
Siang berganti malam keluarga tuan Hartono sedang berkumpul di meja makan, para pelayan sedang menyajikan makanan di meja karena para majikannya semua mau makan malam.
"silahkan di nikmati" kata pelayan itu
"terima kasih mbak" jawab Ola kepada pelayan.
"sama-sama nyonya, permisi" kata para pelayan itu pamit dan di angguki semua yang ada disana.
"abang dan adik ternyata sudah pinter ya bisa makan sendiri" kata Ola melihat anak-anaknya makan sendiri walaupun belepotan dan berceceran.
"iya mom, kami sudah besal" jawab Dal Mi sambil mengunyah ayam yang sudah di suir-suir pelayan.
"mommy membiasakan mereka makan sendiri, supaya terbiasa" kata nyonya Sri.
"iya mom bagus itu" jawab Ola
"sayang ambilin sayur lagi dong" kata Helmi manja.
"iya mas" jawab Ola dan langsung mengambil mangkuk kosong di depan suaminya lalu mengisinya dengan sayur.
"terima kasih sayang" kata Helmi sambil mencium istrinya singkat.
"sama-sama mas" jawab Ola
Mereka lanjut makan sampai selesai, setelah makan mereka berkumpul di ruang keluarga, sambil menonton acara tv.
Tuan Hartono mengajak Ola dan Helmi ke ruang kerjanya karena ada hal penting yang harus di bicarakan bersama.
"maaf ya nak sebelumnya, daddy sudah ngibrol dengan mommymu tentang rencana pencabutan laporan kepada Aditia. Walau bagaimanapun Aditia adalah anak kami walau bukan anak kandung, tapi kami mendidiknya dari usia dua tahun. Kami sedih dengan berubahnya sifat dia ketika daddy mengalihkan nama aset-aset itu atas namamu waktu itunak, terutama mommymu dia sangat terpukul sekali walaupun tidak menunjukannya kepada kalian. Kalau kalian setuju mencabut laporannya, kami akan mengirimnya ke Amerika biarkan dia hidup di sana dengan istrinya karena kalau tidak Sintia akan selalu mengganggu kalian. Waktu itu daddy mengintrogasinya dia berjanji tidak akan mengganggu kalian lagi asal Aditia di bebaskan, dan Aditia mengaku dia salah paham kepadamu nak Ola dia kira daddy memberi warisan kepadamu dan mengatas namakanmu dengan aset -aset dan perusahaan itu bukan padanya padahal itu harta dari orang tuamu bukan dari daddy. Nah setelah dia tau itu bukan warisan dari daddy, dia sangat malu dan minta maaf kepada kita" kata tuan Hartono panjang lebar.
"tapi dad, aku takut mereka hanya pura - pura, waktu itu Sintia datang ke perusahaan sebagai sekretaris tuan Robert dari Amerika tapi tingkah mereka sangat mencurigakan" kata Helmi dia takut istri dan anak-anaknya di usik lagi.
__ADS_1
"nah pada waktu itu daddy mendapat laporan dari orang kepercayaan daddy, terus daddy menyuruh orang untuk menangkapnya dan langsung daddy introgasi pada saat itu juga dan daddy ancam kalau masih mengganggu keluarga kita daddy akan menghancurkannya saat itu juga tapi dia mohon-mohon dan berjanji tidak akan mengganggu lagi asal Aditia di bebaskan dan dia tidak akan kembali ke negara kita lagi" kata tuan Hartono
"terus dimana Sintia sekarang" kata Ola.
"masih di amankan oleh orang orang daddy, daddy mau tau sampai dimana kesungguhan dia dan semakin hari dia menunjukan kesungguhannya. Sehingga daddy memutuskan akan mencabut laporan Aditia, dan Aditia juga selama tujuh tahun di penjara dia berkelakuan baik tidak pernah berbuat ulah kata sipir di sana" kata tuan Hartono.
"kalau aku semua keputusan kembali ke daddy bagaimana baiknya aja, daddy pasti lebih tau mana yang terbaik buat kita semua" kata Ola dia percaya kepada keputusan mertuanya.
