
Ola berjalan menyusuri pertokoan mencari rumah makan dia belum menemukannya padahal sudah berjalan agak jauh dari super market, hanya toko-toko pakaian dan perhiasan yang berjejer.
Karena tidak tau rumah makan ada di mana dan takut jauh, akhirnya Ola berbalik arah kembali lagi ke Supermarket, makan di supermarket aja pikirnya daripada nanti ke sasar.
Tapi pas berbalik arah Ola baru ngeh ada satu ruko yang tutup dan lumayan besar ukurannya, di situ ada plang akan di jual dan ada no telpon juga. Iseng-iseng Ola mempoto ruko itu dan menyimpan no telpon yang tertera di sana ke ponselnya.
Ola masuk super market menuju tempat makan, kebetulan ada nasi jadi Ola langsung pesan dan makan di situ.
Selesai makan dia berbelanja kebutuhan pokok, sayuran dan buah-buahan, setelah selesai belanja lalu dia pulang ke rumah.
Sampai di rumah dia merapikan semua belanjaan dan di simpan di tempatnya, lalu dia duduk sambil makan ice cream.
Ola melamun sendirian dia memainkan ponselnya tiba-tiba dia ingat toko tadi.
"kalau aku membeli toko itu, usaha apa yang cocok untukku" dia ngomong sendiri.
"Apa aku buka butik aja kali ya, hobiku kan menjait, tapi apa aku bisa menjalankan bisnis itu?"
Ola bertanya-tanya dalam hatinya, dia ingin memulai bisnis kecil dulu sesuai bidangnya.
"Selamat siang boleh saya bantu?"
"Siang bu, apa benar toko di jalan xx dekat supermarket mau di jual dan berapa harganya?"
"Benar karena saya mau pindah kota dengan suami saya, jadi tokonya mau di jual harganya 2 milyar tapi bisa nego"
"Boleh saya melihat-lihat dulu bu, karena saya tertarik dengan toko ibu"
"Boleh tapi bisanya hari ini, karena besok saya akan ke luar negeri selama dua minggu"
'baik bu saya akan ke sana, jam berapa bu?"
"Jam dua siang ya, bisa?"
"Bisa bu"
"Ok saya tunggu jam dua nanti"
Ola melirik jam yang ada didinding samping mejaa makan ternyata sudah mau jam satu, lalu dia berjalan ke sofa mau selonjoran sebentar.
Lima belas menit berlalu ola masuk kamar untuk mengambil tas, dan segera berangkat menuju ruko tadi.
Sampai di ruko Ola di sambut baik oleh pemiliknya, dia melihat-lihat ruko itu secara teliti, lantai satu lumayan besar dan satu kamar mandi, di lantai dua ada kamar tidur dua, satu kamar mandi dan dapur mini.
Setelah melihat-lihat tempatnya, dan surat-suratnya lengkap Ola cocok dengan rukonya, lalu dia menawar untuk di turunkan harganya karena pemiliknya mau pindah dia kasih diskon jadinya 1,8 m deal.
Ola bernapas lega dia sekarang punya tempat bisnis baru, karena rencananya dia mau mengundurkan diri dari pabrik garment itu. Dia takut di apa-apain sama Jeki setelah kejadian kemarin.
Ola sudah bulat mau buka butik dari semenjak mencoba baju pengantin di butik Sonia dan Rosa dia membayangkan punya butik sendiri, dan sekarang tempatnya sudah ada tinggal mengganti warna cat, beli mesin-mesin perlengkapan jahit, beli bahan dan beli benang dan perlengkapan lainnya.
__ADS_1
"apa ibu mengenal tukang ngecat, saya mau ganti catnya sesuai tema butik saya nanti?" Ola bertanya kepada ibu yang menjual rukonya sama dia.
"Oh ada mbak tetangga saya, ini no ponselnya ada"
"terima kasih bu"
"Sama-sama mbak, smoga usahanya sukses dan maju"
"Amien bu"
Ibu itu memberilan no ponsel tukang cat, dan Ola menyimpan no itu.
Setelah pembayaran, surat-surat dan penyerahan kunci selesai, lalu Ola pulang ke rumah. Tiba di rumah jam enam sore Ola langsung mandi.
Ponsel Ola berbunyi tandanya ada pesan masuk, dia membuka pesannya ternyata dari Adit, lau mereka bertukar pesan.
"La kata mbak Mona tiket bulan madunya tiga hari lagi kamu siap-siap aja, jangan banyak bawa baju ganti beli di sana aja"
"Bulan madu untuk apa ya mas, bukannya kita tidak boleh bersama?"
