
"bos mobilnya meledak, kami pastikan semua orang di dalamnya hangus" kata seseorang di seberang telpon.
"kerja bagus hahaha... Mampuslah kau Roula Kim, dan akhirnya keturunan Kim musnah semua. Kasian sekali anak dan cucu-cucumu juga menantumu Kim, mereka hangus terbakar, dan perusahaan itu akan kembali ke tangan anak saya nanti hahahaha...." kata Orang itu tertawa puas.
"jangan lupa bonus yang bos janjikan dua kali lipat" kata orang suruhan itu.
"tenang, sekarang aku tranfer ke rekeningmu, tapi ingat semuanya harus bersih tanpa meninggalkan jejak" kata orang itu.
"siap bos" jawabnya dan seketika wajah orang itu tersenyum cerah karena bonus transferannya sudah masuk ke rekeningnya. "wah gue kaya sekarang, dan gue harus segera pergi dari sini" lanjut orang itu sambil menjalankan mobilnya.
"tuan, mobil yang di kendarai Sapri ko gak kelihatan dari tadi" kata sopir tuan Hartono.
"coba berhenti di depan lalu telpon" kata tuan Hartono kepada sopirnya.
"baik tuan" jawab sopir itu sambil menjalankan mobilnya mencari tempat untuk parkir yang aman, karena sebelumnya jalannya berkelok-kelok dan naik turun.
Beberapa menit kemudian sopir menghentikan mobilnya di tempat yang agak luas, tidak lama kemudian dua mobil lagi berhenti dekat mobil tuan Hartono.
"kalian lihat Sapri tidak?" kata sopir tuan Hartono kepada temannya sesama sopir.
"tidak, tadi semenjak dari bandara dia bawa mobilnya jauh di belakang kami dan agak lambat. Mungkin lagi deketin si Lela, makanya dia memisahkan diri" jawab sopir pak Anwar, karena dia tau temannya naksir dengan Lela artnya bu Eem.
"mungkin juga, tapi ko gak bilang dulu" kata sopir tuan Harttono sambil meraih ponselnya dari sakunya lalu menelpon Sapri.
Beberapa kali di telpon tapi Sapri tidak menjawab.
"coba ibu telpon Lela dulu, nyambung gak" kata bu Eem lalu menelpon artnya.
Di telpon beberapa kali tidak nyambung juga, teeus mereka melakukan panggilan ke sopir dan art di mobil itu. Dan akhirnya nyambung setelah beberapa puluh kali di telpon.
__ADS_1
"halo Lela" kata bu Eem.
"tolongin kami, kami ada di tebing di batu besar tadi kami kecelakaan sebelum tikungan tajam ke tiga dan mobilnya jatuh ke jurang" jawab Lela dengan suara pelan dan lambat.
"ya tuhan, kalian tenang ya kami akan segera mencari bantuan" kata bu Eem, tidak ada jawaban lagi dari Lela membuat mereka semua cemas.
"hallo Lela, hallo... Ko mati sih" ksta bu Eem.
"mungkin signalnya jelek bu, ayi kita ke sana sekarang" kata pak Anwar.
Tuan Hartono menelpon polisi, beliau melaporkan bahwa ada kecelakaan di jalur selatan di lereng bukit yang curam.
Polisi segera menyiapkan pasukan pertolongan kecelakaan dan meluncur ke lokasi, dan rombongan tuan Hartono kembali ke lokasi yang di sebutkan Lela tadi.
Dua puluh menit kemudian mereka sampai di sana, dan ternyata banyak kendaraan yang berhenti di sana karena mereka melihat ada asap yang mengepul dari dalam jurang.
Tidak lama kemudian pasukan polisi dan mobil ambulance beserta petugas medis datang ke lokasi, sebagian turun ke tebing mencari korban dengan menggunakan alat khusus dan sebagian monitor di atas, sebagian polisi mengatur lalu lintas supaya tidak macet.
"tolong saya" terdengar orang minta tolong dengan suara pelan oleh polisi yang masih melakukan pencarian di tebing.
"pak itu ada orang nyangkut di akar pohon, ayo kita evakuasi" kata pak polisi kepada temannya.
