Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Mencurigai Aditia


__ADS_3

Roula senang tinggal di rumah nahkoda itu, karena istrinya baik, tapi dia juga tidak bisa lama-lama tinggal di sana karena visa liburannya hanya seminggu dia pamit pulang dan dia berjanji suatu hari nanti dia akan mengunjunginya lagi.


Padahal istrinya nahkoda itu mau menjodohkan Roula dengan keponakannya yang sudah siap menikah, tapi Roula menolaknya karena dia sudah menikah.


Menurut informasi di Kepulauan Faroe itu penduduknya lebih banyak laki-laki daripada perempuan, jadi kalau melihat perempuan single katanya mereka seperti berebut karena di sana kebanyakan laki-laki usia sudah matang tapi belum menikah.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh jam karena beberapa kali transit, Ola sampai di bandara Soeta dan dia langsung pesan taxi menuju rukonya di Jakarta. Tapi sebelumnya dia mampir dulu ke rumah pak RT untuk mengambil kunci.


Ola masuk ruko dan langsung menuju lantai dua sampai di atas dia langsung masuk kamar mandi untuk mandi dan ganti baju, setelah itu dia menyalakan ponselnya.


Terdapat banyak pesan yang masuk sampai berjubel lalu dia menelpon orang tuanya.


"hallo nduk bener ini kamu?"


"iya bu, ko ibu melongo begitu?"


"ibu tidak mimpikan ini bener kamu kan Ola anak ibu?"


"bener bu ini Ola, kenapa ibu tidak percaya ya?"


"bukan begitu nduk, ya ampun ibu sampai bingung mau ngomong apa karena senang. Kamu selamat nduk, kata suamimu bilang sama tuan Hartono kamu jatuh di laut dan belum di temukan tapi kamu selamat"


"iya bu puji tuhan, Ola pas inget sudah ada di pantai. Tapi bu jangan bilang dulu sama siapa-siapa ya ini rahasia. Ola curiga mereka sengaja mendorong Ola ke laut, sekarang Ola mau telpon daddy dan mbak Mona dan setelah itu ponsel Ola akan di matikan lagi. Udah dulu ya bu, ibu dan bapak jangan cemas Ola sudah di Jakarta"


"iya nduk hati-hati"


Setelah memberitahu orang tuanya Ola juga memberi tahu mertua dan kakak iparnya, dan mertuanya berjanji akan akan menyelidikinya.


"hallo dad aku belum menemukan Ola, bagaimana ini?"


"Ola selamat dan sekarang sudah di Indonesia jadi bilang saja sama polisi apa yang terjadi, sekarang kembali saja ke Amerika biar di sini daddy yang urus dengan kak Mona"

__ADS_1


"tapi daddy kan sudah tua, biar serahkan sama asisten pribadi dady aja dan mbak Mona, daddy jangan cape-cape ya"


"iya, daddy hanya memantau ko"


"ya udah aku balik balik lagi ke Amerika soalnya kuliahku lagi sibuk"


"iya selamat berjuang, semangat"


"iya dad, daddy aku heran sama Aditia kenapa dia ke sini dengan Sintia pacarnya dan juga bersama Julian teman Sintia padahal tujuannya bulan madu dengan Ola"


"lho ko bisa begitu ya, sekarang kamu tenang ya nak biar ini jadi urusan Daddy dan mbak Mona, daddy akan meminta ahlinya untuk menyelidiki kasus ini"


"iya dad"


Helmi menutup telponnya, dia langsung melaporkan kepada polisi bahwa Ola selamat dan sudah kembali lagi ke negaranya jadi tim SAR di minta menghentikan pencariannya.


Setelah urusannya selesai di sana Helmi chek out dari hotel dan menuju bandara, dia akan terbang untuk balik lagi ke Amerika utuk melanjutkan study S3 nya yang tinggal dua semester lagi.


Roula mematikan ponselnya dan membuka kartunya setelah itu dia simpan di laci di bawah surat-surat pentingnya.


"huhh smoga usahaku berjalan lancar, ya tuhan lindungi aku"


Ola bedo'a dalam hatinya dia sebenarnya takut ketemu Adit dan Sintia, Ola berusaha kuat dan menghibur hatinya dia bertekad harus sehat bahagia dan sukses.


Roula berdiri dan melihat jam dinding ternyata baru jam enam sore perutnya berbunyi karena lapar, karena di rumah tidak ada apa-apa dia beranjak mengambil dompet dan mengambil uang di laci meja rias yang sebelum ke Paris dia menyimpannya 2 juta di situ.


