
Helmi lebih waspada setelah mendapat telpon dari Ola istrinya, dia memperketat penjagaan untuk istrinya karena khawatir terjadi sesuatu pada istrinya bahkan mereka menunda bulan madunya.
Selain cemas dengan keselamatan istrinya Helmi juga sibuk di kantor terutama Roula dia sangat sibuk dengan jadwal kuliah dan mengelola butik jadi bulan madunya di undur nanti pas Roula libur semester, Roula semangat menjalani hari-harinya dia selalu ceria karena dirinya bahagia dan hatinya selalu berbunga-bunga. Tapi dia slalu waspada di manapun berada.
Hari ini Helmi sibuk sekali di kantor karena tuan Hartono dan nyonya Sri sudah kembali ke villa di Jogja beliau memilih tinggal di villa perkebunan, Helmi tidak sempat memberi kabar kepada istrinya mwmbuat Ola penasaran gak biasanya suaminya sepwrti itu.
Ola mengirim pesan kepada suaminya tapi tidak di balas-balas suadah satu jam lebih, biasanya dia gercep membalas pesan istrinya atau langsung menelponnya.
"hmmm mungkin dia benar-benar sibuk karena hari ini daddy sudah lepas tangan, dan asisten daddy sedang meninjau cabang di luar kota" Ola bergumam sendiri.
Roula mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang sore ini jalanan ibu kota sangat lancar jadi dalam waktu dua puluh menit dia sudah sampai di mansion, sampai di kamar dia langsung mandi dan ganti baju.
Jam tujuh malam Ola menunggu suaminya yang belum pulang pesan dari siangpun belum satupun di balas suaminya, walaupun dia mengerti dengan kesibukan suaminya tapi dia merindukan suaminya. Masa hanya membalas pesan atau ngasih kabar satu dua kata aja gak bisa.
Ola makan salad buah di meja makan sambil nunggu suaminya yang belum pulang, sampai jam delapan malam Helmi belum ada kabar lalu dia masuk ruang kerja mertuanya sekaligus ruang kerja suaminya. Ola membuka berankas miliknya lalu dia mengambil dokumen penting miliknya dan membawanya ke sofa ruang kerja itu dia duduk selonjoran di sofa sambil membaca dokumen itu satu persatu, ternyata di sana ada surat kepemilikan perusahaan, surat kepemilikan mansion, dan banyak lagi surat-surat kepemilikan lainnya.
Hampir jam sepuluh malam dia baru merapikan lagi dokumen itu, Ola sangat serius membaca dan mempelajari isi dokumen itu hingga melupakan suaminya sejenak. Tapi setelah menyimpan kembali dokumennya di berankas dia mengingat lagi suaminya, Ola meraih ponsel yang tadi di taroh di meja dia memeriksa pesan tapi satupun gak ada balasan.
"hmmm sudah jam sepuluh malam, gak biasanya kamu melupakanku mas" walaupun Ola mengerti suaminua sibuk tapi dia merasa sedih.
Ola keluar dari ruang kerja dan naik tangga menuju lantai dua, sampai di kamarnya Ola merebahkan tubuhnya di tempat tidur lalu meraih ponsel dari sakunya dia membuka galeri melihat poto-poto pernikahannya satu per satu sampai ketiduran.
Jam dua belas malam Helmi sudah selesai membersihkan tubuhnya lalu dia naik ke tempat tidur, dia mencium istrinya dengan lembut dia merasa bersalah karena tidak membalas pesan istrinya.
"selamat ulang tahun sayang smoga tuhan selalu menjagamu dan melindungimu dimanapun kamu berada, i love you honey" Helmi mengecup istrinya yang terlelap tidur.
Helmi memasangkan kalung berlian di leher istrinya yang masih terlelap, dia memberikan hadiah ulang tahun yang indah kepada istrinya. Karena sudah lelah seharian bekerja Helmipun membaringkan tubuhnya di samping istrinya, dia memeluk istrinya dan memejamkan matanya tidak perlu waktu lama dia juga terlelap menuju alam mimpi.
Ola membuka matanya perlahan dia merasa hembusan napas teratur di telinganya, dia membalikan tubuhnya perlahan dan membalas pelukan suaminya dengan erat karena dia merindukan suaminya. Ola menyusupkan wajahnya di dada bidang suaminya lalu dia mencium dada suaminya dengan lembut.
Karena pergerakan Ola dan kecupan-kecupan di dadanya membuat Helmi membuka matanya, dia tersenyum senang diperlakukan istrinya.
__ADS_1
Mmmmppps... Huuhh... Hahhhh Ola terengah engah mendapat serangan dari suaminya, dia mengarur napasnya yang tersengal.
"happy brithday honey, i love you and morning kiss" Helmi mengelus pipi istrinya dan dia juga tak hentinya menciui pipi istrinya tak hanya itu dia juga menjelajahi semuanya yang dia suka .
