Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Ola Di Bawa Ke Amerika


__ADS_3

Tuan Moo tertawa terbahak-bahak setelah mendapatkan tanda tangan dari Roula lalu dokumen itu di simpan di brankas, dia juga memerintahkan anak buahnya untuk membuang Ola ke laut setelah melenyapkannya.


Ola mulutnya di lakban lagi lalu dia di ikat setelah itu dia di bopong dan di masukan ke mobil box, Ola gak bisa berteriak karena mulutnya di lakban dan tangannya di ikat dia hanya bisa berdo'a dalam hatinya.


"mau dibawa ke mana aku, mas Helmi tolong aku" Ola hanya bisa bicara dalam hatinya sambil menangis.


Saru jam kemudian mobil box yang berisi Ola berhenti dan ada yang membukanya, ketika orang itu mau naik tiba-tiba terdengar bunyi tembakan dan orang itu jatuh.


Ola bahagia dia pikir suaminya membawa polisi dan menyelamarkannya, setelah baku tembak berhenti tiba-tiba ada seorang pria kekar bertopeng dan memakai baju serba hitam naik ke mobil box belakang yang di tumpangi Ola lalu dia membopong Ola dan membawanya turun setelah itu Ola di masukan ke mobil sedan mewah setelah Ola duduk lalu orang itu memasangkan sabuk pengaman sambil berbicara pelan... "nona aman sekarang tapi maaf saya belum bisa membuka ikatan dan lakban di mulut nona, biar bos saya yang membukanya"


"siapa orang ini ya, apa suruhan mas Helmi???" Ola mengangguk sambil bicara dalam hatinya.


Setelah orang itu menutup pintu mobil lalu dia memerintahkan supir itu untuk melajukan mobilnya, lima puluh menit kemudia mobil itu sampai di bandara dan Ola di masukan ke dalam pesawat pribadi. Lalu ada seorang lelaki bule membuka ikatan tangan dan kaki Ola, setelah itu dia di bawa ke jok depan yang ternyata sudah ada kedua anaknya di jet pribadi itu.


Ola menangis di peluk anak-anaknya, Daniel membuka lakban momynya dan mencium pipi momynya.


"mommy sakit tidak?" anak itu meniup-niup dan mengelus sekitar mulut ibunya yang memerah bekas lakban tadi.


"mommy baik-baik aja sayang, daddy mana?" Ola memutar pandangannya ke sekeliling pesawat yang sedang berjalan di landasan mau takeoff dan jet itu terbang ke angkasa.


"daddy tadi mau menyusul mommy ke lumah sakit, katanya mommy mengantal temannnya ke lumah sakit" jawab Dal Mi.


"terus kalian ke sini dengan siapa?" Ola masih belum mengerti dengan semua ini.


"waktu kami di titipkan ke uak Mona sama daddy, uak Mona mau membawa kami pulang tapi pas di jalan mobil uak di suluh belhenti sama om itu dan om itu tiba-tiba tiba membawa kami ke mobilnya dan membawa kami ke bandala lalu kami di masukan ke dalam jet ini. Uak Mona belteliak jangan bawa keponakanku katanya, tapi om itu bilang kami akan di bawa menemui mommy. Jadi kami mau ikut kalena mau belsama mommy dan om itu tidak bohong kalena mommy sekalang udah di sini" Daniel menjelaskan panjang lebar walaupun lambat dan masih cadel tapi jelas dan bisa di mengerti mommynya.


Ola memeluk anak-anaknya dan menciuminya sambil menangis, dia tidak tau mau di bawa kemana dengan anak-anaknya tanpa suaminya.


Bule itu menghampiri Ola dan memberikan selembar kertas yang berisi tulisan berbahasa inggris, yang terjemahannya sebagai berikut: kalian aman bersama kami, kamu jangan takut sama kami karena kami saudaramu juga kami keponakan ibumu dari Amerika, dan kami mengamankan kalian dari tuan Moo karena tuan Moo akan membunuhmu dan anak-anakmu supaya harta ayahmu tetap di kuasainya. Kamu akan tinggal bersama kami sampai situasi aman, tas kamu ada di kamar karena tadi kami mengambilnya dari mobil suamimu untuk mengambil kartu identitasmu suoaya mudah mengurus perjalanan. Sekarang gantilah bajumu di kamar khusus di sana sudah tersedia pakaian untukmu dan anak-anakmu dan kalian istirahatlah di sana karena perjalanan ke Amerika masih panjang nanti ada yang mengantarkan makan malam ke kamar.


Setelah membacanya Roula melipat kertas itu lalu dia mengecek ponselnya yang ternyata mati karena habis batre, lalu dia mengajak kedua anaknya masuk ke dalam kamar lalu mengganti baju mereka dan mendudukannya di tempat tidur.

