
Roala menyalakan ponsel baru lalu dia mendoanload aplikasi WA, setelah terinstal aplikasi itu ponsel Ola terus berdering karena banyak sekali pesan masuk. Tidak lama kemudian ponsel Ola berdering lagi ada panggilan masuk.
"Halo mas Adit ada apa?"
"Kenapa kamu dari kemarin belum membalas pesan saya?"
"Maaf mas kemarin hp saya rusak karena jatuh dan ke injak, baru beli tadi ini baru di nyalain hp barunya"
"Coba buka pesannyavsekarang!"
"Iya mas"
Setelah telpon terputus, Ola membuka pesan dari Adit yang isinya memberi tahu bahwa besok harus ke mansion menemui orang tuanya sebelum pulang ke Jogja.
Ola bingung bagai mana menemui mertuanya sedangkan ia harus kerja.
"bolos aja kali ya, kalau minta cuti baru kemarin enggak bakalan di kasih" dia bicara dalam hatinya.
Laptop baru dinyalakan Ola mau nonton drakor kesukaannya sebelum tidur.
-
-
Pagi pagi seperti biasa Ola menjalankan rutinitasnya di rumah dan jam tujuh baru selesai, karena hari ini mau menemui orang tua dan mertuanya jadi Ola tidak masuk kerja.
Selesai menemui orang tuanya Ola balik lagi ke rumah bersama Adit karena Adit menjemput dan mengantarkan Ola, dia bersandiwara di depan orang tuanya dan mertuanya pura-pura menerima perjodohan ini padahal hatinya buat Sintia dan demi warisan.
-
Keesokan harinya Ola masuk kerja seperti biasa, dia mengganti seragam kerjanya di toilet samping pos satpam setelah itu baru masuk ke dalam pabrik bekerja borongan untuk mencapai target harian.
Hari ini Ola lembur dan baru keluar pabrik jam enam sore, dia berjalan menuju pos Satpam untuk mengambil baju.
Setelah ganti baju Ola keluar dari kamar mandi itu yang ternyata sudah di tunggui Jeki.
"Kemana aja La sudah lama tidak kelihatan pulang jalan kaki"
"Lagi ada urusan keluarga bang"
"abang kemarin datang ke kontrakanmu tapi tidak ada, kata tetanggamu kamu sudah seminggu lebih tidak disitu. Kamu pindah kemana La?"
"Kerumah paman saya bang, kebetulan minggu kemarin paman saya pindah ke Jakarta jadi saya di ajak tinggal di rumahnya"
Ola berbohong, karena Adit tidak boleh memberi tahu orang lain tentang pernikahannya selain keluarga dan teman dekat.
"La nonton film yuk ke bioskop"
"Maaf bang paman saya melarang Ola keluar malam apalagi tidak dengan keluarga, dan sekarang sudah jam enam lewat belum di jalan nanti takut macet. Ola duluan ya bang itu bisnya sudah ada"
Ola berlari naik bis karena takut di kejar Jeki
"Ola kamu tinggal di mana?"
Jeki berteriak tapi tidak di jawab Ola karena bisnya keburu berangkat.
Karena di jalan padat merayap sesekali macet sebentar, jadi hampir jam tujuh malam dia baru sampai rumah.
"Hahhh lengket sekali ini badan"
__ADS_1
Ola bergegas ke kamar mandi mau menyegarkan diri, setengah jam kemudian Ola keluar dari kamar mandi dan memakai baju tidur.
Telpon Ola berdering ada panggilan masuk padahal baru aja mau duduk di meja makan, dia merogoh sakunya dan mnggeser tombol hijau yang ternyata ibunya yang telpon.
"Halo bu, nyampe jam berapa ke Jogja?"
"Tadi jam empat sore nduk, kamu lagi apa?"
"ini mau makan malam bu"
"Jangan makan terlalu malam nduk tidak baik"
"Iya bu, habisnya Ola laperr"
"Ya udah, tapi jangan sering-sering ya. Suamimu lagi apa? Ko tidak kedengaran suaranys?"
"Dia di ruang kerja bu"
"Lho kok kamu makan sendirian tidak baik begitu nduk, ajaklah suamimu makan bersama"
"Mas Adit sudah makan barusan bu"
"Ooh ya udah ya, baik-baiklah kamu di sana, ingat kata ibu, hormati suamimu nduk"
"Iya bu"
Ola terpaksa berbohong kepada ibunya sesuai perjanjiannya dengan Adit bahwa orang tuanya tidak boleh tau bahwa mereka nikan hidup terpisah.
-
-
Dua insan yang sedang bercinta di kamar apartemen saling memuaskan dan berteriak bersahutan, mereka semakin menggila ketika mencapai puncak dan akhirnya tumbang.
