Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Roula Tiba Di Jakarta


__ADS_3

Selepas tuan Moo dan istrinya di tangkap perusahaan itu jatuh ke tangan Roula, karena Roula masih di Kanada dan belum benar-benar pulih untuk sementara perusahaannya di kelola oleh mantan asisten tuan Moo yang berpihak kepada tuan Kim dan Roula dan di pantau oleh tuan Hwan.


Jam sepuluh malam Helmi baru menyudahi pekerjaannya dia tidak pulang ke mansion, dia langsung istirahat di perusahaan di kamar di samping ruang kerjanya karena dia sudah sangat ngantuk kembali ke mansion dan pagi-pagi harus berangkat lagi, jadi lebih baik dia tidur di sana.


Jam enam pagi Helmi sudah stanby di meja kerjanya selepas sarapan roti tadi dia langsung melanjutkan pekerjaannya, dia menyalakan laptopnya untuk mengecek email-email yang masuk.


Helmi sangat sibuk sekali dia mengejar target sebelum istrinya pulang dia harus menyelesaikan tender besar, karena itu dia bekerja sangat fokus.


***


Roula merasa kangen dengan Mila sahabatnya, sudah lama sekali dia tidak video call biasanya hanya kirim pesan aja memberitahukan perkembangan butiknya.


Rencananya bulan depan Mila mau menikah dengan pacarnya, pacar Mila pemasok kain ke butik Ola


"hallo Mil apa kabar calon pengantin baru?" kata Ola sambil tersenyum melihat sahabatnya sedang duduk di depan mesin jahit, dia sudah kangen suasana butik.


"baik La, bagaimana kabarnya orang Kanada baik-baik kan? Tambah cantik aja bos gue ini" jawab Mila sumringah melihat wajah sahabatnya yang semakin glowing.


"gue di sini baik juga Mil, gue kangen banget suasana butik" kata Ola.


"sama gue gak kangen ya? Sedihnya..." jawab Mila pura-pura merajuk.


"dih ngapain kangenin lo, udah gede ini we" kata Ola meledek Mila padahal dia kangen makanya video call.


"ya udah gak apa-aoa kalau gak kangen ama gue, tapi bulan depan bos harus hadir di pernikahan gue ya" jawab Mila jutek dia pura-pura ngambek.


"ok, gue mau pulang tiga minggu lagi mau kado apaa dari gue?" tanya Ola kepada sahabatnya.


"apa aja gue mau, apalagi kalau di kasih tiket bulan madu ke Paris gue gak bakalan nolak bos" jawab Mila semangat kalau di tanya itu.


"ok gue kasih dua tiket bulan madu ke Paris pulang pergi sekaligus hotelnya untuk sepuluh hari, biar lo pulang udah jadi ponakan dalam perut lo made in Paris hahaha..." kata Ola ngakak melihat expresi wajah melongo sahabatnya.


"beneran La gue mau di kasih tiket bulan madu ke Paris? Padahal tadi gue bercanda" tanya Mila tidak yakin.

__ADS_1


"ya kalau lo gak mau gak usah, gue gak jadi deh beliin tiketnya" kata Ola ngerjain sahabatnya yang masih kurang yakin.


"mau banget La, gue mau di beliin tiket bulan madu ke Paris. Gue pingin banget pergi ke sana, jadi ya bos beliin tiketnya deal ya ok gue tidak bercanda ko" kata Mila memelas karena impiannya dari dulu untuk bulan madu ke Paris.


"hahaha... Makanya kalau mau ya mau aja pake pura-pura becanda segala gue tau karakter lo Mil, tenang aja nanti gue beliin orang nikahnya juga bulan depan masih sebulan lagi tau" kata Ola dia tertawa melihat wajah lucu sahabatnya.


"aduh terima kasih banget sebelumnya bos cantikku sahabat baikku, smoga bos semakin sukses, semakin di lancarkan segalanya dan selalu bahagia bersama keluarga" kata Mila sungguh - sungguh.


"aamiin, gue tutup dulu ya telponnya itu bocil manggil - manggil. Bye Mila dan semuanya" kata Ola terdengar anak-anaknya memanggil untuk sarapan pagi.


"iya La bye bos kuh sukses ya" jawab Mila sambil mengacungkan jempol.


Ola menutup video callnya lalu di berjalan keluar kamar menuju meja makan.


"mommy lama banget, telpon daddy ya?" kata Dal Mi anak itu sudah bersiap duduk di kursinya.


