Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Jus Jeruk Spesial


__ADS_3

Roula pulang dari kampusnya dengan mengendarai mobilnya, di ikuti Helmi dari belakang dengan mobilnya juga.


Tiga puluh menit kemudian Ola sampai di butiknya di sambut pelukan hangat dari sahabatnya.


"hi Mil gue kangen"


"sama gue juga La, eh itu ada tamu"


Mila melepaskan pelukannya melihat Helmi masuk butik, dia mengira itu pengunjung butik yang mau belanja.


"hallo tuan silahkan masuk, ada yang bisa saya bantu?"


"oh tentu, tolong tunjukan desain gaun pengantin"


"baik tuan silahkan duduk, gaun pengantin untuk siapa tuan?"


"untuk calon istri saya"


Helmi duduk sambil mesem melihat Ola yang nyengir sambil berdiri di samping meja kerjanya, mereka sengaja mau ngerjain Mila.


"ini tuan desain-desain gaun pengantin, silahkan di pilih mana yang cocok"


"iya mbak terima kasih"


"sama-sama tuan, padahal kalau calon istrinya di bawa ke sini itu lebih bagus biar kami langsung mengukurnya biar ukurannya pas"


"tenang aja mbak, calon istri saya kalau di panggil langsung ada dalam hitungan detik"


"lho ko bisa?"


"ya bisalah dia sekarang ada di samping saya, sini sayang"


Helmi mendudukan Ola dalam pangkuannya sambil tersenyum melihat reaksi Mila yang melongo, Ola juga mengikuti permainan Helmi dia melingkarkan tangannya di leher Helmi sambil mencium pipi calon suaminya.


"kalian...? La gue enggak salah liat kan?"


"enggak Mil sorry ya udah ngerjain lo, kenalin ini mas Helmi calon suamiku"


"mas Helmi bukannya anak tuan Hartono?"


"iya Mil"


"ko bisa La, bukannya dia kakaknya Aditia?"


"iya kakak angkat, udah yuk bengongnya nanti gue ceritain semua. Sekarang kenalin dulu yuk mas"


Ola meraih tangan Helmi dan menaroh di atas meja kerjanya di sambut tangan Mila dan mereka berjabat tangan.


"Helmi Dirgantoro"


"Mila Karmila"


Setelah berjabatan tangan Mila mau mengambilkan air minum untuk Helmi, tapi di cegah Ola karena mereka mau langsung ke atas.


ola naik ke lantai dua di ikuti Helmi yang membawa majalah desain gaun pengantin.

__ADS_1


"enak juga di sini sayang, kamu yang desain interiornya?"


"iya mas, aku desain sendiri waktu itu hitung-hitung belajar"


"tapi hasilnya bagus ko mas suka paduan warnanya"


"makasih mas"


Ola berjalan ke dapur kecilnya dia membuka kulkas dan mengambil jeruk, lalu dia membuat jus jeruk dan setelah itu memberikannya ke mas Helmi.


"terima kasih sayang"


"sama-sama mas ayo di minum biar segar"


"iya sayang tapi kamu dulu sini duduk di sini"


Helmi menarik pelan tangan Ola dan mendudukannya di sampingnya, dia meminumkan jus jeruk ke Ola setelah itu baru dirinya hmmm benar-benar romantis ya mas Helmi sekali jatuh cinta langsung klepek-klepek di buatnya.


Helmi me*umat b*b*r Ola yang belepotan dengan jus jeruk itu, sampai Ola melongo kaget di buatnya.


"hmmm segar sekali sayang, terima kasih ini sangat enak dan lezat"


Ola mengangguk dia masih kaget dengan gerakan Helmi yang tiba-tiba.


"sayang kamu kenapa diem aja, mau lanjut yang lebih gak biar tambah segar?"


Helmi meraih gelas jus lagi dan meminumnya setelah itu me*umat b*b*r Ola, dia mengexplor rongga m*l*t Ola dan membelit *id*hnya dan meng**sapnya dengan lembut.


Ola terengah-engah mendapat serangan mendadak dia berusaha melepaskannya karena hampir kehabisan napas, Helmi mengerti dia melepaskan pagutannya secara pelan dia membiarkan Ola menghirup udara yang banyak setelah merasa cukup pasokan udara masuk Helmi melanjutkan lagi kegiatannya, kali ini Ola membalasnya pelan-pelan karena mulai terbuai dengan kenikmatannya.


