
Pagi-pagi Helmi bangun dari tidurnya dan terlihat calon istrinya terlelap dalam pelukannya, dia mengecup keningnya dengan lembut.
"pagi sayang, kamu cantik dan sexy kalau lagi tidur"
Helmi mengelus pipi, hidung dan rambut Ola dia benar-benar jatuh cinta dengan calon istrinya, karena terganggu dengan pergerakan Helmi dia juga perlahan membuka matanya.
"hallo sayang muachh, morning kiss"
Ola menutup mukanya yang memerah karena malu, dia menyembunyikan wajahnya di dada bidang calon suaminya.
"sayang satu jam lagi kita gak boleh bertemu sampai nanti hari pernikahan kita, mas bakal kangen banget sama ini, ini, ini dan semuanya"
Helmi menciumi seluruh wajah Ola dan rambut Ola, dia mengendus-ngendus leher Ola juga sambil memeluknya.
"mas udah siang nanti di marahin mommy dan ibu, udah dulu ya calon suamiku sayang sabar ya tiga hari lagi kita akan selalu begini tanpa ada batasan"
"tapi sayang bentar lagi aja mas masih kangeeen"
Ola membalas pelukan Helmi yang manja seakan-akan enggan melepaskannya, mereka berdua sudah kena penyakit bucin akut.
Nyonya Sri masuk ke ruangan audio untuk mengingatkan anaknya, bahwa sekarang sudah waktunya pingitan.
Helmi dan Ola ogah-ogahan bangun dari sofa bed di ruangan itu, tapi mereka mengikuti peraturan juga.
"mom kenapa harus ada pingitan sih, kan kita gak bisa deket-deket"
"itu harus sayang, nanti juga kalian bakalan puas selalu bersama sampai tua, sampai bosan malah hahaha..."
"ih mommy ko ngomongnya gitu, kami tidak akan bosan selamanya bersama-sama"
"iya smoga aja ya, mommy hanya bercanda. Ayo kalian mandi dan kita akan sarapan"
"baik mommy"
Helmy menggandeng Ola mengantar sampai depan pintu kamar, dia juga memberondong Ola lagi dengan ciumannya seolah-olah tak rela untuk berpisah.
"stop, kalian ya benar-benar bucin ayo pada mandi sana"
Helmi menyudahi kangen-kangenannya dan membiarkan Ola masuk ke kamarnya.
"dah sayang sampai ketemu lagi di hari pernikahan kita, jaga diri baik-baik ya"
"iya mas, dadah sayang"
"i love you Roula Kim muach"
"i love you more Helmi Dirgantoro muach juga"
"bye sayang"
"bye"
Mereka seperti gak ada habisnya membuat nyonya Sri geleng-geleng kepala, tapi pada akhirnya Ola masuk kamarnya juga dan mengunci pintu kamarnya dan Helmi juga pergi ke kamarnya untuk mandi dan ganti baju.
Helmi sarapan di meja makan dengan semuanya tapi tanpa Ola di dekatnya seperti ada yang hilang dari pandangannya, setelah makan dia berangkat ke kantornya.
Selesai mandi dan ganti baju Ola mulai menyulam dan memasang fayet di gaun pengantinnya, dia sangat serius mengerjakan gaunnya dengan teliti.
__ADS_1
Seharian Ola di kamarnya mengerjakan gaun pengantinnya sampai selesai dia juga mencobanya sambil berdiri di depan cermin.
Ola puas dengan hasilnya gaunnya benar-benar indah dan mewah, dia tersenyum membayangkan hari pernikahannya dengan Helmi dia benar-benar menantikan moment itu.
-
Mila selesai mengerjakan tuxedo milik Helmi dia juga membuat jas lain yang ukurannya sama, tak ketinggalan dia menjahit gaunnya sendiri untuk menghadiri hari pernikahan sahabatnya itu.
Keesokan Harinya nyonya Sri Rahayu membawa Roula ke ruang perawatan tubuh yang ada di lantai tiga, beliau mengundang orang yang profesional di bidang perawatan dan kecantikan untuk dirinya dan calon menantunya.
"ayo sayang kamu harus luluran dulu dan rangkaian perawatan lainnya, supaya tubuhmu tambah cantik dan wangi"
"iya mom terima kasih"
Nyonya Sri Rahayu mengangguk, hari ini beliau akan memanjakan tubuhnya seharian.
Ola sedang berendam di bathtub di ruang itu sambil santai tubuhnya di gosok lulur oleh ahlinya, dia hanya menikmati pijatan dan gosokan di tubuhnya dengan keharuman wangi-wangian aroma terapi setelah cukup lalu membilasnya sampai bersih dan wangi.
"kamu segar sekali sayang, aura pengantinnya sudah keluar"
Ola tersipu malu mendapat pujian dari calon mertuanya, dia senang di terima dan di manjakan calon mertuanya.
