
Pagi-pagi Roula sudah Rapi karena hari ini dia mau datang ke perusahaannya, tuan Hwan mau menunjukan dan mau memnimbing dia sebagai pemilik perusahaan itu.
"sayang anak-anak tidak usah di bawa sekarang ya biar di mansion aja di sini banyak yang menjaga mereka, supaya kamu fokus mempelajari menjadi seorang pemimpin" kata Helmi sambil membetulkan anak rambut istrinya yang menjuntai di pipinya.
"iya mas, kalau mereka ikut pasti riweh lari kesana kemari aku gak bakal fokus walaupun pengasuhnya ikut.Biar di sini aja sama oma dan opanya juga Ica, mereka selalu anteng main rumah-rumahan" jawab Ola sambil menggandeng tangan suaminya, mereka menuruni tangga menuju ruang makan untuk sarapan pagi.
"mommy mamnya mau di suapin mommy" kata Dal Mi.
"iya sayang, ayo aaa" jawab Ola sambil menyendok nasi goreng dan memasukan ke mulut anak perempuannya.
"sekarang giliran abang aaa" kata Ola kepada anak lelakinya.
Daniel menerima suapan dari ibunya, Ola menyuapi anak-anaknya bergantian sampai nasi goreng di piring mereka bersih setelah itu baru dia mau mulai sarapan.
"sekarang mommy di suapin daddy aaa" kata Helmi karena istrinya sudah menyuapi anak-anaknya.
"hihihi mommy lutu udah besal mamnya di suapim" kata Dal Mi cekikikan
"gak apa-apa sayang, kan tangan mommy sudah menyuapi kalian berdua. Nah sekarang giliran mommy yang di suapin daddy" jawab daddy Helmi kepada anak perempuannya.
"supaya tangan mommy tidak cape ya dad?" tanya Daniel kepada ayahnya.
"iya sayang, kan nanti mommy kerja lagi supaya tangannya tidak pegal" jawab Helmi kepada anak lelakinya.
Roula tersenyum bahagia melihat anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas, dia merasa beruntung memiliki keluarga yang menyayanginya dan di kelilingi orang-orang baik.
"abang sama adek nanti main lagi sama ka Ica, oma, oppa juga nanny ya, mommy dan daddy mau kerja dulu" kata Helmi kepada anaknya.
"ok dad" jawab keduanya serempak.
__ADS_1
"ok sekarang cium mommy dulu" kata Ola sambil mencium anaknya bergantian dan di balas ciuman dari ke dua anaknya.
"ok mommy aku sayang mommy" kata Daniel sambil memeluk ibunya.
"Dal Mi juga sayang mommy dan daddy" kata Dal Mi tidak mau kalah memeluk orang tuanya bergantian, akhirnya mereka berempat berpelukan seperti teletabis.
Setelah pamit kepada orang tuanya dan mertuanya mereka keluar mansion menuju mobil yang sudah menunggu di halaman mansion, Helmi menggandeng pinggang istrinya sampai di mobil mereka masuk di mobil yang sama berangkat menuju perusahaan Roula.
Ola dan Helmi sampai di perusahaan, mereka berdua masuk yang sudah di tunggu tuan Hwan di lobbi.
"hallo ponakan selamat datang di perusahaanmu, apa kabarmu?" kata tuan Hwan sambil memeluk Ola erat dia baru bertemu langsung dengan saudaranya, biasanya melihat potonya doang dari tuan Hartono.
Perusahaan ini di dirikan oleh tuan Kim dan nyonya Merlyn orang tuanya Roula yang sempat di kuasai pamannya tuan kim dan anaknya, sekarang dikembalikan lagi ke pemiliknya ahli waris tuan Kim dan nyonya Merlyn yaitu Roula Kim.
"baik om" jawab Ola sambil membalas pelukan tuan Hwan, dia sudah di beritahu suaminya tentang tuan Hwan.
"kamu sangat cantik mirip orang tuamu terutama ayahmu, dan kamu tumbuh jadi perempuan kuat dan hebat" kata tuan Hwan.
"hallo nyonya saya Jonatan" kata Jonatan sambil mengulurkan tangannya.
"saya Ola, mohon bimbingannya karena saya masih belajar" jawab Ola sambil menysmbut tangan asistennya.
