
Sudah hampir seminggu Daniel dan Dal Mi tinggal di Jogja bersama orang tua Helmi, membuat Ola sangat merindukan mereka karena baru kali ini jauh dari anaknya.
"mas besok sabtu ke Jogja yuk, aku sudah kangen dengan anak-anak" kata Ola sambil bersanbar di pundak suaminya, mereka lagi santai di sofa selepas makan malam.
"iya sayang mas sudah pesen tiket ko, karena mas juga sudah kangen dengan mereka" jawab Helmi dia membelai rambut istrinya.
"terima kasih sayang" kata Ola sambil mencium suaminya, Helmi juga melakukan hal yang sama kepada istrinya.
Mereka berdua saling memadu kasih di sofa ruang audio, di sana ruangannya luas tapi tertutup para art dan pegawai tidak berani masuk ke sana kecuali kalau lagi bersih-bersih.
Jam sembilan malam mereka pindah ke kamarnya untuk melanjutkan hal yang lebih jauh lagi, biar lebih nyaman kalau setelahnya langsung tidur.
Jam lima pagi Ola dan Helmi sudah berangkat ke bandara karena pesawatnya terbang jam tujuh pagi, setelah sampai di bandara mereka langsung chek in dan masuk ke dalam pesawat.
Setelah penerbangan satu jam lebih mereka sampai di bandara Jogja, mereka sudah di tunggu mobil jemputan di Sana.
Ola tersenyum senang setelah sekian lama dia baru kembali ke Jogja lagi, terakhir dia pulang sebelum menikah dengan Aditia dan sekarang dia kembali setelah hampir tujuh tahun.
Setelah dua jam lebih perjalanan dari bandara Jogja menuju villa perkebunan tuan Hartono akhirnya mereka sampai dengan selamat.
Ola dan Helmi turun dari mobil mereka sudah di sambut kedua anaknya juga oma opanya di depan teras.
"mommy, daddy" Daniel dan Dal Mi loncat-loncat kegirangan, mereka langsung menghambur ke pelukan orang tuanya.
Ola menciumi seluruh wajah anaknya bergantian, rundunya sudah terbayar melihat mereka sehat-sehat di sini.
"abang dan adik senang gak tinggal di sini?" tanya Ola kepada kedua anaknya.
"senang mom, di sini selu jalannya naik tulun" jawab Daniel dia memang menyukai naik mobil jeep keliling perkebunan, darah opanya sudah mengalir dalam tubuhnya.
"syukurlah kalau kalian senang, pantesan jarang video call sama mommy dan daddy ya" kata Ola menggelitik anaknya.
Setelah puas memeluk dan berinteraksi dengan anaknya, Ola dan Helmi baru memeluk orang tuanya.
"apa kabar mom, dad?" tanya Ola dan Helmi hampir bersamaan.
"kabar kami baik, apalagi ada dua orang bocil yang bikin suasana rame" jawab nyonya Sri sambil memeluk menantunya.
Mereka masuk ke dalam dan duduk di ruang keluarga, para art menyuguhkan minuman dan makanan juga buah-buahan di meja untuk majikannya yang baru datang.
"Daniel itu hampir tiap hari ngajak keliling di perkebunan, dia suka sekali naik mobil jeep padahal usianya baru tiga tahun lebih benar-benar persis daddy waktu kecil" kata tuan Hartono menceritakan cucu laki-lakinya.
"hmmm anak daddy suka dengan alam ya ternyata, tapi jangan sering-sering sayang kan abang harus jagain adik kalau sering di tinggal ntar adiknya nyariin" kata Helmi kepada Daniel.
__ADS_1
"selluu ded, adik da mau ikut sih" jawab Daniel antusias membayangkan naik jeep keliling perkebunan.
"Dal Mi sama oma main lumah-lumahan selu juda tau, sama mba juda ya selu" Dal Mi tidak mau kalah.
"ok, ok, yang penting kalian sehat dan bahagia" kata Ola sambil mencium kedua pipi gembul anaknya yang menggemaskan.
Jam makan siang tiba Ola dan Helmi masuk kamar untuk ganti baju santai dulu, setelah itu mereka makan siang bersama sampai selesai.
Bberapa saat setelah selesai makan kedua balita itu tertidur di pangkuan orang tuanya, lalu Ola dan Helmi menidurkan mereka di di kamar masing-masing. Setelah itu mereka juga masuk kamarnya untuk istirahat siang.
Jam empat sore Ola dan Helmi terbangun karena panggilan anak-anaknya yang menggedor pintu kamarnya.
"mommy, daddy buka pintunya" kata Dal Mi, suara putrinya terdengar nyaring di telinga mereka.