__ADS_1


"mommy mau ganti baju dulu di toilet ya, gak nyaman pake kebaya dan kain seharian. Kalian tunggu dulu sambil tiduran mommy gak lama ko"


Setelah diangguki kedua anaknya, Ola mengambil baju dan celana santai dan masuk ke toilet di dalam jet itu, selesai buang air dan ganti baju Roula keluar dari toilet dan meraih tasnya dia membuka tasnya yang tadi di bawanya ke acara wisuda dan ke toko pizza dia menyimpan ponselnya dan tablet anak-anaknya yang sudah di matikannya karena mereka mau tiduran.


Ola naik ke tempat tidur dan merebahkan badannya sambil memeluk anak-anaknya, dia menitikan air matanya karena ingat suaminya.


"mas Helmi aku kangen kamu" Ola berbicara dalam hatinya, tapi dia tidak boleh menunjukan kesedihannya kepada anaknya dia berusaha tegar supaya anak-anaknya tidak ikut bersedih.


Ola bercerita tentang kancil dan buaya kepada anaknya, Danielpun tertawa mendengar cerita itu karena buaya mau aja di bodohi kancil.


***


Helmi dan polisi menyerbu rumah tuan Moo untuk mencari Ola istrinya, tapi tuan Moo malah mempersilahkan masuk untuk mencarinya.


"saya tidak tau istrimu ada di mana saudara iparku, silahkan kalian cari" tuan Moo malah menyambutnya ramah (pura-pura ramah) dan dia mempersilahkan mereka masuk.


"sayang kamu di mana?" Helmi membuka pinru kamar ternyata kosong tidak ada istrinya, padahal ponsel istrinya terakhir aktif di tempat ini.


Helmi ke luar dari rumah tuan Moo dan naik ke dalam mobil, ponselnya berdering ternyata dari kakaknya.


"hallo mbak" kata Helmi dia menerima telpon sambil nersandar di jok mobil.


"dik, anakmu anu anu anakmu ada yang menculik hik hik... Mm mmbak tidak bisa menahannya, mm mmereka mem bawa anak-anakmu ke mobil hitam hik hik ma maafkan mbak dek" mbak Mona menangis tersedu-sedu sambil bicara terbata-bata.


Ponsel Helmi sampai terjatuh karena kaget dan tubuhnya lemas, tiba-tiba air matanya keluar dengan deras.


"ya tuhaaan... Selamatkanlah istri dan anak-anakku" dia menangis tak berdaya.


Lima menit kwmudia Helmi keluar lagi dari mobil dia masuk lagi ke dalam rumah tuan Moo, Helmi menarik kerah kemeja tuan Moo penuh amarah.


"dimana istri dan anak-anak saya hah" Helmi mencengkram erat kerah tuan Moo sampai orang itu terbatuk.

__ADS_1


"kenapa menanyakan istri dan anakmu sama saya hah memangnya saya pengasuhnya" tuan Moo memerah mukanya menahan amarah.


"jangan pura-pura kamu ya, pak polisi bawa dia" Helmi memerintahkan polisi menangkap tuan Moo tapi polisi hanya diam dan membuat tuan Moo tertawa.


"kamu jangan bodoh saudaraku, polisi gak bakal menangkap saya karena tidak ada bukti. Lagian saya tidak tau istri dan anak-anakmu di mana heh" tuan Moo ter kekeh.


Helmi melepaskan kerah tuan Moo dan menelpon bawahannya yang sedang melacak keberadaan istri dan anaknya.


"hallo tuan istrimu menuju pantai, ayo kita bergerak ke sana"


"ok siap"


Helmi mengajak polisi dan pengawalnya keluar dari rumah tuan Moo, mereka masuk ke mobil masing-masing dan bergerak mengikuti arah ponsel istrinya.


"tuan sekarang ponsel istri tuan tidak bisa di lacak seperti ada yang meretasnya" yang melacak ponsel Ola mengutak-ngatik ponselnya tapi tidak terhubung juga.


"lalu bagaimana?" Helmi bingung


"kita terus aja menuju pantai sebab terakhir tersambung lokasi nyonya dekat pantai tuan" kata pengawal itu yang ahli dalam IT.


Mereka menuju pantai sesuai lokasi terakhir keberadaan Ola, tapi tidak di temukan Ola yang ada hanya mayat bergelimpangan dan satu orang yang masih hidup sedang bersandar di jok mobil dengan wajah babak belur penuh darah.


"heii istri saya dimana?" Helmi langsung bertanya kepada orang itu.


"i istri a annda di di cu lik tu tu an" orang itu susah payah menjawab Helmi.


Helmi merosot ke tanah badannya lemas tak berdaya, dia bingung, sedih, dan khawatir, harus kemana mencari istri dan anaknya.


-


"sialan siapa yang menyelamatkan Roula dan siapa yang menchlik anak-anaknya" tuan Moo membanting asbak sampai hancur setelah mendengar laporan dari bawahannya.

__ADS_1


__ADS_2