"Pokoknya kita pura-pura dekat aja seperti waktu di hari pernikahan, kalau tidak di gunakan tiket itu nanti kita ketahuan"
"Baiklah mas, Ola paling bawa baju sekoper kecil aja Ola juga belum punya baju hangat untuk di sana"
"Besok beli aja dua potong dulu baju hangat, nanti di sana baru beli lagi"
"Iya mas"
"Baik mas"
Mereka menyudahi berkirim pesan, lalu Ola mencari no tukang cat semprot.
"Hallo selamat malam, ini dengan siapa?"
"saya Ola pak saya dapat no ini dari bu Retno tetangga bapak, kata beliau bapak cat tukang. Apa betul pak?"
"Iya saya tukang cat, apa membutuhkan jasa kami?"
"Iya pak, kebetulan saya mau ganti cat ruko yang baru kemarin di beli dari Bu Retno lokasinya yang dekat supermarket pak"
"Oh iya ruko itu saya tau, kebetulan yang ngecet waktu itu tim kami"
"Kebetulan sekali ya pak, apa besok bapak bisa mulai pak"
"Bisa mbak, kebetulan sekali karena kalau lusa saya tidak bisa, karena sudah ada jadwal di tempat lain"
"Syukur deh kalau besok jadwalnya kosong"
"Iya mbak, kami stanbay di lokasi jam delapan besok ya"
__ADS_1
"Iya pak, terima kasih"
"Sama-sama mbak terima kasih sudah percaya dengan jasa kami"
"Iya pak, selamat malam"
Telpon terputus setelah menyepakati harga dan waktu, Ola bergegas tidur karena sudah jam sembilan supaya besok bangun lebih pagi.
-
-
-
Jam enam pagi Ola sudah selesai sarapan dia sudah siap untuk pergi ke rukonya, setelah berjalan tiga menit Ola sampai di halteu bis.
Setelah menunggu sepuluh menit akhirnya bis datang juga, Ola naik bis sampai depan supermarket karena bisnya tidak melewati jalan depan rukonya dia berjalan sebentar dan akhirnya sampai.
Ola membuka rukonya sedikit setelah dia masuk lalu menutupnya kembali, Ola naik tangga ke lantai dua dia membuka pintu balkon supaya ada udara masuk. Dia menunggu tukang cat sambil browsing internet.
Jam delapan tepat para pekerja sudah dataang, karena sistemnya borongan jadi Ola tidak perlu repot menyediakan suguhan makanan seperti di kampung, tapi Ola inisiatif aja hanya menyediakan air mineral, air panas, kopi dan kue-kue juga gelas plastik sekali pakai biar nanti mereka bikin sendiri kopinya.
Setelah selesai menunjukan warna apa aja di setiap ruangannya dari lantai dua dan lantai satu, Ola membayar full semuanya sesuai kesepakatan harganya. Lalu mereka mulai mengerjakan tugasnya.
Jam sembilan Ola menuju pabrik garmen dengan naik busway, tiga puluh menit berlalu dia sampai di halteu bis dekat pabrik itu.
Ola berjalan menghampiri pintu gerbang yang tertutup dia mendekati pintu kecil samping gerbang itu, pintu kecil itu ada lubang berbentuk kotak biasanya di gunakan tamu untuk minta ijin ke satpam.
"permisi pak satpam saya mau ijin menghadap ke kantor personalia"
"ada urusan apa kamu menghadap ke personalia?"
"mau mengundurkan diri pak"
"pantesan kamu datang siang, kenapa kamu berhenti? Padahal di sini kerjanya enak, gajinya lumayan dan aturannya tidak aneh-aneh lho"
"saya msudah mendapat pekerjaan yang lebih baik pak"
"syukur deh kalau begitu, silahkan masuk!"
Setelah di ijinkan oleh satpam dan di bukakan pintu besi itu lalu Ola masuk, dia berjalan menuju kantor personalia.
Setelah pengajuan pengunduran diri dan di setujui personalia Ola mendapat surat pengalaman kerja, karena sudah delapan tahun dia bekerja di situ dia mendapat hadiah kenang-kenangan dan uang saku.
"Terima kasih sudah bekerja disini selama delapan tahun dengan baik, smoga di tempat baru mendapatkan kenyamanan dan kesuksesan"
"Amien. Terima kasih"
Setelah berjabat tangan Ola keluar dari ruangan personalia, dia berjalan menuju pos satpam dan setelah pamit dengan satpam Ola menuju halteu bis.
__ADS_1
Setelah lima menit menunggu buswaypun datang, Ola naik bis menuju rumah karena Adit mau datang jam makan siang katanya.