicara, telinga mayat hidup ini sangatlah tajam.”
“Apa yang mayat itu lakukan Pak Lurah.” Aku bertanya.
__ADS_1
“Mereka menghampiri kami lalu memegan kepala kami, menekan fikiran waras kami dan menjadikan kami budak khayalan, semua orang yang pernah bertemu mayat hidup itu, tak ubahnya seperti mayat hidup juga Ayi, mayat hidup yang masih hidup tentunya, hanya sikap mereka benar-benar kacau, tak mau makan, tak mau minum, hanya meracau dengan tatapan kosong, kadang malah ngamuk.” Pak Lurah terlihat stress.
“Dimana para korban Pak?” Aku bertanya.
“Di rumahnya masing-masing Ayi,” Pak Lurah menjawab,
“Kumpulkan semua korban di lapangan terbuka sebelum petang, aku akan memindahkan mereka ke tempat yang jauh lebih aman, aku tidak ingin mereka menjadi boneka yang diatur oleh setan-setan sialan.” Aku geram karena tahu ini perbuatan siapa, mereka pasti pakai ilmu sirep, mengarang cerita tentang mayat hidup, kau fikir ini film tentang zombie, sampai ada mayat hidup, yang ada kubakar mereka hidup-hidup.
“Baik Ayi kami akan segera mengantar semua korban ke lapangan, dan memastikan semua korban akan sampai di lapangan sebelum petang.”
…
Semua korban sudah berkumpul di lapangan, Malik dan Pram membantuku mengikat mereka dan menidurkan mereka, supaya tidak ada yang lepas kendali, aku akan menaruh mereka semua di dunia bayangan, mereka akan seketika sembuh, karena dunia bayangan tidak akan mampu di tembus oleh sirep manapun, semua sirep seketika musnah, di dunia bayangan adalah dunia 0 yang hanya aku yang mampu membuat dunia itu menjadi apa.
Kalau perkiraanku tepat, semua korban sudah di hujam sirep yang dikirim melalui Jin yang menyerupai mayat hidup, lalu setelah tersirep, orang-orang ini jiwanya diikat di dalam tubuhnya, lalu semua panca inderanya dikendalikan oleh seseorang dari jauh, siapa lagi kalau bukan Kakek durhakanya Tini!
“Ok, semuanya dengar.” Aku meminta penduduk untuk mendengarkanku, mereka seketika diam. Banyak sekali orang di sini, ada sekitar 200an orang tidak termasuk para korban. “Setelah ini, aka nada angin besar, lalu semua orang yang aku ikat ini akan hilang bersama dengan Malik, mereka akan dibangunkan kembali di Dunia Bayangan, jangan khawatir mereka akan kembali dalam keadaan normal, mengerti?” Aku bertanya.
“Mengerti!!!” Mereka menjawab.
“Aku tidak akan membuatkan kalian pagar, karena aku ingin kalian yang membuat pagar, dan kemampuan ini harus kalian turun temurunkan pada anak-anak di desa ini, jadi tidak akan ada kejadian dimana orang yang membuat pagar mati, lalu desa ini jadi porak-poranda.” Aku berkata dengan berteriak.
Aku memang suruh Malik yang menyadarkan para korban, karena aku akan bertarung dengan mayat hidup ini bersama Pram, kami sepakat tidak membiarkan Mudha Praya mengetahui pernikahan palsu kami dengan cepat, maka dari itu aku dan Pram harus terliaht berjuang bersama, lagian Mudha Praya persis seperti belut pengecut licin.
Sebenarnya Mudha Praya itu sangat mahir dan memiliki ilmu yang tinggi, tapi ketamakannya akan kekuasaan serta kekayaan sungguh membuat ia buta, ia menjadi serakah begitu menikmati betapa besarnya dana yang dia kelola dari para Kharisma Jagat.
Seperti Pram saja tiap tahun uang kas yg harus dia setorkan sebanyak 2 Milyar Rupiah, itu hanya untuk uang kas Persatuan Tetua Tanah Pasundan, itu hanya dari 1 Pram, belum lagi begitu banyak Pram yang tidak terungkap, terakhir aku memeriksa catatan tahun lalu saja, diperkirakan ada 500 orang Kharisma Jagat yang kaya raya melebihi Pram, berarti sumbangan mereka jauh diatas Pram, memegang uang sebanyak itu ditambah kekuasaan diatas orang-orang kaya itu, seketika membuatmu merasa menjadi Tuhan.
Aku rasa itulah yang membuat Mudha Praya menjadi lupa diri, seperti nenek moyangnya yang menciptakan peraturan pernikahan adat.
"Queen, semua orang sudah mempersiapkan barang-barang yang kau butuhkan."
"Sebutkan Pram."
"Ada bambu sepanjang 3 meter yang ditaruh disetiap rumah, ada lonceng gebuk yang ditaruh di setiap gang dan ada kopi yang disediakan disetiap belokan. Kopinya buat sajen Queen?"