Ola membalas suaminya lebih agresif membuat Helmi menggila di buatnya, mereka menyalurkan hasratnya satu sama lain hingga terbang ke langit ke tujuh.
Helmi dan Ola tak ada capeknya dengan urusan itu, bahkan mereka mengulangnya di atas bathtub padahal waktu sudah jam delapan.
Selesai dengan kegiatannya Ola dan Helmi masuk ruang ganti untuk memakai pakaian kerja, hari ini Ola memakai blus tanpa lengan warna maron membuat dia tambah sexy seperti remaja.
Ola berdiri di depan cermin besar sambil mematut pakaiannya, dia baru menyadari di lehernya ada kalung berlian yang melingkar.
Helmi memeluk istrinya dari belakang sambil mencium leher istrinya."kamu suka dengan kalungnya sayang?"
"suka mas, kalungnya indah banget. Terima kasih suamiku" Ola membalikan badannya dan memeluk suaminya mereka saling memeluk penuh cinta.
"sama-sama sayang, ayo kita berangkat sudah siang nih" Helmi menggandeng pinggang istrinya.
"sudah siang sayang nanti aja di kantor"
Ola meraih tas dan laptopnya di atas meja lalu mereka berjalan keluar dari kamar, mereka sampai di halaman mansion dan Helmi membuka pintu mobil baru lalu mendudukan Ola di belakang kemudi.
"lho mobil siapa ini mas?" Ola heran suaminya mendudukan dirinya di mobil baru, mewah lagi.
"ini hadiah untuk kamu sayang, supaya kamu lebih nyaman dan keren" Helmi memberikan kunci mobil kepada istrinya sambil mencium pipinya.
"terima kasih mas, padahal mobilku masih bagus itu"
"sama-sama sayang, mobil ini supaya kamu lebih nyaman. Masa istri pemimpin perusahaan memakai mobil sejuta umat, mobilmu simpen di butik aja buat keperluan Mila" Helmi masuk mobil baru Ola dan duduk di samping istrinya.
"sekarang antarkan mas ke kantor sayang nanti kita sarapan sama-sama di sana, mas sudah memesannya" Helmi memasangkan sabuk pengaman buat istrinya dan dirinya setelah itu Ola menjalankan mobilnya perlahan keluar dari mansion memasuki jalan raya.
__ADS_1
"waww mobilnya benar-benar keren dan canggih, aku suka banget mas" Ola berseru kegirangan dia senang dengan mobil barunya.
"syukurlah kalau kamu menyukainya sayang" Helmi mencium pipi istrinya yang sedang asik mengemudi sambil senyum-ssnyum menambah kecantikan istrinya, dia tambah mencintainya dan memujanya.
Mereka sampai di kantor Helmi dan memasuki lobby, Helmi menggandeng pinggang istrinya mesra membuat para karyawan yang melihatnya merasa kagum.
Sampai di ruangannya Helmi mendudukan istrinya di sofa, tak lama kemudian pintu ruangan di ketuk ternuata yang mengantar sarapan.
"sayang kamu ada kelas jam berapa?" Helmi duduk di meja kerjanya sambil menyalakan laptop.
"jam sepuluh mas" Ola membuka kotak makannan lalu dia menyuapi suaminya dan dirinya sampai habis tak tersisa.
"hmmm padahal mas senang sambil kerja di suapin dan di tungguin kamu sayang, tapi ya sudah nanti kalau kamu libur kuliah tungguin mas seharian di sini" Helmi cemberut manja membuat Ola terkekeh dan gemas, dia mencium suaminya yang sedang cemberut.
"Huphs jangan mancing-mancing ya sayang, mas juga mau ada meeting jam sebelas dan ada pekerjaan sedikit lagi nih"
"ya udah mas aku berangkat ya takut macet di jalan muach"
"iya sayang, hati-hati di jalan muach... Dadah sayang"
Ola meraih tasnya lalu keluar dari kantor suaminya menuju lobby perusahaan, sampai di parkiran dia masuk mobil barunya dan mengendarainya menuju kampusnya.
***
"bagaimana hasinya dok?" tuan Moo bertanya kepada dokter itu.
"hasilnya cocok 90% tuan bahwa anda kerabatnya" dokter itu menjelaskan kepada tuan Moo.
"baik dok terima kasih, saya permisi dulu" tuan Moo pamit kepada dokter itu.
"sama-sama tuan, silahkan" dokter berdiri dan menjabat tangan tuan Moo.
__ADS_1
Tuan Moo menelpon bawahannya untuk berkumpul di markasnya untuk merencanakan langkah selanjutnya dia tidak mau perusahaannya yang sudah besar dan di kenal di negara lain harus di ambil alih oleh Roula Kim, walaupun dia tau perusahaan itu milik Ola tapi dia dan ayahnya sudah mengembangkan perusahaan itu selama puluhan tahun dan dia juga mencari tahu surat-surat kepemilikan perusahaan itu yang belum di temukannya selama puluhan tahun.