
Jam 4 pagi semua sudah bangun dan siap-siap karena mereka akan ke bandara, Ola dan Helmi mengantar keluarganya sampai bandara.
Kam 5 pagi mereka sampai di sana dan langsung chek in, Daniel dan Dal Mi memeluk orang tuanya.
"nurut sama opa dan oma, juga nenek dan kakek ya sayang" kata Ola kepada kedua anaknya.
"siap mom" jawab Daniel dan Dal Mi barengan
"ok kalian masuk sama nenny, nanti setelah kalian masuk mommy dan daddy akan kembali ke mansion" kata Ola
"iya mom" jawab mereka.
"bye sayang, bye semua, nanti kalau udah sampai kabarin kami" kata Helmi.
"bye dad, bye mom" anak-anak melambaikan tangan kepada orang tuanya, yang lain juga melakukan hal yang sama.
Setelah semuanya masuk dan tidak terlihat lagi, Ola dan Helmi kembali ke mansion.
Dalam perjalanan dari bandara mereka ketiduran di mobil karena tidurnya belum cukup di tambah lagi kemarin baru pulang dari negeri gingseng.
"tuan kita sudah sampai di mansion" kata sopir setibanya mereka di halaman mansion.
"huahm iya pak, terima kasih" jawab Helmi sambil menguap
Melihat istrinya masih tidur di mobil, Helmi perlahan membuka sabuk pengaman istrinya lalu dia turun dari mobil. Setelah itu dia membuka pintu mobil samping, dan menggendong istrinya masuk ke dalam mansion.
Sampai di kamar Helmi meletakan istrinya di kasur dia tak tega membangunkan istrinya biarkan tidur satu jam lagi pikirnya, setelah menyelimuti istrinya dia masuk kamar mandi untuk mandi dan siap-siap karena sudah jam satengah 7 pagi.
Helmi selesai berpakaian kerja dan duduk di sofa, sambil nunggu istrinya bangun dia mengecek dulu email yang masuk.
Tepat jam 7.30 Ola bangun dan menggeliat, dia begitu kaget melihat jam di dinding.
"pagi sayang" kata Helmi melihat istrinya sudah bangun
"pagi mas, ternyata ini sudah siang dan tidur di kamar, kenapa mas gak bangunin aku dari tadi" jawab Ola pelan sambil turun dari tempat tidur.
"abisnya tidurnya nyenyak banget, gak tega mau banguninnya ga apa-apa sayang masih ada waktu ko" kata Helmi.
"aku mandi dulu ya mas" kata Ola dan langsung masuk ke kamar mandi.
"iya sayang, mau di mandiin gak" jawab Helmi menggoda istrinya
__ADS_1
"gak, kalau dimandiin mas gak selesai satu jam" jawab Ola sambil menutup pintu kamar mandi dan menguncinya dari dalam
"hei sayang jangan dikunci hahaha..." Helmi tertawa mengerjai istrinya padahal dia lagi anteng duduk di sofa dengan laptopnya.
Selesai mandi Ola memakai stelan blazer warna tulang, dia memakai makeup natural dengan lipstik senada dengan pakaiannya rambutnya di biarkan tergerai indah.
"cantik banget istriku, yuk sayang kita sarapan dulu" kata Helmi sambil memeluk istrinya dan mencium pucuk kepala Ola.
"ayo" jawab Ola membalas pelukan suaminya sebentar setelah itu dia melepaskannya dan mengambil tasnya
Ola dan Helmi bergandengan berjalan keluar kamar, lalu mereka turun ke lantai satu dan menuju meja makan.
"pagi semua" kata Ola kepada para pelayan yang sedang menghidangkan sarapan untuknya dan suaminya.
"pagi, silahkan dinikmati sarapannya nyonya dan tuan" jawab mereka serentak.
"iya terima kasih" jawab Helmi dan Ola
Ola dan Helmi mulai sarapan nasi goreng seafood dan minumnya jus wortel, selesai sarapan mereka langsung berangkat ke perusahaan.
Tiga puluh menit kemudian Ola sampai di perusahaannya, Helmi mengantar istrinya sampai ke ruang kerjanya setelah itu dia pamit untuk ke tempat kerjanya.
"iya mas, semangat... Hati-hati di jalan" jawab Ola
"ok sayang bye" kata Helmi
"bye" jawab Ola.
Helmi memutar langkah untuk kembali ke bawah, Ola mengunci ruang kerjanya dan memulai kerja walau agak telat satu jam.
Setiap hari kegiatan mereka hampir sama seperti itu, tapi mereka jalanani penuh semangat dan penuh tanggung jawab maka dari itu perusahaan mereka berkembang pesat berkat bantuan asisten pribadi yang handal dan sekretaris yang cekatan.