"Terima kasih sayang sudah kembali padaku, sekarang hidupku bergairah lagi"
"Sama-sama sayang, aku akan berikan apapun sama kamu karena kamu lelakiku seorang, tidak boleh dimiliki sama wanita lain"
"Iya sayang kita akan selalu bersama-sama tidak ada orang lain yang dapat memisahkan kita, tapi sekarang kita begini dulu ya tidak boleh di ketahui orang lain apalagi orang tua angkatku bisa-bisa aku tidak mendapatkan apa-apa"
"Iya sayang tapi bolehkan aku terus bekerja sebagai model, aku janji tidak akan tinggal lama lagi di Paris kalau tidak bersama kamu"
"Tapi janji ya, bajunya jangan terlalu terbuka karena kamu hanya milikku seorang"
"Iya sayang, dan awas kamu kalau tidur bersama istri kontrakmu itu"
"tidak akan sayang aku tidak selera dengan orang miskin, apalagi orang kampung iih bukan selera aku banget walaupun wajahnya cantik"
"Cantik? Berarti kamu memperhatikan dia ya?"
"Bukan gitu sayang, pas menikah kita kan berdampingan ya otomatis aku melihatnya"
"Tapi kamu tidak ada rasa kan sama dia?"
"tidak akan sayang"
"ah yang benar? Tadi kamu memujinya?"
"Apaan sayang aku tidak memuji, itu kenyataan"
__ADS_1
"tuh kan kamu begitu"
"Udah ah jangan ngomongin itu sayang ko jadi membahas dia sih kita kan baru bersama lagi, ayo lanjut yang ini lagi sayang"
Sintia dan Adit tidak bosan-bosan bercinta karena sudah lama mereka tidak bertemu dan kemarin Sintia datang karena dia tidak rela Adit menikah dengan Ola, setelah di jelaskan oleh Adit bahwa dia menikah kontrak baru Sintia marahnya hilang dan berganti dengan hujaman cinta.
-
-
-
Hari ini hari sabtu saatnya Ola gajihan karena pabrik garmen itu gajiannya dua minggu sekali.
Ola ngecek hpnya karena terdengar ada notifikasi masuk dan ternyata pemberitahuan bahwa gajinya sudah masuk no rekeningnya.
Kemudian Ola mengirim sebagian gajinya ke orang tuanya, setelah transfer berhasil lalu dia skrinshot dan dikirim ke no ibunya lewat pesan WA.
Semua karyawan bubar jam tiga sore ini, karena habis gajian sebagian karyawan berniat belanja kebutuhan mereka, ada yang mau kulineran, ada yang pergi healing ke tempat wisata dan sebagainya mereka asik membicarakan rencananya masing-masing.
"Ola sayang besok jalan ke taman mini yuk, abang traktir buat Ola seorang yang paling cantik"
Jeki meraih tangan Ola dia mendekat dan hendak mencium pipi Ola, tapi Ola replek mendorong Jeky dengan kuat hingga membuat Jeki terjatuh.
"Maaf bang Ola ada janji dengan keluarga"
Ola beralasan sambil melangkah mau cabut dari hadapan Jeki, tapi Jeki menarik tangan Ola dengan kencang membuat tubuh Ola jatuh dan menimpa tubuh jeki...
Bruk tubuh Ola menindih Jeki, Ola berusaha bangun tapi Jeki dengan sigap memeluk Ola kuat dan mencium pipinya.
Ola berteriak minta tolong karena dia susah melepaskan diri, untung masih banyak orang yang berjalan keluar pabrik jadi Ola di bantu untuk terlepas dari Jeki.
Karena marah telah di lecehkan Jeki walaupun hanya cium pipi dan di peluk tapi Ola jijik dengan perbuatan Jeki, setelah berdiri di bantu teman kerjanya Ola langsung menendang ************ Jeki membuat Jeki berteriak kesakitan karena tendangan Ola mengenai burungnya.
Ola berlari ke pos satpam untuk mengambil baju setelah itu masuk kamar mandi untuk ganti baju, dia keluar dari kamar mandi sudah rapi dan berjalan hendak keluar dari gerbang. Tapi teriakan seseorang membuat Ola berbalik badan...
"Ola berhenti kita selesaikan dulu urusan kita"
Jeki berteriak menatap Ola dengan tajam sambil berjalan pelan dan memegang burungnya.
"Urusan apa, kita tidak ada urusan?"
"lah ini gue jalan sampai ngilu gini, pokonya kamu harus tanggung jawab"
"Itu kan balasan karena abang kurang ajar sama Ola"
Ola bergegas pergi karena percuma meladeni orang seperti itu pikirnya.
Hampir jam empat sore Ola sampai ke rumah.
hari minggu adalah hari libur jadi Ola hanya di rumah saja, dia pergi ke dapur hendak memasak tapi kulkas kosong karena sudah dua minggu ini tidak belanja dan orang suruhan Adit juga tidak pernah datang lagi.
"Sepertinya aku harus ke pasar"
Ola ngomong sendiri, dia bergegas ke kamar untuk ganti baju karena akan pergi belanja.
Ola pergi ke supermarket jadinya karena sudah siang, kalau ke pasar tradisional harus pagi-pagi pikirnya.
Sebelum masuk super market dia mencari dulu penjual nasi dia sudah lapar karena belum sarapan apa-apa dari pagi padahal sekarang sudah jam sepuluh siang.
__ADS_1