Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Surat Perjanjian


__ADS_3

Selama seminggu di Korea Ola, Helmi dan anak-anak tidak pergi ke tempat wisata karena alasan keselamatan, mereka hanya di mansion aja karena anak-anak cukup main salju di taman belakang mansion aja. Belanja juga dia lewat toko online aja atau nitip ke tanteu Da Eun dan om Hwan, lagian dia selalu memantau perusahaan dan bisnisnya daei sana.


Tuan Hartono, nyonya Sri Rahayu, bu Eem dan pak Anwar mengajak para pengasuh cucunya untuk jalan-jalan membeli oleh-oleh, mereka belanja ke pusat oleh-oleh yang ada di sana.


"sayang, kalian betah ga di sini?" tanya Ola kepada anaknya.


"betah mom, tapi aku kangen mainanku" jawab mereka serentak.


"kalau besok kita pulang, setuju tidak?" kata Helmi.


"setuju ded, aku kangen lobot-lobotku" jawab Daniel.


"ok besok kita pulang ke tanah air, deal" kata Helmi.


"deal" jawab semua serentak.


"ok kita cukup seminggu aja liburan di sini, lain waktu kita ke sini lagi" kata Ola.


"iya mom" jawab mereka


"sekarang kita masuk yuk, tuh muka kalian sudah memerah gitu karena kedinginan" kata Ola.


"tapi lagi seru mom" jawab Dal Mi.


"udah kedinginan sayang, nanti sore main lagi, sekarang kita minum susu hangat dulu yuk" kata Ola.


"baik mom" jawab mereka.


Mereka masuk keu dalam mansion setelah cukup main di taman belakang, Ola dan Helmi membuka sarung tangan dan jaket anaknya lalu Ola membuatkan susu hangat buat mereka.


"mewarnai yu bang" kata Dal Mi setelah mereka minum susu hangat.


"ayo" jawab Daniel.


Si kembar asik mewarnai gambar-gambar kesukaannya di bantu oleh Helmi daddynya, Ola sedang memeriksa laporan masuk di laptopnya.


Waktunya makan siang Ola dan keluarga kecilnya makan bersama, tanpa tuan rumah dan yang lainnya karena mereka belum pulang dari pusat perbelanjaan. Hanya ada pelayan yang menghidangkan makananan dan menemani mereka.


Selesai makan siang Ola melanjutkan pekerjaannya fokus dengan laptopnya, anak-anak melanjutkan lagi mewarnainya sampai mereka ngantuk sama-sama menguap.


Helmi mengajak anak-anaknya masuk kamar untuk tidur siang, setelah anaknya tidur Helmi juga memeriksa laporan di laptopnya.


Ola mematikan laptopnya karena pekerjaannya sudah selesai, dia keluar dari kamar dan turun tangga menuju ruang keluarga yang lagi pada heboh membuka belanjaan masing-masing.


"wah seru nih yang abis belanja" kata Ola.


"hi sayang ini pesananmu, dan ini hadiah buat anak-anak dari om dan tanteu" jawab tanteu Da Eun menyerahkan paperbag yang besar dari merk terkenal.

__ADS_1


"terima kasih tan" kata Ola


"sama-sama" jawab tanteu Da Eun


"sayang ini yang kita beli buat oleh-oleh" kata nyonya Sri sambil memperlihatkan tumpukan oleh-oleh di atas karpet.


"iya mom, banyak banget oleh-olehnya" jawab Ola.


"kan sebagian buat di bawa ke Jogja" kata nyonya Sri.


"oh iya mom, terus ibu beli apa itu?" jawab Ola


"ibu beli oleh-olah buat saudara dan tetangga di jognya, hanya kaos-kaos aja buat sehari-hari" jawab bu Eem.


Semua sibuk memasukan lagi oleh-oleh itu ke dalam koper biar tidak berceceran sekalian di kemas, Ola membawa banyak paperbag keu kamarnya karena dia tadi titip belanja kepada tanteunya dan mertuanya.


"mereka sudah pada pulang ya?" kata Helmi ketika istrinya masuk kamar banyak membawa belanjaan.


"udah mas, mereka lagi pada heboh abis bongkar barang terus packing sekalian" jawab Ola.


"kita juga harus packing sekarang, mumpung anak-anak masih tidur" kata Helmi.


"iya mas, tapi aku mau nyobain pakaian dan sepatu dulu" jawab Ola.


"iya sayang" jawab Helmi


"waw kamu tambah cantik sayang memakai stelan blazer dan sepatu kerja itu, warnanya lembut sangat cocok dengan kulitmu" kata Helmi


"hmmm padahal biasanya juga aku cantik dan sering memakai blazer warna ini dari merk yang sama pula walaupun beda model" jawab Ola biasa aja menanggapi pujian suaminya.


"iya sayang kamu itu memang cantik, tapi sekarang kamu lebih cantik makin cinta deh" kata Helmi sambil mencium istrinya.


"modus" jawab Ola....


Dan mereka bermain.... Sampai lemas


"mommy, daddy, ayo kita main salju lagi" kata anak-anak menagih janji ketika orang tuanya baru keluar dari kamarnya.


"iya sayang, minta mbaknya pakein jaket dan sarung tangan" jawab Ola karena dia buru-buru mau membuat kopi


"iya nyonya" jawab pengasuh itu


Ola dan Helmi turun ke lantai dasar untuk ngopi dulu, mereka juga makan cemilan untuk mrngganti tenaga yang baru aja terkuras.


"kalian jadi besok kembali ke Indinesia?" kata paman Hwan


"jadi om" jawab Helmi.

