
Sekarang kesibukan Ola dan Helmi bertambah karena setiap pagi mengantar anaknya sekolah, walaupun pulangnya dengan sopir dan pengasuhnya tapi setidaknya mereka bisa mengantarkan ke sekolah sambil berangkat kerja.
Sebagai orang tua yang keduanya bekerja mereka menyempatkan diri walaupun hanya mengantar saja, dan kebetulan anak-anaknya mengerti kesibukan orang tuanya.
Tapi hari ini badan Ola merasa gak enak kepalanya pusing dan lemas, Ola bersandar di sandaran tempat tidur sambil menarik napas dalam-dalam dari hidung dan membuangnya dari mulut untuk merilexan tubuhnya.
Helmi perlahan membuka matanya dia melihat istrinya bersandar sambil memegang kepalanya, dia langsung duduk di samping istrinya dan memegang dahi istrinya.
"sayang kamu sakit? Muka kamu pucat tapi gak panas" kata Helmi sambil meraba dahi istrinya.
"gak tau mas, badan rasanya lemes dan pusing" jawab Ola sambil memeluk suaminya, dia sedikit manja kalau lagi gak enak badan.
Helmi membalas pelukan istrinya dan mencium kepala istrinya, lalu dia meraih iponenya di atas nakas dan dia menelpon dokter pribadinya.
"sebentar lagi dokternya datang sayang, yang sabar ya" kata Helmi sambil mengelus-elus kepala istrinya, Ola mengangguk aja tanpa bicara.
Sepuluh menit kemudian dokter sampai di mansion dan memeriksa Ola, ternyata Ola hanya kecapean saja dan kurang darah dokter menyarankan untuk istirahat total selama tiga hari.
"jangan terlalu ganas dengan istrimu bro, jangan di terkam terus-terusan biarkan dia istirahat selama tiga hari" kata dokter seperti bercanda tapi memang serius harus istirahat.
"habisnya nagih mulu setiap kami dekat, baiklah untuk sekarang aku harus bisa nahan diri dulu sampai istriku sehat" jawab Helmi.
"nah gitu dong nurut, dan jaga juga asupan makannya sepertinya ini telat makan juga ya?" kata dokter lagi.
"hehe maaf ya sayang, semalam dari kamar mandi kita tempur lama selesai mandi tempur lagi di tempat tidur sampai kita ketiduran dan tidak makan malam. Dan tadi dini hari kita terbangun langsung tempur lagi" kata Helmi sambil mencium istrinya, dia merasa bersalah akibat keganasannya membuat istrinya sakit dan dia harus puasa tiga hari.
Ola diam saja mukanya memerah karena malu sama dokter, suaminya benar-benar gesrek mentang-mentang dokter itu saudara jauh sekaligus teman SMAnya dia tidak tau malu menceritakan kegiatan panasnya.
"pantesan istrimu sampai drop gini benar-benar ya" kata dokter itu geleng-geleng kepala sambil mencatat resep vitamin dan obat untuk Ola.
__ADS_1
"tapi kami sama-sama liar dalam hal itu aku tidak bisa diam kalau dekat istriku dia benar-benar canduku bro, iya kan sayang kamu juga sering mulai duluankan sayang?" kata Helmi membuat Ola tambah malu, Ola menyembunyikan wajahnya di dada suaminya memang tak di pungkiri mereka berdua sama-sama liar.
"candu sih candu tapi jangan lupa makan, jangan sampai tenaga habis sampai drop juga kali. Ini resep obatnya dan vitaminnya, ingat istirahat yang cukup, makan teratur dengan gizi seimbang dan jangan lupa obat dan vitaminnya di minum ya sesuai dosis" kata dokter sambil menyerahkan resep dokternya dan dia pamit pulang karena sudah banyak pasien yang menunggunya di kliniknya.
"tank you bro, maaf ya mengganggu pagi-pagi" kata Helmi.
"sama-sama bro... cepat sembuh ya La, ingat kalau suamimu macem-macem jangan di kasih ok" kata dokter itu.
