
Sudah hampir sebulan Roula mengelola butiknya yang semakin rame pengunjung karena sudah mulai di kenal orang, dia tidak memikirkan Adit yang dia ketahui masih suaminya padahal Adit sudah membatalkan perkawinannya malah hari ini Adit menikahi Sintia pacarnya.
Adit menikah di catatan sipil dengan Sintia tanpa mengundang orang tua angkatnya dan kakak angkatnya, hanya orang tua Sintia dan sekretaris kepercayaan Adit yang hadir di sana.
Setelah sah menurut negara dan mendapat buku nikah, Adit dan Sintia baru mengundang Orang tua angkatnya dan kakak angkatnya untuk menghadiri resepsinya lusa pada hari sabtu.
Tuan Hartono sangat marah dia tidak tau anaknya sudah membatalkan pernikahannya dengan Roula, begitu juga mbak Mona dia benar-benar kaget mendengar adiknya sudah menikah lagi tanpa memberi tau sebelumnya.
Penyelidikan masih terus berjalan di tambah lagi dengan temuan asisten pribadi tuan Hartono, beliau dapat laporan bahwa Adit menjual asetnya yang ada di Surabaya yang sudah di alihkan atas namanya dan sudah di tanda tangani Roula. Tapi menurut keterangan surat itu palsu dan tanda tangannya palsu, membuat tuan Hartono murka, tentu saja karena surat yang asli ada di notaris yang di kasih Adit hanya salinannya saja.
Tuan Hartono berangkat ke Jakarta sendirian beliau belum memberi tau istrinya tentang kelakuan Adit, walaupun Adit anak angkat tapi nyonya Sri sangat menyayanginya tuan Hartono takut mengganggu kesehatan istrinya kalau beliau tau kelakuan Aditia.
Sampai di Jakarta tuan Hartono langsung mendatangi perusahaannya yang sementara di pimpin oleh Aditia, yang menurut laporan banyak terjadi penyelewengan dana perusahaan sehingga perusahaan mengalami kerugian.
Aditia kaget di telpon sekretarisnya bahwa daddynya sudah ada di ruangannya, dia yang lagi berolahraga dengan Sintia terpaksa menyudahi gulatnya.
Dalam empat puluh menit Aditia sudah sampai di ruangannya dia tambah kaget ketika daddynya melemparkan surat kepadanya, tidak biasanya daddynya berlaku kasar terhadapnya selama ini beliau memperlakukannya dengan penuh kasih.
"daddy ada apa ini"
"apa yang sudah kamu lakukan dengan perusahaan ini Aditia? Tidak ku sangka selama ini saya memelihara tikus yang menggerogoti perusahaan saya yang di bangun dari nol, kamu benar-benar orang yang tidak tau terima kasih ternyata. Kami memungutmu dari jalanan dan membesarkanmu tanpa pilih kasih dan kami sekolahkan hingga perguruan tinggi tapi apa ini balasan kamu Aditia?"
"ha ha ha.... Ya benar karena saya anak pungut maka diam-diam daddy mengalihkan aset atas nama Roula tapi saya anak yang di pungut anda tidak mendapatkan apa-apa dan perusahaan ini atas nama anak lelakimu yang tersayang, apa saya harus membesarkan perusahaan yang bukan milik saya? Jangan harap dad karena saya tidak sudi melakukan itu, lebih baik saya membesarkan perusahaan sendiri. Dan asal daddy tau aset-aset yang atas nama Roula sekarang sudah menjadi milik saya karena Roula memberikannya dengan suka rela dia juga sudah mendatangani surat pemindahan aset-asetnya itu sebelum dia mati kecebur di laut"
"dasar anak kurang ajar tidak tau di untung kamu menusuk kami dari belakang, tapi kamu jangan senang dulu Aditia sebentar lagi polisi akan menjebloskanmu ke penjara"
"hahaha... Atas dasar apa polisi mau menjebloskanku ke penjara tidak ada bukti kejahatan saya tuan Hartono yang terhormat. Hahaha..."
__ADS_1
"jangan tertawa seperti orang gila, ingat... kamu dan Sintia beserta Julian telah merencanakan pembunuhan terhadap Roula, dan kamu berniat menjual aset Roula yang ada di Surabaya dengan surat-surat palsumu. Polisi cepat tangkap dia"
Aditia kaget setengah mati mengapa tuan Hartono mengetahui tentang rencana pembunuhan Roula, padahal dia dan Sintia sudah nerencanakannya dengan matang di bantu Julian teman Sintia. Dan dia tambah syok ketika polisi tiba-tiba muncul di ruangannya.
