
Roula sudah seminggu di rumah sakit dan sekarang dia sudah di bolehkan pulang karena sudah sehat, cuma Roula tidak boleh kecapean dan tidak boleh angkat beban karena pemulihan rahim biasanya kurang lebih delapan minggu.
Helmi menggendong istrinya dan mendudukannya di kursi roda, lalu dia mendorongnya menuju mobil. Anak-anaknya berjalan di sisi kanan kiri ibunya.
"kata doktel mommy tidak boleh jalan dulu ya?" tanya Daniel kepada ibunya.
"iya sayang dan mommy tidak boleh menggendong dulu abang dan adek sebelum mommy benar-benar sehat" jawab Ola sambil menggenggam tangan kedua anaknya.
"pelut mommy masih sakit?" tanya Dal Mi sambil melirik ibunya.
"sedikit, tapi kata dokter harus istirahat banyak-banyak supaya perut mommy gak sakit lagi" jawab Ola
"oooh" jawab mereka bareng.
Mulut Daniel dan Dal Mi membentuk huruf o mereka sangat imut dan menggemaskan, Ola sangat bersyukur kedua anaknya mengerti kondisi ibunya dia bangga kepada anaknya walaupun masih usia tiga tahun tapi tidak cengeng.
Roula duduk berdampingan dengan Helmi di jok tengah, anak-anaknya di jok belakang, pengawalnya duduk di depan bersama sopir. Dan pengawal lainnya di mobil lain ada yang mengawal di depan mobil yang di tumpangi Ola dan ada yang mengikuti dari belakang, sekarang Ola di jaga sangat ketat sekali.
Tiga puluh menit kemudian Ola sampai di mansion kakeknya, lalu Helmi menggendong istrinya masuk mansion dan mendudukannya di sofa ruang keluarga.
"sayang kamu mau makan apa?" tanya Helmi kepada istrinya.
"aku mau makan nasi dengan sop daging sapi mas, sudah lama banget aku tidak makan nasi" jawab Ola karena di sana selalu makan roti dan makanan khas lainnya selain buah-buahan.
"tunggu ya sayang mas mau masak dulu, anak-anak jaga mommy dulu ya karena daddy mau masak nasi" kata Helmi sambil mencium kedua anaknya juga istrinya.
"iya daddy, kami di sini akan menjaga mommy" jawab Daniel mereka duduk di sofa samping kiri dan kanan mommynya juga istri paman Andrew ada di sana lagi nonnton tv
Helmi ke dapur lalu memasak sesuai permintaan Ola, satu jam lebih sop daging sapi dan nasipun sudah matang lalu dia menyiapkannya di meja makan.
Selesai makan Ola di gendong Helmi ke kamarnya, Ola duduk bersandar di tempat tidur dan anak-anaknya nonton film kartun kesukaan mereka sambil berceloteh.
"mommy kapan pulang ke Indonesia, Dal Mi kangen dengan kak Ica mau main lumah-lumahan" kata Dal Mi sambil menatap ibunya.
"nanti ya kalau mommy sudah sehat kita akan pulang ku rumah kita, sekarang kita disini dulu di rumah opa" jawab Ola kepada anaknya.
"ok mommy kita di lumah opa Amelika dulu ya, abang betah di sini kalena bisa main salju kita bisa membuat boneka salju" kata Daniel.
"tapi bang, aku main lumah-lumahan dengan kak Ica" jawab Dal Mi manyun karena dia kangen mainannya yang ada di Indonesia.
"main rumah-rumahannya di sini aja yuk sama daddy dan abang" kata Helmi supaya anaknya tidak merengek lagi.
"tapi dad lumah-lumahannya gak ada di sini" jawab Dal Mi sambil tetap manyun.
__ADS_1
"kalau begitu, ayo kita ke toko mainan kita akan membeli rumah-rumahan yang sama ok" kata Helmi sambil mengangkat jarinya untuk tos kepada anaknya, Dal Mi membalas tos ayahnya.
"ok daddy kita pelgi ke toko mainan, tapi bagaimana dengan mommy?" kata Dal Mi menghawatirkan ibunya.
"mommy di sini aja mau telpon oma dan opa dulu, kalian berangkat aja ke toko mainan gih" kata Ola dan di angguki anak-anaknya.
"sayang mas berangkat dulu, istirahatlah jangan banyak bergerak ya" kata Helmi sambil mencium kening istrinya.
"iya mas, hati-hati di jalan jangan lupa kawal mereka dengan ketat mas" kata Ola khawatir masih ada orang suruhan tuan Moo masih berkeliaran.
"ok sayang" jawab Helmi sambil menggenggam tangan anak-anaknya.
"cium mommy dulu dong sayang" kata Ola kepada anak-anaknya.
"ok mommy muach" Daniel dan Dal Mi mencium pipi ibunya bergantian, setelah itu mereka keluar dari kamar.
