Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Ola Positif


__ADS_3

Tidak terasa pernikahan Roula dan Helmi sudah berjalan dua bulan, mereka sama-sama sibuk berangkat pagi pulang malam. Hari ini Roula merasa pusing biasanya jam 7 dia sudah rapi, tapi kali ini dia tidak bersemangat padahal sudah selesai mandi.


Roula duduk di sofa kamarnya dan selonjoran sambil memijit pelipisnya, kepalanya pusing dan agak lemas.


"kamu kenapa sayang ko wajahmu agak pucat?" Helmi menghampiri istrinya dan duduk di samping isrinya.


"gak tau mas kepalaku agak pusing dan badanku agak lemas" Ola bersandar di dada bidang suaminya sambil memeluknya.


"mungkin tadi kita terlalu bersemangat sayang jadi kamu kelelahan, kita panggil dokter ya mas telpon dokter dulu ya"


Helmi mengecup dahi istrinya lalu meraih ponselnya dan menelpon dokter yang kebetulan anak pamannya.


"nyaman sekali kalau kalu posisi begini, pusingnya agak berkurang hmmm" Ola menyusupkan kepalanya di dada bidang suaminya dia benar-benar nyaman di posisi itu.


Helmi meminta pelayan mengantarkan sarapannya ke kamarnya karena gak tega mengganggu istrinya, sambil menunggu dokter datang mereka berdua sarapan dulu.


beberapa menit kemudian dokterpun datang ke mansion dan langsung memeriksa Roula.


"istri saya sakit apa dok?"


"sepertinya dia hanya kelelahan dan darahnya agak rendah hanya perlu istirahat aja" dokter Resti menjelaskan sambil memeriksa lebih teliti lagi.


"yakin gak apa-apa dek? Tidak biasanya kakak iparmu mengeluh pusing" Helmi tidak yakin dengan pernyataan dokter, padahal dokter juga belum selesai meriksa.


"kapan terakhir haid kak?" dokter itu bertanya kepada Ola sambil terus meriksa dengan teliti.


"seminggu sebelum menikah, berarti sudah dua bulan lebih kakak belum datang bulan" Ola baru menyadarinya saking sibuknya.


"sepertinya ada kabar baik nih kak aku bakal dapat ponakan deh, tapi untuk lebih jelasnya kakak ipar harus di periksa ke dokter kandungan" dokter itu senyum senyum sambil menghentikan pemeriksaannya.


"terima kasih sayang" Helmi tidak bisa berkata apa-apa dia memeluk istrinya sambil menciumi seluruh wajahnya perasaannya campur aduk jadi satu.


"woiii hargai jomlo nih jangan asik berdua" dokter itu menggoda Helmi dan Roula.

__ADS_1


"hei anak kecil jangan ganggu kami pulang sana" Helmi meledek saudaranya itu.


"hei siapa bilang anak kecil, aku sudah dua puluh lima tahun kak" dokter Resti cemberut di ledek saudaranya.


Roula tersenyum menyaksikan suaminya dan dokter Resti, mereka lucu seperti anak kecil.


"sudah-sudah, nanti kakak pulang kuliah langsung ke klinik" Ola mencairkan suasana supaya tidak saling ledek.


"iya kak, dokter ini yang bagus kak dan kebetulan dokter kandungannya perempuan" dokterr Resti memberikan kartu nama dokter kandunhan.


"terima kasih ya dek" Ola menerima kartu nama itu dan langsung memasukannua ke dalam tas.


"sama-sama kak, kalau giitu aku permisi dulu ya mau berangkat ke ruamah sakit" dokter Resti membereskan alat periksanya dan memasukan ke dalam tas kerjanua.


Setelah dokter itu keluar dari kamar Helmi, Ola memakai make up tipis untuk siap siap berangkat ke kampusnya karena ada jadwal kuliah jam sembilan.


"sayang kamu yakin mau berangkat? Kan kamu pusing" Helmi memeluk istrinya dari belakang.


"sekarang lebih baik mas kalau sudah di manjain, walaupun aku ingin berduaan terus dengan mas tapi aku gak mau ketinggalan pelajaran" Ola manja ke suaminya.