__ADS_1


"terus bagaimana perusahaan dan mansiin yang disini? Mereka sudah menguasainya dari dulu" kata om Hwan.


"biarkan saja om mereka menempati mansion dan menjalankan perusahaan daddy asal tidak mengganggu kehidupanku, anak-anakku dan keluargaku. Kalau bisa minta tanda tangan hitam di atas putih untuk perjanjian itu semua, kalau tidak terpaksa kita akan mengambil jalur hukum" jawab Ola.


"ideu bagus nak, om pernah bicarain itu dengan mertuamu tapi kami tidak berani mengutarakannya padamu. Takutnya kamu mau mengambil perusahaan dan mansion itu, karena itu hak kamu nak" kata om Hwan.


"Ola tidak akan serakah om, perusahaan dan bisnis yang lainnya yang ada di Indonesia aja hampir keuwalahan ngurusnya apalagi kalau di tambah yang di sini. Biarkan mereka menempati mansion dan menjalankan perusahaan daddy, tapi dengan perjanjian tertulis hitam di atas putih seperti tadi" jawab Ola.


"baik nak, sekarang om akan mengadakan rapat darurat dengan mereka. Supaya mereka tidak mengganggu kalian lagi" kata om Hwan.


"iya om, sebenarnya aku sudah gerah berurusan dengan mereka terutama om Moo yang berkali-kali berusaha membunuhku dan anak-anakku dan membuatku kehilangan calon anak-anakku waktu di Kanada. Tapi walau bagaimanapun mereka terikat hubungan keluarga, jadi aku memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjalankan perusahaan dan tinggal di mansion selama tidak melampaui batas" jawab Ola sendu mengingat calon anak kembarnya yang keguguran.


"iya nak, om akan menghubungi mereka sekarang" kata om Hwan dan mengeluarkan ponselnya, beliau menelpon Joon Hi dan Jinho, notaris dan saksi lainnya. Beliau akan membuat surat perjanjian hitam di atas putih.


"maafkan aku sayang, akibat kelalaianku membuat kita kehilangan calon anak kita" kata Helmi sambil memeluknistrinya yang menitikan air mata.


"mas tidak salah, yang salah mereka yang serakah" jawab Ola sambil membalas pelukan suaminya.


"om berangkat dulu ya, kami akan mengadakan rapat darurat. Nanti setelah sepakat siap gak kalau kalian di pertemukan di sini?" kata om Hwan.


"aku siap om, selama mereka tidak macem-macem denganku dan anak-anakku juga keluargaku" jawab Ola.


"baik, om akan usahakan untuk membungkam mereka supaya tidak berulah lagi, kasian Kim dan Merlyn mereka pasti gak tenang di sana melihat anak dan cucu-cucunya di ancam terus" kata om Hwan.


"ok om, good luck" jawab Ola.


Om Hwan berangkat dari mansion mau mengadakan rapat darurat untuk kebaikan mereka, kalau tidak ia akan bertindak tegas kepada mereka yang membangkang itu. Beliau juga menghubungi anak buahnya untuk berjaga-jaga.


...****************...


Setelah pertemuan dan perdebatan yang cukup alot, akhirnya Jinho menyepakati perjanjian itu dan mau menandatangani perjanjian hitam di atas putih itu. Dan dia berjanji akan menarik anak buahnya yang sedang bertugas mengawasi Ola, karena dia tidak mau kehilangan anak dan istrinya karena om Hwan akan menyekap mereka kalau Jinho masih tidak mau mengubah pendiriannya untuk menyepakati perjanjian itu.


Kalau Joon Hi dia sudah menyadarinya dari kemarin-kemarin, bahwa dia tidak berhak atas mansion dan perusahaan milik Kim saudaranya. Malah dia menasehati Jinho untuk keluar dari mansion dan perusahaan induk milik Kim dan meminta mengembalikan semuanya kepada Ola, tapi Jinho malah bertahan dan berjanji tidak akan mengganggu Ola lagi asal tetap memimpin perusahaan Kim dan mendiami mansion.


Jinho sudah tinggal di rumah pribadi sekarang walaupun rumahnya tidak besar hanya punya 4 kamar, tapi hidupnya lebih bahagia sekarang karena itu hasil jerih payahnya bukan milik orang lain.


Om Hwan mengajak Joon Hi dan Jinho ke mansionnya untuk dipertemukan dengan Ola, beliau juga mengajak notaris dan pengacara untuk meresmikan perjanjian itu.


Jam 19.00 wib tepat mereka semua berkumpul di mansion untuk menyelesaikan perjanjian itu karena Ola belum tanda tangan, di saksikan oleh pengacara, notsris, tuan Hartono, Helmi, pak Anwar dan orang kepercayaan tuan Hwan.


Ola yang tadinya takut untuk bertemu Jinho dan Joon Hi, jadi berubah setelah melihat sikap mereka yang meminta maaf dan berjanji tidak akan mengganggunya lagi dan anak-anaknya.


Perjanjian hitam di atas putih sudah resmi di tandatsngani notaris dan yang bersangkutan lainnya, mereka semua berjabat tangan setelah membuat kesepakatan dan sudah di tandatangani Ola, setelah itu mereka makan malam bersama yang agak telat.


Selesai makan malam yang lain pamit untuk pulang, setelah yang lain pulang Ola bernapas lega dan mengucap syukur keoada tuhan.


"smoga daddy dan mommy bahagia di surga melihat keputusan ini, maafkan kami mom, dad...." gumam Ola sambil memandang poto kedua orang tuanya.

__ADS_1


__ADS_2