Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Sarapan Nasi Campur Andalan


__ADS_3

Helmi mendapat telpon dari asisten pribadinya bahwa ada yang harus di tanda tangan secara langsung olehnya, dia turun dari lantai dua butik Roula dan dia pamitan kepada calon istrinya.


"sayang mas balik kantor ya barusan ada telpon"


"iya mas hati-hati di jalan"


"siap, bye sayang"


"bye mas Helmi"


Roula melanjutkan obrolannya dengan klayennya dia menunjukan pakaian rancangannya, klayen itu menyukainya dan dia memborong hampir semua pakaiannya yang sudah jadi.


"waw kamu itu keren La baru aja satu jam nyampai butik, pakaian di butik kita sudah kosong melompong hanya tinggal beberapa potong"


"kebetulan yang menguntungkan ya Mil hehehe..."


"iya La, yuk sekarang kita gaspol membuat pakaian lagi"


"hayuk Mil kalau gue seneng bisa dapat banyak dalam sekejap"


"iya lo kan penjahit senior merem aja bisa jadi baju"


"haha ngawur mana ada bisa begitu Mil"


"eh bentar-bentar duh cantik banget cincinnya gue jadi pengen"


Mila meraih jari Ola dia baru menyadari sahabatnya memakai cincin berlian yang indah.


"ini dari mas Helmi dia ngelamarku di restaurant dengan suasana romantis, gue bahagia banget Mil"


"syukurlah lo sekarang sudah bahagia gue seneng banget mendengarnya, smoga pernikahan lu nanti diberkati tuhan, bahagia hingga tua"


"amen terima kasih Mil do'a yang sama untuk kamu juga"


Roula naik ke atas dia mengambil bahan yang sudah di pola dan di potong untuk membuat gaun pengantinnya yang ia simpan khusus di lemari kamarnya, setelah itu dia turun kembali dan mulai menjahit gaunnya.


Mila juga mulai menjahit pakaian buat di pajang di etalaseu butik yang kosong karena habis di borong orang, mereka berdua sangat ahli dalam menjahit dalam hitungan jam Mila sudah menyeleselesaikan beberapa potong dan langsung di pajang di etalaseu.


Karena butiknya sudah di tutup dari jam empat sore tadi jadi mereka menjahitnya tenang tanpa ada gangguan dari pengunjung.


Jam tujuh malam mereka masih berkutat dengan mesin jahit sampai terdengar suara ketukan dari luar.


"permisi, mbak Ola saya dari gofood mengantar makanan"


"makanan dari siapa ya pak?"


"atas nama pak Helmi, tadi beliau meminta mengantarkannya ke alamat ini"


"oh iya, terima kasih ya pak"


"sama-sama mbak, permisi"


"sialahkan pak"


Ola mengambil paket makanan setelah itu dia menutup pintu butiknya dia berjalan masuk sambil meraih ponsel yang berbunyi di sakunya.


"hallo mas"


"hi sayang, makanannya sudah nyampe?"


"sudah mas terima kasih ya, tau aja kita lagi laper karena belum makan siang juga"


"sama-sama sayang, lain kali jangan telat makan ya walau sesibuk apapun jaga kesehatan ingat sebentar lagi kita akan menikah tubuhmu harus kuat ok"


"ok calon suamiku akan hamba laksanakan"


"ih gemesin banget, ayo cepat di makan nanti keburu dingin"


"baik mas dadah"


"dadah sayang muach"


Helmi gemas melihat expresi Ola yang mukanya merah kalau dekat dia sudah pasti mencium pipi calon istrinya yang merona itu.

__ADS_1


Ola membuka kotak makanan yang ternyata menunya sangat mewah sama dengan yang di makannya di restauran kemarin.


"Mil ayo kita makan dulu di atas yuk"


"iya hayo La gue baru ngeh belum makan dari siang"


"iya makanya ayo naik nanti keburu dingin"


Ola dan Mila naik ke lantai dua untuk makan malam, sampai di meja makan Ola mengeluarkan kotak makanannya.


"waw menunya sangat mewah, baru pertama kali gue melihat langsung makan seperti ini"


Mila senang karena yang selama ini dia hanya melihat di film-film makanan mahal dari restauran bintang lima sekarang ada di hadapannya dan akan di makan olehnya.


"ayo Mil di makan"


Ola menyodorkan makanan ke hadapan Mila dia mulai memakan makanannya diikuti Mila yang langsung manggut-manggut karena nikmat.


Selesai makan Ola dan Mila melanjutkan lagi pekerjaannya, jam sembilan malam Ola selesai menjahit gaunnya tinggal pasang fayetnya saja dia memilih istirahat dulu biar besok di lanjut.


Gaun pengantin Ola di gantung di lantai dua soalnya kalau di bawah takut ada yang membelinya, selesai menggantung gaun pengantin dia masuk kamar untuk mandi dan istirahat.


"hallo ibu bagaimana kabar ibu dan bapak?"


"hallo nak, ibu dan bapak sehat"


"ibu dan bapak kapan ke Jakarta?"


