
Roula dan Helmi keluar dari restaurant mereka bergandengan tangan menuju mobil di tempat parkir, sampai di sana Helmi membukakan pintu mobil untuk dia dan mendudukannya lalu memasangkan sabuk pengaman.
Helmi menjalankan mobilnya pelan dia mengantarkan Ola ke mansion karena nanti malam akan ada pembahasan tentang rencananya, setelah Ola masuk ke dalam mansion Helmi pamitan utuk balik lagi ke kantornya.
"mommy Helmi balik kantor lagi ya"
"iya hati-hati di jalan"
"iya mom... Sayang mas balik kantor dulu ya nanti sebelum jam tujuh malam mas sudah balik ke sini lagi"
Helmi mencium pipi ibunya kanan dan kiri, setelah itu menghampiri Ola dan melakukan hal yang sama seperti kepada ibunya tadi.
"hati-hati mas, terima kasih ya"
"sama-sama sayang.... Bye mommy bye sayang"
Helmi melambaikan tangannya kepada dua wanita yang di cintainya, setelah itu dia masuk mobil dan menghidupkan mesinnya setelah itu dia melajukan mobilnya keluar dari pintu gerbang mansion.
"cantik sekali sayang cincinnya baru ya?"
"iya mom ini tadi dari mas Helmi"
"wah mommy ketinggalan berita nih, ceritanya sudah di lamar toh"
"iya mom hehehe..."
"selamat ya sayang, mommy ikut senang mendengarnya"
"terima kasih mom atas restunya"
"sama-sama sayang, berbahagialah sudah saatnya kalian hidup bahagia dengan orang yang kalian cinta, saling menjaga sampai tua bersama hingga sampai surga dan smoga tuhan selalu memberkati rumah tangga kalian nantinya"
"amen"
"kamu sudah makan belum sayang?"
"sudah mom, tadi dengan mas Helmi"
"oh ya udah istirahat dulu sana gih"
"iya mom, Ola masuk kamar dulu ya"
"iya jangan lupa nanti jam tujuh malam dandan yang cantik, kita akan makan malam bersama nanti mbak Mona dan suaminya akan ke sini juga"
Ola mengangguk lalu dia masuk kamar dan langsung masuk kamar mandi, Ola berendam di bathtub dengan memakai aroma terapi untuk merilexan tubuhnya.
Setengah jam kemudian Ola turun dari bathtub lalu memakai bathrob dan handuk penutup kepalanya yang basah, setelah itu dia berjalan menuju wastafel untuk gosok gigi dan membasuh muka.
Jam enam tiga puluh malam Ola sudah cantik dengan riasan natural memakai blus pink dan sepatu pentopel warna maroon, rambutnya di biarkan tergerai menambah kecantikannya dan terlihat sangat anggun.
Ola masih duduk di sofa kamar tidurnya dia menatap cincin cantik yang melingkar di jari manisnya, perlahan dia mengangkat jarinya dan mengecup cincin itu dia juga membuka tas selempangnya dan mengambil poto keluarganya dari dalam lalu dia bergumam.
"smoga pilihanku tepat dan di berkati tuhan, mommy daddy terima kasih sudah melahirkan Ola ke dunia ini restui pernikahan kami nanti mom dad kalian pasti selalu memantauku dari surga"
Roula mendekap poto orang tuanya dia menyalurkan rasa yang sulit di ungkapkan.
Tok...tok...tok pintu kamar Ola di ketuk dari luar
"masuk saja tidak di kunci ko"
Ceklek pintu di buka ternyata Helmi yang masuk, dia sudah mandi dan memakai pakaian resmi tapi santai rambutnya yang masih basah tersisir rapi.
"hi sayang kamu sedang apa?"
"lagi kangen-kangenan mas"
__ADS_1
"kangen- kangenan dengan siapa? Mas jadi cemburu ni"
"ini mas"
Ola menunjukan poto orang tuanya yang barusan di dekapnya, Helmi duduk di samping Ola dan meraih poto dari tangan Ola.
"hi mommy Merlyn, hi daddy Kim saya minta restunya, tolong berkati pernikahan kami nanti ya"
Helmi memutar tubuhnya dan memeluk Ola dia tau apa yang di rasakan Ola saat ini, tanpa bertanya apapun dia mempererat pelukannya dan mengelus-elus kepala dan punggung Ola.