Selesai perawatan Roula kembali ke kamarnya, dia membuka laptopnya untuk menonton drama korea kesukaannya sambil mengisi waktunya.
Saat makan malam tiba, Helmi diam saja sambil mengunyah makanan dia benar-benar merindukan calon istrinya hadir di hadapannya.
"duh kacian yang lagi merindu-rindu dari kemarin diam saja seperti lagi sakit gigi"
"mom boleh gak video call dengan Ola?"
"jangan dulu, kalau pesan aja boleh"
"ih ini anak ngeyel ya, besok lusa juga kalian bersama mau kemanapun berdua gak bakal ada yang larang ko. Yang sabar dong"
"tapi mom kangen banget"
"ya ampun cuma tiga hari doang sampai segitunya, lha kita dulu seminggu lebih gak boleh ketemu ya mom mana gak ada ponsel seperti sekarang tapi kami kuat"
Tuan Hartono menimpali istrinya, dia gemas mendengar rengekan anaknya seperti anak kecil minta jajan aja hehehe...
Selesai makan Helmi meraih ponselnya di saku sambil berjalan ke kamarnya.
"sayang lagi apa, mas kangen?🥰😘🤗"
Helmi mengirim potonya yang lagi bersandar di sofa kamarnya kepada calon istrinya di tambahi kata-kata yang manis.
"aku lagi nonton drakor mas, kenapa kirim poto bukannya gak boleh?"
"nggak apa-apa sayang cuma kirim poto doang kan yang gak boleh bertemu dan video call"
"ooh begitu ya"
"sayang selfie dong terus kirimin sama mas"
Roula berjalan ke cermin besar dia selfie depan cermin supaya badannya terbawa sampai kaki, setelah itu dia mengirimkan potonya ke calon suaminya.
Helmi bahagia mendapat poto Roula yang cantik walaupun hanya pake baju tidur blus selutut, tapi dia benar-benar terpesona.
__ADS_1
"kamu tambah cantik dan glowing sayang, mas ingin memelukmu sekarang juga mas semakin kangen sama kamu"
"peluk aja hpnya mas hihihi, besok lusa juga kita bakalan bertemu"
"kamu ngetawain mas ya, awas ya kamu nanti mas serang tanpa ampun"
"awww mauuu hihihi"
"kamu nakal ya sayang, siapkan aja dirimu nanti kuat gak sampai pagi"
"aku akan coba ya"
"ih gemesin banget sih kamu yang, awas ya"
Helmi dan Roula bertukar pesan dan poto, mereka seperti anak remaja yang baru jadian dan LDRan tapi jarak dekat hihihi.
Helmi dan Roula bertukar pesan suara juga sepedti gak ada habisnya obrolan mereka sampai malam.
Ola menutup laptopnya dia menunda nonton drakornya, malah lebih asyik chatting dengan calon suaminya. Dia beranjak ke tempat tidur dan menarik selimutnya lalu dia selfie dan mengirim potonya kepada Helmi, membuat Helmi panas dingin ingin berlari ke kamar Ola.
"sayang kamu benar-benar nantangin mas ya"
"nantangin apa coba mas, orang di tutup selimut ko"
"ya nantangin lah, mas juga kan mau satu selimut dengan kamu"
"ih mas Helmi jangan mesum ya"
"biarin mesum sama istri sendiri ini"
"belum mas dua hari lagi lho"
"iya sayang iya"
Selesai romantis-romantisan mereka ngomongin rencana masa depan dan bulan madu.
"sayang kamu mau bulan madu ke mana?"
"aku mau ke Amerika mas ke tempat asalnya mommy boleh gak?"
"boleh sayang, kebetulan di sana mas punya usaha kafe yang di kelola tante Lusy saudaranya daddy dan ada apartemen juga"
"asik dong ya, terus kapan kita ke sana?"
"akhir oktober aja sayang supaya di sana pas musim dingin"
"iya mas aku mau pas ada hujan salju"
"iya sayang biasanya awal bulan nopember turun salju, makanya kita ke sananya akhir oktober aja ya sepuluh hari setelah menikah sayang"
"baiklah mas, aku jadi gak sabar pingin main salju dan membuat boneka salju"
"mas malah pingin membuat anak di tempat dingin, dengan suhu minus di sana waww benar-benar impian mas itu"
"ih mas mesum deh"
"hihi maaf sayang mas baru ngebayangin aja sudah senang, apalagi kalau kita praktek"
__ADS_1
Roula malu membaca kata-kata dari Helmy dia merinding di buatnya, saking asiknya chatan sampai malam membuat Ola tertidur.
Helmi meriksa lagi chat dari Ola setelah beberapa kali tak ada jawaban darinya pasti dia tertidur pikirnya, dia tersenyum melihat.poto-poto Ola perlahan dia mengecup satu persatu poto itu dan dia mengulang membaca dan mendengar chat dari calon istrinya sampai dia tertidur juga.