"dadah mommy, tunggu sebental ya" kata Daniel sambil berbalik menatap ibunya sambil melambaikan tangannya.
"dadah sayang, jangan jauh-jauh dengan daddy ya abang sama adek harus selalu dekat dengan daddy ok" kata Ola
"ok mommy" jawab mereka serentak.
Helmi menutup pintu kamar istrinya lalu berjalan keluar mansion dan mendudukan satu per satu anaknya di mobil, setelah anaknya aman dia masuk mobil dan menyuruh sopir untuk berangkat ke toko mainan.
"daddy sekalang Dal Mi da mau pulang ke lumah di Indo, kalena disini banyak mainan yang badus" kata Dal Mi sambil sibuk memasukan mainan ke keranjang belanjaan, kalau rumah-rumahan princes yang besar sudah di pesan dan nanti dari tokonya langsung yang mengantar ke mansion.
"iya sayang, pokonya anak-anak daddy harus jagain mommy sampai mommy benar-benar sembuh. Setelah itu boleh kembali ke rumah di Indonesia" jawab Helmi.
"abang mau buku mewalnai lobot dad" kata Daniel setelah adiknya sekesai mencari mainan kesukaanya, dia hanya mengikuti adiknya.
"iya sayang, terus apalagi?" jawab daddy Helmi
"puzzle juda dad" jawab Daniel
"ok lets goo kita cari puzzle dan buku mewarnai" kata Helmi sambil mendorong troly belanjaan yang di naiki anak-anaknya juga.
Selesai belanja mereka kembali ke mansion.
***
Roula dan anak-anaknya masih di Amerika, sedangkan Helmi pulang lagi ke Indonesia karena sudah sebulan dia meninggalkan perusahaan.
Kemarin setelah di telpon asisten pribadinya Helmi langsung kembali ke Indonesia, di antar dengan menggunakan jet pribadi tuan Edward
__ADS_1
Sekarang Helmi sudah bekerja di perusahaannya seperti biasa, dan berkas yang harus di tanda tanganinya sudah menumpuk di mejanya. Helmi bekerja dengan semangat tanpa istirahat, targetnya tanda tangan itu harus selesai semua hari ini juga.
"hallo tuan, anda menipu saya ya? Cek anda ternyata kosong" kata si penelpon.
"kenapa bisa begitu?" tanya tuan Moo kepada si penelpon.
"saya tidak tau tuan, sudah tiga bank saya datangi katanya cek dari anda kosong. Saya tidak mau tau pokonya uang sepuluh milyar saya harus di transfer sekarang juga" kata si penelpon kesal.
"ok, ok saya akan transfer tapi kembalikan dulu cek saya sekarang saya tunggu di kantor" jawab tuan Moo.
" ok sekarang saya ke sana, lagian siapa yang mau cek kosong" kata si penelpon kesal.
Tuan Moo merasa aneh padahal tadi pagi dia memberi cek lima puluh milyar kepada developer karena dia mau membangun rumah baru, dan cek itu bisa di cairkan langsung.
Dua puluh menit kemudian orang itu sudah sampai di ruangan tuan Moo dan mengembalikan ceknya, setelah benar itu cek darinya lalu tuan Moo mentransfer uang dari ponselnya tapi tidak bisa.
"kenapa tidak bisa" gumam tuan Moo
"ada apa tuan?" tanya orang itu.
"gak apa-apa, sebentar saya panggil asisten saya dulu" jawab tuan Moo
Tuan Moo menekan tombol telpon ruangan asistennya, dan langsung di angkat.
"iya tuan ada apa"
"cepat kamu keruangan saya sekarang" kata tuan Moo kepada asistennya.
"baik tuan saya ke sana sekarang" jawab asistennya dan langsung telponnya di tutup oleh tuan Moo.
Tok... Tok.. Tok pintu ruangan tuan Moo di ketuk dari luar.
"masuk" kata tuan Moo
Ceklek pintu di buka ternyata bukan asisten pribadinya aja yang masuk, tapi ada saudaranya yang lain berjalan kehadapannya.
"selamat siang Moo, bagaimana kabarmu? lama sekali ya kita tidak berjumpa dan tidak terasa sudah tujuh tahun baru bertemu lagi" kata tuan Hwan menyapa saudaranya sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Hwan ada apa jauh-jauh dari Korea kamu datang ke sini?" kata tuan Moo bukannya menyambut baik saudaranya datang tapi dia malah tidak senang.
"karena saya mau mengembalikan semuanya kepada asalnya" jawab tuan Hwan sambil tersenyum.
"apa maksudmu mengembalikan semuanya?" tanya tuan Moo.
__ADS_1
"jangan pura-pura tidak mengerti, bersiaplah Moo" jawab tuan Hwan sambil duduk di sofa tanpa di suruh membuat tuan Moo berkeringat dingin.