"siap laksanakan" jawab pak polisi lainnya, lalu mereka melakukan evakuasi.
Lela dan Tuti temannya segera di tangani petugas medis, mereka tidak terluka parah hanya memar-memar dan luka bared tapi tidak dalam mereka pingsan karena syok dan menghisap asap hitam dari mobil yang terbakar di bawah.
Lela dan Tuti dudah aman, tinggal Sapri yang baru saja di evakuasi dia langsung di tangani tim medis dan untungnya juga Sapri tidak terluka parah hanya bared-bared dan dahinya robek kena benturan tapi tidak berbahaya hanya perlu di jahit dan di obati saja.
Polisi menyelidiki mobil yang sudah tinggal rongsokannya saja, dan semua yang berkaitan dengan kecelakaan itu sambil menunggu keterangan dari Sapri setelah di ijinkan tim medis nanti.
__ADS_1
Ola dan Helmi juga anak-anaknya serta pengasuhnya sudah sampai di bandara Tangerang, mereka keluar dari bandara dan langsung masuk ke mobil jemputan.
Baru beberapa menit perjalanan dari bandara menuju mansion, Helmi menerima panggilan telpon dari orang tuanya.
"hallo nak, kalian baik-baik aja kan semua?" kata tuan Hartono.
"iya ded, kami baru memasuki Jakarta, tiga puluh menit lagi baru sampai" jawab Helmi.
"syukurlah kalian baik-baik aja, hati-hati nak jaga keluargamu baik-baik sepertinya ada pergerakan lagi mengincar istri dan anakmu. Penjagaan tolong perketat lagi, dan untuk hari ini istrimu jangan masuk dulu perusahaan, anak buah daddy mau menyelidiki dulu sepertinya di perusahaan D'TWINS ada penghianat" kata tuan Hartono membuat Helmi tegang.
"baiklah ded, lakukan yang terbaik untuk keselamatan istri dan anakku, mereka harta yang tak ternilai harganya dalam hidupku" jawab Helmi.
"ok, tetap waspada jangan lengah sedetik pun ok" kata tuan Hartono lgi.
"siap ded" jawab Helmi
Setelah hampir satu jam akhirnya mereka sampai di mansion, Helmi membawa anak dan istrinya masuk ke dalam mansion.
Anak-anak masuk ke ruang bermainnya mereka girang sekali karena sudah lama tidak main di sini, Helmi membawa istrinya ke kamar lalu mengajaknya duduk di sofa.
"sayang hari ini jangan masuk kerja dulu, karena perusahaan sedang di selidiki anak buah daddy" kata Helmi sambil menggenggam tangan istrinya dan menatap istrinya lekat-lekat.
"tapi mas, kata Johan nanti jam 11 siang ada meeting dengan perusahaan asing" jawab Ola.
"biarkan Johan yang menghendle nya, kamu di rumah dulu istirahat dengan anak-anak. Kata daddy sepertinya ada pergerakan lagi mengincarmu dan anak-anak, karena mobil yang di tumpangi kita ke pantai kemarin ada yang menyabotasenya. Mobil itu tiba-tiba bannya pecah padahal bannya masih baru dan original, remnya blong sehingga ketika bannya pecah mobil tidak bisa di kendalikan dan akhirnya masuk jurang dan terbakar. Untung sopirnya dan art ibu yang ada di mobil itu selamat, karena mereka loncat keluar sebelum mobil masuk jurang dan meledak" kata Helmi.
"ya tuhan, puji tuhan mereka selamat semua ya mas. Terus kondisinya gimana sekarang?" kata Ola
"mereka di bawa ke rumah sakit untuk memulihkan psikologisnya karena mereka syok" jawab Helmi.
__ADS_1
"siapa lagi yang tidak menginginkan kami di dunia ini, bukannya om Moo sudah di penjara?" kata Ola sambil memeluk suaminya untuk mendapat ketenangan hatinya.
"kita lihat aja nanti sayang, siapa yang berniat jahat kepada kita" jawab Helmi sambil membalas pelukan istrinya dan mencium pucuk kepala istrinya.