"Sejak kapan gue manjain setan? buat gue lah kalo lagi capek butuh energi, ya nyari kopi gampang."
"Astaga Queen, kenapa nggak sekalian kayak pembalap motor aja, tu kopi taro di punggungmu!" Pram kesal.
"Sabar, sabar." Aku tertawa.
__ADS_1
"Queen, peralatan itu untuk apa?" Pram bertanya, aku tersenyum dan menjawab.
"Semua penduduk harus berpartisipasi membantuku, tapi mereka kan tidak bisa mendekati mayat hidup itu, makanyabaku butuh bambunya agar mayat hidup itu tidak bisa mempengaruhi penduduk karena tertahan jarak bambu sepanjang 3 meter." Aku menjelaskan.
"Bukankah mereka Jin, apakah bambu bisa menahan jin?" Pram kembali bertanya.
"Aku tadi sudah menanyai beberapa penduduk, sepertinya asumsi awalku salah, mereka bukan Jin melainkan manusia yang diambil jiwanya lalu ditukar denga jin jahat, kata beberapa penduduk, mereka bisa memegang mayat hidup itu, jadi ada korban yang lolos tidak terkena sirep, karena mampu menangkis serangan mayat hidup itu, mayat hidup itu menyerang dengan menahan bahu korban, agar korban mau melihat matanya, laly seketika setelah melihat mata mayat hidup itu, korban akan menjadi linglung karena jiwanya diikat, korban yang berhasil selamat ini melihat beberapa temannya yang tidak selamat, dan seketika setelah dipaksa memandang mata mayat hidup itu, dia menjadi linglung. Dari sana aku yakin, bahwa mayat hidup itu manusia yang ditumpangi." Aku menjelasjan panjang lebar.
"Mudha Praya sepertinya memiliki masa kecil yamg kurang bahagia, makanya sekarang dia suka sekali membuat orang menjadi boneka." Pram mengejek Mudha Praya.
"Apapun alasannya, Mudha Praya harus segela dihabisi kekuasannya, dia orang jahat yang harus segera di basmi."
Semua orang terlihat bersemangat untuk melakukan perlawanan ini, Pram memyumbang dana sangat banyak, untuk konsumsi, untuk perlengkapan perlawanan, Pram sangat baik, dia tidak segan untuk mengorbankan hartanya untuk perjuangan ini, aku tahu bahwa dari semua yang dia lakukan, sebernanya tujuannya pasti hanya ingin aku bahagia, aku sangat bersyukur memilikinya disisiku kalau saja dia dipihak Mudha Praya, maka kekalahan pasti sudah menghadangku bahkan sebelum peperangan itu terjadi.
Bicara soal peperangan, bisa jadi perlawanan di desa Ayahku kali ini adalah sesi latihan, siapa tahu besok saat kembali lagi ke Kerajaan Hutan Selatan, kami sudah bisa membalik pertahan menjadi 4 jam.
“Kenapa kau melibatkan secara langsung penduduk untuk bertarung dan menajga desanya Queen?” Pram bertanya lagi.
“Aku hanya bersiap.”
“Aku tidak suka kata-katamu Queen.” Pram terlihat jengkel.
Jujur aku takut, kalau aku gugur dalam peperangan itu dan tidak mampu menjaga lagi desa ini maupun statusku sebagai Ayi Mahogra Kharisma Jagat, makanya setiap penduduk yang kubantu sebisa mungkin akan ku ajarkan untuk menjaga diri mereka sendiri, aku akan menurunkan banyak ilmu, jadi tidak akan ada kejadian seperti ayahku, ketika dia meninggal maka desa ini menjadi ketakuatn dan porak-poranda.
“Kita harus selalu memikirkan hal terburuk Pram, kalau memang aku tidak selamat, mereka tidak akan kesusahan, mereka masih bisa melindungi diri mereka dari serangan Mudha Praya, aku akan mengajarkan mereka pagar ghaib paling tinggi, sehingga Mudha Praya tidak mampu menembusnya, pagar yang akan diwariskan turun temurun, paling tidak itu yang bisa kulakukan di desa ayahku ini Pram.”
“Kalau boleh memilih, aku akan menggantikan posisimu Queen, tidak akan aku biarkan kau sedih dan tidak bahagia.”
“Pram! Awas kau kalau berani melakukan itu, aku tidak akan memaafkanmu!” Aku bersungguh-sungguh, Pram hanya diam saja.
Hari mulai petang, persiapan kami sudah selesai, aku tidak sabar bertemu para mayat hidup boneka ini.
_____________________________________________
Catatan Penulis :
Setidaknya ada dua tipikal cinta sejati, yang berjuang hingga mendapatkan, lalu yang terdiam tapi mengusahakan kebahagiaan.
Yang mana kamu?
Salam sayang daru Muka Kanvas/RPs Author Karuhun.
__ADS_1