"iya sayang sebentar" jawab Helmi, mereka buru-buru memakai pakaiannya dan Helmi turun dari tempat tidur menuju pintubkamar.
"hallo anak-anak daddy, mmmm wangi sekali sudah pada mandi ya?" kata Helmi sambil mencium pipi putra putrinya yang gembul, lalu dia menggendong keduanya dengan tangan kiri dan kanan membawanya ke atas kasur.
"hallo ganteng dan cantiknya mommy" kata Ola menyapa mereka, Ola berbaring lagi karena masih ngantuk dan lemas karena baru sebentar dia tidur siang.
"mommy banun udah sole" kata Dal Mi sambil memainkan rambut ibunya, Danil ikut berbaring di samping ibunya.
"iya sayang sebentar lagi ya" jawab Ola sambil mengelus rambut kedua anaknya.
Jam lima sore Ola sudah mandi dan sudah ganti baju, rambutnya basah terurai membuat dia tambah cantik seperti gadis.
Helmi mencuri ciuman istrinya lalu dia masuk kamar mandi untuk mandi sore, Ola mengajak kedua anaknya kekuar dari kamar dia mau menikmati matahari sore di teras villa.
"mbak lima menit lagi tolong bikinin kopi hitam dua, lalu antar ke teras depan ya" kata Ola kepada art, dia mau minum kopi dengan suaminya di teras depan.
"iya nyonya" jawab art sambil mengangguk hormat.
Ola mengajak kedua anaknya ke depan villa, ternyata di sana sudah ada kedua mertuanya sedang minum teh bersama.
"sore mom, dad" kata Ola kepada mertuanya.
"sore juga sayang" jawab mertuanya hampir bareng.
Ola mendudukan kedua anaknya di kursi teras, lalu dia juga duduk di samping anaknya.
Beberapa menit kemudian Helmi keluar daei kamar, dia langsung menuju teras karena artnya bilang mereka ada di depan.
"sore semua" kata Helmi
__ADS_1
"sore daddy" Dal Mi yang menjawabnya dia langsung ingin duduk di atas pangkuan daddynya.
Art datang membawa dua cangkir kopi, lalu dia meletakannya di depan majikannya.
"silahkan nyonya, tuan" kata art itu.
"terima kasih mbak" kata Ola.
"sama-sama nyonya" jawab art itu lalu membawa kembali nampannya dan masuk lagi ke dakam.
"indah banget ya langit sore terlihat dari Sini" kata Ola takjub.
"iya sayang kamu lupa ya? Dulu kan pernah sore-sore duduk di teras ini" kata Helmi.
"lupa mas, kapan ya?" kata Ola balik nanya.
"itu waktu bapak di rawat di rumah sakit, kamu tidak ikut karena tidak di ijinin ibu dan besoknya harus sekolah karena lagi UTS waktu kelas lima SD" jawab Helmi.
Ola mengingat-ngingat kejadian itu, akhirnya dia ingat walaupun sedikit-sedikit.
"oh iya waktu itu aku nangis ya mas karena tidak boleh ikut sama ibu, aku di bacain cerita kancil sama mas di teras ini" kata Ola.
"nah itu dan mommy buatkan susu coklat hangat untukmu" kata nyonya Sri.
"iya mom, terima kasih dari dulu kalian baik banget" kata Ola terharu mengingat dulu waktu dia susah, dulu dia tidak tahu padahal dia anak orang kaya raya dulu sengaja di bikin terlihat susah dan miskin supaya tidak terendus oleh musuhnya.
"itu sudah kewajiban kami sayang, malah kami merasa bersalah dengan keadaanmu dulu. Tapi demi kebaikanmu, kami bersekongkol dengan orang tua angkatmu supaya kamu tidak di ketahui musuh. Maafkan kami nak" kata tuan Hartono dengan suara parau.
"yang lalu biarlah berlalu dad, sekarang kita di sini sudah bahagia berkumpul bersama. Tidak usah membahas lagi masa lalu yang membuat kita sedih mengingatnya" kata Ola yang diangguki mertuanya, dia tidak mau merusak suasana, Ola mau menikmati moment indah ini dengan keluarganya dihiasi dengan senyum ceria dari semuanya.
"iya sayang, itu kopinya belum di minum nanti keburu dingin" kata Helmi tangan satunya memeluk istrinya yang duduk berdampingan dengannya.
"mas besok pagi kita ke rumah ibu ya" kata Ola kepada suaminya.
"iya sayang" jawab Helmi.
"asik abang juga mau ikut" kara Daniel.
"Dal Mi juga mau ikut" kara Dal Mi.
"iya sayang, kita besok ke sana bersama" jawab Ola kepada anaknya.
Mereka semua menikmati sinar surya yang mau tenggelam, terlihat indah dari teras villa itu.
__ADS_1