"terima kasih nak, atas kepercayaannya" kata tuan Hartono terharu, di satu sisi beliau merasa bersalah kepada Ola dan orang tua Ola di sisi lain dia kasian kepada Aditia kalau terlalu lama di penjara dengan kasus karena salah paham.
"iya dad, kita harus memaafkan orang yang sungguh - sungguh minta maaf dan menyesal supata hati kita lebih tenang" kata Ola bijak.
"terima kasih sayang hatimu begitu mulia memaafkan orang yang pernah berniat membunuhmu, kamu memang luar biasa sayang i love you" kata Helmi sambil memeluk istrinya dia kagum dan bangga kepada istrinya.
"kita hanya manusia biasa mas yang tak luput dari dosa, biarkan mereka menebus dosanya sendiri di hadapan tuhan" jawab Ola membuat suami dan mertuanya tambah kagum.
Setelah sepakat tuan Hartono menelpon asisten pribadinya untuk mencabut tuntutan dan membebaskan Aditia.
Keesokan harinya Ola, Helmi, kedua anaknya, tuan Hartono, nyonya Sri Rahayu dan pengasuh-pengasuh anaknya berkunjung ke rumah bu Eem/pak Anwar.
Mereka jalan kaki pagi-pagi sambil menikmati udara perkebunan yang segar, karena jarak dari villa perkebunan ke rumah pak Anwar hanya empat ratus meter.
Beberapa menit kemudian mereka sampai di halaman pak Anwar, rumah pak Anwar sekarang paling megah di antara tetangganya dan halamannya cukup luas penuh dengan tanamat toga dan berbagai sayuran juga bunga-bunga di tiap sudutnya terkesan asri bikin betah.
"pak cucu kita sudah datang" bu Eem berlari ke depan teras menyambut kedatangan Ola dan rombongan.
"apa kabar bu" kata Ola sambil memeluk ibu angkatnya.
"baik nak" sambil membalas pelukan anaknya bergantian lalu menggendong cucunya.
Ketika mereka masih bencengkrama di teras, segerombolan ibu-ibu lewat mau menanam padi di sawah. Ibu-ibu itu melihat ada Ola di teras bu Eem, seketika mereka menghambur masuk pekarangan bu Eem sambil memanggil nama Ola.
__ADS_1
"ya ampun nak Ola ya" kata mereka sopan, beda dengan dulu suka ngeremehin Ola dan ada sebagian ibu -ibu itu yang suka ngatain perawan tua kepadanya.
"iya bu, apa kabar semuanya" jawab Ola sambil menyalami satu -persatu.
"ya tuhan sekarang kamu cantik banget nak" kata ibu - ibu yang dulu suka julid itu.
""sama aja bu" jawab Ola merendah.
"enggaklah jauh banget bedanya, sekarang cantik banget glowing dan mewah dan kaya raya" tambah ibu itu.
"terima kasih ibu-ibu, oh ya pada mau kemana ini?" tanya Ola.
"kami mau nanam padi di sawah" jawab ibu itu.
"mommy itu topi apa cih kelucut?" kata Dal Mi kepada Ola dia bergelayut di tangan ibunya sambil nunjuk kepala ibu-ibu.
"itu namanya caping sayang, terbuat dari anyaman bambu" jawab Ola sambil menggendong anaknya.
"abang... abang lihat topinya lutcu" kata Dalmi kepada Daniel.
"iya dek, lucu kelucut kelucutna banak" jawab Daniel sambil memegang rok ibunya yang sedang menggendong adiknya.
"ya tuhan, ini putra putri kamu nak Ola cantik dan ganteng benar-benar bibit unggul ini mah" kata ibu -ibu itu heboh.
"iya bu, mereka kembar" jawab Ola.
Ibu-ibu itu heboh malah ada yang nyeletuk minta saweran, Ola membagi uang masing-masing dua lembar oecahan seratus ribu membuat girang ibu-ibu seketika mereka membaca do'a-do'a baik di khususkan buat Ola dan keluarga.
"terima kasih nak, smoga tambah sukses, tambah kaya, tambah cantik, dan panjang umur" kata ibu itu dan masih banyak do'a-do'a lainnya yang di panjatkan.
Setelah ibu-ibu membubarkan diri, Ola dan keluarga masuk ke dalam rumah, mereka langsung sarapan karena sudah di siapkan
__ADS_1