Sambil tersenyum Helmi mengecup b***r Ola yang terlihat bengkak.


"maaf sayang mas kelepasan jadi bengkak nih"


Roula mengangguk sambil tersenyum dia buru-buru ke dapur ngambil air putih dan meminumnya sampai habis satu gelas, Helmi menghampiri Ola dan mengambil gelas bekas Ola lalu dia juga mengisi air putih dan meminumnya sampai habis. Mereka seperti habis lari maraton ya hehehe...


"yuk sayang duduk lagi di sofa mas mau lihat gaun pengantin rancanganmu"


Helmi menarik pelan tangan Ola lalu mereka duduk di sofa dan membuka majalah desainnya, Helmi suka dengan semua rancangan Ola dia menunjukan salah satu rancangan yang dadanya tertutup karena dia tidak rela miliknya nanti di lihat orang.


"yang ini sayang bagus, tidak terbuka depannya"


"iya mas, tapi gaun buatku akan kubuat beda dari gambar yang ada disini"


"oh ya yang bagaimana?"


"ada di file di leptop mas, sebenarnya aku sudah merancangnya dua bulan yang lalu tinggal membuatnya"


"coba mas lihat"


Roula membuka tasnya dia mengeluarkan laptop dan menyalakannya, dia membuka file desain gaun pengantinnya dan bahkan desain tuxedonya juga sudah di gambar serasi dengan gaunnya.


"wooow ini lebih bagus dan keren dari yang tadi mas suka ini sayang, dan tuxedonya juga mas suka"


"iya mas kala itu Ola lagi menghayal menikah dengan lelaki impianku memakai gaun seperti ini dan suamiku memakai tuxedo seperti ini berdiri di pelaminan sambil saling menatap penuh cinta, dan syukurlah sekarang akan segera terwujud"

__ADS_1


"jadi penasaran siapa lelaki impiannya kala itu hmmm?"


"ada pokonya"


"siapa sih sayang? Mas cemburu ni"


"ada pokonya kala itu orangnya masih kuliah di Amerika"


"wih ternyata kamu sudah menghayal menikah dengan mas dari dua bulan lalu ya hehe mas jadi berbunga-bunga"


"ih jangan geer ya mas"


"lalu siapa dong sayang?"


"ada deh"


"ih kok gemes ya, siapa lagi coba yang kuliah di Amerika?"


"banyak mas ih"


"banyak itu siapa orangnya sayang kan ada namanya?"


"pokonya rahasia iih mas geli"


Ola jadi malu ketauan memimpikan Helmi bersanding di pelaminan dengannya, dia pura-pura ngeles tapi Helmi malah menggelitik pinggangnya.


"makanya ngaku jangan malu-malu gitu mas senang ko, berarti kita sama malahan mas cemburu ketika melihat poto pernikahanmu yang di upload mbak Mona di medsosnya aku berhayal coba aku yang ada di sampingmu waktu itu tapi aku lagi ujian lagi konsen dengan tugas kuliah belum memikirkan pernikahan tapi setelah melihat potomu aku jadi nyesel kenapa waktu itu bukan aku yang menikahimu"


"yang bener mas?"


"iya sayang dan pas dengar pernikahanmu di batalkan, mas jadi semangat ingin mewujudkannya dan ternyata di kasih jalan sama tuhan ketika kita bertemu mas yakin benar-benar mencintaimu dan akhirnya kita akan menikah"


"syukurlah mas aku tidak malu mengakuinya sekarang, pas daddy memperlihatkan poto mas kala itu hatiku berdesir menghangat ternyata itu rasa cinta"


"syukurlah kita sama-sama saling mencintai sayang, mungkin rasa itu sudah ada dari kecil ya tapi kita tidak menyadarinya"


"mungkin aja ya mas"


Helmi memeluk Ola senang mereka menyalurkan rasa yang membuncah di dalam dada.


"mas gak balik lagi ke kantor?"


"mau sayang bentar lagi masih kangen"


Helmi memainkan anak rambut Ola yang tergerai di dahinya, dia mengecup kening Ola lembut.


"permisi La gue ganggu ga"


Suara teriakan Mila memanggil Ola dari bawah, karena ada tamu yang ingin langsung bertemu dengannya.


"bentar Mil gue turun sekarang...


Mas aku ke bawah dulu bentar ya"


"iya sayang"

__ADS_1


Ola turun menemui klayennya yang sudah menunggunya di bawah.


__ADS_2