"bukan daddy sayang, mommy menelpon aunty Mila. Maaf udah nubggu lama ya?" jawab Ola sambil mencium anaknya.


"ya udah ayo kita mulai sarapannya" kata Ola mereka sarapan bersama om Andrew dan istrinya juga anak om Andrew.


***


Tuan Hartono dan nyonya Sri Rahayu juga bu Eem dan pak Anwar beliau berempat bertolak dari Jogja ke Jakarta, mereka naik pesawat supaya lebih cepat karena nanti sore Roula akan tiba di tanah air sekarang sudah di perjalanan.


Helmi sudah berangkat ke bandara dia akan menjemput istri dan anak - anaknya, sudah hampir sebulan dia tida bersama keluarganya dia sudah sangat kangen sekali.


Tuan Hartono dan yang lainnya tiba di mansion tepat jam satu siang, nyonya Sri memerintah artnya untuk membuat masakan dan kue-kue kesukaan anak dan cucunya karena nanti malam akan makan bersama. Mbak Mona dan suaminya juga akan datang ke mansion karena mereka merindukan keponakan kembarnya yang lucu-lucu.


Roula sampai di bandara Soetta dia turun dari jet pribadi pamannya, dia berjalan di tengah karena samping kiri dan kanan juga belakang ada pengawalnya dan anak-anaknya di gendong oleh pengawalnya di depannya.


Helmi memeluk dan mencium istri dan anak-anaknya bergantian.


"selamat datang sayang, ayo kita masuk mobil" kata Helmi sambil menggendong kedua anaknya.

__ADS_1


"kalau di gendong daddy selu ya bang, daddy yang telbaik ya" kata Dal Mi kepada Daniel kakaknya.


"iya, daddy kita memang kelen" jawab Daniel sambil mengacungkan jempolnya.


Mereka mencium pipi daddynya tanda terima kasihnya, Roula tersenyum bahagia melihat itu dia menggandeng pinggang suaminya dan berjalan di sampingnya.


Pengawal membukakan pintu mobil buat bosnya, setelah semua masuk mobil pengawal itu menutup mobilnya dan memerintahkan sopir untuk menjalankan mobilnya setelah itu mereka masuk ke mobil masing-masing dan mereka mengawal mobil bosnya sampai mansion.


Jam empat sore Roula dan keluarga kecilnya sampai di mansion, mereka di sambut hangat oleh seisi mansion.


"apa kabar cucu-cucu oma, kalian sudah tumbuh besar sekarang" kata nyonya Sri sambil memeluk dan mencium kedua cucunya, bergantian dengan tuan Hartono, bu Eem dan pak Anwar karena mereka sudah lama tidak bertemu di tambah ada insiden waktu itu. Mbak Mona dan Ica tidak ketinggalan mereka bergantian memeluk Roula Daniel dan Dal Mi.


Setelah cukup kangen-kangenan mereka masuk kamar masing-masing untuk mandi dan istirahat sebelum makan malam.


Jam tujuh malam mereka semua sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam.


"persiapkan dirimu nak, lusa ada pertemuan para petinggi perusahaan untuk menyambutmu sebagai pimpinan baru perusahaan. Daddy dan suamimu juga pamanmu tuan Hwan dan tuan Andrew sudah mempersiapkan semuanya, besok pelajari dulu supaya memahami langkah-langkahnya" kata tuan Hartono kepada Roula setelah semua selesai makan, sekarang mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.


"iya dad, terima kasih selalu ada untuk Ola" jawab Roula terharu, dia melihat sosok orang tuanya di mertuanya.


"sama-sama mak, jangan sungkan kita akan siap mendukungmu dan membantumu kapan saja. Sekarang persiapkan pisik dan mental aja, kami akan selalu memantaumu dan melindungimu dari para pengacau" kata tuan Hartono.


"siap dad" jawab Ola.


Helmi merangkul pundak istrinya sambil mencium pipi istrinya.


"ayo sayang kamu istirahat sekarang, kamu harus banyak istirahat karena baru sembuh dan habis perjalanan jauh" kata Helmi menghawatirkan kondisi istrinya.


"iya mas, tuh anak-anak gimana malah asik bermain dengan kak Ica seperti gak ada lelahnya mereka" jawab Ola sambil menatap anaknya dan ponakannya.


"biar mbak yang menjaga mereka, kamu istirahatlah duluan" kata mbak Mona kepada Ola.


Ola masuk kamar setelah pamit kepada keluarga besarnya, pinggangnya di gandeng suaminya karena tidak mau di gendong karena malu banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2