Kaya Mendadak

Kaya Mendadak
Rencana Kedua


__ADS_3

Selesai acara resepsi semua orang kembali ke tempatnya masing-masing, Roula dan Helmi juga kembali ke kamarnya.


Malam pertama sebagai suami istri untuk Helmi dan Roula malam yang begitu indah dan penuh gairah hingga jam dua pagi mereka baru saja memejamkan matanya.


Bangun pagipun mereka melanjutkan olah raganya masih di hotel itu juga karena sudah di pesan selama tiga hari tiga malam, Helmi seperti tidak merasa lelah hanya istirahat beberapa jam dan lanjut lagi begitupun dengan Ola dia malah senang melakukannya. Pengantin baru ya begitu tiada hari tanpa bercinta, malah kadang lupa makan yang penting olah raga berdua hehehe.


***


Hari ini mereka keluar dari hotel itu karena sudah tiga hari di sana, Helmi membawa Ola pulang ke mansion tuan Hartono dan sekarang mereka lagi di dalam kamar Helmi yang sudah di dekor layaknya kamar pengantin. Padahal di hotel juga kamar pengantinnya di dekor sangat mewah, dan di kamar Helmi yang di mansion juga tak kalah mewahnya seperti di hotel.


"sayang ayo masuk ini kamar mas, kamu baru pertama kali masuk kamar ini"


"iya mas, kamarnya lebih luas dari kamar hotel tadi, dan ini bunga mawar merah yang di atas tempat tidur dan dekornya juga ko sama dengan yang di hotel ya"


"ya sama lah karena yang menghiasnya orang yang sama sayang, yuk kita istirahat"


Helmi menggendong istrinya lalu merebahkan istrinya di tempat tidur, lalu dia juga ikut merebahkan dirinya di samping Ola sambil memeluknya dia berbisik.


"coba kita nikah dari dulu ya sayang, ternyata menikah itu sangat menyenangkan dan membuat kita bahagia"


"hmmm"


Ola hanya mengangguk dia memejamkan matanya karena tidak tahan dengan kantuknya, Helmi tersenyum melihat istrinya tidur dia mengecup istrinya setelah itu dia ikut tertidur juga.


Tok...tok...tok...pintu kamar Helmi di ketuk dari luar, Helmi membuka matanya dan melihat jam di dinding ternyata sudah jam lima sore.


Helmi membuka pintu kamar dan ternyata mommynya sudah berdiri di depan pintu.


"sore mom"


"sore juga, sayang ayo siap-siap nanti jam tujuh kita makan malam tadi kalian tidak makan siang bersama"


"siap mom nanti kami turun ke meja makan, tadi kami ketiduran karena sudah tiga hari kurang tidur"


"jangan terlalu di porsir hari esok masih panjang jangan mentang-mentang pengantin baru, kasian istrimu nanti kelelahan"


"habisnya nikmat sih mom kita sama-sama menggila"


"iya tapi kasian istrimu, ayo sana siap-siap"

__ADS_1


"iya mom"


Nyonya Sri kembali ke bawah dan Helmi menutup pintu kamarnya lalu menguncinya setelah itu dia masuk kamar mandi untuk mengisi air di bathtub, setelah cukup dia kembali ke tempat tidur untuk membangunkan istrinya.


Helmi menggendong istrinya ke kamar mandi dan naik ke barhtub yang sudah di isi air, mereka mandi berdua dan mencoba gaya lain di dalam bathtub.


Satu jam kemudian mereka sudah wangi dan bersih dan keluar dari kamar mandi, Helmi mendudukan istrinya di depan meja rias lalu menyisir rambut istrinya dengan penuh kasih.


Roula sangat bahagia di manjain suaminya dia sangat bersyukur menikah dwngan Helmi lelaki yang di cintainya, Ola mengoleskan makeup tipis dan natural di wajahnya supaya lebih cerah setelah itu dia berjalan ke ruang ganti utuk ganti baju.


Roula menyiapkan baju suaminya terlebih dahulu dan làngsung di kenakan oleh Helmi, setelah itu Ola memakai blus warna pink yang cantik hasil karyanya membuat Helmi memeluknya dan menciumnya dari belakang.


Helmi berdiri di depan cermin sambil memeluk istrinya dari belakang, kepalanya di susupkan di leher istrinya.


"hmmm wangi dan cantik sekali istriku" kata Helmi sambil mencium istrinya.


"suamiku juga tambah ganteng hehe" Ola membalas ciuman suaminya.


Mereka saling memuja satu sama lain, setelah hampir jam tujuh malam Helmi mengajak istrinya untuk makan bersama keluarga di bawah.


Helmi menggenggam tangan istrinya menuruni anak tangga, mereka berjalan menuju meja makan yang kebetulan yang lain juga sudah kumpul di sana.


