Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Bertemu Mas Helmi


__ADS_3

"Hallo momy, hallo dady"


"hallo anak ganteng momy dan daddy"


Hari ini tuan Hartono dan nyonya Sri berada di Amerika, beliau akan menghadiri wisuda Helmi anak lelakinya besok lusa.


Helmi menjemput orang tuanya ke bandara, dia langsung mengajak orang tuanya ke apartemennya untuk istirahat.


"huhhh begini ya kalau sudah tua pergi jauh ke luar negeri badan terasa lelah, padahal waktu daddy muda sering bolak-balik ke sini ya mom?"


"Iya, momy juga dulu sering ikut sama daddy enggak lelah sama sekali malah senang, mungkin faktor umur ya dad yuk istirahat dulu bentar"


"momy dan daddy mau makan apa? Nanti di pesenin"


"apa aja yang enak dan cocok buat kami"


"baik mom"


Nyonya Sri dan tuan Hartono masuk kamar, beliau langsung bersih-bersih dan ganti baju setelah itu baru istirahat.


-


Keesokan harinya tuan Hartono dan istrinya juga Helmi sudah tiba di tempat wisudawan, Helmi mendapat nilai A+ / terbaik tentu saja orang tuanya senang.


Selesai wisuda mereka kembali ke apartemennya.


"mom bagaimana kabar Ola setelah kejadian itu?"


"dia lebih baik sekarang, anaknya cerdas mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar dan ulet dalam bekerja malah omset butiknya sekarang sudah besar dan tiap bulannya naik terus"


"syukurlah kalau begitu bagaimana ya sekarang wajah aslinya kalau di medsos sering lihat? Dulu dia pemberani dan pinter bela diri, ceria dan teman kecil yang asik dan manis"


"sekarang malah tambah cantik dan menarik sikapnya juga dewasa dan santun, mommy sangat menyayanginya"


"boleh enggak dad kalau Ola jadi istri Helmi?"


"dia kan pernah menikah dengan Adit nak, walaupun pernikahannya di batalkan tapi tetap aja mantan adikmu"


"itu tidak masalah dad yang penting daddy dan mommy merestuinya, Helmi akan memperjuangkannya"


"yakin kamu akan menerima kekurangannya apalagi dia mantan Aditia?"


"yakin mom"


"gini aja nanti kalau sudah di Jakarta kalian berteman dulu, pikirkan dulu matang-matang soalnya pernikahan kalau bisa hanya satu kali sampai tua sampai kita mati"


"iya mom"

__ADS_1


Tuan Hartono dan nyonya Sri takut anaknya mendapatkan bekas Aditia, padahal boro-boro bekas pegangan tangan aja cuma sekali saat hari pernikahan. (Tenang tuan dan nyonya Hartono, neng Ola masih perawan ko hehe...)


Roula sudah membeli mobil seminggu yang lalu dia sudah mahir mengemudi sekarang, setelah mengantar pesanan yang banyak saat ini dia sedang berkeliling dengan Mila untuk mencoba mobil barunya karena pekerjaannya sedang longgar lebih tepatnya di tunda dulu karena pesanannya belum ada yang urgent.


"La makan baso yuk, udah lama kita enggak ngebaso"


"ayo, dimana ya yang enak basonya? di daerah sini gue belum nyoba makan baso semenjak pindah ke butik"


"di kios dekat pabrik garment aja yuk, gue kangen baso mas bewok La"


"jauh Mil ngapain ngebaso jauh-jauh"


"ya ga apa-apa La cuma setengah jam doang kan sambil keliling"


"ya udah ayok kita jalan, tapi setelah itu langsung pulang ya udah sore"


"iya tau, bawel amat ni nyonya"


"dih dasar lo"


Ola menggeplak topi Mila yang lagi di pakainya sampai menutup wajah Mila, mereka selalu berdebat setiap harinya tapi setelah itu mereka bercanda lagi, saling ledek lagi tertawa bersama lagi, gitu terus mereka benar-benar sahabat sejati.