"mas hiks"
Ola menangis lagi dalam pelukan calon suaminya dia juga memeluk Helmi dengan erat, setelah dadanya merasa lega perlahan Ola melepas pelukannya.
Helmi merapikan anak rambut Ola yang menutupi pipinnya yang basah dengan air mata, perlahan dia menghapusnya dengan tisue yang ada di meja depan sofa.
""ayo kita makan malam, mbak Mona dan suaminya sudah datang, Ica juga nanyain aunty cantiknya tuh"
"bentar mas aku cuci muka dulu"
Ola masuk kamar mandi, lalu dia mencuci mukanya yang sembab bekas tangisannya, setelah itu dia mengeringkan mukanya dengan handuk kecil.
Ola keluar dari kamar mandi dan menuju meja rias lalu dia memakai makeup naturalnya lagi, tidak lupa dia juga memakai lipstik senada yang tahan lama.
Helmi menghampiri Ola dan memeluknya dari belakang, dia menatap calon istrinya dari pantulan cermin besar di hadapan mereka.
"tambah cantik aja calon istriku, mas jadi tidak sabar"
Ola tersipu malu mukanya memerah seperti tomat menambah kecantikannya, Helmi gemas melihatnya dia mencium pipi Ola kiri dan kanan secara bergantian.
"yuk mas kita keluar takut mereka lama menunggu kita"
Helmi merangkul pundak Ola perlahan berdiri dan mereka berjalan keluar kamar, mereka berdua turun dari tangga sambil bergandengan.
"hi aunty cantik"
Ola menggendong ica dia kangen sama anak lucu itu, lalu dia mencium pipi gembulnya sambil mendusel-duselnya sampai Ica tertawa geli.
"aunty stop geli hahaha"
"habisnya pipinya bikin gemas, aunty jadi pingin gigit deh"
"no aunty stooop hahaha"
Ola berhenti mendusel pipi Ica dia berjalan menghampiri semua lalu dia memeluk mbak Mona, setelah itu mereka duduk bersama di meja makan untuk makan malam bersama.
Ica masih di gendongan Ola dia tidak mau jauh kalau sudah bertemu, Helmi inisiatip menyuapi Ola dan Ica bergantian walaupun awalnya di tolak Ola karena malu disuapin di hadapan semua orang tapi lama-lama dia menikmatinya hitung-hitung latihan ketika repot momong anak nanti.
Selesai makan semua orang berkumpul di ruang keluarga mereka menunggu apa yang mau di sampaikan Helmi, Helmi menggenggam jari tangan Ola dan mulai berbicara.
"mom, dad, mbak Mona dan bang Ferdi, maaf sebelumnya jikalau keputusan kami terlalu cepat menurut kalian, tapi kami sudah sepakat minggu depan akan melangsungkan pernikahan tadi kami sudah ngambil keputusan bersama dan waktunya hari sabtu jam delapan pagi"
"daddy menyerahkan semuanya pada kalian apa yang terbaik menurut kalian, kami orang tua pasti mendukung sepenuhnya.
"momy juga menyerahkan semuanya pada kalian, kalian pasti sudah tau apa yang terbaik buat hidup kalian Momy akan selalu mendukungnya"
"mbak Mona dan bang Ferdi juga akan slalu dukung kalian. WOnya dudah ada belum?"
"terima kasih untuk semua dukungannya, mengenai WO nya ada teman Helmi yang siap kapan saja dan nanti akan kami hubungi. Terus untuk gaun pengantinnya sudah ada desainer hebat kita yaitu Roula Kim"
Ola tersenyum bahagia calon suaminya mempercayakannya membuat gaun pengantinnya sendiri, sesuai cita-cita masa kecilnya dulu Ola pernah memimpikan membuat gaun pengantinnya sendiri.
Semua sudah sepakat acaranya dan WOnya juga sudah siap karena baru aja di hubungi Helmi, dan untuk tempatnya di serahkan ke mbak Mona yang baru akan meresmikan hotelnya minggu depan.
Secara kebetulan acara pembukaan hotelnya sekalian dengan hajatan resepsi pernikahan adiknya, sudah terbayang di benaknya acaranya megah dan mewah dan akan banyak kalangan yang di undang.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukan jam sepuluh malam semua rencana dan obrolan sudah tuntas, Ica tertidur di pangkuan Ola karena tadi dia sudah pesan ingin bobo dengan auntynya.