"kalau dia yang mulai duluan gimana bro?" tanya Helmi membuat Ola mencubit pinggangnya.
"aaw sayang geli malah, lagi dong" Helmi malah bercanda sambil memeluk istrinya.
"udah ah gue balik dulu, silahkan lanjutkan keuwuan kalian tapi ingat jangan kuda-kudaan dulu. Dan sekarang kasih istrimu sarapan supaya cepat pulih" kata dokter itu sambil berjalan keluar dari kamar mereka.
"bentar ya sayang, mas mau ngambil dulu sarapan, dan meminta pak sopir untuk membeli resep ini ke apotik" kata Helmi sambil mencium kening istrinya dan turun dari tempat tidur.
"iya mas" jawab Ola
Helmi kembali ke kamarnya sambil membawa nampan berisi makanan dan air minum untuk istrinya, di ikuti putra dan putrinya dari belakang karena ingin melihat ibunya.
"mommy sakit apa?" kata Daniel sambil naik ke tempat tidur di ikuti adiknya.
"mommy hanya kecapean aja sayang, kata dokter mommy harus istirahat tiga hari. Jadi mommy tidak bisa mengantar kalian sekolah selama tiga hari. Maaf ya sayang, kalian nanti di antar sopir dan nenny aja ya" kata Ola sambil mencium pipi cuby putra putrinya.
"iya mom, i love you mom" kata Daniel sambil mencium pipi ibunya dan di ikuti adiknya.
"i love you more cantik dan gantengnya mommy, ayo sayang siap-siap sudah waktunya berangkat sekolah" kata Ola sambil membelai rambut anaknya dan menciumnya.
"dadah mommy, kita belangkat sekolah dulu ya... Mommy cepet sembuh ya" kata mereka dan turun dari tempat tidur orang tuanya.
__ADS_1
"dadah sayang semangaat" jawab Ola, Helmi juga mencium putra putrinya dan membelai rambut mereka lalu melambaikan tangannya kepada anak-anaknya yang keluar dari kamarnya dan di tuntun oleh para pengasuhnya.
"ayo sayang sarapan dulu" kata Helmi yang di angguki Ola
Helmi mengambil air minum hangat yang sudah di bawanya tadi dengan menu sarapan paginya, lalu perlahan menyuapi istrinya.
Walaupun Ola malas makan dan ngunyahnya lambat, tapi dengan sabar Helmi menyuapi istrinya sampai habis.
Tidak berapa lama sopir mengetuk pintu kamar majikannya, dia memberikan obat dan vitamin yang baru saja di belinya. Helmi membuka pintu kamarnya dan menerima kantong berisi obat dan vitamin dari pak sopir
"terima kasih pak" kata Helmi
"sama-sama tuan, oh ya ini sisa uangnya tadi kebanyakan" kata pak sopir itu.
"ambil aja pak buat jajan" jawab Helmi.
"terima kasih tuan, wah rejeki nomplok nih" kata pak sopir sambil memasukan uang ke dompetnya yang lumayan banyak.
"sama-sama pak, ya udah pak aku masuk dulu mau ngasih obat buat istriku" kata Helmi.
"oh iya tuan silahkan" jawab pak sopir itu.
Helmi menutup pintu kamarnya dan berjslan menghamiri tempat tidur, lalu dia duduk di tepi tempat tidur menghapap istrinya yang duduk dan bersandar di tempat tidur.
"ayo diminum obat dan vitaminnya sayang" kata Helmi sambil membuka obat dan vitamin satu persatu sesuai dosis lalu di masukan kemulut istrinya dan di kasih air minum juga.
"terima kasih sayang, aku jadi ngerepotin kamu ya" jawab Ola setelah selesai minum obat.
"tidak ada yang di repotkan sayang, ini sudah kewajibanku mengurusmu. Cepat sembuh sayang, muach" jawab Helmi sambil mencium istrinya.
__ADS_1
"mas tidak kerja?" kata Ola.
"nanti saja siang sayang, sekarang nungguin kamu dulu" jawab Helmi.