Ola memarkirkan mobilnya di kios baso mas bewok mereka turun dari mobil beriringan masuk, setelah pesan baso mereka duduk di kursi kosong di sudut ruangan.


"hi cantik kemana aja lama tidak bertemu, abang kangen banget sama Ola"


"hi bang jangan kurang ajar ya!"


Ola kaget dan langsung berdiri di susul Mila ikut berdiri.


"jangan galak-galak dong sayang, nanti cantiknya hilang"


Roula tidak menggubris Jeki, dia berjalan mendekati bang bewok dan membayar basonya setelah itu dia buru-buru melangkah keluar dengan Mila.


"neng Ola ini kembaliannya"


Mas bewok berteriak karena Ola sudah berada di luar kiosnya.


"gak usah mas, buat mas bewok aja Ola lagi buru-buru"


"terima kasing ya neng"


"sama-sama mas"


Ola dan Mila melangkah cepat menghampiri mobilnya, tapi belum aja membuka pintu mobilnya tangannya sudah di tarik oleh Jeki.


Jeki hendak menggendong Ola, tapi dengan cepat Mila memukul tangan Jeki sampai terlepas dari Ola.

__ADS_1


Jeki hendak menampar Mila tapi keduluan di tampar Ola sampai mukanya memerah, dia semakin berang merasa di tantang oleh perempuan.


"Jangan diam aja kalian bantuin gue tangkap dua cewe ini, nanti kita nikmati sama-sama"


Jeki nyuruh temannya untuk mebantunya membawa Ola dan Mila, tapi Ola tidak diam saja dia menendang Jeki secara cepat sampai tersungkur di hadapan teman-temannya setelah itu dia buru-buru menarik mila masuk ke mobil dan langsung menguncinya.


Ola menyalakan mesin mobilnya dan perlahan maju mau ke jalan raya, tapi Jeki dan teman-temannya sudah berdiri di depan mobil menghadangnya.


Mila membuka sedikit kaca mobil dan dia berteriak minta tolong memanggil orang-orang yang berlalu lalang, ssketika orang berkerumun di situ mas bewok juga keluar padahal dia lagi sibuk melayani pembeli.


"ada apa ini neng?"


"tolong singkirkan preman-preman itu dari depan mobil kami, mereka berusaha melecehkan kami"


Mila berbicara lantang dari dalam mobil, orang yang berkerumun seketika menghampiri Jeki dan kawan-kawannya dan seketika itu juga mereka lari tunggang langgang ketakutan di gebukin masa.


Ola membuka kaca mobil agak bawah dia mengucapkan terima kasih kepada orang-orang yang sudah membantunya, setelah itu dia pamit dan menutup kaca mobil kembali lalu melajukan mobilnya ke jalan raya.


"huhh hampir aja tadi"


"makanya jangan dekat-dekat ke sana lagi kalau bukan jam kerja, si Jeki itu selalu mengganggu gue dari dulu udah gue tendang juga burungnya gak kapok-kapok dia itu"


"sorry ya La, gue kira tadi pada lembur kerja ternyata pas bubar"


"iya, ayo kita langsung pulang aja sudah sore"


Roula menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rukonya, jam lima sore dia sampai di sana dan langsung mandi untuk bersih-bersih.


Mila masak makan malam sendiri karena Ola sedang menggambar desain pakaian.


-


-


-


"hallo mommy, bagaimana kabarnya?"


"hallo sayang, mommy baik ayo masuk"


Pagi-pagi Ola sudah ada di Mansion tuan Hartono karena di suruh nyonya Sri untuk menemuinya, Ola di gandeng tangannya oleh nyonya Sri mereka berjalan masuk mansion setelah selesai kangen-kangenan dan peluk-pelukan.


"sayang tebak ini siapa yang datang"


Nyonya Sri langsung menuju ruang keluarga beliau menghampiri suaminya dan seorang lelaki yang sedang duduk di sofa membelakanginya, serentak kedua laki-laki itu berbalik ke arah suara nyonya Sri.


"Ola..."

__ADS_1


"mas Helmi..."


__ADS_2