Polisi langsung membuka pintu ruang CEO dan langsung membrogol tangan Aditia polisi menunduk hormat kepada tuan Hartawan, seketika sekretaris Aditia berlari keluar ingin kabur tapi di luar juga sudah ada polisi yang menjegalnya dan sekretaris Aditiapun di brogol tangannya.
"daddy lepaskan aku ini tidak benar dad ini cuma salah paham"
Aditia meronta ingin di lepaskan dari jeratan hukum, tapi tuan Hartono tidak semudah itu untuk luluh dengan permohonan Aditia beliau benar-benar kecewa dengan kelakuan Aditia yang serakah dan menghalalkan segala cara.
"salah paham gundulmu, tadi kau tertawa terbahak-bahak lalu kemana nyalimu sekarang hah? Ayo pak polisi penjarakan dia sesuai hukum yang berlaku"
"baik tuan kami permisi dulu"
"silahkan pak"
"daddy lepaskan aku, aku hanya mengambil hakku dad tolong lepaskaaan"
"awas kalian kerja semua ngapain lihat-lihat"
Karyawan saling pandang sebenarnya mereka muak dengan kelakuan Aditia yang sok berkuasa dan memperlakukan bawahan seperti budak, sekarang mereka senang melihat Aditia di brogol tangannya mereka menyorakinya "huuuhhhh" sambil berlalu dan masuk ke ruangan masing-masing.
"awas kau dasar tua bangka sialan, berani-beraninya mempermalukan aku di depan karyawan akan ku balas kalian semua hah lepas brengsek"
"diam kamu, berlaku sopanlah dan taat hukum untuk meringankan tuntutanmu nanti"
"cuih gue harus tunduk sama kalian? Jangan harap ya... Kalian di bayar berapa sama tua bangka itu untuk menangkap saya hah?."
__ADS_1
Aditia terus meronta tapi polisi tidak menggubrisnya sama sekali, Aditia dan sekretarisnya di masukan ke mobil tahanan dan langsung di bawa ke kantor polisi.
Asisten pribadi tuan Hartono mendatangi kantor polisi untuk memberikan keterangan terkait kasus Aditia, tuan Hartono kembali memimpin perusahaan sebelum anaknya selesai study S3 nya di Amerika.
Perusahaan yang hampir kolap beliau benahi dengan sabar dan teliti dalam waktu satu bulan perusahaan itu sudah mulai stabil dengan kepemimpinan tuan Hartono
-
-
Aditia di tuntut dengan pasal yang berlapis, dia di jatuhi hukuman dua puluh tahun penjara dan harus bayar denda karena terbukti bersalah melakukan kejahatan yang terencana.
Roula menjadi saksi di persidangan sehingga memberatkan hukuman ketiganya.
Sintia di jatuhi hukuman dua puluh tahun penjara juga karena dia dalang dari semuanya, dia juga harus membayar denda sesuai pasal yang menjeratnya.
Julian juga di jatuhi hukuman sepuluh tahun penjara, karena dia hanya membantu rencana jahat temannya dan dia juga diminta mengembalikan uang hasil pembayaran dari Aditia dan Sintia.
Aditia, Sintia dan Julian mereka tidak terima dengan tuntutan ini, terlebih lagi melihat Roula yang masih hidup mereka mengajukan banding. Tapi di tolak oleh majlis hakim karena semua bukti-bukti valid dan memberatkan mereka.
Sekretaris Aditia yang paling ringan hukumannya dia hanya di jatuhi 4 tahun penjara, dia terbukti melakukan penipuan dan pencucian uang perusahaan dengan Aditia.
Keempat orang itu di giring ke selnya, mereka berteriak histeris terutama Sintia dia tidak terima seorang model harus meringkuk di penjara yang dingin.
"Roula awas kau ya akan ku buat perhitungan dengan kamu, dasar orang miskin tidak tau diri kamu Ola, dasar kampungan sialan"
Sintia berteriak histeris seperti kesetanan, Ola menghampiri sel yang di huni Sintia.
__ADS_1
"maaf ya saya tidak kenal anda, jadi gak usah sok tau mengataiku dan menghinaku. Simpan saja tenagamu untuk dua puluh tahun kedepan jangan buang-buang tenagamu dengan teriakanmu yang sia-sia ini. Selamat menikmati hasil usahamu yang gagal... Bye..."
Roula dan mbak Mona juga asisten pribadi tuan Hartono berjalan santai menuju pintu keluar di dampingi pengacara keluarga tuan Hartono, di susul teriakan Sintia dan Aditia dengan sumpah serapahnya yang sia-sia.