"lusa ibu dan bapak berangkat"


"ibu ke sininya mau naik apa biar Ola pesenin tiketnya"


"kata bapak mau naik kereta biar santai"


"oh ya udah Ola pesenin tiket kereta apinya"


"iya nak terima kasih"


"dah sayang"


Ola mematikan telponnya setelah itu dia siap-siap mau tidur, tapi baru aja berbaring ponselnya berbunyi lagi dan ternyata Helmi yang menghubunginya lewat vc.


"malam sayang"


"malam mas, ko masih pake baju tadi siang?"


"mas baru nyampai mansion, ini belum mandi tapi kangen kamu"


Hati Ola berbunga-bunga dia bahagia sekarang serasa di lahirkan kembali dan menemukan cinta sejatinya.


"mas ayo mandi sana ini sudah hampir jam sepuluh malam, jangan lupa air hangat"


"bentar lagi sayang masih kangen kamu tambah cantik kalau pake gaun tidur model renda-renda gitu"


"ihh mas"


Ola tersipu malu dia mengalihkan kameranya supaya dirinya tidak tersorot kamera.


"hi sayang kenapa yang nampaknya lemari alihkan lagi kameranya ke wajahmu, mas kangen kamu bukan lemari"


"ini udah"


Ola menutup badannya dengan selimut dia pura-pura tidur, tapi malah membuat gemas calon suaminya.


Helmi menyanyi tentang cinta seolah-olah menina bobokan calon istrinya dan benar saja Ola tertidur, asalnya pura-pura tidur karena malu malah tidur beneran.


Helmi tersenyum melihat calon istrinya tertidur dan tiba-tiba layar ponselnya hitam tidak ada gambar, pasti terjatuh di kasur karena ketiduran pikirnya.


Helmi bergegas ke kamar mandi untuk mandi dan ganti baju, setelah itu dia juga istirahat dan tidur.


-


-

__ADS_1


-


Pagi-pagi Ola sudah bangun dia tersenyum mengingat semalam, dia meraih ponselnya untuk memeriksa pesan ternyata ada poto Helmi yang telanjang dada dan ada tulisan di bawahnya: mas sudah mandi nih tapi ayangnya sudah tidur jadi laporannya lewat poto aja ada emot hati.


Roula senyum-senyum sendiri sambil melihat poto calon suaminya setelah itu dia beranjak ke kamar mandi, selesai mandi Ola ke dapur untuk membuat sarapan.


"masak apa La?"


"nasi campur andalan gue"


Hmm sukanya yang praktis ya"


"yang penting sehat Mil daripada nasi goreng terus, yang ada kembung perut gue"


"ya udah gue bersih-bersih rumah lo masak"


Mila ngambil vacum cleaner dia membersihkan dari atas sampai bawah setelah itu dia ngepel lantai.


Tok...tok...tok pintu butik di ketuk orang padahal baru jam enam pagi.


"siapa"


Mila berteriak dari dalam kebetulan dia lagi mengepel lantai bawah.


"saya Helmi, Olanya sudah bangun?"


"sudah, sebentar ya"


Mila membuka pintu butik, nampak Helmi sudah rapi dengan pakaian kerja.


"silahkan masuk, langsung aja ke atas dia lagi membuat sarapan"


"oh iya terima kasih, maaf ya di injak padahal masih basah"


"tidak apa-apa gampang ko di pel lagi"


Helmi naik ke lantai dua, nampak calon istrinya sedang membuat teh celup, dia melangkah pelan tadinya mau bikin kejutan ternyata Ola berbalik dan melihatnya.


"pagi sayang lagi ngapain?"


"pagi mas ini lagi bikin teh, mas mau teh?"


"enggak ah tadi udah minum kopi, mas mau numpang sarapan aja"


"boleh mas cuma masaknya beda tidak di pisah-pisah lauknua di satuin dengan nasi"


"tidak apa-apa mas mau coba"


Helmi memeluk Ola dan mencium pipinya Ola juga membalas pelukan calon suaminya, sambil nunggu nasi matang Ola mengajak ngobrol calon suaminya dan mengajak duduk di sofa.


"sayang gaun pengantinnya sudah jadi ternyata"


"sudah mas tinggal pasang fayet"


"masih polos aja sudah kelihatan mewah, apalagi nanti kalau sudah selesai jadi gak sabar melihat istriku di atas altar"


"syukurlah kalau kamu suka mas, eh tuh nasinya sudah mateng yuk kita sarapan"


Ola menata nasi dan lauk pauknya di tiga piring, karena nasi campur ya tercampur hehe... Setelah itu dia memanggil Mila sahabatnya untuk sarapan bersama.


Helmi duduk di meja makan dahinya berkerut karena baru pertama kalinya dia melihat nasi campur yang di masak di satukan dengan lauk pauk.


"maaf ya mas sarapannya kaya gini, cobain aja dulu kalau mas gak suka jangan di makan"


Helmi menyendok nasi dan ayamnya lalu dia mencobanya sedikit dulu, tapi dia malah menyendok lagi yang penuh dan memasukannya ke dalam mulutnya.


"enak juga sayang, rasanya seperti makan nasi pake sop ayam"


"hehe beginilah masakan andalan Ola mas, apa saja lauknya pasti di satukan kalau waktunya mepet kecuali ikan yang berduri"


"tapi ini enak juga sayang, dan menyehatkan rendah lemak juga"


Dan mereka bertiga sarapan nasi campur resep andalan Ola.

__ADS_1


__ADS_2