Tiga menit berjalan Ola sampai di super market, dia beli beras, daging, ayam, telor bumbu-bumbu dan sayuran dalam waktu lima belas menit dia sudah selesai dan sudah membayarnya di kasir setelah itu lalu pulang lagi.


Ola mencuci beras satu gelas ukuran di teplon magicom setelah di cuci lalu di kasih air bumbu-bumbu dan dua potong ayam yang sudah di cuci, lalu memasukan wortel dan kentang ke dalamnya, setelah selesai semuanya lalu ia menekan tombol memasak.


Ola sudah biasa masak nasi begitu ketika dia tinggal di kontrakan biar praktis yang penting matang dan enak pikirnya, dia tidak ribet dengan makanan.

__ADS_1


Sambil menunggu nasi matang, Ola masang bedcover dan menyedotnya pakai vacumcleaner terlebih dulu sofa juga tak ketinggalan di vacum melap meja sofa dan meja makan setelah itu mengepel lantai karena seminggu tidak di bersihkan lumayan berbekas ketika di injak.


Rumah sudah bersih dan wangi nasipun sudah matang, Ola bergegas cuci tangan dan langsung mengambil nasi campur dari magicom lalu dia menarohnya di meja makan. Sambil nunggu nasi dingin dia menyalakan tv, dan Ola makan sambil menonton berita.


Selesai makan sampai habis semuanya karena Ola benar-benar lapar, setelah itu dia mencuci piring, gelas dan teplon magicom dan melap meja, dia benar-benar kekenyangan makan nasi seolah - olah balas dendam karena seminggu tidak makan nasi.


Ola mematikan tv dan masuk kamar dia mengambil laptop dari laci nakas dan menyalakannya untuk menonton drakor paforitnya, jam sembilan lebih Ola mematikan laptopnya karena tidak tahan dengan kantuknya karena kecapean dia langsung tertidur dengan lelap sampai pagi.


-


-


Roula bangun pagi-pagi dia bergegas mandi setelah itu dia membuat sarapan yang praktis, bikin nasi campur seperti semalam tapi sekarang lauknya daging sepotong untuk ukuran seporsi dia masak di satukan dengan beras bumbu-bumbu dan sayuran.


Selesai sarapan Ola pergi ke konter untuk membeli kartu perdana dia ingin mengganti nomer ponselnya untuk menghindari Aditia.


Selesai membeli kartu perdana dia pergi ke toko kain grosir terbesar di jakarta, Ola mau memulai usaha butiknya dan dia juga membeli mesin jahit, mesin obras, mesin pasang kancing, mesin kansai, benang-benang, meteran dan keperluan lainnya untuk melengkapi pekerjaannya nanti.


Tidak lupa Ola membeli etalaseu, rak-rak besi dan lemari kaca untuk menyimpan kain dan pakaian setelah di jahit nanti.


Ola selesai belanja dia pergi ke percetakan untuk memesan plang nama butiknya dan setelah pesan plang nama dia pulang ke rukonya sambil menunggu kiriman barangnya dia browsing di internet Ola mencari ideu-ideu untuk membantu mempermudah usahanya.


Barang-barang dan kain sudah sampai dan langsung di letakan dan di susun sesuai arahan Ola, dia bernapas lega sekarang tinggal mulai dan pasang plang di depan rukonya.


Ola mulai menggambar pakaian wanita dan pria dia mendesain model dan warnanya, saking asiknya menggambar tidak terasa hari sudah mulai gelap. Dia membereskan kertas-kerts yang ada gambar desain, lalu membukukannya supaya tidak berceceran setelah itu dia simpan di laci meja kerjanya.


Roula mengunci rumahnya lalu naik ke lantai dua, dia masak dengan cara dan menu yang sama seperti kemarin cuma mengganti sayurannya aja, sambil nunggu nasi matang dia bergegas ke kamar mandi untuk mandi.


"apa tujuan mas Adit ya? apa karena pengalihan aset itu?... Surat itu? Yang minta di tanda tangani itu? Yaa benar mungkin mas Adit ingin mengalihkan aset itu kepadanya.... Hah sebaiknya aku bilang sama daddy dan mbak Mona"


Ola berbicara dalam hatinya dia semakin mencurigai Aditia, dia melamun sambil makan tidak terasa makanan yang di teplon magicom habis di lahapnya.

__ADS_1


__ADS_2