
Roula memeluk mbak Mona dia terharu dengan ketulusannya, mbak Mona memperlakukan Ola seperti adiknya sendiri dia merasa punya kakak dan sodara yang menyayanginya.
Tuan Hartono masih memimpin perusahaannya di bantu dengan Helmi secara online karena dia masih menyelesaikan stydinya di Amerika.
Hari ini nyonya Sri ke Jakarta bersama bu Eem ibunya Ola, beliau naik kereta api kelas bisnis jurusan Jogja Jakarta. Beliau menikmati perjalanan daratnya sambil mengobrol, tidak terasa kereta sudah samlai ke stasiun Jakarta dan beliau sudsh di tunggu supir pribadinya.
Nyonya Sri dan bu Eem tiba di mansion di sambut oleh mbak Mona dan Roula, beliau belum di kasih tau tentang Adit dan tentang pembatalan pernikahannya dengan Ola.
"ibuuu apa kabarnya Ola kangen?"
"ibu juga kangen kamu nak"
Ibu dan anak berpelukan karena sudah lama mereka tidak bertemu, setelah cukup kangen-kangenan dengan ibunya Ola melepas pelukannya beralih memeluk nyonya Sri.
"momy Ola kangen, apa kabarnya mom?"
"kabar momy juga baik dan momy kangen Ola juga"
Setelah kangen kangenan mereka berempat makan puding sambil menunggu tuan Hartono pulang kerja.
__ADS_1
Jam enam sore tuan Hartono sampai di mansion, beliau memeluk istrinya sangat erat karena sudah sebulan lebih tidak bersamanya beliau berdua berpelukan melepas rindunya.
Nyonya Sri menggandeng tangan suaminya beliau berjalan ke kamar untuk mengantar suaminya bersih-bersih dan menyediakan pakaian gantinya, selesai ganti pakaian beliau keluar dan menuju meja makan untuk makan mersama.
Ola duduk di samping ibunya, dekat dengan anaknya mbak Mona karena Ica tidak mau jauh dengan Ola aunty cantiknya, mbak Mona berdampingan dengan suaminya juga anak sulungnya, tuan Hartono berdampingan dengan nyonya Sri. Semua berkumpul untuk makan bersama, tapi nyonya Sri heran kenapa Aditia belum pulang dan makan bersamanya.
"Daddy kemana Aditia? anak itu ada momynya di sini malah belum pulang dan tidak pernah menelpon momy juga sudah lama"
"gak tau mom, ayo makan dulu yang banyak jangan ngobrol sambil makan pamali"
Selesai makan malam mereka semua berkumpul di ruang keluarga, tuan Hartono memulai bercerita secara perlahan tentang Aditia kepada istrinya di depan bu Eem dan yang lainnya.
"daddy terus bagaimana dia sekarang kasian dia tidurnya kedinginan dad?"
"sudah mom tidak usah di kasihani, dia pantas mendapatkan itu semua biarkan dia mempertanggung jawabkan semuanya"
"iya dad tapi kasian hik hik"
"itu balasan karena dia telah menusuk kita dari belakang, padahal kita tulus menyayanginya dan dia juga sudah di kasih jatah aset untuk dia tapi dia malah suka menjualnya buat bersenang-senang dengan pacarnya hanya tersisa rumah yang atas nama Aditia yang di tinggalinya kemarin"
__ADS_1
"kenapa dia jadi serakah ya dad, padahal momy mendidik dia baik tidak membeda-bedakannya dengan anak kandung kita"
"ya mungkin di turunkan dari sifat orang tua kandungnya, kita enggak tau dia dari mana asalnya. Udah yuk kita istirahat aja jangan tangisi anak itu, tidak baik untuk kesehatan momy"
Tuan Hartono menggandeng istrinya masuk kamar untuk istirahat, mbak Mona dan suaminya naik ke lantai dua untuk istirahat.
"momy ica mau bobo dengan aunty Ola mom"
"lain kali aja sayang kan dari kemarin Ica bobo sama aunty Ola terus, sekarang aunty mau bobo dengan ibunya kasian mereka sudah lama tidak bertemu"
"ya udah mom, ica bobok sendili aja. Dadah aunty"
"dadah sayang, bobok yang nyenyak ya besok kita main lagi ke butik aunty kita menggambar lagi dengan aunty Mila"
"iya aunty, dah nenek"
"dadah cantik"
Ola dan ibunya masuk kamar mereka tidur bersama di kamar besar itu, Ola cerita tentang pembatalan nikahnya oleh Adit jadi statusnya sekarang masih perawan.
__ADS_1
Bu Eem memeluk anaknya, beliau berdo"a dalam hatinya smoga anaknya di pertemukan dengan jodohnya yang mencitai juga menginginkannya.