"aku mau kuliah aja mas ya" Ola senang di perlakukan begitu oleh suaminya.


"ya udah mas anterin ya, nanti kalau sudah selesai telpon mas kita ke dokter sama-sama" Helmi merapikan anak rambut istrinya da mengwlusnha. Ola mengangguk setuju lalu mereka keluar dari kamarnya menuju garasi, setelah itu Helmi melajukan mobilnya menuju jalan raya.


Karena jalanan lancar akhirnya mereka sampai di kampus lebih cepat, Helmi turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.


"hati-hati ya sayang, kalau perlu sesuatu panggil aja mereka" Helmi mencium istrinya lalu menunjuk kedua pengawal Ola yang baru turun dari mobil, mereka selalu mengawal kemanapun Ola pergi.


"iya mas, aku masuk ya muach" setelah membalas ciuman suaminya Ola berjalan dari parkiran menuju kelas, setelah istrinya masuk Helmi pun berangkat menuju perusahaannya.


Jam satu siang Ola sudah tidak ada jadwal lagi kuliah lalu dia menelpon suaminya.


"mas aku sudah selesai"

__ADS_1


"iya sayang tunggu ya, mas berangkat sekarang"


Ola mematikan ponselnya lalu dia mematikan laptopnya dan memasukannya ke dalam tas, setelah itu dia berjalan keluar dari kelasnya.


Dua puluh menit kemudian Helmi datang menjemput istrinya, dia membukakan pintu mobil untuk Ola dan setelah duduk dia memasangkan sabuk pengaman.


Sebelum berangkat ke klinik mereka makan siang dulu di restaurant paforitnya.


Setelah itu mereka berangkat menuju klinik tempat praktek dokter kandungan itu, sepuluh menit kemudian mereka sampai di sana.


Helmi menggandeng pinggang istrinya menuju kursi antrian, dia tidak daftar dulu di sana karena sudah tadi lewat telpon tinggal nunggu panggilan aja.


Tidak lama menunggu nama Ola sudah di panggil, Ola berjalan sambil di gandeng suaminya masuk ke ruangan dokter. Perawat membantu Ola berbaring di bed pemeriksaan dia juga menyibak kemeja Ola di bagian peeutnya lalu mengoleskan jeli di perut Ola.


Helmi tidak mau jauh dia berdiri di samping istrinya yang sedang berbaring sambil menggenggam tangannya, dokter itu mulai memeriksa Ola dengan teliti.


"coba ibu dan bapak lihat ke layar monitor, janinnya sudah 6 minggu ya dan pertumbuhannya sehat, ibunua juga sehat. Tapi kegiatan suami istrinya harus diatur gerakan dan posisinya, supaya tidak membahayakan janinnya ya pak. Pelan-pelan aja dan jangan terlalu sering, karena trimester pertama sangat rawan. Nanti kalau sudah empat bulan boleh lebih cepat lagi hehe..." dokter itu tersenyum melihat suami istri yang tersipu malu, karena ketahuan dokter kalau melakukan itu suka lupa waktu.


"iya dok kami akan lebih hati-hati" Ola menjawab dokter itu.


"selamat ya sayang kamu akan jadi ibu, mas sangat bahagia" Hemi sangat bahagia akan menjadi ayah, dia mencium istrinya dengan lembut.


Ola mengangguk senang dia juga sangat bahagia, di usianya yang ke dua puluh sembilan tahun di kasih hadiah yang luar biasa.


Selesai di periksa dan mendengar penjelasan dari dokter mereka berdua pamit.


"terima kasih ya dok, kami permisi dulu" Ola dan Helmi berjabat tangan dengan dokter itu.


"sama-sama, jangan lupa di minum tablet penambah darahnya ya dan jangan kelelahan. Pokonya harus istirahat teratur dan semuanya teratur"


"baik dok"


Setelah selesai menebus vitamin mereka keluar dari ruangan dokter itu menuju parkiran, mereka masuk ke dalam mobil dan melaju menuju mansion.

__ADS_1


Hari ini Ola tidak ke butik, sepulang dari dokter kandungan dia langsung istirahat di kamarnya sambil menggambar desain. Helmi kembali lagi ke perusahaannya karena mau ada meeting.


__ADS_2