Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
roula Keguguran


__ADS_3

Helmi membuka pintu mobil dia melihat istrinya yang merintih kesakitan dahinya mengeluarkan darah, dia membuka sabuk pengaman istrinya Helmi langsung menggendong istrinya membawa ke IGD.


"sayang kamu yang kuat ya" kata Helmi sambil berjalan cepat di ikuti sopirnya.


Rintihan Ola semakin lemah dan hilang membuat Helmi panik


"sayang... Sayang..." Helmi terus memanggul istrinya yang tidak menyahut.


Dokter sangat sigap memberi pertolongan kepada pasien kecelakaan, Ola langsung di tangani dengan cepat.


Helmi di suruh menunggu di luar karena Ola harus ada tindakan operasi segera, dia meraih ponselnya dan menelpon paman Andrew.


Paman Andrew sangat geram dia kecolongan, padahal orang suruhan tuan Moo sudah dia bereskan. Siapa lagi yang berani-berani mengusik keponakannya beliau sangat marah atas apa yang terjadi.


Dalam waktu tiga puluh menit tuan Andrew sudah mendapat laporan, bahwa yang mengincar nyawa keponakannya orang suruhan tuan Moo juga beliau marah kepada anak buahnya karena lengah menjaga keponakannya.


Helmi duduk sambil menangis di ruang tunggu, dia mencemaskan istrinya yang sedang di operasi.


"sayang kamu pasti kuat, ya tuhan sembuhkanlah istri hamba" Helmi terus berdo"a dalam hatinya.


Satu jam berlalu dokter keluar dari ruangan operasi, Helmi langsung berdiri menghampiri dokter itu.


"bagaimana keadaan istri saya dokter?" tanya Helmi


Dokter menghela napas berat, beliau menggenggam tangan Helmi.


"sebelumnya saya mohon maaf tidak bisa menyelamatkan janinnya, dan kami tim dokter terpaksa mengangkat rahim istri anda" dokter berhenti dulu bicara dia menghela nafas lagi membuat Helmi tambah khawatir.


"lalu istri saya bagaimana dok?" Helmi menggoncang tangan dokter menunggu jawabannya.

__ADS_1


Belum aja dokter menjawab Roula keluar dari ruang operasi, dia terbaring di ranjang pasien dengan mata tertutup rapat.


Ranjang itu di dorong perlahan, Helmi berlari menghampiri ranjang itu dan dia langsung membungkuk menciumi wajah istrinya sambil menangis histeris.


"sayang bangun, sayang jangan tinggalin aku dan anak-anak kita. Ayo banguuunn" Helmi menciumi wajah istrinya dan membelai rambut istrinya.


"tenang tuan, istri anda belum sadar mungkin beberapa jam lagi setelah obat biusnya habis. Sekarang kami akan memindahkannya ke ruangan rawat inap" kata dokter itu membuat Helmi sedikit lebih lega.


Helmi berjalan di pinggir ranjang yang di dorong sambil menggenggam jari tangan istrinya, dia memandang wajah istrinya yang sedikit pucat dahinya di perban dan tangan satunya lagi di infus.


Ola keguguran dan rahimnya di angkat karena kena benturan keras di perutnya dahinya di perban karena benturan juga, tidak ada luka lain lagi selain itu hanya memar di tangan dan pinggulnya.


Sudah dua jam di ruang rawat inap tapi Ola belum sadar juga, tuan Andrew dan istrinya sudah tiba di rumah sakit beliau syok mendengar keponakannya keguguran dan rahimnya di angkat.


"besok anak buah saya mau ke Indonesia, saya nau buat perhitungan dengan si Moo" kata tuan Andrew geram


"saya juga sudah menelpon anak buah saya om, mereka sudah mulai bergerak sekarang" kata Helmi Dirgantiro dia sangat marah kepada tuan Moo karena mencelakakan istrinya dan membunuh calon anaknya.


"ya benar kita harus bersatu untuk menumpas nereka sampai ke akar, selama ini kami hanya melindungi istri karena masih ada rasa kemanusiaan mengingat beliau masih saudara dengan istri saya tanpa menyerang mereka. Tapi mereka benar-benar membuat kesabaran saya habis, maka sekarang saya tidak akan mengampuni mereka yang telah mencelakakan keluarga saya" jawab Helmi geram.


"sekarang kita harus melawan mereka, dan mengembalikan semuanya kepada yang berhak" kata tuan Andrew.


