Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Tuan Moo Di Tangkap


__ADS_3

Helmi membuka map dan membacanya lalu dia menanda tangani satu persatu, jam tiga sore dia baru berhenti untuk meregangkan ototnya.


Helmi berjalan ke toilet karena dia kebelet setelah itu dia kembali ke meja kerjanya, baru aja akan duduk ponselnya berbunyi di atas meja dia langsung mengangkat ponselnya dan menggeser tombol hijau ada panggilan video call dari istrinya.


"halo sayang, cantik banget istriku ini muach jadi kangen" kata Helmi sambil mencium layar ponsel.


"mas sudah makan siang belum, itu bibirnya kering banget mas minum air putih dong" kata Ola khawatir.


"belum sempat makan dan minum sayang hari ini mas sibuk banget, banyak yang harus di periksa dan yang harus di tandatangani ini lihat" jawab Helmi sambil mengarahkan kamera ke dokumen yang numpuk di meja.


"kasian suamiku pasti tangannya pegal, tapi kamu harus makan sayang ayo sekarang minum dulu dan makan dulu. Setelah itu baru lanjut lagi kerja, ingat kesehatan itu lebih penting dari apapun sayang" kata Ola lembut, dia menghawatirkan kesehatan suaminya.


"iya sayang, mas akan makan dulu sebelum lanjut pekerjaan" jawab Helmi dia tidak bisa membantah istri kesayangannya.


"sekarang mas pesan makanan lewat goofood atau minta OB nganter makanan keruangan mas jangan nunda-nunda" kata Ola agak tegas karena takut suaminya melalaikan perutnya lagi.


"iya sayang, iya sekarang" jawab Helmi gemas melihat bibir istrinya berbicara sedikit tegas.


"kalau begitu selamat makan dan selamat bekerja sayang, i love you mas Helmi Dirgantoro sayangku cintaku dadah bye bye muach" kata Roula sedikit menggombali suaminya membuat Helmi gemas di buatnya.


"i love you more Roula Kim cintaku, sayangku, ratuku, bidadariku aku kangen banget kamu sayang muach muach muach bye sayang baik-baik di sana dengan anak-anak" jawab Helmi sambil menciumi layar ponsel.


Roula melambaikan tangan sambil kiss bye kepada suaminya, sebenarnya dia ingin lama-lama menelpon suaminya tapi melihat pekerjaan suaminya yang masih menumpuk dia menyudahi video callnya.

__ADS_1


Helmi memesan makanan lewat gofood lalu dia berjalan mengambil air minum lalu dia minum habis satu gelas besar penuh, sambil nunggu makanan datang dia melanjutkan pekerjaannya dulu


***


Tuan Hwan meminta asisten tuan Moo untuk menyerahkan dokumen kepadanya, dan asisten itu menghampiri tuan Hwan dan menyerahkan dokumen yang di minta itu.


Tuan Hwan memeriksa dokumen itu dengan teliti, beliau manggut-manggut ternyata sesuai apa yang dia minta.


"apa maksidnya semua ini Jon? Dokumen apa itu?" tanya tuan Moo kepada asistennya dia Heran melihat asistennya menyerahkan dokumen kepada tuan Hwan padahal menurutnya mereka baru bertemu sekarang.


"sesuai kata saya tadi, saya akan mengembalikan semuanya kepada asalnya dan ini bukti-bukti semua kejahatanmu kepada saudaramu Moo" jawab tuan Hwa, bukannya asisten pribadinya yang menjawabnya.


"jangan ikut campur Hwan, ini urusan saya tidak ada sangkut pautnya dengan kamu" kata tuan Moo geram


"kamu jangan lancang ya ikut campur urusan saya" kata tuan Moo geram.


"kalau saya tidak boleh ikut campur, serahkan dirimu kepada yang berwajib sekarang" jawab tuan Hwan masih santai.


"jangan harap ya, memangnya untuk apa saya menyerahkan diri tidak ada bukti kejahatan yang saya lakukan" kata tuan Moo.


"oh ya, tidak ada bukti ya? Lalu ini apa?" jawab tuan Hwan sambil memperlihatkan video penangkapan dan pengikatan Roula dan video penyekapan Roula dan di paksa untuk tanda tangan olehnya dan kata-kata tuan Moo terekam jelas memerintah melenyapkan Ola dan membuangnya ke laut, lalu video-video beberapa kali mau mencelakakan Ola dan terakhir video penabrakan mobil yang di tumpangi Ola dan membuat Ola keguguran dan masih banyak lagi usaha untuk melenyapkan Ola tapi gagal karena anak buah tuan Hwan, anak buah tuan Hartono dan anak buah tuan Andrew selalu menjaganya. Membuat tuan Moo gugup setelah melihat video itu.


Tuan Moo mundur kebelakang meja kerjanya tangannya sedikit gemetar lalu dia duduk di kursi kerjanya, perlahan dia membuka laci meja kerjanya lalu dor, dor dor.tuan Moo memberondong menembakan pelurunya ke arah jantung tuan Hwan.

__ADS_1


Tapi tuan Hwan sudah memprediksi itu dia memakai rompi anti peluru jadi tidak ada satupun peluru yang mengenai tubuhnya, orang yang menelpon tadi berdiri dan menembak tangan tuan Moo dan pistol tuan Moo jatuh ke lantai dengan tangan yang bercucuran darah.


Si penelpon yang pura-pura di beri cek kosong oleh tuan Moo ternyata polisi yang menyamar menjadi penjual mobil mewah incaran tuan Moo padahal itu mobil milik tuan Hwan.


Kalian masuk semua dan tangkap orang ini, kata tuan Hwan kepada polisi yang baru aja masuk karena mendengar suara tembakan tadi.


"lepaskan saya kalian jangan macem-macam sama saya, atau kalian semua akan di tuntut" teriak tuan Moo karena tangannya di brogol.


Tim medis mengobati punggung tangan Moo yang kena tembakan supaya darahnya berhenti, setelah selesai mereka membawa tuan Moo ke mobil tahanan.


"selamat tinggal Moo smoga kamu betah di penjara, ingat kejahatan tidak ada yang abadi di dunia ini" kata tuan Hwan sambil melipat tangan di dadanya.


"sialan kamu Hwan jangan melampauwi batas kamu, ingat ini semua belum berakhir" teriak tuan Moo dari dalam mobil tahanan dan menjadi tontonan para karyawan yang berkumpul di sana.


"jangan mimpi kamu Moo ingat istri dan anak-anakmu, mereka akan menanggung malu karena ulahmu" jawab tuan Hwan.


Tuan Moo diam dia baru ingat istri dan anak-anaknya yang lagi membutuhkan biyaya karena sekolah anak-anaknya di sekolah internasional dan masih duduk di sekolah menengah.


"jangan ganggu mereka, mereka tidak tau apa-apa" kata tuan Moo lebih pelan suaranya.


"anak-anakmu akan saya urus sampai sekesai sekolah, tapi istrimu akan menemanimu di penjara karena dia ikut serta menjahati Roula dan dia mendukung semua kejahatanmu dan menikmati hasil perusahaan ini dengan poya-poya padahal dia tau ini perusahaan Kim bukan milikmu dan ayahmu" jawab tuan Hwan membuat tuan Moo diam membisu, dia tidak bisa lagi menutupi kejahatannya karena tuan Hwan dan tuan Andrew juga tuan Hartono dan juga Helmi dirgantoro sudah bersatu menumbangkan kejahatanya.


Mobil tahanan yang membawa tuan Moo bergerak maju keluar dari parkiran perusahaan menuju rutan.

__ADS_1


__ADS_2