"malam semuanya" Ola menyapa mertuanya dan orang tua angkatnya.


Para pelayan menyiapkan makanan di meja makan, Roula mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya setelah itu baru mengambil untuknya.


"kapan mulai masuk kantor nak" mommy Sri membuka obrolan di meja makan.


"sepertinya besok mom, soalnya untuk minggu ini cutinya hanya tiga hari sebelum nanti akhir bulan mulai cuti lama sampai selesai bulan madu kami. Iya kan dad?" Helmi menjawab mommynya, lalu bertanya ke daddynya.


"iya, besok giliran daddy mau berduaan dengan mommymu, biar asisten pribadi daddy yang membantu oekerjaanmu" jawab tuan Hartono sambil mengedipkan matanya kepada istrinya dan di sambut senyuman oleh nyonya Sri mereka selalu romantis walaupun sudah tua.


"berangkatnya tanggal berapa?" nyonya Sri bertanya lagi kepada anaknya.


"jadwalnya tanggal 28 oktober mom, soalnya mau menyambut turun salju yang biasanya awal november" jawab Helmi.


"smoga pas pulang dari sana kalian membawa kabar bahagia" nyonya Sri berharap menantunya segera Hamil, beliau ingin menimang cucu dari anak lelakinya.


"smoga aja mom, karena kami tidak mau menundanya" Helmi menjawab sambil tersenyum kepada istrinya lalu dia mengecupnya.

__ADS_1


"mas aku juga besok mulai ke butik lagi ya" Roula menatap manja kepada suaminya


"iya sayang, kalau kamu tidak lelah boleh aja tapi hati-hati ya" jawab Helmi sambil menatap istrinya penuh cinta sambil menyelipkan anak rambut istrinya yang menghalangi pipi cantiknya lalu mencium pipinya yang merah merona.


"iya mas" Ola tersenyum kepada suaminya, lalu mereka melanjutkan makannya.


"bapak dan ibu juga mau pulang ke Jogja besok" pak Anwar berbicara kepada Ola.


"kenapa buru-buru pulang nanti aja bareng kami bulan depan setelah pengantin pulang dari bulan madunya" nyonya Sri menimpali.


"tapi nyonya tukang bangunan kemarin telpon minta di hadiri soalnya lusa peletakan batu pertama pembangunanbrumah kami" jawab pak Anwar.


"oh iya, sudah mau mulai pembangunannya ya, ya udah besok kalian mau naik apa?" Tanya nyonya Sri.


"kereta nyonya" jawab bu Eem menimpali.


"ya udah kalian ke Jogja lebih dulu, selama pembangunan kalian tinggal aja di villa kami sekakian tolong pantau pekerja di perkebunan. Saya akhir bulan depan baru balik ke Jogja" kata tuan Hartono.


"iya tuan" jawab pak Anwar.


Setelah selesai makan semua orang berkumpul di ruang keluarga, mereka melanjutkan obrolannya sambil nonton berita di tv.


***


Di rumah anaknya paman tuan Kim di sana sedang terjadi keributan, karena sudah tiga hari mereka tidak menemukan data-data tentang Roula Kim. Ola yang di curigai mereka saudaranya dan akan mengancam kedudukannya di perusahaan ternyata hanya anak dari mantan mandor perkebunan, mereka tidak menemukan data-data lain yang mengarah kepada anaknya tuan Kim. Membuat mereka ragu untuk bertindak, padahal rencana mereka sudah matang untuk melenyapkan Roula Kim karena yang mereka temukan Roula anaknya pak Anwar mantan mandor perkebunan tuan Hartono.


Tentu saja mereka tidak akan menemukannya karena tuan Hartono sudah menutup data lama dari Roula bayi, dan mengganti dengan data lain seolah-olah Ola dilahirkan bu Eem dan tidak ada saksi satupun karena pengasuh Roula waktu bayi sudah meninggal dan supir tuan Hartono yang mengetahui tentang Ola juga dia sudah meninggal waktu Ola kecil.


"sekarang kita lanjutkan rencana kedua, yaitu tes DNA"


"tes DNA bagaimana? tuan Kim dan nyonya Merlyn kan sudah tiada bos?"


"ya bisalah, uji kekerabatan masih bisa, gen kami cocok atau tidaknya kita lihat hasinya nanti. Tugas kalian bagaimana mendapatkan darah Ola istrinya tuan Helmi"


"siap bos kami akan lakukan secepat mungkin"


"ok saya tunggu hasilnya, kalau kalian mendapatkan darahnya saya akan tambah bonus kalian"


"siap bos terima kasih, besok kami akan bergerak"

__ADS_1


"bagus, lakukan dengan rapih jangan sampai mereka mencurigai kalian"


Mereka selesai berunding dan kembali ke markas untuk istirahat karena sudah malam.


__ADS_2