Mereka mengobrol serius sampai malam, tuan Andrew dan istrinya kembali ke mansion dan hanya Helmi yang menunggunya di dalam ruangan itu. Tapi di luar ruangan banyak anak buah tuan Andrew yang menjaga.


Helmi duduk di samping istrinya sambil menatap wajah istrinya, perlahan dia membelai wajah dan rambut istrinya dengan penuh kasih sayang.


"kamu kapan sadarnya sayang? Jangan bikin cemas aku dan anak-anak, aku percaya kamu itu perempuan kuat dan hebat jadi kamu pasti bisa melewati ini dengan baik" Helmi bergumam sendiri sambil terus mengelus-ngelus rambut istrinya, dan tidak terasa dia tertidur sambil duduk di samping ranjang istrinya.


***

__ADS_1


Perlahan mata Roula terbuka dia melihat sekeliling tanoa berkata, dia masih setengah sadar seolah-olah sedang bermimpi dia menggerakan tangannya dan menaruhnya di kepala suaminya tanpa berkata apapun.


Helmi terbangun merasakan ada tangan yang membelai kepalanya dia bahagia melihat istrunya yang sedang menatapnya, dia tersenyum melihat istrinya sudah sadar dia menggenggam tangan istrinya lalu menciumnya.


"selamat pagi sayang, puji tuhan kamu sudah sadar sayang. Terima kasih tuhan" Helmi memeluk istrinya, dia sangat bahagia istrinya sudah sadar.


"mas anak-anak di mana?" tanya Ola sambil melihat ke sana kemari.


"anak-anak nanti ke sini dengan om Andrew sayang, sekarang apa yang di rasakan sayang?" kata Helmi sambil terus membelai kepala istrinya.


"oh iya mas jam berapa mereka ke sininya? aku haus mas, dan perutku agak nyeri" kata Ola sambil mengusap-usap perutnya.


"paling jam sembilan nanti sayang, sabar ya sayang nantu perutmu sehat lagi sekarang jangan bergerak dulu ya. Ini minum dulu sayang" kata Helmi sambil memencet tombol ranjang pasien supaya posisi istrinya setengah duduk lalu dia menyodorkan sedotan air minum ke mulut istrinya.


Setelah Ola minum Helmi memencet tombol ranjang lagi supaya istrinya terlwntang lagi.


"mas bagaimana kandunganku? Perasaan kemarin banyak keluar darah setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi?" tanya Ola dia ngomong perlahan karena masih lemas.


"sayang maafkan mas tidak bisa melindungimu kemarin, mas pikir di parkiran rumah sakit aman sehingga tidak ketat penjagaan untukmu. ternyata mas salah prediksi sehingga membuat kehilangan calon anak kita" jawab Helmi sambil memeluk istrinya yang mulai mengeluarkan air mata, Ola baru tau bahwa dia kehilangan calon anaknya.


"kemarin kita terlalu bahagia akan di karuniai anak kembar lagi dan membuat kita lengah ya mas, anak-anakku maafkan mommy yang tidak bisa menjaga kalian hiks hiks" Ola menangis pilu sambil mengelus perutnya.


"iya sayang maafkan aku yang tidak bisa menjaga kalian" jawab Helmi dia merasakan sangat sakit mendengar istrinya menangis pilu.


"mas tidak salah, ini salahku hiks... hiks" Ola malah menyalahkan dirinya.


"sudah sayang, kamu tidak bersalah. Sekarang yang penting kamu sehat dan semangat, ingat ada dua anak yang butuh perhatian dan kasih sayang kita. Jangan sampai nanti mereka mengetahuinya dan membuat mereka sedih, kita harus berusaha tidak menunjukan apa-apa kepada mereka" kata Helmi dia berusaha menghibur istrinya walaupun hatinya perih dan sakit.


Ola berusaha menenangkan diri untuk menyambut anak-anaknya yang sebentar lagi datang, Helmi mengelap wajah istrinya lalu memoleskan bedak tipis supaya istrinya terlihat segar lalu dia merapikan dan menyisir rambut istrinya.

__ADS_1


"taraaa... Sekarang kamu lebih segar sayang" kata Helmi sambil mencium pucuk kepala istrinya.


"terima kasih mas, kamu memang suami terbaik" kata Ola sambil mengacungkan jempolnya


__ADS_2