"ayo om tunjukan ruanganmu" kata tuan Hwan sambil berjalan di depan Ola menuju lift karena ruangan Ola ada di lantai atas gedung itu.
Mereka memasuki lift untuk naik ke lantai atas, sampai di atas tuan Hwan menunjuk ruangan Ola dan beliau membuka ruangan itu.
"ini ruanganmu, om sudah mengganti cat dan furmiturenya smoga Ola suka" kata tuan Hwan
"Ola suka om, ruangannya bagus dan nyaman" jawab Ola sambil memutar pandangannya, pandangannya berhenti di poto ukuran besar yang di pajang di dinding ruang kerjanya dia menatap poto kedua orang tuanya sambil menitikan air mata.
__ADS_1
Ola berjalan mendekati poto yang di gantung di dinding, lalu dia mengelus poto kedua orang tuanya.
"mom, dad, Ila kangen" gumam Ola sambil menangis.
"yang kuat sayang beliau sedang memantaumu dari surga, kamu harus menunjukan kemampuanmu kepada orang tuamu untuk menjalankan perusahaan ini dengan baik. Kami akan selalu ada di belakangmu" kata Helmi sambil memeluk dan mencium pucuk kepala istrinya.
"om juga akan selalu memantaumu, jangan khawatir kami akan selalu melindungimu" kata tuan Huan sambil menepuk-nepuk punggung Ola.
Ola membalas pelukan suaminya dia menangis di dada suaminya
Setelah Ola tenang, Helmi memberikan air minum kepada istrinya. Tuan Hwan berjalan ke dekat dinding yang di depannya ada rak buku lalu dia menunjukan tombol di sana.
"ini rak multi pungsi kalau di tekan tombol ini tuh raknya bergeser dan kalau kita masuk nanti tertutup sendiri dan terkunci otomatis, lihatlah ini kamar untuk istirahat. Om juga sudah mengganti cat dan furniture kamar ini dengan yang baru" kata tuan Hwan sambil menekan tombol samping rak.
Rak bergeser ke samping tuan Hwan masuk diikuti Ola dan Helmi, Ola terharu sekali masuk ruangan itu dia menitikan air mata lagi teringat orang tuanya yang mendesain ruangan itu.
"istirahat dulu di kamar ini, tenangkan dirimu sebentar nanti om akan menunjukan dokumen-dokumen penting" kata tuan Hwan.
"baik Om" jawab Ola sambil duduk di tepi tempat tidur.
Tuan Hwan keluar setelah memencet tombol dan rak itu bergeser, lalu rak itu tertutup dan terkunci kembali.
"berbaringlah sayang" kata Helmi sambil membaringkan istrinya di atas kasur, lalu dia membuka sepatu Roula dan menaruhnya di lantai kamar setelah itu dia melepaskan sepatunya dan naik ke atas ranjang lalu memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya penuh kasih.
Ola membalas memeluk suaminya dan membenamkan wajahnya di dada suaminya, di balik kesedihannya karena teringat orang tuanya diapun bahagia memiliki suami yang sangat menyayanginya.
Di luar kamar tuan Hwan dan Jonatan sedang menyusun pesta penyambutan Roula dan akan memperkenalkan kepada rekan-rekan bisnisnya juga karyawannya, rencananya tiga hari lagi akan di adakan pestanya dan Jonatan mengirim undangan resmi kepada rekan-rekan bisnis lewat email.
Satu jam kemudian Ola keluar dari kamarnya dia sudah lebih tenang sekarang, Helmi mendudukan istrinya di kursi kebesarannya yang baru lalu dia membuka laptop kerja istrinya sambil berkata.
__ADS_1
"bekerjalah dengan ikhlas dan semangat sayang, aku merestuimu dan akan selalu mendukungmu. I love you" kata Helmi sambil mengecup kening istrinya.
"terima kasih mas kamu yang terbaik bagiku, i love you more suamiku" jawab Ola, dia menarik napas panjang lalu menyatukan jarinya di dadanya sambil memejamkan matanya untuk berdo'a. Setelah itu Ola menyalakan laptopnya, untuk memulai pekerjaan baru sebagai pemimpin perusahaan miliknya.