Ola dan Helmi termasuk anak muda yang sukses dan masuk 10 besar pengusaha sukses tanah air, di usianya di bawah 40 tahun mereka sudah merajai negeri ini dan sepak terjangnya mulai di sorot kalangan pengusaha sukses luar negeri.
Tidak di sangka gadis desa yang masa kecilnya terbiasa hidup dalam kemiskinan, sekarang menjelma menjadi pengusaha muda yang sukses dan keturunan orang kaya. Jadi bakat pengusaha Ola ternyata di turunkan dari mendiang kedua orang tuanya.
Kehidupan rumah tangganya begitu bahagia dan harmonis, apalagi di lengkapi dengan kedua anak laki-laki dan perempuan. Walaupun sering ada cobaan dari luar yang ingin melenyapkannya dan keturunannya, tapi allah selalu melindunginya dan mengangkat derajatnya semakin tinggi.
Ola sangat bersyukur di usianya yang genap 35 tahun, dia sudah merasa cukup sempurna hidupnya.
Hari ini hari sabtu pagi Ola dan Helmi berangkat ke Jogja untuk mengadakan pesta ulang tahun Ola di kampung, mertua dan orang tuanya sepakat mengusung tema pesta rakyat sekaligus silaturahmi dengan warga sekitar perkebunan.
__ADS_1
Sampai di Jogja Ola dan Helmi di sambut meriah, seperti seorang pejabat datang ke kampung mereka di elu-elukan oleh masyarakat di sana.
Ola dan Helmi di sambut tarian khas daerah sana, dan di suguhi dengan makanan-makanan khas daerah Jogja yang beraneka ragam dan terbuat dari hasil bumi di sana.
Ola sangat terharu di hadiahi dengan pesta yang meriah, baru kali ini dalam hidupnya menyaksikan pesta rakyat ini benar-benar pengalaman yang langka buatnya.
Ola di berikan waktu untuk memberi sambutan kepada masyarakat, dia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada keluarga besarnya dan semua yang mendukungnya juga kepada masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan pesta rakyat ini.
Masyarakat beserta hadirin yang ada di sana bertepuk tangan meriah setelah sambutan dari Ola, mereka merasa bangga memiliki orang sukses yang pernah tinggal di desa itu.
Setelah sambutan dan berramah tamah dengan warga, Ola di suguhi makan siang dengan masakan beraneka ragam.
Selesai makan siang Ola kembali ke dalam villa mertuanya untuk istirahat, selama berjalan melewati masyarakat yang mengelu-elukannya dia begitu takjub dengan yuporia ini.
Ola tak henti-hentinya berdecak kagum kepada warga sekitar, mereka begitu antusias berpsrtisipasi di pestanya dalam hatinys dia bersyukur kepada tuhan atas semua anugerah ini.
"sayang istirahat dulu kamu pasti lelah biar mas yang menyambut tamu, pestanya masih lama malah nanti malam mau ada dangdut dan wayang golek katanya" kata Helmi melihat muka istrinya yang memerah dan matanya agak sayu.
"iya mas aku tidur dulu ya" jawab Ola.
"tidurlah sayang, supaya badanmu segar kembali" kata Helmi sambil mencium istrinya.
Ola masuk kamar dan langsung bersih-bersih di kamar mandi, lalu dia ganti baju daster kaos longgar supaya tidurnya nyaman.
" huh... Meriah sekali pestanya... Terima kasih tuhan di usiaku yang ke 35 tahun ini, Engkau berikan begitu banyak anugerah dariMu" gumam Ola.
Ola membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk, lalu perlahan dia memejamkan matanya. Tanpa menunggu waktu lama dia tertidur lelap karena sudah benar-benar lelah habis di kerumuni warga yang berjubel.
Helmi menggendong putri dan putranya yang seperti kelelahan juga karena hawa manusia, dia meminta pengasuh anaknya untuk menidurkan mereka.
"ded mommy mana?" kata putra dan putrinya.
"mommy sedang istirahat di kamar, sayang kalian bobonya di bantu sama nenny ya, daddy lagi banyak tamu di luar" jawab daddy.
"iya dad" jawab mereka.
"anak pintar, selamat bobo siang sayang muach muach: kata daddy sambil mencium putra dan putrinya bergantian.
Kedua anaknya di bawa pengasuh ke dalam kamar untuk ganti baju dan tidur siang, Helmi kembali ke depan untuk menyambut tamu yang datang silih berganti.
Tuan Hartono dan nyonya Sri Rahayu begitu bersemangat di pesta itu, tak ketinggalan bu Eem dan pak Anwar sangat bahagia dan bersemangat merayakan ulang tahun anak kesayangannya di gabung dengan pesta rakyat yang meriah ini.
__ADS_1