Orang tua dan kakaknya mereka sudah masuk kamar untuk istirahat, perlahan Ola mau berdiri di bantu Helmi mengangkat badan Ica supaya tidak susah calon istrinya untuk berdiri.
Helmi menggendong Ica ke kamar Ola lalu di susul Ola dari belakang, sampai di kamar Helmi menidurkan Ica di atas tempat tidur.
"mas jagain ica bentar ya, aku mau gosok gigi dulu"
"iya sayang"
Ola masuk ruang ganti untuk mengambil baju tidur setelah itu dia masuk kamar mandi untuk bersih-bersih dan gosok gigi, lima belas menit kemudian dia sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai gaun tidur rancangannya yang terlihat cantik walaupun terbuat dari bahan katun biasa yang menyerap keringat tapi modelnya unik dan cantik dan begitu manis di pakai Ola.
Helmi menatap calon istrinya tak berkedip dia merentangkan kedua tangannya kepada Ola, Ola menyambut tangan calon suaminya dan mereka langsung saling memeluk menyalurkan rasa yang bergejolak di dalam dada.
"ayo cepet bobo sayang mas tungguin di sini sampai kamu tertidur"
Helmi berdiri dari tempat tidur dan menidurkan Ola di samping Ica, setelah itu dia menyelimuti dua wanita yang terbaring di atas tempat tidur itu. Yang bocil sudah terlelap tapi auntynya gak bisa tidur apalagi di elus-elus kepalanya oleh Helmi membuat jantungnya semakin berdebar.
"ayo sayang pejamkan matamu, mas jagain di sini"
"tapi Ola gak bisa tidur mas"
"ya udah pejamkan aja matanya nanti juga tertidur"
Waktu sudah jam sebelas malam, Ola sudah mulai gak tahan menahan kantuk pada akhirnya dia terlelap juga sambil memeluk Ica.
Jam lima pagi Ola belum membuka matanya walaupun sudah bangun karena merasakan nyaman yang belum pernah ia rasakan, ada tangan kekar yang melingkar di pinggangnya dan ada hembusan napas halus di telinganya.
Perlahan dia berbalik dan membuka matanya
"mas Helmi ko tidur di sini?"
" selamat pagi sayang, apa sih sayang mas masih ngantuk"
"ih gak boleh tidur bareng mas kita kan belum menikah"
"tidak apa-apa sayang kita latihan dulu, lagian kita hanya tidur aja sambil pelukan enggak ngapa-ngapain lagi"
Helmi mempererat pelukannya dan mendusel kepalanya ke ceruk leher Ola, Ola merasakan panas dingin tapi nyaman dia juga ikut memejamkan matanya dan membalas pelukan Helmy.
"aunty Ola, om Helmi ayo bangun anter Ica mau pipis nih"
Ola mengucek matanya perlahan dia bangun dan melihat jam ternyata sudah jam enam pagi, perlahan dia melepaskan pelukan Helmi dan turun dari tempat tidur lalu dia menggendong Ica ke kamar mandi.
Ola dan Ica sudah mandi air hangat Ola memakai bathrob dan ica memakai handuk lalu mereka keluar dari kamar mandi, nampak Helmi sudah duduk di pinggir tempat tidur.
"pagi semua"
"pagi mas, oh ya nanti Ola berangkatnya bawa mobil sendiri ya mas soalnya pulang kuliah mau langsung ke butik"
"tapi sayang mas senang berduaan denganmu, mending mas yang antar jemput ya"
"tapi kan mobil Ola nanti mau di simpen di butik biar gampang kalau ngantar pesanan banyak, dan Ola mau tidur di butik kan mau membuat gaun pengantin juga waktunya kan seminggu lagi mas"
"ya udah kalau gitu nanti mas ngekor dari belakang sekalian mas mau tau butiknya di mana"
"terima kasih ya mas atas pengertiannya"
"iya sayang gak apa-apa biar kita nanti merindu-rindu, kamu sexy deh pakai bathrob jadi gak sabar"
"ih mas mesum, ayo sana mandi di kamar mas Ola mau ganti baju takut kesiangan"
"ih tambah cantik deh kalau manyun gitu, jadi gemas"
"mass"
__ADS_1
"morning kiss sayang"
Helmi berlari keluar dari kamar Ola sambil tersenyum senang, Ola berteriak manja karena dapat ciuman mendadak dari Helmi.